Klinik Apollo – Gonore tidak hanya menyerang organ kelamin. Infeksi menular seksual (IMS) ini juga dapat menginfeksi tenggorokan atau faring, terutama setelah melakukan aktivitas seksual oral dengan orang yang terinfeksi.
Masalahnya, gonore di mulut sering tidak menimbulkan gejala yang jelas. Seseorang dapat merasa sehat, tetapi tetap mengalami infeksi dan berpotensi menularkannya kepada pasangan seksual.
WHO bahkan mencatat bahwa infeksi pada lokasi seperti faring sering kali memiliki gejala minimal atau tidak bergejala. Karena itu, sakit tenggorokan saja tidak cukup untuk menentukan seseorang terkena gonore.
Pemeriksaan dari lokasi yang terpapar menjadi cara yang lebih tepat untuk memastikannya.
Apa Itu Gonore di Mulut?
Gonore di mulut merupakan infeksi yang di sebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae yang menginfeksi area tenggorokan atau faring.
Kondisi ini juga di sebut gonore faring atau pharyngeal gonorrhea. Gonore terutama menular melalui hubungan seksual vaginal, anal, atau oral.
Ketika seseorang melakukan seks oral dengan pasangan seksual yang memiliki gonore pada area genital, bakteri dapat menginfeksi tenggorokan.
Infeksi ini berbeda dengan gonore pada penis atau vagina karena keluhannya sering lebih samar.
Apakah Gonore Bisa Menyerang Tenggorokan?
Ya.
Bakteri Neisseria gonorrhoeae dapat menginfeksi beberapa bagian tubuh, termasuk:
- Penis dan uretra.
- Serviks.
- Rektum.
- Tenggorokan atau faring.
- Mata, pada kondisi tertentu.
WHO menyebutkan bahwa gonore dapat menyebabkan infeksi pada tenggorokan dan infeksi tersebut sering tidak menimbulkan gejala.
Inilah alasan mengapa seseorang tidak sebaiknya menggunakan ada atau tidaknya gejala sebagai satu-satunya patokan.
Bagaimana Gonore di Mulut Bisa Menular?
Gonore pada tenggorokan terutama berkaitan dengan kontak seksual oral dengan area genital atau anus yang terinfeksi.
Contohnya, risiko dapat muncul ketika seseorang:
- Melakukan oral seks terhadap penis yang terinfeksi gonore.
- Melakukan oral seks terhadap vagina atau serviks yang terinfeksi.
- Melakukan kontak oral dengan area anus yang terinfeksi.
Gonore sendiri terutama menyebar melalui hubungan seksual vaginal, oral, maupun anal.
Namun, tidak semua kontak seksual otomatis menyebabkan penularan.
Risiko di pengaruhi oleh keberadaan infeksi, jenis kontak, penggunaan kondom (pengaman atau pelindung) atau dental dam, serta faktor lainnya.
Ciri-Ciri Gonore di Mulut
Salah satu karakteristik gonore tenggorokan adalah gejalanya sering tidak khas.
Jika gejala muncul, seseorang dapat mengalami:
- Sakit tenggorokan.
- Tenggorokan kemerahan.
- Rasa tidak nyaman saat menelan.
- Peradangan pada tenggorokan.
- Pembengkakan kelenjar getah bening pada kondisi tertentu.
WHO menyebutkan bahwa infeksi gonore pada tenggorokan sering tidak bergejala.
Jika gejala muncul, keluhannya dapat berupa kemerahan dan sakit tenggorokan.
Apakah Gonore di Mulut Menyebabkan Nanah?
Bisa terjadi, tetapi tidak selalu.
Sebagian orang mungkin melihat bercak atau cairan seperti nanah pada tenggorokan, tetapi temuan tersebut tidak spesifik untuk gonore.
Radang tenggorokan akibat bakteri lain juga dapat menimbulkan gambaran serupa.
Jadi, tenggorokan bernanah bukan bukti pasti terkena gonore.
Gonore di Mulut Sering Tidak Menimbulkan Gejala
Ini merupakan salah satu hal terpenting yang perlu di pahami. WHO menyatakan bahwa infeksi IMS (infeksi menular seksual) sering tidak menunjukkan gejala, terutama pada lokasi non uretra seperti faring dan rektum.
Artinya, seseorang dapat:
Terinfeksi → tidak merasakan keluhan → tetap memiliki bakteri → berpotensi menularkan kepada pasangan.
Karena itu, seseorang yang memiliki riwayat paparan seksual oral berisiko sebaiknya mempertimbangkan pemeriksaan, meskipun tenggorokannya terasa normal.
Apakah Sakit Tenggorokan Berarti Gonore?
Belum tentu.
Sakit tenggorokan jauh lebih sering di sebabkan oleh berbagai kondisi lain, seperti infeksi virus, bakteri, alergi, iritasi, atau masalah saluran pernapasan.
Gonore perlu di curigai terutama apabila sakit tenggorokan muncul setelah paparan seksual oral yang berisiko, terlebih jika terdapat keluhan lain atau pasangan seksual di ketahui memiliki IMS (infeksi menular seksual).
Karena gejalanya tidak spesifik, dokter tidak dapat memastikan gonore hanya dengan melihat tenggorokan.
Cara Memastikan Gonore di Mulut
Jika terdapat risiko gonore pada tenggorokan, dokter ahli dapat mempertimbangkan tes dari lokasi yang terpapar.
1. Swab Tenggorokan
Tenaga medis mengambil sampel menggunakan alat swab dari area tenggorokan.
Sampel kemudian di periksa di laboratorium untuk mencari keberadaan Neisseria gonorrhoeae.
2. Tes NAAT
Nucleic Acid Amplification Test (NAAT) merupakan salah satu metode molekuler yang dapat di gunakan untuk mendeteksi materi genetik bakteri gonore.
WHO menyebutkan bahwa pemeriksaan molekuler merupakan metode utama untuk diagnosis gonore dan sampel dapat di ambil dari lokasi seperti tenggorokan sesuai riwayat paparan dan kondisi pasien.
Karena itu, jika paparan terjadi melalui oral seks, dokter ahli dapat mempertimbangkan swab tenggorokan, bukan hanya pemeriksaan urine.
Penting: tes urine tidak selalu dapat mendeteksi infeksi yang hanya berada di tenggorokan. Lokasi pemeriksaan perlu di sesuaikan dengan lokasi paparan.
Kapan Harus Tes Gonore di Tenggorokan?
Pertimbangkan konsultasi dan pemeriksaan jika Anda:
- Pernah melakukan oral seks dengan pasangan seksual yang di ketahui mengalami gonore.
- Memiliki pasangan seksual baru dengan status IMS (infeksi menular seksual) yang tidak di ketahui.
- Mengalami sakit tenggorokan setelah aktivitas seksual berisiko.
- Mengetahui pasangan seksual memiliki IMS (infeksi menular seksual).
- Memiliki gonore pada lokasi tubuh lain.
- Mengalami IMS (infeksi menular seksual) berulang (kambuh).
- Tidak memiliki gejala tetapi memiliki risiko paparan.
WHO menekankan pentingnya skrining pada kelompok dan situasi tertentu karena banyak infeksi gonore berlangsung tanpa gejala.
Apakah Gonore di Mulut Bisa Sembuh?
Ya, gonore merupakan infeksi bakteri yang dapat di sembuhkan dengan antibiotik yang tepat.
Namun, pengobatan harus mengikuti rekomendasi tenaga medis karena resistensi antibiotik pada Neisseria gonorrhoeae terus menjadi masalah kesehatan global.
WHO melaporkan bahwa resistensi terhadap berbagai antibiotik telah berkembang dan pilihan pengobatan menjadi semakin terbatas.
Karena itu, jangan membeli atau mengonsumsi antibiotik sendiri hanya berdasarkan dugaan gonore. Dokter ahli perlu menentukan diagnosis dan terapi yang sesuai dengan pedoman serta kondisi pasien.
Apakah Gonore di Mulut Berbahaya?
Jika tidak di tangani, gonore dapat menyebabkan komplikasi dan tetap berpotensi menularkan infeksi kepada pasangan seksual.
Pada infeksi gonore secara umum, komplikasi dapat mencakup masalah kesehatan reproduksi, termasuk penyakit radang panggul (PID) dan infertilitas (kemandulan) pada perempuan serta komplikasi pada sistem reproduksi laki-laki.
Dalam kasus yang jarang, infeksi dapat menyebar ke bagian tubuh lain. Selain itu, gonore dapat meningkatkan risiko mendapatkan atau menularkan HIV.
Karena gonore faring sering tidak menunjukkan gejala, diagnosis dan pengobatan yang tepat juga penting untuk membantu memutus rantai penularan.
Apakah Gonore di Mulut Bisa Hilang Sendiri?
Jangan mengandalkan kemungkinan gejala menghilang dengan sendirinya.
Jika sakit tenggorokan membaik, hal tersebut tidak membuktikan bahwa bakteri gonore sudah hilang.
Infeksi dapat berlangsung tanpa gejala. WHO merekomendasikan orang dengan gonore mendapatkan pengobatan sesegera mungkin setelah diagnosis.
Karena itu, jika Anda memiliki paparan yang berisiko, langkah yang lebih aman adalah melakukan konsultasi dan pemeriksaan daripada menunggu gejala.
Apakah Gonore di Mulut Bisa Menular ke Pasangan?
Ya, gonore dapat di tularkan melalui aktivitas seksual.
Seseorang dengan infeksi faring dapat menjadi bagian dari rantai penularan ketika melakukan aktivitas seksual dengan pasangan seksual.
Karena itu, apabila seseorang mendapatkan diagnosis gonore, pasangan seksual juga perlu di beri tahu agar dapat menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan jika di perlukan.
WHO juga menekankan pentingnya pemberitahuan dan penanganan pasangan seksual untuk mencegah infeksi berulang (kambuh).
Bagaimana Mencegah Gonore di Mulut?
Tidak ada cara yang memberikan perlindungan 100%, tetapi beberapa langkah dapat membantu mengurangi risiko:
1. Gunakan Kondom atau Dental Dam
Penggunaan penghalang seperti kondom (pengaman atau pelindung) atau dental dam saat aktivitas seksual dapat membantu mengurangi paparan terhadap cairan dan jaringan yang terinfeksi.
2. Batasi Jumlah Pasangan Seksual
Memiliki pasangan seksual yang telah menjalani pemeriksaan dan tidak memiliki IMS (infeksi menular seksual) dapat membantu menurunkan risiko.
3. Lakukan Tes IMS
Tes menjadi semakin penting apabila Anda memiliki pasangan seksual baru, melakukan aktivitas seksual tanpa pengaman (kondom atau pelindung), atau mengetahui adanya paparan IMS (infeksi menular seksual).
4. Jangan Mengabaikan Gejala
Sakit tenggorokan setelah paparan seksual tidak selalu berarti gonore.
Namun, jangan pula menganggapnya sepele apabila terdapat risiko penularan.
Apakah Gonore di Mulut Sama dengan Gonore pada Kelamin?
Bakterinya sama, yaitu Neisseria gonorrhoeae, tetapi lokasi infeksinya berbeda. Gonore pada uretra dapat menyebabkan keluar cairan dari penis dan rasa terbakar saat kencing.
Sebaliknya, gonore faring sering tidak menimbulkan keluhan atau hanya menyebabkan sakit tenggorokan ringan.
Perbedaan lokasi ini penting karena jenis sampel pemeriksaan harus di sesuaikan dengan lokasi infeksi yang di curigai.
Jika Anda juga mengalami kencing nanah atau nyeri saat kencing, informasi mengenai gejala gonore pada pria dan wanita dapat membantu Anda memahami tanda-tanda yang perlu di perhatikan.
Jangan Sembarangan Minum Obat Gonore
Penggunaan antibiotik tanpa pemeriksaan atau resep dokter bukan langkah yang tepat.
Ada 2 alasan utama:
- Gejala dapat berasal dari penyakit lain.
- Bakteri gonore memiliki masalah resistensi antibiotik.
WHO mencatat bahwa resistensi antimikroba pada gonore terus berkembang dan telah mengurangi pilihan pengobatan yang efektif.
Karena itu, pengobatan sebaiknya di lakukan berdasarkan diagnosis dan rekomendasi tenaga medis.
Kesimpulan
Gonore di mulut atau gonore tenggorokan dapat terjadi setelah paparan seksual oral dan sering kali tidak menimbulkan gejala. Jika gejala muncul, keluhannya dapat berupa sakit atau kemerahan pada tenggorokan.
Namun, gejala tersebut tidak spesifik sehingga pemeriksaan di perlukan untuk memastikan apakah penyebabnya benar-benar Neisseria gonorrhoeae. Pemeriksaan swab tenggorokan dengan metode molekuler seperti NAAT, sesuai indikasi dokter ahli, dapat membantu memastikan infeksi pada lokasi tersebut.
Gonore dapat di sembuhkan dengan antibiotik yang tepat, tetapi penggunaan obat-obatan harus di lakukan secara rasional karena resistensi antibiotik menjadi masalah yang semakin serius. Jika Anda pernah melakukan oral seks berisiko, mengalami sakit tenggorokan yang mencurigakan, atau memiliki pasangan seksual dengan gonore, jangan menunggu gejala memburuk.
Konsultasikan kondisi Anda ke Klinik Apollo Jakarta untuk mendapatkan pemeriksaan sesuai lokasi paparan, mengetahui diagnosis secara lebih akurat, mendapatkan rekomendasi pengobatan yang tepat, serta memperoleh layanan yang mengutamakan privasi dan kenyamanan pasien.
Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta



