Apakah Nanah Gonore Berbau Busuk?
Apakah nanah gonore berbau? Banyak orang mengira bahwa bau merupakan ciri utama gonore.
Padahal, bau bukan tanda khas yang dapat memastikan seseorang terkena gonore. Gonore adalah infeksi menular seksual (IMS) yang di sebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae.
Pada pria, infeksi pada uretra dapat menyebabkan keluarnya cairan bernanah dari penis, di sertai rasa perih atau terbakar ketika kencing. Cairan tersebut dapat berwarna putih, kuning, atau kehijauan. Nanah dari infeksi gonore tidak harus berbau busuk.
Jika cairan genital memiliki bau yang sangat menyengat, hal tersebut dapat terjadi karena infeksi lain, peradangan, atau kondisi yang menyertai. Oleh karena itu, warna, jumlah, atau bau cairan saja tidak cukup untuk mendiagnosis gonore.
Apa Itu Gonore?
Gonore merupakan IMS (infeksi menular seksual) yang terutama menular melalui hubungan seksual vaginal, oral, atau anal dengan orang yang terinfeksi.
Bakteri N. gonorrhoeae dapat menginfeksi beberapa bagian tubuh, termasuk:
- Uretra.
- Leher Rahim.
- Rektum.
- Tenggorokan.
- Konjungtiva mata.
WHO memperkirakan terdapat 82,4 juta infeksi gonore baru pada orang dewasa usia 15 hingga 49 tahun di seluruh dunia pada 2020.
WHO juga menegaskan bahwa gonore dapat di sembuhkan dengan antibiotik yang tepat, meskipun resistensi antibiotik semakin menjadi masalah.
Karena itu, semakin cepat seseorang mendapatkan diagnosis dan terapi yang sesuai, semakin baik peluang untuk mencegah komplikasi serta penularan kepada pasangan seksual.
Seperti Apa Ciri Nanah Gonore?
Pada pria, gejala gonore yang paling mudah di kenali adalah keluarnya cairan atau nanah dari penis.
Cairan tersebut dapat:
- Berwarna putih.
- Berwarna kekuningan.
- Berwarna kehijauan.
- Bertekstur kental atau bernanah.
- Keluar dari lubang penis.
- Di sertai rasa perih ketika kencing.
WHO menyebutkan bahwa gejala pada pria umumnya meliputi cairan dari penis dan rasa nyeri atau terbakar saat kencing.
Beberapa pria juga dapat mengalami nyeri atau pembengkakan pada testis.
Namun, tidak semua cairan dari penis berarti gonore.
Klamidia dan beberapa penyebab uretritis lainnya juga dapat menyebabkan keluarnya cairan.
Karena itu, pemeriksaan di perlukan untuk mengetahui penyebab sebenarnya.
Apakah Nanah Gonore Pasti Berbau Busuk?
Tidak. Gonore dapat menghasilkan cairan bernanah, tetapi bau busuk bukan karakteristik diagnostik utama gonore. Jika cairan genital memiliki bau yang sangat menyengat, dokter ahli perlu mempertimbangkan kemungkinan kondisi lain atau infeksi yang terjadi bersamaan.
Pada wanita, misalnya, perubahan bau dan cairan vagina dapat di sebabkan oleh kondisi seperti vaginosis bakterialis (BV) atau trikomoniasis.
WHO menyebutkan bahwa vaginosis bakterialis dapat menyebabkan cairan vagina abnormal (tidak normal) dan bau yang kuat, sedangkan trikomoniasis dapat menyebabkan keputihan abnormal (tidak normal), kemerahan, gatal, dan nyeri saat berhubungan seksual.
Jadi, jangan menggunakan bau nanah sebagai patokan untuk menentukan apakah seseorang terkena gonore.
Kenapa Nanah dari Kelamin Bisa Berbau?
Bau pada cairan genital dapat di pengaruhi oleh berbagai faktor.
Beberapa kemungkinan antara lain:
1. Adanya Infeksi atau Peradangan
Infeksi pada saluran reproduksi atau saluran kemih dapat mengubah karakteristik cairan.
Proses peradangan juga dapat menyebabkan munculnya sekret atau nanah.
2. Infeksi Lain yang Terjadi Bersamaan
Seseorang dapat mengalami lebih dari 1 infeksi pada waktu yang sama.
Misalnya, seseorang yang mengalami gonore juga dapat mengalami klamidia atau infeksi lain.
Karena itu, pemeriksaan yang tepat membantu menentukan terapi yang di perlukan.
3. Bakteri pada Area Genital
Area genital secara alami memiliki berbagai mikroorganisme.
Ketidakseimbangan mikroorganisme tertentu dapat mengubah bau cairan atau menyebabkan keluhan lainnya.
4. Infeksi pada Area Lain
Gonore tidak hanya menyerang organ genital.
Infeksi juga dapat terjadi pada rektum atau tenggorokan dan sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas.
Gejala Gonore yang Perlu Diwaspadai
Selain keluar nanah dari penis, beberapa gejala gonore pada pria meliputi:
- Perih atau terbakar ketika kencing.
- Lubang penis terasa gatal atau teriritasi.
- Penis mengeluarkan cairan abnormal (tidak normal).
- Nyeri atau pembengkakan pada testis.
- Rasa tidak nyaman pada area genital.
Sementara itu, gonore pada wanita sering kali tidak menimbulkan gejala.
Jika gejala muncul, keluhan dapat berupa keputihan abnormal (tidak normal), rasa terbakar saat kencing, serta perdarahan di antara menstruasi atau setelah berhubungan seksual.
CDC juga menekankan bahwa infeksi gonore pada wanita sering tidak bergejala atau tidak menimbulkan gejala yang mudah di kenali hingga komplikasi muncul.
Gonore pada Wanita Bisa Tanpa Gejala
Hal ini penting karena seseorang dapat terinfeksi dan menularkan gonore tanpa menyadarinya. Jika tidak mendapatkan pengobatan, gonore pada wanita dapat berkembang menjadi penyakit radang panggul (pelvic inflammatory disease atau PID).
Kondisi tersebut dapat menyebabkan kerusakan atau jaringan parut pada saluran reproduksi dan meningkatkan risiko infertilitas (kemandulan) serta kehamilan ektopik.
Karena itu, tidak adanya nanah atau rasa sakit tidak otomatis berarti bebas dari gonore.
Jika Anda memiliki faktor risiko atau pasangan seksual di ketahui mengalami IMS (infeksi menular seksual), pemeriksaan dapat membantu memastikan kondisi.
Apakah Nanah Gonore Bisa Hilang Sendiri?
Gejala dapat berubah atau bahkan berkurang, tetapi jangan menganggap infeksi sudah sembuh hanya karena nanah berhenti keluar.
Bakteri dapat tetap berada di dalam tubuh dan terus menyebabkan komplikasi atau menular kepada pasangan seksual.
WHO menyatakan bahwa gonore memang merupakan IMS (infeksi menular seksual) yang dapat di sembuhkan dengan antibiotik, tetapi resistensi antimikroba menjadi masalah yang semakin serius.
Karena itu, seseorang yang mengalami gejala sebaiknya mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat daripada menunggu gejala menghilang.
Bagaimana Cara Memastikan Nanah Disebabkan Gonore?
Dokter ahli dapat menilai gejala, riwayat seksual, melakukan pemeriksaan fisik, dan bila di perlukan melakukan pemeriksaan laboratorium. Salah satu metode yang banyak digunakan untuk mendeteksi gonore adalah NAAT (nucleic acid amplification test).
Pemeriksaan dapat menggunakan sampel yang sesuai dengan lokasi paparan, misalnya urine atau swab.
Pemeriksaan menjadi semakin penting karena gonore, klamidia, dan penyebab uretritis lainnya dapat menimbulkan gejala yang mirip.
Jika Anda mengalami keluar nanah dari penis, jangan hanya mencari jawaban berdasarkan warna atau bau cairan.
Bagaimana Pengobatan Gonore?
Gonore dapat di sembuhkan dengan antibiotik yang sesuai. Namun, pemilihan obat-obatan dan dosis harus berdasarkan diagnosis serta kondisi pasien.
CDC saat ini merekomendasikan terapi utama untuk gonore tanpa komplikasi, dengan penyesuaian dosis berdasarkan berat badan dan kondisi klinis tertentu.
Jika infeksi klamidia belum di singkirkan, dokter ahli juga dapat mempertimbangkan terapi untuk klamidia. Jangan membeli atau mengonsumsi antibiotik sendiri karena penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko resistensi antibiotik.
CDC dan WHO sama-sama menyoroti meningkatnya resistensi N. gonorrhoeae terhadap antibiotik.
Setelah Pengobatan Gonore, Bolehkah Langsung Berhubungan Seksual?
Sebaiknya jangan langsung melakukan hubungan seksual setelah pengobatan.
CDC merekomendasikan pasien yang telah mendapatkan pengobatan gonore untuk menghindari aktivitas seksual selama 7 hari setelah terapi dan sampai pasangan seksualnya telah mendapatkan pengobatan.
Langkah ini penting karena seseorang dapat kembali tertular apabila pasangan belum mendapatkan terapi.
CDC juga merekomendasikan pasien yang telah mendapatkan pengobatan gonore untuk menjalani tes ulang sekitar 3 bulan setelah pengobatan, karena infeksi berulang (kambuh) cukup sering terjadi.
Kapan Harus Memeriksakan Nanah dari Kelamin?
Segera konsultasikan kepada dokter ahli apabila mengalami:
- Penis mengeluarkan nanah atau cairan abnormal (tidak normal).
- Perih ketika kencing.
- Testis terasa nyeri atau membengkak.
- Keputihan berubah dan di sertai keluhan lain.
- Perdarahan setelah berhubungan seksual.
- Nyeri panggul.
- Pasangan seksual di diagnosis IMS (infeksi menular seksual).
- Keluhan muncul setelah hubungan seksual tanpa kondom (pengaman atau pelindung).
Jangan menunggu sampai nanah menjadi semakin banyak atau berbau.
Pemeriksaan lebih awal dapat membantu menentukan penyebab dan mencegah komplikasi.
Pemeriksaan dan Pengobatan Gonore di Klinik Apollo Jakarta
Jika Anda mengalami keluar nanah dari penis, kencing terasa perih, atau cairan genital berubah, pemeriksaan medis dapat membantu mengetahui apakah keluhan di sebabkan oleh gonore atau infeksi lainnya.
Di Klinik Apollo Jakarta, pasien dapat berkonsultasi mengenai keluhan infeksi menular seksual (IMS) dan mendapatkan evaluasi serta penanganan sesuai kondisi. Pemeriksaan yang tepat membantu dokter ahli menentukan penyebab keluhan sehingga terapi tidak di berikan hanya berdasarkan dugaan.
Anda juga dapat membaca informasi terkait gejala gonore dan kencing nanah sebagai informasi tambahan sebelum melakukan konsultasi.
Pendekatan berdasarkan diagnosis juga penting karena keluhan keluar cairan dari kelamin dapat di sebabkan oleh beberapa jenis infeksi dengan terapi yang berbeda.
Kesimpulan
Apakah nanah gonore berbau busuk? Jawabannya, belum tentu. Gonore lebih khas menyebabkan keluarnya cairan atau nanah dari penis, terutama pada pria, yang dapat di sertai rasa perih atau terbakar ketika kencing. Cairan dapat berwarna putih, kuning, atau kehijauan. Sementara itu, bau busuk bukan tanda khusus yang dapat memastikan gonore.
Bau yang menyengat dapat berkaitan dengan kondisi lain atau infeksi yang terjadi bersamaan. Karena itu, jangan menentukan diagnosis hanya berdasarkan bau, warna, atau jumlah cairan. Gonore dapat di sembuhkan dengan antibiotik yang tepat, tetapi penggunaan obat-obatan harus mengikuti diagnosis dan rekomendasi tenaga medis karena resistensi antibiotik menjadi tantangan penting dalam pengobatan gonore.
Jika Anda mengalami nanah dari penis, kencing terasa perih, cairan genital abnormal (tidak normal), atau memiliki riwayat kontak seksual berisiko, segera konsultasikan kondisi Anda ke Klinik Apollo Jakarta.
Dengan pemeriksaan yang tepat, Anda dapat mengetahui penyebab keluhan, memperoleh terapi yang sesuai, mengurangi risiko komplikasi dan penularan, serta mendapatkan pelayanan yang mengutamakan kenyamanan dan privasi pasien. Hubungi Klinik Apollo Jakarta dan jadwalkan konsultasi Anda untuk mendapatkan penanganan gonore yang lebih cepat, tepat, dan terarah.
Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta



