Klinik Apollo – Nyeri testis saat malam hari dapat membuat pria terbangun dari tidur, sulit mencari posisi yang nyaman, atau merasa sakit hingga ke perut bagian bawah. Keluhan ini bisa muncul pada 1 atau kedua testis, dengan intensitas mulai dari rasa ngilu hingga nyeri hebat.

Meskipun beberapa penyebabnya tidak berbahaya, nyeri testis yang muncul mendadak dan terasa hebat merupakan kondisi darurat medis. Salah satu penyebabnya adalah torsio testis, yaitu kondisi ketika korda spermatika terpuntir sehingga aliran darah menuju testis terganggu.

Penanganan yang terlambat dapat menyebabkan kerusakan permanen pada testis. Lalu, apa penyebab testis terasa nyeri pada malam hari?

Apakah kondisi ini berkaitan dengan infeksi, gangguan saluran kemih, atau masalah reproduksi pria? Simak penjelasan berikut untuk mengenali gejala, faktor penyebab, dan langkah penanganan yang tepat.

Apa Itu Testis Nyeri Saat Malam Hari?

Testis nyeri saat malam hari adalah keluhan berupa rasa sakit, ngilu, berdenyut, atau tidak nyaman pada salah satu maupun kedua testis yang muncul ketika malam atau saat tidur.

Testis merupakan organ reproduksi pria yang berfungsi menghasilkan sperma dan hormon testosteron.

Organ ini berada di dalam skrotum atau kantong zakar dan memiliki jaringan serta saraf yang sensitif terhadap tekanan, cedera, dan peradangan.

Nyeri tidak selalu berasal langsung dari testis.

Pada beberapa kasus, rasa sakit dapat berasal dari epididimis, selangkangan, saluran kemih, atau organ lain, kemudian terasa hingga ke area testis.

Karena itu, waktu munculnya nyeri saja tidak cukup untuk menentukan penyebabnya.

Penyebab Testis Nyeri Saat Malam Hari

Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan testis terasa sakit ketika malam hari.

Berikut penyebab yang perlu Anda ketahui.

1. Torsio testis atau testis terpuntir

Torsio testis terjadi ketika testis berputar dan memuntir korda spermatika, yaitu struktur yang membawa aliran darah menuju testis.

Akibatnya, suplai darah dapat terhambat dan jaringan testis berisiko mengalami kerusakan.

Gejala yang dapat muncul meliputi:

  • Nyeri testis mendadak dan hebat, biasanya pada 1 sisi.
  • Pembengkakan pada skrotum.
  • Nyeri yang menjalar ke perut bagian bawah.
  • Mual atau muntah.
  • Salah satu testis tampak lebih tinggi daripada biasanya.

Torsio testis dapat terjadi ketika seseorang sedang beraktivitas maupun tidur.

Pada sebagian kasus, nyeri bahkan membangunkan seseorang dari tidurnya.

Jika nyeri testis muncul mendadak dan hebat, segera pergi ke IGD.

Jangan menunggu sampai pagi atau mencoba mengatasinya sendiri di rumah.

Torsio testis membutuhkan penanganan segera untuk menyelamatkan jaringan testis.

2. Epididimitis atau peradangan epididimis

Epididimis adalah saluran kecil di belakang testis yang berfungsi menyimpan dan mengangkut sperma.

Ketika bagian ini mengalami peradangan, pria dapat merasakan nyeri pada salah satu testis yang berkembang secara bertahap atau di sertai pembengkakan.

Epididimitis dapat di sebabkan oleh infeksi bakteri, termasuk bakteri penyebab infeksi menular seksual (IMS) seperti klamidia dan gonore (kencing nanah).

Namun, tidak semua kasus epididimitis berkaitan dengan infeksi menular seksual (IMS). Gejala penyerta dapat berupa:

  • Skrotum terasa nyeri atau bengkak.
  • Nyeri saat kencing.
  • Sering ingin kencing.
  • Keluar cairan tidak normal (abnormal) dari penis.
  • Demam atau rasa tidak nyaman pada panggul.

Keluhan dapat terasa lebih mengganggu ketika beristirahat, tetapi nyeri pada malam hari saja tidak cukup untuk memastikan epididimitis.

Dokter ahli perlu membedakannya dari torsio testis, terutama jika nyeri muncul mendadak.

3. Orkitis atau peradangan testis

Orkitis merupakan peradangan pada satu atau kedua testis.

Kondisi ini dapat di sebabkan oleh infeksi virus maupun bakteri, termasuk infeksi yang menyebar dari epididimis.

Penderita dapat mengalami nyeri testis, pembengkakan, kemerahan pada skrotum, dan demam.

Pada sebagian kasus, keluhan juga dapat di sertai rasa lelah atau mual.

Penanganan orkitis bergantung pada penyebabnya.

Dokter ahli akan menentukan apakah pasien membutuhkan antibiotik atau perawatan lain setelah melakukan evaluasi.

Jangan menggunakan antibiotik tanpa pemeriksaan karena obat tersebut tidak efektif untuk infeksi virus.

4. Varikokel

Varikokel adalah pelebaran pembuluh darah vena di dalam skrotum.

Kondisi ini lebih sering terjadi di sisi kiri dan dapat menimbulkan rasa berat, pegal, atau nyeri tumpul pada testis.

Nyeri varikokel cenderung memburuk setelah berdiri lama atau beraktivitas dan dapat membaik ketika berbaring.

Karena itu, tidak semua nyeri yang muncul saat malam hari di sebabkan oleh varikokel.

Jika rasa tidak nyaman terus berulang (kambuh), terdapat perubahan ukuran testis, atau Anda menemukan benjolan, lakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya.

5. Hernia inguinalis atau turun berok

Hernia inguinalis terjadi ketika jaringan dari dalam perut menonjol melalui bagian otot yang melemah di area selangkangan.

Pada kondisi tertentu, tonjolan dapat mencapai skrotum dan menyebabkan rasa sakit atau tidak nyaman di sekitar testis.

Keluhan dapat memburuk ketika mengangkat beban, batuk, mengejan, atau berdiri lama.

Sebagian orang juga melihat benjolan di selangkangan atau kantong zakar.

Jika benjolan terasa sangat nyeri, tidak dapat masuk kembali, atau di sertai muntah dan perut membesar, segera cari pertolongan medis karena dapat menandakan komplikasi hernia.

6. Cedera atau tekanan pada area testis

Testis memiliki jaringan sensitif sehingga benturan, cedera saat olahraga, tekanan dari pakaian yang terlalu ketat, atau aktivitas fisik tertentu dapat menyebabkan rasa nyeri.

Jika keluhan muncul setelah cedera ringan, rasa sakit mungkin berkurang setelah beristirahat.

Namun, nyeri yang menetap, memburuk, atau di sertai pembengkakan dan memar perlu di periksa.

Jangan langsung menganggap nyeri testis sebagai akibat posisi tidur yang salah, terutama jika keluhan berulang tanpa penyebab yang jelas.

7. Batu ginjal atau gangguan saluran kemih

Batu ginjal dapat menyebabkan nyeri pada pinggang atau sisi perut yang menjalar ke selangkangan hingga testis.

Nyeri biasanya mengikuti lokasi batu dan dapat di sertai mual, muntah, atau darah dalam urine.

Selain itu, infeksi saluran kemih (ISK) dan peradangan prostat juga dapat menimbulkan keluhan yang terasa hingga area genital.

Jika nyeri testis di sertai perih saat kencing, urine berdarah, demam, atau nyeri pinggang, dokter ahli mungkin menyarankan pemeriksaan urine dan pemeriksaan lain sesuai gejala.

8. Benjolan atau tumor testis

Kanker testis tidak selalu menimbulkan nyeri.

Namun, sebagian penderita dapat mengalami rasa berat, nyeri tumpul, pembengkakan, atau benjolan pada testis.

Karena itu, jangan mengabaikan benjolan baru atau perubahan ukuran dan bentuk testis, meskipun tidak terasa sakit.

Pemeriksaan dini membantu dokter ahli menentukan penyebab perubahan tersebut.

Mengapa Nyeri Testis Sering Terasa Saat Malam Hari?

Nyeri testis yang muncul pada malam hari tidak selalu berarti penyakit tertentu.

Ada beberapa kemungkinan yang perlu di pertimbangkan, antara lain:

  • Keluhan yang sudah ada menjadi lebih terasa saat beristirahat. Ketika tidak banyak melakukan aktivitas, seseorang mungkin lebih menyadari rasa tidak nyaman.
  • Peradangan atau infeksi. Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri yang berlangsung sepanjang hari, termasuk saat tidur.
  • Tekanan atau posisi tubuh. Posisi tidur tertentu dapat memperburuk rasa tidak nyaman pada sebagian orang.
  • Torsio testis. Kondisi darurat ini dapat terjadi ketika tidur dan menyebabkan seseorang terbangun karena nyeri mendadak.

Tidak ada satu pola nyeri malam hari yang dapat memastikan diagnosis.

Oleh karena itu, perhatikan tingkat keparahan nyeri, lama keluhan, dan gejala penyerta.

Ciri-ciri Testis Nyeri yang Perlu Diwaspadai

Untuk membantu mengenali tingkat urgensi keluhan, perhatikan perbedaan berikut.

Ilustrasi Testis Nyeri Saat Malam Hari.

img: klinikapollojakarta.com

Jangan menunggu hingga semua gejala muncul.

Nyeri testis mendadak yang kemudian mereda juga perlu segera di evaluasi karena dapat terjadi pada torsio testis intermiten, yaitu kondisi ketika testis terpuntir lalu terlepas kembali untuk sementara.

Bagaimana Dokter Ahli Mendiagnosis Penyebab Nyeri Testis?

Dokter ahli akan menanyakan kapan nyeri mulai terasa, lokasi nyeri, tingkat keparahan, serta apakah terdapat cedera, demam, pembengkakan, atau keluhan saat kencing.

Berdasarkan hasil evaluasi, dokter ahli dapat menyarankan pemeriksaan berikut:

  • Pemeriksaan fisik: menilai kondisi testis, skrotum, dan selangkangan.
  • USG skrotum dengan Doppler: membantu menilai aliran darah menuju testis dan mencari penyebab tertentu.
  • Pemeriksaan urine: membantu mendeteksi tanda infeksi saluran kemih (ISK).
  • Tes infeksi menular seksual (IMS): dapat di lakukan jika terdapat gejala atau risiko paparan gonore (kencing nanah) dan klamidia.
  • Pemeriksaan tambahan: seperti tes darah atau pencitraan lain, jika di perlukan.

Jika dokter ahli mencurigai torsio testis, penanganan darurat tidak boleh di tunda hanya untuk menunggu hasil pemeriksaan tertentu.

Cara Mengatasi Testis Nyeri Saat Malam Hari

Penanganan nyeri testis bergantung pada penyebabnya.

Karena itu, jangan hanya berfokus pada cara meredakan rasa sakit tanpa mencari tahu sumber masalah.

Beberapa langkah yang dapat di lakukan sesuai kondisi meliputi:

  • Mengurangi aktivitas yang memperburuk nyeri.
  • Menghindari tekanan atau benturan pada area testis.
  • Menggunakan penyangga skrotum jika di anjurkan tenaga medis.
  • Menggunakan obat-obatan pereda nyeri sesuai petunjuk tenaga medis jika memang aman untuk kondisi Anda.
  • Menjalani pengobatan sesuai diagnosis, misalnya antibiotik untuk infeksi bakteri atau tindakan medis untuk kondisi tertentu.

Peringatan: Jangan mencoba memutar atau memijat testis untuk menghilangkan nyeri. Jika nyeri muncul mendadak dan hebat, langsung cari pertolongan darurat. Kompres atau obat-obatan pereda nyeri tidak boleh menunda pemeriksaan.

Kapan Harus ke Dokter Ahli Jika Testis Nyeri pada Malam Hari?

Segera cari pertolongan medis jika nyeri muncul mendadak, terasa hebat, atau di sertai pembengkakan, mual, muntah, maupun nyeri perut.

Kondisi ini dapat menunjukkan torsio testis yang membutuhkan penanganan segera.

Sementara itu, nyeri ringan yang berulang, rasa berat pada skrotum, benjolan, atau perubahan ukuran testis tetap memerlukan pemeriksaan meskipun tidak di sertai gejala darurat.

Jangan menganggap nyeri testis sebagai masalah biasa hanya karena muncul saat malam hari.

Pemeriksaan yang tepat membantu mengidentifikasi penyebab dan menentukan terapi yang sesuai.

Konsultasi Nyeri Testis di Klinik Apollo Jakarta

Testis nyeri saat malam hari dapat di sebabkan oleh peradangan, infeksi, varikokel, hernia, cedera, maupun torsio testis. Karena beberapa penyebab membutuhkan penanganan segera, mengenali gejala dan melakukan pemeriksaan merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan reproduksi pria.

Klinik Apollo Jakarta menyediakan layanan konsultasi dan pemeriksaan masalah kulit dan kelamin serta keluhan terkait kesehatan reproduksi pria sesuai kebutuhan pasien. Melalui konsultasi medis, pasien dapat memperoleh evaluasi keluhan, rekomendasi pemeriksaan yang sesuai, dan arahan pengobatan berdasarkan hasil pemeriksaan dokter ahli.

Jika di temukan tanda kondisi darurat, pasien perlu segera menuju IGD rumah sakit. Jangan abaikan nyeri testis yang berulang atau tidak kunjung membaik.

Konsultasikan keluhan Anda ke Klinik Apollo Jakarta untuk memperoleh pemeriksaan medis, rekomendasi penanganan sesuai penyebab, dan pelayanan yang mengutamakan privasi pasien. Jika nyeri mendadak dan hebat, segera ke IGD tanpa menunggu jadwal konsultasi.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Join to newsletter.

Informasi terupdate penyakit kelamin.

About the Author: Yulia

Yulia
Yulia adalah seorang Content Writer di Klinik Apollo yang sudah berkecimpung di dunia kesehatan penyakit kelamin sejak tahun 2017.

Butuh bantuan kami?

Hubungi kami di 0821-1099-9870

Tim medis kami online 24 jam/hari.