free html5 templates

Klinik Kulit & Kelamin

Spesialis Penyakit Kulit, Kelamin, Andrologi, Ginekologi,
Bedah dan Estetika Terbaik dan Terpercaya di Jakarta.

Mobirise

Kenali Kondisi Vaginitis Wanita

Kenali Vaginitis

Vaginitis adalah peradangan pada vagina karena ketidakseimbangan ragi dan bakteri yang biasanya hidup divagina. Jenis vaginitis yang paling umum meliputi vaginosis bakterial yang dihasilkan dari perubahan bakteri normal yang ditemukan di vagina menjadi pertumbuhan berlebih dari organisme lain.

Seiring dengan ketidaknyamanan, kemungkinan merasakan bau yang berbeda dari biasanya. Seseorang bisa mengalami infeksi yang disebabkan oleh bakteri, ragi atau virus. Bahan kimia dalam sabun, spray atau bahkan pakaian yang bersentuhan dengan area ini dapat mengiritasi kulit dan jaringan halus. Konsultasikan dengan dokter untuk mengatasi dan pemilihan pengobatan yang tepat. 

Vaginitis Dan Gejalanya

Tanda dan gejala vaginitis dapat meliputi:

• Perubahan warna, bau atau jumlah cairan dari vagina. 

• Vagina terasa gatal atau iritasi.

• Sakit saat berhubungan seksual.

• Perdarahan pada vagina yang ringan atau bercak.

Jika mengalami keputihan yang tidak dialami oleh kebanyakan wanita, karakteristik keputihan kemungkinan menunjukkan jenis vaginitis alami seperti vaginosis bakteri yang kemungkinan mengalami keputihan berwarna putih ke abu-abuan dan berbau busuk. Bau amis lebih jelas setelah berhubungan seksual.  

Apa Yang Menyebabkan Vaginitis Wanita? 

Penyebabnya tergantung pada jenis vaginitis yang dialami. Jika bakteri Anaerob menjadi terlalu banyak, maka dapat mengganggu keseimbangan dan dapat menyebabkan vaginosis bakteri. Namun bisa terjadi juga pada wanita yang tidak aktif secara seksual. Infeksi ragi terjadi ketika adanya pertumbuhan berlebih dari organisme jamur seperti C. Albicans di vagina.

Jamur juga dapat menyebabkan ruam. Organisme ini dapat menyebar selama hubungan seksual dengan seseorang yang memiliki infeksi. Kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko wanita terkena IMS lainnya. Pada vaginitis tidak menular mengenai spray vagina, douche, sabun pewangi, detergen wangi dan produk spermisida dapat menyebabkan reaksi alergi atau mengiritasi jaringan vulva dan vagina. Sindrom genitourinari menopause (atrofi vagina).  

Faktor Risiko Vaginitis 

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko terkena vaginitis dapat meliputi:

• Aktifitas seksual. 

• Mengalami IMS.

• Obat-obatan seperti antibiotik dan steroid.

• Penggunaan spermisida untuk pengendalian kelahiran.

• Diabetes yang tidak terkontrol.

• Penggunaan produk kebersihan seperti busa, spray vagina atau deodoran vagina.

• Mengenakan pakaian yang lembab dan ketat.

Komplikasi Dan Pencegahan Vaginitis 

Wanita dengan trikomoniasis atau vaginosis bakterial memiliki risiko lebih besar terkena IMS karena peradangan yang disebabkan oleh gangguan ini. Pada wanita hamil, vaginosis bakterial simtomatik dan trikomoniasis telah dikaitkan dengan kelahiran prematur dan berat bayi lahir rendah.

• Hindari mandi dengan air panas, atau berendam air panas. 

• Hindari bahan iritan termasuk tampon yang beraroma, pembalut, douche dan sabun yang beraroma.

• Bersihkan dari depan ke belakang setelah kencing. Melakukan hal ini untuk menghindari penyebaran bakteri tinja ke vagina.

• Jangan melakukan douche, vagina tidak memerlukan pembersihan selain mandi biasa. Douching tidak akan membersihkan infeksi vagina.

• Gunakan kondom yang dapat membantu menghindari infeksi menyebar melalui kontak seksual.

• Kenakan pakaian dalam berbahan katun. Ragi tumbuh subur dilingkungan yang lembab.

Cara Mendiagnosis Vaginitis 

Untuk mendiagnosis vaginitis dengan cara:

• Tinjau riwayat medis termasuk riwayat IMS atau infeksi vagina. 

• Lakukan pemeriksaan panggul, selama pemeriksaan panggul dengan menggunakan spekulum untuk melihat ke dalam vagina untuk mengetahui peradangan dan keputihan yang tidak normal.

• Kumpulkan sampel untuk tes laboratoium. Dengan mengumpulkan sampel keputihan untuk tes laboratoium guna memastikan vaginitis alami.

• Lakukan tes ph, teh ph vagina untuk peningkatan ph dapat mengindikasikan bakteri vaginosis atau trikomoniasis.

Bagaimana Cara Mengobati Vaginitis? 

Berbagai organisme dan kondisi dapat menyebabkan vaginitis sehingga pengobatan harus berdasarkan penyebabnya yang spesifik. Infeksi ragi juga dapat diobati dengan pengobatan antijamur. Menggunakan pengobatan yang salah dapat menunda diagnosis yang akurat dan pengobatan yang tepat. Vaginitis tidak menular harus menentukan sumber iritasi dan menghindarinya.

Sumber dari iritasi tersebut bisa termasuk sabun, detergen, pembalut dan tampon. Pengobatan lengkapnya bisa konsultasikan secara langsung di Klinik Apollo dengan dokter ahli. Untuk mempermudah pengobatan bisa hubungi kami dikontak 0815-1466-6512. Dokter akan merekomendasikan dengan pengobatan terbaiknya.

Mobirise

Berdiri sejak tahun 2012, kami mengobati ribuan pasien hingga kembali pulih seperti sediakala, bersama dokter professional terbaik dan berpengalaman dengan alat modern dan canggih.

Alamat:
Jl. Pangeran Jayakarta No.115, RT.9/RW.7, Mangga Dua Sel., Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10730 

Kontak
Email: [email protected]
Phone: 0815-1466-6512
Whatsap: 0815-1466-6512

Jam Operasional
Senin s/d Minggu
Pukul: 10.00-20.00 WIB

© Copyright 2021 Klinik Apollo - All Rights Reserved

banner