Klinik Apollo – Nyeri testis disertai demam bukan keluhan yang sebaiknya diabaikan. Kombinasi kedua gejala tersebut dapat berkaitan dengan infeksi atau peradangan pada epididimis maupun testis, tetapi juga dapat muncul pada kondisi lain yang membutuhkan pemeriksaan segera.

Salah satu penyebab yang cukup sering adalah epididimitis, yaitu peradangan pada epididimis. Pada beberapa kasus, peradangan dapat melibatkan testis dan di sebut epididimo-orkitis.

Infeksi yang mendasarinya dapat berasal dari bakteri saluran kemih maupun infeksi menular seksual (IMS), seperti klamidia dan gonore (kencing nanah).

Namun, dokter ahli juga perlu memastikan bahwa keluhan bukan di sebabkan oleh torsio testis, terutama jika nyeri muncul tiba-tiba dan sangat hebat.

Apa Arti Nyeri Testis Disertai Demam?

Nyeri testis di sertai demam berarti muncul rasa sakit pada salah satu atau kedua testis bersamaan dengan peningkatan suhu tubuh.

Keluhan dapat terasa sebagai:

  • Nyeri atau ngilu pada testis.
  • Skrotum membengkak atau terasa hangat.
  • Testis lebih sensitif ketika di sentuh.
  • Nyeri menjalar ke selangkangan atau perut bagian bawah.
  • Demam atau menggigil.
  • Nyeri saat kencing.
  • Sering kencing.
  • Keluar cairan dari penis.
  • Mual atau muntah pada kondisi tertentu.

Namun, gejala saja tidak cukup untuk menentukan penyebabnya.

Dokter ahli perlu mempertimbangkan kapan nyeri mulai muncul, apakah terjadi pada 1 atau kedua testis, riwayat cedera, keluhan saluran kemih, serta kemungkinan paparan IMS (infeksi menular seksual).

Penyebab Nyeri Testis Disertai Demam

Berikut penyebabnya:

1. Epididimitis

Epididimitis merupakan peradangan pada epididimis, yaitu saluran kecil yang berada di belakang testis dan berperan dalam penyimpanan serta transportasi sperma.

CDC menjelaskan bahwa epididimitis akut dapat menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan peradangan.

Penyebabnya dapat berupa Chlamydia trachomatis, Neisseria gonorrhoeae, maupun bakteri saluran cerna seperti E. coli.

Gejalanya dapat meliputi:

  • Nyeri pada salah satu testis.
  • Pembengkakan skrotum.
  • Testis atau skrotum terasa hangat.
  • Nyeri saat kencing.
  • Keluar cairan dari penis.
  • Demam atau menggigil.
  • Nyeri pada panggul atau perut bagian bawah.

Pada pria yang aktif secara seksual, dokter ahli biasanya juga mempertimbangkan kemungkinan IMS (infeksi menular seksual).

2. Orkitis

Orkitis adalah peradangan pada jaringan testis. Kondisi ini dapat di sebabkan oleh infeksi virus atau bakteri.

Selain nyeri testis dan demam, penderita dapat mengalami:

  • Pembengkakan testis.
  • Skrotum terasa sensitif.
  • Rasa tidak nyaman pada selangkangan.
  • Tubuh terasa lemas.
  • Demam dan menggigil.

Jika infeksi melibatkan epididimis sekaligus testis, dokter ahli dapat menyebutnya epididimo-orkitis.

3. Infeksi saluran kemih (ISK) atau prostat

Infeksi pada saluran kemih atau prostat juga dapat menyebabkan rasa sakit yang menjalar ke area testis.

Biasanya terdapat gejala lain, misalnya:

  • Sering kencing.
  • Nyeri atau rasa terbakar ketika kencing.
  • Sulit memulai kencing.
  • Nyeri di panggul atau perut bagian bawah.
  • Demam.
  • Urine berbau atau tampak tidak normal (abnormal).

Karena itu, apabila testis nyeri dan sering kencing, pemeriksaan sebaiknya tidak di tunda.

4. Infeksi menular seksual (IMS)

Klamidia dan gonore (kencing nanah) termasuk infeksi yang dapat menyebabkan epididimitis pada pria.

Gejalanya dapat berupa nyeri atau bengkak pada skrotum, nyeri saat kencing, serta keluarnya cairan dari penis.

Tidak semua IMS (infeksi menular seksual) menimbulkan gejala yang jelas.

Oleh sebab itu, riwayat hubungan seksual dan pemeriksaan laboratorium dapat membantu dokter menentukan penyebabnya.

Jika epididimitis di duga berkaitan dengan gonore (kencing nanah) atau klamidia, CDC merekomendasikan pemeriksaan menggunakan NAAT, dengan urine sebagai salah satu spesimen yang di gunakan pada pria.

Pemeriksaan juga dapat mencakup kultur urine untuk mengevaluasi bakteri saluran kemih.

5. Torsio testis

Berbeda dari infeksi, torsio testis terjadi ketika korda spermatika terpuntir sehingga aliran darah ke testis terganggu.

Kondisi ini merupakan kegawatdaruratan medis.

Gejalanya dapat berupa:

  • Nyeri testis yang muncul tiba-tiba dan sangat hebat.
  • Pembengkakan skrotum.
  • Testis berada lebih tinggi atau posisinya tidak normal (abnormal).
  • Mual atau muntah.
  • Nyeri perut.
  • Demam pada sebagian kasus.

Karena torsio dapat menyebabkan kerusakan jaringan akibat terhentinya aliran darah, nyeri testis yang mendadak dan berat perlu segera di periksa, bukan di tunggu sampai demam atau gejala lainnya membaik.

Kapan Nyeri Testis Disertai Demam Harus Segera Diperiksa?

Segera cari pertolongan medis apabila nyeri testis:

  • Muncul tiba-tiba dan sangat hebat.
  • Di sertai pembengkakan cepat pada skrotum.
  • Di sertai mual atau muntah.
  • Di sertai demam tinggi atau menggigil.
  • Di sertai darah dalam urine.
  • Di sertai keluarnya cairan dari penis.
  • Membuat sulit atau tidak bisa kencing.
  • Tetap terasa meskipun sudah beristirahat.
  • Semakin berat dari waktu ke waktu.

NHS juga menyarankan pertolongan segera untuk nyeri testis yang mendadak dan berat, terutama jika berlangsung terus atau di sertai mual, muntah, maupun nyeri perut.

Jangan mencoba memastikan penyebab sendiri, karena infeksi dan torsio testis dapat memiliki beberapa gejala yang tampak mirip.

Bagaimana Dokter Ahli Mendiagnosis Penyebabnya?

Dokter ahli biasanya memulai pemeriksaan dengan menanyakan:

  • Kapan nyeri mulai muncul.
  • Apakah nyeri terjadi pada 1 atau kedua testis.
  • Apakah nyeri muncul tiba-tiba atau bertahap.
  • Ada tidaknya demam dan menggigil.
  • Apakah terdapat nyeri saat kencing.
  • Apakah keluar cairan dari penis.
  • Apakah sebelumnya mengalami cedera.
  • Riwayat hubungan seksual dan kemungkinan paparan IMS (infeksi menular seksual).

Selanjutnya, dokter ahli dapat melakukan pemeriksaan fisik pada testis, skrotum, selangkangan, dan area terkait.

Pemeriksaan tambahan dapat meliputi:

  • Urinalisis untuk mencari tanda infeksi atau peradangan.
  • Kultur urine untuk membantu mengidentifikasi bakteri.
  • Tes NAAT untuk klamidia dan gonore (kencing nanah) bila di curigai IMS (infeksi menular seksual).
  • Pemeriksaan darah pada kondisi tertentu.
  • USG skrotum dengan Doppler jika dokter ahli perlu mengevaluasi aliran darah atau membedakan beberapa penyebab nyeri akut.

USG bukan berarti selalu di perlukan pada setiap kasus.

Pemeriksaan di pilih berdasarkan hasil wawancara medis dan pemeriksaan fisik.

Bagaimana Penanganan Nyeri Testis Disertai Demam?

Penanganan bergantung pada penyebabnya.

1. Jika di sebabkan infeksi bakteri

Dokter ahli dapat memberikan antibiotik yang sesuai dengan dugaan sumber infeksi dan hasil pemeriksaan.

Pemilihan obat-obatan tidak sebaiknya di lakukan sendiri karena penyebab epididimitis dapat berbeda.

Pada epididimitis, dokter ahli juga dapat menganjurkan istirahat, menyangga skrotum, dan menggunakan obat-obatan antinyeri atau antiperadangan tertentu sesuai kondisi pasien.

2. Jika berkaitan dengan IMS

Pasien perlu mendapatkan pemeriksaan dan terapi yang sesuai.

Pasangan seksual juga mungkin perlu di periksa dan di tangani jika infeksi seperti klamidia atau gonore (kencing nanah) terkonfirmasi atau sangat di curigai.

Selama pengobatan, hubungan seksual perlu di hentikan sampai pasien dan pasangan seksual telah mendapatkan penanganan serta gejala membaik.

3. Jika di sebabkan torsio testis

Torsio testis membutuhkan penanganan segera, biasanya melalui tindakan operasi untuk mengembalikan posisi testis dan mempertahankan aliran darah.

Karena itu, jangan menggunakan antibiotik atau obat-obatan nyeri sebagai cara untuk menunda pemeriksaan ketika nyeri testis muncul mendadak dan berat.

Apakah Nyeri Testis Disertai Demam Bisa Menyebabkan Komplikasi?

Komplikasi bergantung pada penyebab dan seberapa cepat pasien mendapatkan penanganan.

Pada epididimitis, keterlambatan penanganan dapat berkaitan dengan komplikasi seperti nyeri kronis, abses, atau gangguan kesuburan pada kasus tertentu.

CDC juga mencantumkan infertilitas (kemandulan) dan nyeri kronis sebagai komplikasi yang ingin di cegah melalui penanganan epididimitis yang tepat.

Sementara itu, torsio testis yang tidak segera di tangani dapat menyebabkan kerusakan jaringan testis akibat gangguan aliran darah.

Oleh karena itu, semakin cepat penyebab di ketahui, semakin cepat penanganan yang sesuai dapat di berikan.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan Sambil Menunggu Pemeriksaan?

Jika keluhan masih menunggu pemeriksaan dokter ahli:

  • Istirahat dan hindari aktivitas yang memperberat nyeri.
  • Jangan memijat atau menekan testis yang sakit.
  • Gunakan penyangga skrotum bila terasa membantu.
  • Hindari hubungan seksual sampai penyebab keluhan di ketahui, terutama jika terdapat kemungkinan IMS (infeksi menular seksual).
  • Jangan membeli atau menggunakan antibiotik sendiri tanpa pemeriksaan.
  • Jika nyeri muncul mendadak dan sangat hebat, langsung cari pertolongan medis.

Nyeri Testis Disertai Demam, Kapan Harus ke Dokter Ahli?

Pada dasarnya, nyeri testis yang di sertai demam membutuhkan evaluasi medis, terutama jika di sertai pembengkakan, keluhan saat kencing, cairan dari penis, atau nyeri yang semakin berat.

Pemeriksaan penting untuk membedakan infeksi seperti epididimitis atau orkitis dari kondisi lain, termasuk torsio testis yang membutuhkan penanganan segera.

Diagnosis tidak dapat di tentukan hanya berdasarkan gejala.

Konsultasi Nyeri Testis di Klinik Apollo

Jika Anda mengalami nyeri testis di sertai demam, pembengkakan, nyeri saat kencing, atau keluhan pada organ reproduksi, jangan menunda pemeriksaan.

Di Klinik Apollo, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter ahli dan tenaga medis untuk mendapatkan evaluasi keluhan, pemeriksaan yang di perlukan, serta penanganan yang di sesuaikan dengan penyebabnya.

Klinik juga menyediakan layanan yang mengutamakan privasi pasien dalam menangani keluhan kesehatan reproduksi dan penyakit menular seksual (PMS).

Segera konsultasikan nyeri testis di sertai demam ke Klinik Apollo agar penyebabnya dapat di periksa lebih menyeluruh, mendapatkan diagnosis yang tepat, dan memperoleh pilihan penanganan medis sesuai kondisi Anda.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Join to newsletter.

Informasi terupdate penyakit kelamin.

About the Author: Yulia

Yulia
Yulia adalah seorang Content Writer di Klinik Apollo yang sudah berkecimpung di dunia kesehatan penyakit kelamin sejak tahun 2017.

Butuh bantuan kami?

Hubungi kami di 0821-1099-9870

Tim medis kami online 24 jam/hari.