bootstrap html templates

Klinik Kulit & Kelamin

Spesialis Penyakit Kulit, Kelamin, Andrologi, Ginekologi,
Bedah dan Estetika Terbaik dan Terpercaya di Jakarta.

Mobirise

Penyebab Orkitis

Apa Yang Menyebabkan Orkitis? 

Orkitis berkembang karena infeksi virus atau infeksi bakteri. Sebagian besar kasus orkitis terjadi karena infeksi saluran kemih (ISK) atau penyakit menular seksual (PMS) seperti klamidia, gonore (kencing nanah) atau sipilis (penyakit raja singa). Memiliki epididimitis dapat menyebabkan orkitis. Infeksi virus lain yang menyebabkan orkitis dapat meliputi:

• Cacar air (varisela).

• Sitomegalovirus (CMV).

• Penyakit di tangan, penyakit di kaki dan penyakit di mulut (coxsackie virus).

• Rubella.

Infeksi bakteri lain yang menyebakan orkitis dapat meliputi:

• Infeksi Eschericia coli (E. coli), Straphylococcus (staph) dan Streptococcus (radang).

• Infeksi prostat (prostatitis).

• Infeksi saluran kemih (ISK).

Ketahui Penyebab Utama Orkitis 

Setiap pria pada usia berapapun bisa terkena orkitis. Risiko orkitis lebih tinggi jika memiliki salah 1 dari faktor seperti penyakit autoimun, obstruksi saluran keluar kandung kemih seperti hiperplasia prostat jinak (BPH) atau striktur uretra, kateter foley (alat yang mengalirkan urine dari kandung kemih ke dalam kantong eksternal), pada kebanyakan pasangan seksual dan hubungan seksual tanpa kondom dan gejala epididimitis sebelumnya.

Orkitis setelah pubertas yang mempengaruhi ke 2 testis dapat menurunkan jumlah sperma. Orkitis dapat menyebabkan infertilitas atau kemandulan namun jarang terjadi. Okritis tidak mempengaruhi produksi testosteron. Orkitis juga dapat menyebabkan abses (kumpulan nanah yang menyakitkan) di skrotum, hidrokel (penumpukan cairan di skrotum) dan atrofi testis (testis menyusut). Orkitis dapat disebabkan oleh infeksi. Pada kebanyakan jenis bakteri dan virus dapat menyebabkan kondisi ini. Virus yang paling umum yang menyebabkan orkitis adalah gondongan. Dan paling sering terjadi pada anak laki-laki setelah pubertas.

Orkitis paling sering berkembang dalam 4 hari hingga 6 hari setelah gondok muncul. Orkitis juga dapat terjadi bersamaan dengan infeksi prostat atau infeksi epididimis. Orkitis dapat disebabkan oleh infeksi menular seksual (IMS) seperti gonore (kencing nanah) atau klamidia. Tingkat orkitis menular seksual atau epididimitis lebih tinggi pada pria berusia 19 tahun hingga 35 tahun. Faktor risiko untuk orkitis menular seksual dapat meliputi:

• Perilaku seksual berisiko tinggi.

• Banyaknya pasangan seksual.

• Riwayat pribadi seperti gonore (kencing nanah) atau infeksi menular seksual (IMS) lainnya.

Faktor risiko orkitis yang bukan karena infeksi menular seksual (IMS) dapat meliputi: 

• Berusia lebih dari 45 tahun.

• Penggunaan kateter foley jangka panjang.

• Tidak divaksinasi gondong.

• Masalah saluran kemih yang muncul saat lahir (bawaan).

• Infeksi saluran kemih (ISK) berulang atau kambuh.

• Pembedahan saluran kemih (bedah genitourinari).

• Striktur uretra (jaringan parut di dalam saluran kemih).

Orkitis dapat dikaitkan dengan infeksi epididimitis yang telah menyebar atau menular ke testis (epididimo orkitis), terkadang disebabkan oleh penyakit menular seksual (PMS) klamidia dan gonore (kencing nanah). Hal ini juga terjadi pada kasus pria yang terinfeksi Brucellosis. Orkitis juga dapat terjadi selama gondok aktif terutama pada pria remaja. 

Sebagian besar kasus orkitis yang disebabkan oleh bakteri memerlukan perawatan segera. Jika melihat adanya kemerahan, bengkak, nyeri atau peradangan pada skrotum atau testis maka segera konsultasikan dengan dokter. Ini juga bisa menjadi gejala dari kondisi serius yang disebut torsi testis yaitu ketika salah 1 testis terpelintir. 

Penyebab Orkitis Menentukan Pengobatan Orkitis 

Bakteri dan virus dapat menyebabkan orkitis. Bakteri yang sering menyebabkan orkitis antara lain Escherichia coli (E. coli), Straphylococcus dan Streptococcus. Selain itu juga dapat mengalami infeski prostat bersamaan dengan orkitis. Bakteri penyebab penyakit menular seksual (PMS) seperti gonore (kencing nanah), klamidia dan sipilis (penyakit raja singa) dapat menyebabkan orkitis pada pria yang aktif secara seksual dan biasanya yang berusia 19 tahun hingga usia 35 tahun. 

Kemungkinan juga berisiko jika memiliki banyak pasangan seksual dan jika sedang terlibat dalam perilaku seksual berisiko tinggi seperti seks tanpa kondom, jika pasangan sekusal menderita penyakit menular seksual (PMS) atau jika memiliki riwayat penyakit menular seksual (PMS). Paling umum pada anak laki-laki berusia diatas 10 tahun. Orkitis muncul dalam 4 harai hingga 6 hari setelah gondok muncul. Sebagian anak laki-laki dengan gondong akan mengalami orkitis dan kemudian kondisi yang disebut atrofi testis (pengecilan buah zakar).  

Oleh sebab itu pentingnya terutama anak laki-laki mendapatkan vaksin yang melindungi dari penyakit gondong. Kemungkinan juga berisiko terkena orkitis menular non seksual jika belum mendapatkan vaksinasi yang tepat terhadap gondong. Jika terkena infeksi saluran kemih (ISK), jika berusia lebih dari 45 tahun atau jika sering memasang kateter ke dalam kandung kemih. Tanpa pengobatan, orkitis dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius seperti:  

• Testis yang terkena dapat menyusut (atrofi testis).

• Jaringan yang terinfeksi dapat terisi nanah (abses skrotum).

• Sedikitnya testosteron atau memiliki masalah dengan kesuburan.

Sebagian anak laki-laki akan mengalami orkitis akibat infeksi gondok. Hal ini paling sering terjadi pada anak laki-laki dan peradangan testis biasanya berkembang dalam 4 hari hingga 6 hari setelah munculnya gondok. Kasus orkitis gondongan yang terjadi setelah imunisasi dengan vaksin mumps, campak dan rubella (MMR) namun jarang terjadi. Organisme virus lain yang kurang umum yang dapat menyebabkan orkitis termasuk varicella, coxsackievirus, echovirus dan cytomegalovirus (terkait dengan mononucleosis menular).  

Orkitis dapat disebabkan oleh infeksi bakteri. Secara umum sebagian besar kasus orkitis bakteri terjadi dari perkembangan dan penyebaran epididimitis (radang tabung melingkar di bagian belakang testis) baik dari penyakit menular seksual (PMS) atau dari kelenjar prostat atau infeksi saluran kemih (ISK), kondisi ini disebut epididimo orkitis.  

Bakteri yang dapat menyebabkan orkitis akibat infeksi kelenjar prostat atau infeksi saluran kemih (ISK) antara lain Escherichia coli (E.coli), Klebsiella pneumoniae, Pseudomonas auruginosa serta Straphylococcus dan Streptococcus. Bakteri penyebab penyakit menular seksual (PMS) seperti gonore (kencing nanah), klamidia dan sipilis (penyakit raja singa) dapat menyebabkan orkitis pada pria yang aktif secara seksual biasanya antara usia 19 tahun hingga 35 tahun.  

Seseorang kemungkinan berisiko jika memiliki banyak pasangan seksual, terlibat dalam perilaku seksual berisiko tinggi, pasangan seksual menderita penyakit menular seksual (PMS) atau jika seseorang tersebut memiliki riwayat penyakit menular seksual (PMS). Seseorang kemungkinan berisiko terkena orkitis menular non seksual jika belum di imunisasi terhadap gondong, Jika sering mengalami infeksi saluran kemih (ISK), jika berusia lebih dari 45 tahun atau jika sering memasang kateter ke dalam kandung kemih.  

Segera konsultasikan di Klinik Apollo 

Melakukan pemeriksaan di Klinik Apollo akan ditangani secara langsung oleh dokter ahli dan staff medis yang handal dibidangnya. Selain itu biaya pengobatan yang sangat terjangkau. Lokasi klinik yang sangat strategis yang berada di Jakarta, Indonesia. Klinik Apollo sangat mengutamakan kepuasan dan kesembuhan setiap pasiennya dengan memprioritaskan pasiennya dalam setiap pengobatan dan pelayanannya. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi kami di nomor 0815-1466-6512. Dan jika mempunyai pertanyaan lainnya seputar penyakit kelamin, Anda bisa menggunakan layanan konsultasi medis online secara gratis.

Mobirise

Berdiri sejak tahun 2012, kami mengobati ribuan pasien hingga kembali pulih seperti sediakala, bersama dokter professional terbaik dan berpengalaman dengan alat modern dan canggih.

Alamat:
Jl. Pangeran Jayakarta No.115, RT.9/RW.7, Mangga Dua Sel., Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10730 

Kontak
Email: [email protected]
Phone: 0815-1466-6512
Whatsap: 0815-1466-6512

Jam Operasional
Senin s/d Minggu
Pukul: 10.00-20.00 WIB

© Copyright 2021 Klinik Apollo - All Rights Reserved

banner