Klinik Apollo – Rasa perih atau panas saat kencing sering membuat seseorang mengira dirinya mengalami infeksi saluran kemih (ISK). Padahal, keluhan serupa juga dapat muncul pada gonore, yaitu salah satu infeksi menular seksual (IMS).

Keduanya memang dapat menyebabkan kencing terasa sakit, tetapi penyebab dan cara penularannya berbeda. Karena itu, memahami perbedaan gonore dan ISK (infeksi saluran kemih) penting agar seseorang tidak keliru memilih pengobatan.

Artikel ini membahas perbedaan gonore dan ISK (infeksi saluran kemih) berdasarkan penyebab, gejala pada pria dan wanita, cara penularan, pemeriksaan, pengobatan, serta kapan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter ahli.

Catatan medis: Gejala saja tidak selalu dapat memastikan apakah seseorang mengalami gonore, ISK (infeksi saluran kemih), atau kondisi lain. Pemeriksaan medis dan, bila di perlukan, pemeriksaan laboratorium dapat membantu memastikan diagnosis.

Apa Itu Gonore?

Gonore adalah infeksi menular seksual (ISK) yang di sebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Bakteri ini dapat menginfeksi saluran reproduksi, uretra, rektum, dan tenggorokan.

Menurut WHO, gonore terutama menular melalui hubungan seksual vaginal, oral, atau anal. WHO memperkirakan terdapat sekitar 82,4 juta infeksi baru gonore pada orang berusia 15 hingga 49 tahun di seluruh dunia pada 2020.

Gonore juga tidak selalu menimbulkan gejala. Kondisi ini terutama penting di perhatikan pada wanita karena sebagian besar wanita dengan gonore tidak mengalami gejala atau tidak menyadari keluhannya.

Jika muncul gejala, gonore dapat menyebabkan:

  • Nyeri atau rasa terbakar saat kencing.
  • Keluar cairan warna putih, kuning, atau kehijauan dari penis.
  • Keputihan yang tidak biasa.
  • Perdarahan di luar menstruasi.
  • Perdarahan setelah berhubungan seksual.
  • Nyeri pada testis.
  • Nyeri atau keluar cairan dari anus.
  • Sakit tenggorokan pada infeksi gonore di tenggorokan.

Apa Itu ISK?

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan infeksi pada bagian saluran kemih yang dapat melibatkan uretra, kandung kemih, ureter, atau ginjal.

Salah satu bentuk yang paling umum adalah infeksi kandung kemih. Bakteri menjadi penyebab paling umum ISK (infeksi saluran kemih).

Pada infeksi kandung kemih, bakteri masuk ke kandung kemih kemudian berkembang biak.

Gejala ISK (infeksi saluran kemih) dapat berupa:

  • Rasa terbakar atau perih saat kencing.
  • Sering ingin kencing.
  • Rasa ingin kencing meskipun urine yang keluar sedikit.
  • Nyeri atau rasa tidak nyaman di perut bagian bawah.
  • Urine keruh.
  • Urine mengandung darah.
  • Urine berbau lebih kuat dari biasanya.

Jika infeksi menyebar ke ginjal, gejala dapat menjadi lebih serius, misalnya demam, menggigil, mual, muntah, serta nyeri pada punggung atau sisi tubuh.

Perbedaan Gonore dan ISK

Meskipun sama-sama dapat menyebabkan anyang-anyangan dan sakit saat kencing, gonore dan ISK (infeksi saluran kemih) memiliki beberapa perbedaan penting.

1. Perbedaan Penyebab Gonore dan ISK

Perbedaan paling mendasar terdapat pada penyebab infeksinya.

Gonore di sebabkan secara spesifik oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae.

Bakteri tersebut dapat menginfeksi jaringan pada saluran reproduksi maupun lokasi lain setelah kontak seksual dengan orang yang terinfeksi.

Sementara itu, ISK (infeksi saluran kemih) biasanya terjadi ketika bakteri masuk ke saluran kemih dan berkembang biak.

Infeksi kandung kemih merupakan jenis ISK (infeksi saluran kemih) yang paling umum.

Jadi, tidak semua rasa sakit saat kencing berarti ISK (infeksi saluran kemih).

Jika keluhan muncul setelah aktivitas seksual berisiko atau di sertai cairan abnormal dari penis maupun vagina, gonore dan IMS (infeksi menular seksual) lain perlu di pertimbangkan.

2. Apakah Gonore dan ISK Sama-Sama Menular?

Tidak.

Gonore merupakan infeksi menular seksual (IMS).

Penularannya terutama terjadi melalui hubungan seksual vaginal, anal, atau oral dengan orang yang terinfeksi.

Sebaliknya, ISK (infeksi saluran kemih) bukan penyakit menular seksual (IMS) pada umumnya.

ISK (infeksi saluran kemih) biasanya terjadi karena bakteri masuk ke saluran kemih dan berkembang biak.

Dengan demikian, seseorang yang mengalami ISK (infeksi saluran kemih) tidak otomatis menularkan ISK (infeksi saluran kemih) kepada pasangan seksual melalui hubungan seksual seperti pada gonore.

Perbedaan Gejala Gonore dan ISK pada Pria

Pada pria, gonore dapat menimbulkan gejala yang cukup khas.

Keluhan yang dapat muncul antara lain:

  • Penis mengeluarkan cairan warna putih, kuning, atau kehijauan.
  • Rasa terbakar saat kencing.
  • Ujung penis terasa nyeri atau teriritasi.
  • Testis terasa nyeri atau membengkak.

WHO menyebutkan bahwa pria dengan gonore umumnya lebih sering mengalami cairan dari penis dan rasa terbakar ketika buang air kecil.

Sementara itu, pria dengan ISK (infeksi saluran kemih) dapat mengalami:

  • Sering kencing.
  • Rasa terbakar saat kencing.
  • Urine keruh atau berdarah.
  • Nyeri perut bagian bawah.

Karena gejalanya dapat bertumpang tindih, cairan abnormal (tidak normal) dari penis terutama setelah aktivitas seksual perlu mendapatkan pemeriksaan untuk IMS (infeksi menular seksual), bukan hanya di anggap sebagai ISK (infeksi saluran kemih).

Perbedaan Gejala Gonore dan ISK pada Wanita

Pada wanita, membedakan gonore dan ISK (infeksi saluran kemih) dapat menjadi lebih sulit.

Gonore pada wanita sering tidak menimbulkan gejala yang jelas.

Jika muncul, keluhan dapat berupa:

  • Keputihan yang tidak biasa.
  • Nyeri atau rasa terbakar saat kencing.
  • Perdarahan di antara menstruasi.
  • Perdarahan setelah hubungan seksual.
  • Nyeri panggul atau perut bagian bawah jika infeksi berkembang.

Sementara itu, ISK (infeksi saluran kemih) lebih sering menimbulkan:

  • Rasa ingin kencing terus-menerus.
  • Kencing dalam jumlah sedikit tetapi sering.
  • Rasa terbakar ketika kencing.
  • Nyeri di bagian bawah perut.
  • Urine keruh, berdarah, atau berbau kuat.

Oleh sebab itu, wanita yang mengalami keputihan abnormal (tidak normal) sekaligus nyeri saat kencing sebaiknya tidak langsung menyimpulkan bahwa dirinya mengalami ISK (infeksi saluran kemih).

Pemeriksaan dapat membantu membedakan ISK (infeksi saluran kemih) dari gonore maupun IMS (infeksi menular seksual) lainnya.

Apakah Gonore Bisa Menyebabkan Sakit Saat Kencing Seperti ISK?

Ya. Ini menjadi salah satu alasan mengapa banyak orang salah mengira gonore sebagai ISK (infeksi saluran kemih).

Bakteri gonore dapat menginfeksi uretra sehingga menyebabkan uretritis, yang kemudian menimbulkan rasa terbakar atau nyeri saat kencing.

Namun, adanya cairan dari penis, keputihan abnormal (tidak normal), perdarahan di luar menstruasi, atau riwayat hubungan seksual berisiko dapat menjadi petunjuk bahwa penyebabnya mungkin bukan ISK (infeksi saluran kemih) biasa.

Karena itu, dokter ahli dapat mempertimbangkan pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual) ketika gejala dan riwayat pasien mengarah pada kemungkinan gonore.

Bagaimana Cara Mendiagnosis Gonore dan ISK?

Dokter ahli dapat menggunakan pendekatan yang berbeda sesuai dengan dugaan penyebabnya.

1. Pemeriksaan gonore

Dokter ahli dapat mengambil sampel dari lokasi yang di duga terinfeksi, kemudian melakukan pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi N. gonorrhoeae.

Lokasi pemeriksaan dapat di sesuaikan dengan aktivitas seksual dan gejala, misalnya:

  • Urine atau uretra.
  • Serviks atau vagina.
  • Rektum.
  • Tenggorokan.

Hal ini penting karena gonore tidak hanya dapat menginfeksi organ genital.

Infeksi pada tenggorokan bahkan sering tidak menimbulkan gejala.

2. Pemeriksaan ISK

Dokter ahli dapat mengevaluasi gejala dan melakukan pemeriksaan urine.

Pada kondisi tertentu, dokter ahli dapat melakukan pemeriksaan tambahan untuk mengetahui penyebab infeksi.

NIDDK menjelaskan bahwa diagnosis infeksi kandung kemih dapat melibatkan riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium.

Apakah Pengobatan Gonore dan ISK Sama?

Tidak selalu.

Gonore membutuhkan antibiotik yang sesuai untuk Neisseria gonorrhoeae.

WHO menyatakan bahwa gonore saat ini semakin sulit di tangani karena meningkatnya resistensi antimikroba.

Sementara itu, ISK (infeksi saluran kemih) juga dapat membutuhkan antibiotik, tetapi jenis obat-obatannya harus di sesuaikan dengan lokasi infeksi, kondisi pasien, serta pertimbangan medis lainnya.

Jangan menggunakan antibiotik untuk gonore atau ISK (infeksi saluran kemih) secara sembarangan.

Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat berkontribusi terhadap resistensi antimikroba.

WHO melaporkan bahwa resistensi antibiotik pada N. gonorrhoeae menjadi masalah yang terus berkembang dan dapat semakin mempersempit pilihan pengobatan.

Apa yang Terjadi Jika Gonore Tidak Diobati?

Gonore bukan sekadar infeksi yang menyebabkan sakit ketika kencing.

Jika tidak mendapatkan penanganan, infeksi dapat menyebabkan komplikasi.

Pada wanita, gonore dapat berkembang menjadi pelvic inflammatory disease (PID) dan meningkatkan risiko masalah reproduksi, termasuk infertilitas (kemandulan) dan kehamilan ektopik.

Pada pria, infeksi juga dapat menyebabkan komplikasi pada saluran reproduksi.

Selain itu, gonore dapat meningkatkan risiko tertular dan menularkan HIV.

Karena itu, jika terdapat kemungkinan paparan seksual, pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual) menjadi langkah penting meskipun gejala terasa ringan.

Apa yang Terjadi Jika ISK Tidak Diobati?

ISK (infeksi saluran kemih) juga tidak sebaiknya di biarkan.

Infeksi yang awalnya berada di kandung kemih dapat menyebar menuju ginjal.

Jika sudah mengenai ginjal, seseorang dapat mengalami demam, menggigil, mual, muntah, serta nyeri pada punggung atau sisi tubuh.

Infeksi ginjal membutuhkan penanganan medis segera.

Jadi, baik gonore maupun ISK (infeksi saluran kemih) membutuhkan diagnosis dan penanganan yang tepat, meskipun keduanya memiliki mekanisme dan cara penularan yang berbeda.

Bagaimana Membedakan Gonore dan ISK Secara Sederhana?

Sebagai gambaran awal:

1. Lebih mengarah ke gonore jika:

  • Ada riwayat hubungan seksual berisiko.
  • Keluar cairan warna putih, kuning, atau kehijauan dari penis.
  • Muncul keputihan yang tidak biasa.
  • Ada perdarahan setelah berhubungan seksual atau di luar menstruasi.
  • Pasangan seksual memiliki IMS (infeksi menular seksual) atau keluhan serupa.

2. Lebih mengarah ke ISK jika:

  • Sering ingin kencing.
  • Urine keluar sedikit-sedikit.
  • Terasa nyeri atau terbakar saat kencing.
  • Ada rasa tidak nyaman di perut bagian bawah.
  • Urine keruh, berdarah, atau berbau kuat.

Namun, ciri-ciri tersebut tidak dapat menggantikan pemeriksaan dokter ahli.

Seseorang bahkan dapat mengalami IMS (infeksi menular seksual) dan ISK (infeksi saluran kemih) secara bersamaan.

Kapan Sebaiknya Memeriksakan Diri?

Segera konsultasikan keluhan jika mengalami:

  • Sakit atau terbakar ketika kencing.
  • Keluar cairan dari penis.
  • Keputihan yang berubah warna, jumlah, atau bau.
  • Perdarahan vagina yang tidak biasa.
  • Nyeri testis.
  • Nyeri panggul atau perut bagian bawah.
  • Sering kencing yang tidak biasa.
  • Demam atau menggigil.
  • Nyeri punggung atau pinggang.
  • Keluhan setelah berhubungan seksual tanpa kondom (pengaman atau pelindung).

Terutama jika terdapat riwayat hubungan seksual berisiko, jangan hanya mengonsumsi obat-obatan ISK (infeksi saluran kemih) tanpa memastikan penyebabnya.

Pemeriksaan yang tepat dapat membantu menentukan apakah keluhan di sebabkan oleh gonore, ISK (infeksi saluran kemih), atau IMS (infeksi menular seksual) lainnya.

Kesimpulan

Perbedaan gonore dan ISK (infeksi saluran kemih) terutama terletak pada penyebab dan cara penularannya. Gonore di sebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae dan termasuk infeksi menular seksual (IMS), sedangkan ISK (infeksi saluran kemih) umumnya terjadi ketika bakteri masuk dan berkembang biak di saluran kemih.

Keduanya memang dapat menyebabkan nyeri atau rasa terbakar saat kencing. Namun, gonore lebih patut di curigai ketika keluhan di sertai cairan abnormal (tidak normal) dari penis, keputihan yang tidak biasa, perdarahan setelah berhubungan seksual, atau adanya riwayat paparan seksual berisiko.

Sebaliknya, ISK (infeksi saluran kemih) lebih sering di tandai dengan sering kencing, rasa ingin kencing terus-menerus, nyeri perut bagian bawah, serta perubahan pada urine.

Jika Anda mengalami gejala yang menyerupai gonore, ISK (infeksi saluran kemih), atau infeksi menular seksual (IMS) lainnya, jangan menebak diagnosis dan mengonsumsi antibiotik sendiri.

Anda dapat melakukan konsultasi dan pemeriksaan di Klinik Apollo Jakarta untuk membantu mengetahui penyebab keluhan dan mendapatkan penanganan yang sesuai. Dengan pemeriksaan yang tepat, Anda dapat memperoleh diagnosis yang lebih terarah, terapi sesuai kondisi medis, edukasi mengenai pencegahan penularan, serta pelayanan yang mengutamakan privasi pasien.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Join to newsletter.

Informasi terupdate penyakit kelamin.

About the Author: Yulia

Yulia
Yulia adalah seorang Content Writer di Klinik Apollo yang sudah berkecimpung di dunia kesehatan penyakit kelamin sejak tahun 2017.

Butuh bantuan kami?

Hubungi kami di 0821-1099-9870

Tim medis kami online 24 jam/hari.