Klinik Apollo – Nyeri testis saat berdiri bisa terasa sebagai ngilu, berat, tertarik, berdenyut, atau rasa tidak nyaman pada salah satu maupun kedua testis.

Keluhan ini terkadang membaik ketika duduk atau berbaring, tetapi kondisi tersebut tidak selalu berarti penyebabnya ringan.

Salah satu penyebab yang cukup khas adalah varikokel, yaitu pelebaran pembuluh darah di dalam skrotum. Pada varikokel, rasa nyeri atau tidak nyaman cenderung lebih terasa ketika berdiri atau menjelang akhir hari dan dapat berkurang saat berbaring.

Namun, beberapa kondisi lain juga dapat menyebabkan sakit testis saat berdiri. Karena itu, pemeriksaan dokter ahli tetap di perlukan untuk mengetahui penyebabnya secara tepat.

Apa Penyebab Nyeri Testis Saat Berdiri?

Berikut beberapa kemungkinan penyebab yang perlu di ketahui.

1. Varikokel

Varikokel terjadi ketika pembuluh darah vena di sekitar testis melebar sehingga aliran darah dari skrotum tidak berjalan optimal.

Keluhan khasnya berupa rasa pegal atau nyeri tumpul pada testis yang lebih terasa saat berdiri atau beraktivitas lama.

Ketika berbaring, keluhan sering kali berkurang.

Varikokel juga lebih sering di temukan pada sisi kiri.

Pada sebagian pria, varikokel tidak menimbulkan gejala.

Namun, kondisi ini dapat berkaitan dengan gangguan produksi sperma dan masalah kesuburan pada sebagian kasus.

2. Epididimitis

Epididimitis merupakan peradangan pada epididimis, yaitu saluran yang berada di belakang testis dan berfungsi menyimpan serta membawa sperma.

Selain nyeri pada testis atau skrotum, epididimitis dapat menyebabkan:

  • Skrotum membengkak.
  • Testis terasa nyeri atau sensitif.
  • Nyeri ketika kencing.
  • Demam atau menggigil.
  • Pada kondisi tertentu, terdapat darah dalam air mani.

Pada pria yang aktif secara seksual, epididimitis dapat berkaitan dengan infeksi menular seksual (IMS), termasuk klamidia dan gonore (kencing nanah).

3. Hernia Inguinalis

Hernia inguinalis terjadi ketika jaringan dari dalam perut menonjol melalui area yang lemah pada dinding perut bagian bawah.

Keluhan biasanya terasa di selangkangan dan dapat menjalar ke skrotum atau testis.

Rasa tidak nyaman juga dapat semakin terasa ketika berdiri, batuk, mengejan, atau mengangkat benda berat.

Karena sumber nyeri tidak selalu berasal langsung dari testis, dokter ahli perlu melakukan pemeriksaan untuk membedakan hernia dari penyebab lainnya.

4. Cedera pada Testis

Benturan saat olahraga, kecelakaan, aktivitas fisik, atau tekanan pada area genital dapat menyebabkan nyeri testis.

Cedera ringan mungkin membaik dengan sendirinya.

Namun, nyeri hebat, pembengkakan, memar, atau perubahan posisi testis setelah benturan perlu segera di periksa karena cedera berat dapat membutuhkan penanganan medis.

Berbagai penyebab nyeri testis memang dapat berasal dari cedera maupun struktur di sekitar testis.

5. Torsio Testis

Torsio testis terjadi ketika korda spermatika terpuntir sehingga aliran darah menuju testis terganggu.

Berbeda dari nyeri akibat varikokel yang biasanya berkembang perlahan, torsio testis dapat menyebabkan nyeri hebat yang muncul secara tiba-tiba, sering kali di sertai pembengkakan, mual, atau muntah.

Kondisi ini merupakan kedaruratan medis.

Penanganan harus di lakukan secepat mungkin untuk mencegah kerusakan permanen pada testis.

6. Infeksi atau Peradangan pada Testis

Orkitis, yaitu peradangan pada testis, juga dapat menyebabkan nyeri dan pembengkakan.

Penyebabnya dapat berupa infeksi virus maupun bakteri.

Dokter ahli akan menilai gejala lain dan melakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah keluhan berkaitan dengan infeksi pada testis, epididimis, saluran kemih, atau organ reproduksi lainnya.

7. Batu Ginjal atau Nyeri dari Area Lain

Tidak semua nyeri yang terasa di testis berasal dari testis.

Gangguan seperti batu ginjal, masalah saluran kemih, prostat, atau hernia dapat menimbulkan referred pain, yaitu rasa sakit yang di rasakan di lokasi berbeda dari sumber masalahnya.

Mengapa Nyeri Testis Lebih Terasa Saat Berdiri?

Jika nyeri testis terutama muncul saat berdiri dan berkurang ketika berbaring, varikokel perlu di pertimbangkan sebagai salah satu kemungkinan.

Saat berdiri, tekanan pada pembuluh darah vena di sekitar testis dapat meningkat.

Pada varikokel, pelebaran pembuluh darah tersebut dapat menyebabkan rasa berat atau nyeri tumpul yang lebih terasa dalam posisi berdiri.

Meski demikian, pola nyeri saja tidak cukup untuk memastikan diagnosis.

Dokter ahli dapat melakukan pemeriksaan fisik dalam posisi berdiri dan berbaring.

Jika di perlukan, dokter ahli juga dapat menyarankan USG skrotum untuk membantu memastikan penyebab keluhan.

Gejala Nyeri Testis yang Perlu Diwaspadai

Segera cari pertolongan medis apabila nyeri testis:

  • Muncul tiba-tiba dan sangat berat.
  • Di sertai pembengkakan pada skrotum.
  • Di sertai mual atau muntah.
  • Di sertai nyeri perut.
  • Tidak membaik ketika beristirahat atau berbaring.
  • Muncul setelah cedera berat.
  • Di sertai demam atau menggigil.
  • Di sertai nyeri ketika kencing atau keluar cairan dari penis.

Nyeri testis yang tiba-tiba dan berat dapat menjadi tanda torsio testis sehingga tidak sebaiknya di tunggu sampai sembuh sendiri.

Bagaimana Dokter Ahli Mendiagnosis Penyebabnya?

Untuk mengetahui penyebab nyeri testis saat berdiri, dokter ahli biasanya akan menanyakan:

  • Kapan nyeri mulai muncul.
  • Apakah nyeri terjadi pada 1 atau kedua testis.
  • Apakah nyeri memburuk ketika berdiri atau beraktivitas.
  • Apakah nyeri berkurang ketika berbaring.
  • Apakah terdapat benjolan atau pembengkakan.
  • Apakah terdapat gangguan saat kencing.
  • Apakah ada riwayat cedera atau aktivitas berat.
  • Apakah terdapat risiko infeksi menular seksual (IMS).

Setelah itu, dokter ahli dapat melakukan pemeriksaan fisik.

Bila di perlukan, pemeriksaan tambahan seperti USG skrotum, pemeriksaan urine, atau pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual) dapat di lakukan berdasarkan dugaan penyebab.

USG juga dapat membantu mengevaluasi varikokel dan mencari penyebab lain dari nyeri atau pembengkakan.

Apakah Nyeri Testis Saat Berdiri Bisa Sembuh?

Bisa, tetapi tergantung penyebabnya.

Karena nyeri testis merupakan gejala, bukan penyakit tertentu, pengobatannya harus di sesuaikan dengan diagnosis.

Misalnya, infeksi bakteri membutuhkan pengobatan yang sesuai penyebabnya, sedangkan varikokel yang tidak menimbulkan masalah mungkin cukup di pantau.

Sebaliknya, torsio testis membutuhkan penanganan segera.

Oleh karena itu, jangan sembarangan mengonsumsi antibiotik atau obat lain tanpa pemeriksaan dokter ahli.

Kapan Harus ke Dokter Ahli?

Jika nyeri hanya ringan tetapi berulang, menetap, semakin sering muncul saat berdiri, atau di sertai benjolan atau pembengkakan, sebaiknya lakukan pemeriksaan.

Terlebih lagi, jika nyeri muncul mendadak dan berat, jangan menunggu jadwal konsultasi biasa.

Segera cari pertolongan medis karena beberapa penyebab nyeri testis membutuhkan penanganan segera.

Kesimpulan

Nyeri testis saat berdiri dapat di sebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari varikokel, epididimitis, hernia inguinalis, cedera, hingga kondisi darurat seperti torsio testis.

Nyeri yang lebih terasa ketika berdiri dan membaik saat berbaring memang merupakan pola yang sering di temukan pada varikokel, tetapi diagnosis tetap membutuhkan pemeriksaan medis.

Jika Anda mengalami nyeri testis yang berulang (kambuh), pembengkakan, benjolan, atau gangguan saat kencing, jangan menunda pemeriksaan.

Konsultasikan keluhan Anda ke Klinik Apollo untuk mendapatkan pemeriksaan oleh dokter ahli berpengalaman, membantu mencari penyebab secara lebih tepat, serta memperoleh penanganan yang sesuai dengan kondisi Anda dengan tetap mengutamakan privasi dan kenyamanan pasien.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Join to newsletter.

Informasi terupdate penyakit kelamin.

About the Author: Yulia

Yulia
Yulia adalah seorang Content Writer di Klinik Apollo yang sudah berkecimpung di dunia kesehatan penyakit kelamin sejak tahun 2017.

Butuh bantuan kami?

Hubungi kami di 0821-1099-9870

Tim medis kami online 24 jam/hari.