bootstrap html templates

Klinik Kulit & Kelamin

Spesialis Penyakit Kulit, Kelamin, Andrologi, Ginekologi,
Bedah dan Estetika Terbaik dan Terpercaya di Jakarta.

Mobirise

Menjaga Kesehatan Di Klinik Kulit Dan Kelamin

Kenali Jenis Penyakit Kelamin Menular

Penyakit kelamin menyebar melalui kontak kulit ke kulit di area genital. Penyakit kelamin dapat menyerang siapa saja yang aktif secara seksual. Penyakit kelamin yang umum terjadi antara lain:  

● Sipilis (penyakit raja singa).

● Gonore (kencing nanah).

● Klamidia.

● Infeksi Human Papilloma Virus (HPV).

● HIV atau AIDS.

Penyakit kelamin seringkali berdampak pada kesehatan kulit dengan menimbulkan kutil dan luka pada kulit di area yang terkena. Tergantung pada diagnosisnya, dokter kulit dapat membantu merekomendasikan perawatan untuk meredakan beberapa ketidaknyamanan dan mengembalikan kulit ke penampilan yang lebih sehat. 

Jika mengkhawatirkan mengenai pengobatan efek penyakit kelamin pada kulit, lakukan konsultasi dengan dokter kulit di Klinik Apollo. Infeksi menular seksual (IMS) atau penyakit menular seksual (PMS) seperti yang menyebar dari 1 orang ke orang lain selama kontak seksual. Kontak ini dapat melibatkan alat kelamin, anus, kulit atau mulut dan mengakibatkan infeksi 

Apa Jenis PMS Atau IMS Yang Bisa Diobati Di Klinik Apollo? 

Ada lebih dari 20 jenis IMS. IMS yang paling umum adalah Herpes Simpleks Virus (HSV), kutil kelamin, kudis, klamidia, gonore (kencing nanah), sipilis (penyakit raja singa), hepatitis B dan hepatitis C atau HIV dan AIDS. 

● Herpes Simpleks Virus (HSV).

HSV menyebabkan luka yang menyakitkan di dalam atau di sekitar alat kelamin atau mulut. Luka bisa hilang dan tidak kambuh kembali selama bertahun-tahun. Penyakit ini menyebar dari 1 orang ke orang lain melalui kontak fisik yang dekat. Terkadang berbagi benda yang menyentuh luka terbuka dapat menyebarkan virus. Ada 2 jenis HSV yaitu HSV-1 dan HSV-2. HSV-1 sering menyebabkan luka di sekitar mulut yang banyak disebut sebagai luka dingin atau luka demam.  

HSV-2 lebih sering menjadi penyebab herpes genital. HSV-2 lebih sering menjadi penyebab herpes genital. Terkadang HSV-1 menyebabkan luka genital. Kondisi ini kemungkinan menyebarkan virusnya ketika tidak ada luka atau gejala yang terlihat. Seorang ibu dengan herpes genital dapat menginfeksi bayinya saat melahirkan. Tidak ada pengobatan untuk ke 2 jenis HSV, akan tetapi pengobatan dapat membuat gejala HSV lebih ringan. Pengobatan jangka panjang dapat mengurangi kemungkinan penyebaran virus ketika tidak adanya gejala. 

● Kutil Kelamin

Human Papilloma Virus (HPV) dapat menyebabkan pertumbuhan berbentuk kembang kol atau benjolan berwarna merah atau kecoklatan yang muncul di area genital. Kutil ini dapat tumbuh dalam ukuran dan jumlah, HPV menyebar melalui kontak genital dengan orang yang terinfeksi. Kemungkinan sulit untuk menghilangkan kutil kelamin, dan memerlukan pengobatan dengan dokter ahli.  

Pengobatan termasuk pembekuan kutil, pembakaran kutil, terapi topikal dan pembedahan kutil untuk menghilangkan kutil. Bisa dengan melakukan tes HPV dengan tes pap smear. Ada beberapa pengobatan yang dapat mencegah infeksi HPV penyebab kanker serviks. Untuk mendapatkan perlindungan maksimal dari pengobatan ini, maka harus melakukan pengobatan sejak dini sebelum aktif secara seksual di usia muda. 

● Penyakit Kulit Yang Umum

Disebabkan oleh virus yang menyebar dengan mudah antar orang ke orang. Penyakit ini biasanya tidak berbahaya. IMS ini dapat menyebabkan benjolan yang kecil pada kulit. Virus yang menyebabkan benjolan menyebar melalui kontak kulit ke kulit. Penularan virus tanpa berhubungan seksual. Pada anak-anak kemungkinan rentan dibandingkan orang dewasa untuk tertular penyakit ini.  

Karena secara alami memiliki lebih banyak kontak kulit dengan orang lain. Pada orang yang sehat, benjolan tersebut dapat hilang dengan sendirinya. Pengobatan dapat membantu menghilangkan benjolan lebih cepat. Kondisi ini bisa hilang dengan beberapa pengobatan yang efektif termasuk kuretase (pengikisan, Cryosurgery (pembekuan) dan pengobatan kulit lainnya. 

● Infeksi Jamur

Area yang terinfeksi sering terasa gatal. Seseorang yang mengalaminya bisa tertular dari berhubungan seksual dengan seseorang yang terinfeksi atau penggunaan tempat tidur, handuk atau pakaian yang terinfeksi secara bersamaan. Pengobatan dapat menghilangkan jamur tersebut dan menghindari sumber atau kontak lebih lanjut.  

● Kudis

Kondisi kulit umum lainnya. Seseorang terkena kudis ketika tungau kudis masuk ke lapisan atas kulit. Ketika kulit tersebut bereaksi terhadap tungau, maka muncul ruam yang sangat gatal. Seseorang tertular tungau di kulit melalui kontak kulit ke kulit. Semakin lama kontak kulit ke kulit maka semakin besar kemungkinan terkena tungau di kulit. Orang dewasa bisa terkena kudis melalui kontak seksual. Dari berbagi handuk, tempat tidur atau pakaian bersama dengan seseorang yang menderita kudis juga bisa tertular.  

Pengobatan diperlukan untuk mengobati kudis. Kebersihan yang tepat dari kain yang terkontaminasi juga sangat penting. Kebersihan dapat menghilangkan tungau dan mencegah infeksi berulang (kambuh). Jika seseorang didiagnosis menderita kudis, maka semua orang yang tinggal bersama juga membutuhkan pengobatan. 

● Klamidia Dan Gonore (Kencing Nanah)

Klamidia dan gonore (kencing nanah) menyebar melalui kontak seksual dengan orang yang terinfeksi. Ke 2 nya bisa menyebabkan keluarnya cairan berwarna putih dari vagina atau dari penis dan rasa terbakar saat kencing. Beberapa orang tidak memiliki gejala. Hal ini membuat klamidia dan gonore (kencing nanah) sulit dideteksi.  

Tanpa pengobatan, infeksi ini dapat menyebabkan penyakit radang panggul (PID) pada wanita. Penyakit ini dapat mencegah wanita memiliki anak. Diagnosis dan pengobatan sejak dini sangat penting. Pengobatan antibiotik dapat menyembuhkan klamidia dan gonore (kencing nanah). Pasangan seksual Anda juga harus melakukan pengobatan.  

● Sipilis (Penyakit Raja Singa)

Sipilis (penyakit raja singa) menyebabkan luka pada tubuh dan paling sering di sekitar alat kelamin dan mulut. Luka biasanya tidak menyakitkan. Ruam dapat muncul setelah luka hilang jika tidak melakukan pengobatan. Tanpa pengobatan, sipilis (penyakit raja singa) dapat merusak jantung, pembuluh darah, otak dan sistem saraf. Seseorang tertular sipilis (penyakit raja singa) melalui hubungan seksual dan dengan menyentuh luka. Bayi dapat terinfeksi saat lahir. Dengan melakukan tes darah untuk mengetahui sipilis (penyakit raja singa). Pengobatan antibiotik dapat menyembuhkan penyakit ini. Pasangan seksual Anda juga harus melakukan pengobatan juga.  

● Hepatitis B Dan Hepatitis C

Baik hepatitis B dan hepatitis C dapat menyebar melalui hubungan seksual. Hepatitis B dapat menyebabkan demam, nyeri otot, muntah, diare dan kerusakan hati. Ciri khas hepatitis C adalah kulit berwarna kuning (jaundice). Hepatitis C adalah penyebab paling umum dari penyakit hati jangka panjang, kemungkinan memerlukan transplantasi hati. Tes darah dapat mendeteksi hepatitis B. Ada pengobatan untuk mencegah hepatitis B namun tidak ada pengobatan untuk mencegah hepatitis C.  

● HIV Atau AIDS

HIV menekan sistem kekebalan tubuh. Hal ini dapat menyebabkan infeksi jangka panjang, diare, demam dan penurunan berat badan. Jika infeksi berkembang menjadi AIDS itu bisa berakibat fatal. Selain menyebar melalui hubungan seksual, HIV dapat menyebar dari berbagi jarum suntik. Pengobatan dapat memperlambat perkembangan penyakit. Tidak ada pengobatan untuk mencegah HIV.  

Bagaimana Mengetahui Adanya IMS Dalam Tubuh? 

Sebagian besar orang tidak mengetahui menderita IMS. Pada kebanyakan orang tertular IMS dari seseorang yang tidak memiliki gejala. Seseorang kemungkinan tidak mengetahui saat menderita IMS. Jika melakukan kontak seksual bahkan sekali dengan seseorang yang terinfeksi maka bisa terkena IMS. Beberapa IMS dapat ditularkan oleh ibu pada bayinya saat melahirkan.  

IMS yang dapat ditularkan antara lain herpes genital, kutil kelamin, klamidia, gonore (kencing nanah), sipilis (penyakit raja singa) dan HIV. Jika sedang hamil dan memiliki salah 1 IMS, maka segera lakukan pemeriksaan dengan dokter untuk melakukan pencegahan sejak dini. Untuk mencegah penularan IMS dapat dilakukan dengan:  

● Memiliki pasangan seksual sedikit untuk mengurangi risiko.

● Menghindari semua aktifitas seksual genital, anal dan oral adalah metode yang efektif.

● Gunakan kondom lateks dan digunakan dengan benar dapat mengurangi risiko terinfeksi IMS yang menyebar melalui cairan tubuh. Kondom tidak memberikan perlindungan lengkap terhadap IMS seperti herpes, kutil kelamin, sipilis (penyakit raja singa) dan kudis atau jamur.

Segera konsultasikan di Klinik Apollo 

Melakukan pemeriksaan di Klinik Apollo akan ditangani secara langsung oleh dokter ahli dan staff medis yang handal dibidangnya. Selain itu biaya pengobatan yang sangat terjangkau. Lokasi klinik yang sangat strategis yang berada di Jakarta, Indonesia. Klinik Apollo sangat mengutamakan kepuasan dan kesembuhan setiap pasiennya dengan memprioritaskan pasiennya dalam setiap pengobatan dan pelayanannya. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi kami di nomor 0815-1466-6512. Dan jika mempunyai pertanyaan lainnya seputar penyakit kelamin, Anda bisa menggunakan layanan konsultasi medis online secara gratis.

Mobirise

Berdiri sejak tahun 2012, kami mengobati ribuan pasien hingga kembali pulih seperti sediakala, bersama dokter professional terbaik dan berpengalaman dengan alat modern dan canggih.

Alamat:
Jl. Pangeran Jayakarta No.115, RT.9/RW.7, Mangga Dua Sel., Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10730 

Kontak
Email: [email protected]
Phone: 0815-1466-6512
Whatsap: 0815-1466-6512

Jam Operasional
Senin s/d Minggu
Pukul: 10.00-20.00 WIB

© Copyright 2021 Klinik Apollo - All Rights Reserved

banner