Klinik Apollo – Testis nyeri setelah kencing merupakan keluhan yang dapat berkaitan dengan gangguan saluran kemih maupun organ reproduksi pria. Rasa nyeri bisa muncul pada salah satu atau kedua testis, terasa seperti ngilu, pegal, tertarik, atau di sertai sensasi perih ketika kencing.
Sebagian penyebab dapat di tangani dengan pengobatan yang tepat. Namun, nyeri testis juga bisa menjadi tanda kondisi darurat, seperti torsio testis, yang membutuhkan penanganan segera untuk mencegah kerusakan jaringan.
Lantas, kenapa testis terasa nyeri setelah kenicng? Apakah kondisi ini berhubungan dengan infeksi menular seksual (IMS), radang prostat, atau infeksi saluran kemih (ISK)?
Artikel ini membahas berbagai kemungkinan penyebab, gejala yang perlu di waspadai, serta pilihan pemeriksaan dan penanganan berdasarkan kondisi medis yang mendasarinya.
Apakah Testis Nyeri Setelah Kencing Berbahaya?
Testis nyeri setelah kencing tidak selalu menandakan penyakit serius.
Meski demikian, Anda tidak boleh mengabaikannya, terutama jika nyeri terjadi berulang (kambuh), semakin berat, atau di sertai keluhan lain.
Rasa nyeri dapat berasal dari testis, epididimis (saluran kecil di belakang testis yang menyimpan dan mengangkut sperma), prostat, atau saluran kemih.
Terkadang, masalah di area lain, seperti hernia atau batu ginjal, juga dapat menyebabkan nyeri yang menjalar ke testis.
Menurut Mayo Clinic, nyeri testis memiliki beragam penyebab dan pemeriksaan medis di perlukan untuk menentukan sumber keluhannya.
Segera pergi ke instalasi gawat darurat (IGD) jika nyeri testis muncul mendadak dan terasa hebat, terutama jika di sertai mual, muntah, atau pembengkakan.
Jangan menunggu sampai nyeri muncul kembali setelah kencing.
7 Penyebab Testis Nyeri Setelah Kencing
Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan testis terasa sakit setelah kencing.
Berikut penjelasan penyebab yang perlu Anda ketahui.
1. Infeksi saluran kemih (ISK)
Infeksi saluran kemih (ISK) terjadi ketika bakteri masuk dan berkembang biak di saluran kemih.
Pada pria, infeksi dapat menimbulkan rasa tidak nyaman yang menjalar ke area panggul atau testis, terutama jika infeksi melibatkan bagian saluran kemih tertentu.
Gejala yang dapat menyertai ISK (infeksi saluran kemih) meliputi:
- Nyeri atau sensasi terbakar saat kencing.
- Sering ingin kencing.
- Urine keruh atau mengandung darah.
- Nyeri pada perut bagian bawah.
- Demam jika infeksi berkembang lebih lanjut.
Jika Anda mengalami testis nyeri setelah kencing di sertai gejala tersebut, dokter ahli dapat menyarankan pemeriksaan urine untuk mencari tanda infeksi.
2. Epididimitis atau radang epididimis
Epididimitis adalah peradangan pada epididimis, yaitu saluran di belakang testis yang berfungsi menyimpan dan mengangkut sperma.
Kondisi ini sering di sebabkan oleh infeksi bakteri, termasuk bakteri penyebab infeksi menular seksual (IMS) seperti klamidia dan gonore (kencing nanah).
Gejala epididimitis biasanya berkembang secara bertahap, meskipun pada sebagian orang dapat muncul lebih cepat.
Keluhannya meliputi:
- Nyeri pada salah satu testis.
- Skrotum membengkak, terasa hangat, atau kemerahan.
- Nyeri ketika kencing.
- Frekuensi kencing meningkat.
- Keluar cairan tidak biasa dari penis.
- Nyeri pada perut bagian bawah atau panggul.
Menurut Mayo Clinic, epididimitis umumnya di tangani dengan antibiotik jika penyebabnya adalah infeksi bakteri, di sertai langkah untuk mengurangi ketidaknyamanan.
Penanganan harus mengikuti hasil pemeriksaan dokter ahli.
3. Prostatitis atau radang prostat
Prostatitis merupakan peradangan pada kelenjar prostat yang terletak di bawah kandung kemih.
Kondisi ini dapat di sebabkan oleh infeksi bakteri, tetapi sebagian jenis prostatitis tidak di sebabkan oleh infeksi bakteri.
Ketika prostat mengalami peradangan, pria dapat merasakan nyeri pada testis, penis, panggul, atau area antara skrotum dan anus.
Gejala lain yang dapat muncul meliputi:
- Nyeri atau sensasi terbakar saat kencing.
- Sulit memulai aliran urine.
- Sering kencing, terutama pada malam hari.
- Nyeri ketika ejakulasi.
- Nyeri pada perut bagian bawah atau punggung.
- Demam dan menggigil pada prostatitis bakterial akut.
Jika Anda mengalami keluhan tersebut, jangan langsung menganggapnya sebagai infeksi menular seksual (IMS).
Dokter ahli perlu menilai gejala dan melakukan pemeriksaan untuk menentukan jenis prostatitis serta penanganan yang sesuai.
4. Infeksi menular seksual (IMS)
Testis nyeri setelah kencing juga dapat berkaitan dengan infeksi menular seksual (IMS), terutama jika infeksi menyebabkan peradangan pada uretra atau epididimis.
Beberapa IMS (infeksi menular seksual) yang dapat menimbulkan keluhan tersebut adalah gonore (kencing nanah) dan klamidia.
Penularannya dapat terjadi melalui hubungan seksual tanpa perlindungan dengan pasangan yang terinfeksi.
Gejala yang perlu di perhatikan antara lain:
- Rasa perih ketika kencing.
- Cairan warna putih, kuning, atau kehijauan keluar dari penis.
- Nyeri atau pembengkakan testis.
- Nyeri ketika ejakulasi.
- Ketidaknyamanan pada panggul.
Namun, IMS (infeksi menular seksual) dapat terjadi tanpa gejala yang jelas.
Karena itu, riwayat hubungan seksual dan pemeriksaan laboratorium dapat membantu dokter ahli menentukan apakah infeksi tersebut menjadi penyebabnya.
Jika di curigai IMS (infeksi menular seksual), dokter ahli dapat merekomendasikan tes gonore (kencing nanah) dan klamidia serta pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual) lain sesuai faktor risiko.
Pasangan seksual mungkin juga perlu menjalani pemeriksaan dan pengobatan agar tidak terjadi penularan kembali.
5. Batu ginjal atau batu saluran kemih
Batu ginjal terbentuk ketika mineral dalam urine mengkristal dan membentuk endapan keras.
Apabila batu bergerak menuju ureter atau saluran kemih lainnya, nyeri dapat menjalar dari pinggang menuju perut bagian bawah, selangkangan, hingga testis.
Gejalanya dapat berupa:
- Nyeri tajam yang datang dan pergi.
- Nyeri pada pinggang atau selangkangan.
- Darah dalam urine.
- Mual atau muntah.
- Nyeri ketika kencing pada kondisi tertentu.
Batu ginjal tidak selalu menyebabkan testis nyeri setelah kencing secara langsung.
Namun, nyeri yang menjalar ke testis dapat terjadi akibat lokasi batu dan jalur saraf yang terlibat.
Dokter ahli dapat menyarankan pemeriksaan urine dan pencitraan, seperti USG atau CT scan, jika terdapat dugaan batu saluran kemih.
6. Torsio testis
Torsio testis terjadi ketika testis berputar sehingga tali spermatika terpuntir dan aliran darah menuju testis terganggu.
Kondisi ini merupakan keadaan darurat medis.
Torsio testis tidak secara khusus di sebabkan oleh kencing.
Namun, nyeri yang muncul ketika atau setelah kencing tidak boleh membuat Anda mengabaikan kemungkinan kondisi darurat ini.
Tanda-tandanya meliputi:
- Nyeri testis mendadak dan sangat hebat.
- Pembengkakan pada skrotum.
- Salah satu testis tampak lebih tinggi dari biasanya.
- Mual atau muntah.
- Nyeri perut bagian bawah.
Torsio testis membutuhkan penanganan segera karena keterlambatan dapat menyebabkan kerusakan permanen atau kehilangan testis.
Jika mengalami nyeri testis mendadak dan hebat, segera ke IGD tanpa menunggu gejala mereda.
7. Cedera, hernia, atau masalah lain pada area selangkangan
Nyeri testis juga dapat muncul akibat benturan, aktivitas fisik berat, atau masalah di area selangkangan.
Salah satu kemungkinan lainnya adalah hernia inguinalis, yaitu kondisi ketika jaringan dari dalam perut menonjol melalui bagian dinding perut yang lemah.
Keluhannya dapat berupa nyeri atau rasa tertarik pada selangkangan, benjolan yang lebih terlihat ketika batuk atau mengangkat beban, serta rasa tidak nyaman yang menjalar ke skrotum.
Selain itu, beberapa masalah lain, seperti varikokel atau penumpukan cairan di sekitar testis, dapat menyebabkan rasa berat atau nyeri.
Karena berbagai kondisi tersebut dapat menimbulkan gejala serupa, pemeriksaan fisik di perlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Cara Mendiagnosis Testis Nyeri Setelah Kencing
Dokter ahli akan menentukan pemeriksaan berdasarkan lokasi nyeri, durasi keluhan, gejala penyerta, dan riwayat kesehatan pasien.
Beberapa pemeriksaan yang mungkin di lakukan meliputi:
- Pemeriksaan fisik. Dokter ahli memeriksa testis, skrotum, penis, dan area selangkangan untuk mencari pembengkakan, nyeri tekan, atau kelainan lainnya.
- Tes urine. Pemeriksaan ini dapat membantu mendeteksi tanda infeksi atau darah dalam urine.
- Tes IMS (infeksi menular seksual). Dokter ahli dapat mengambil sampel urine atau melakukan pemeriksaan sampel lain untuk mendeteksi gonore dan klamidia jika di curigai.
- Tes darah. Pemeriksaan ini dapat membantu menilai tanda infeksi atau peradangan sesuai indikasi.
- USG skrotum dengan Doppler. Pemeriksaan ini dapat membantu menilai struktur testis dan aliran darahnya jika di perlukan, termasuk ketika dokter mencurigai torsio testis.
Tidak semua pasien membutuhkan seluruh pemeriksaan tersebut.
Jika dokter ahli mencurigai torsio testis, evaluasi dan penanganan darurat tidak boleh di tunda hanya untuk menunggu pemeriksaan tambahan.
Penanganan Testis Nyeri Setelah Kencing
Pengobatan harus di sesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya.
Tidak ada 1 obat-obatan yang cocok untuk semua jenis nyeri testis.

Sambil menunggu pemeriksaan untuk keluhan ringan, Anda dapat beristirahat dan menghindari aktivitas yang memperparah nyeri.
Namun, jangan menunda pemeriksaan jika testis membengkak, terasa sangat sakit, atau di sertai demam.
Hindari mengonsumsi antibiotik tanpa resep atau menggunakan obat-obatan milik orang lain.
Penggunaan obat-obatan yang tidak tepat dapat menyebabkan efek samping dan membuat infeksi sulit di tangani.
Cara Mencegah Nyeri Testis yang Berkaitan dengan Gangguan Saluran Kemih
Tidak semua penyebab nyeri testis dapat di cegah.
Namun, beberapa kebiasaan berikut dapat membantu mengurangi risiko gangguan tertentu:
- Minum air dalam jumlah cukup sesuai kebutuhan tubuh.
- Tidak menahan kencing terlalu lama.
- Menjaga kebersihan organ intim tanpa menggunakan produk yang mengiritasi.
- Menggunakan kondom (pengaman atau pelindung) dengan benar untuk mengurangi risiko penularan IMS (infeksi menular seksual).
- Melakukan pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual) jika memiliki faktor risiko atau mengalami gejala.
- Menghindari aktivitas yang berisiko menyebabkan cedera pada testis.
- Segera mencari pertolongan jika mengalami nyeri testis mendadak atau pembengkakan.
Jika Anda mengalami keluhan yang berulang (kambuh), catat kapan nyeri muncul, berapa lama berlangsung, dan apakah di sertai perubahan urine atau cairan dari penis.
Informasi tersebut dapat membantu dokter ahli melakukan evaluasi.
Kapan Harus ke Dokter Ahli?
Jangan menunggu hingga nyeri semakin berat apabila testis terasa sakit setelah kencing secara berulang (kambuh).
Anda perlu berkonsultasi jika mengalami nyeri yang menetap, nyeri saat berkemih, cairan tidak biasa dari penis, atau pembengkakan pada skrotum.
Segera ke IGD jika nyeri muncul mendadak dan hebat, di sertai mual atau muntah, atau Anda tidak dapat kencing.
Demam yang di sertai nyeri testis juga membutuhkan penilaian medis segera.
Pemeriksaan sejak dini membantu dokter ahli membedakan infeksi, peradangan, gangguan saluran kemih, dan kondisi lain yang membutuhkan penanganan berbeda.
Konsultasi Testis Nyeri Setelah Kencing di Klinik Apollo
Testis nyeri setelah kencing dapat berkaitan dengan infeksi saluran kemih (ISK), epididimitis, prostatitis, infeksi menular seksual (IMS), maupun gangguan lainnya. Karena gejalanya dapat menyerupai beberapa kondisi berbeda, diagnosis yang tepat menjadi langkah penting sebelum menentukan pengobatan.
Jangan mengabaikan nyeri pada testis atau mencoba mengobatinya sendiri tanpa mengetahui penyebabnya.
Segera konsultasikan keluhan Anda ke Klinik Apollo untuk mendapatkan evaluasi oleh tenaga medis, informasi mengenai pemeriksaan yang sesuai, serta pilihan penanganan berdasarkan kondisi yang di temukan.
Dengan layanan yang mengutamakan privasi pasien, Anda dapat memperoleh penjelasan mengenai penyebab keluhan, arahan pengobatan yang tepat, dan edukasi untuk membantu menjaga kesehatan saluran kemih serta organ reproduksi pria.
Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta



