Klinik Apollo – Gonore merupakan infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Infeksi ini terutama menular melalui hubungan seksual vaginal, oral, atau anal.

Meskipun gonore dapat di sembuhkan dengan antibiotik yang tepat, gonore yang tidak di tangani atau tidak di obati secara adekuat dapat menyebabkan komplikasi serius pada pria maupun wanita.

Masalahnya, gonore tidak selalu menimbulkan gejala. Pada wanita, sebagian besar kasus dapat berlangsung tanpa gejala yang jelas. Akibatnya, seseorang mungkin baru mengetahui infeksinya setelah muncul komplikasi atau setelah melakukan pemeriksaan karena pasangannya terdiagnosis gonore.

Karena itu, memahami efek samping gonore, tanda yang perlu di waspadai, serta pentingnya pemeriksaan dan pengobatan sejak dini dapat membantu mencegah dampak jangka panjang.

Apa Saja Efek Samping Gonore?

Efek samping gonore sebenarnya lebih tepat di sebut sebagai komplikasi atau dampak infeksi gonore.

Komplikasi dapat terjadi ketika bakteri terus berkembang, menyebar ke organ reproduksi, atau masuk ke aliran darah.

Beberapa risiko yang perlu di perhatikan meliputi:

  • Nyeri dan peradangan pada organ reproduksi.
  • Penyakit radang panggul atau pelvic inflammatory disease (PID) pada wanita.
  • Epididimitis pada pria.
  • Infertilitas (kemandulan) atau gangguan kesuburan.
  • Kehamilan ektopik pada wanita.
  • Nyeri panggul kronis.
  • Penyempitan uretra pada pria.
  • Infeksi gonokokus yang menyebar ke seluruh tubuh.
  • Komplikasi pada bayi yang lahir dari ibu dengan gonore.

WHO memperkirakan terdapat 82,4 juta infeksi gonore baru pada orang dewasa usia 15 hingga 49 tahun secara global pada 2020.

WHO juga menegaskan bahwa gonore yang tidak di obati dapat menyebabkan infertilitas (kemandulan) pada pria dan wanita serta komplikasi kesehatan reproduksi lainnya.

Efek Samping Gonore pada Wanita

Gonore pada wanita perlu mendapat perhatian khusus karena infeksi sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas.

Jika tidak segera di tangani, bakteri dapat menyebar dari leher rahim menuju organ reproduksi bagian atas.

1. Penyakit Radang Panggul atau PID

Salah satu komplikasi gonore yang paling penting pada wanita adalah pelvic inflammatory disease (PID).

PID merupakan peradangan pada organ reproduksi bagian atas, termasuk rahim, saluran telur, dan struktur di sekitarnya.

Gonore dan klamidia merupakan penyebab penting PID.

Gejalanya dapat berupa:

  • Nyeri perut bagian bawah atau panggul.
  • Nyeri saat berhubungan seksual.
  • Keputihan abnormal (tidak normal).
  • Perdarahan di luar menstruasi.
  • Demam.
  • Nyeri ketika kencing.

Namun, tingkat gejala dapat berbeda pada setiap orang.

2. Infertilitas (Kemandulan)

PID dapat menyebabkan peradangan dan jaringan parut pada saluran telur.

Jika kerusakan tersebut mengganggu perjalanan sel telur, kesuburan dapat menurun.

WHO mencantumkan infertilitas (kemandulan) sebagai salah satu komplikasi gonore yang tidak di tangani.

Karena itu, gonore yang tidak bergejala tetap dapat berdampak pada kesehatan reproduksi.

3. Kehamilan Ektopik

Kerusakan saluran telur akibat peradangan dapat meningkatkan risiko kehamilan ektopik, yaitu ketika kehamilan berkembang di luar rongga rahim, paling sering di saluran telur.

Kondisi ini dapat menjadi keadaan darurat apabila saluran telur pecah dan menyebabkan perdarahan internal.

WHO memasukkan kehamilan ektopik sebagai salah satu komplikasi gonore pada wanita.

4. Nyeri Panggul Kronis

Peradangan dan jaringan parut akibat PID dapat menyebabkan nyeri panggul yang berlangsung lama, bahkan setelah infeksi awal di tangani.

Karena itu, menghilangkan gejala sementara tanpa memastikan infeksi gonore benar-benar tertangani bukanlah pendekatan yang ideal.

Efek Samping Gonore pada Pria

Pada pria, gonore umumnya menyebabkan uretritis.

Gejala yang sering muncul antara lain nyeri atau rasa terbakar saat kencing serta keluarnya cairan dari penis.

Namun, komplikasi tetap dapat terjadi jika infeksi tidak di tangani.

1. Epididimitis

Bakteri gonore dapat menyebar dari uretra menuju epididimis, yaitu saluran kecil di belakang testis yang berperan dalam pematangan dan penyimpanan sperma.

Akibatnya, pria dapat mengalami:

  • Nyeri pada salah satu atau kedua testis.
  • Pembengkakan skrotum.
  • Rasa berat pada skrotum.
  • Nyeri saat di sentuh.

Infeksi yang tidak di tangani dapat menyebabkan komplikasi pada sistem reproduksi pria.

WHO mencantumkan pembengkakan skrotum dan epididimitis sebagai komplikasi gonore pada pria.

2. Gangguan Kesuburan

Peradangan pada saluran reproduksi dapat mengganggu fungsi reproduksi.

Dalam kasus tertentu, gonore yang tidak di tangani dapat berkontribusi terhadap infertilitas (kemandulan) pria.

Namun, bukan berarti setiap pria yang mengalami gonore pasti menjadi mandul.

Risiko bergantung pada lokasi infeksi, tingkat peradangan, komplikasi yang terjadi, dan seberapa cepat infeksi mendapatkan penanganan.

3. Penyempitan Uretra

Infeksi dan peradangan yang berlangsung lama dapat menyebabkan terbentuknya jaringan parut sehingga saluran uretra menyempit.

Akibatnya, aliran urine dapat menjadi lebih lemah atau sulit keluar.

WHO mencantumkan urethral stricture sebagai salah satu komplikasi gonore pada pria.

Gonore Bisa Menyebar ke Seluruh Tubuh

Meskipun lebih jarang, bakteri Neisseria gonorrhoeae dapat menyebar melalui aliran darah dan menyebabkan disseminated gonococcal infection (DGI).

Kondisi ini dapat menyerang berbagai bagian tubuh dan menimbulkan:

  • Demam.
  • Nyeri atau pembengkakan sendi.
  • Kelainan kulit tertentu.
  • Tenosinovitis.
  • Artritis septik.

Pada kasus yang jarang, infeksi gonokokus yang menyebar dapat menyebabkan komplikasi serius seperti endokarditis atau meningitis.

Jika seseorang mengalami demam di sertai nyeri atau pembengkakan sendi setelah mengalami gejala atau kemungkinan paparan gonore, segera cari pertolongan medis.

Efek Gonore pada Kehamilan dan Bayi

Gonore juga perlu mendapatkan perhatian pada ibu hamil. Infeksi pada ibu dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan dan di tularkan kepada bayi saat persalinan pervaginam.

Bayi yang terpapar dapat mengalami konjungtivitis gonokokus. Jika tidak di tangani, infeksi mata yang berat dapat menyebabkan kerusakan penglihatan hingga kebutaan.

WHO juga mencantumkan beberapa kemungkinan dampak infeksi gonokokus pada kehamilan, termasuk ketuban pecah dini dan kelahiran prematur.

Oleh karena itu, ibu hamil yang memiliki gejala gonore atau kemungkinan terpapar perlu berkonsultasi dengan dokter ahli dan tidak mengonsumsi antibiotik sendiri.

Apakah Gonore yang Sudah Hilang Gejalanya Berarti Sudah Sembuh?

Belum tentu. Berkurangnya nyeri saat kencing atau berhentinya cairan dari penis atau vagina tidak selalu membuktikan bahwa bakteri sudah benar-benar teratasi.

Selain itu, seseorang dapat mengalami gonore tanpa gejala.

WHO mencatat bahwa sebagian besar wanita dengan gonore tidak mengalami gejala.

Karena itu, apabila ada riwayat paparan atau gejala yang mencurigakan, dokter ahli dapat mempertimbangkan pemeriksaan laboratorium.

Bagaimana Gonore Didiagnosis?

Dokter ahli dapat menentukan pemeriksaan berdasarkan lokasi dan gejala yang di alami.

Pemeriksaan dapat meliputi:

  • Tes urine.
  • Swab dari uretra atau leher rahim.
  • Swab tenggorokan jika terdapat kemungkinan infeksi di tenggorokan.
  • Swab rektum jika terdapat kemungkinan paparan anal.
  • Pemeriksaan molekuler atau NAAT.

WHO menyebut pemeriksaan molekuler sebagai standar penting dalam diagnosis N. gonorrhoeae.

Pemeriksaan juga penting karena gejala gonore dapat menyerupai IMS (infeksi menular seksual) lain, seperti klamidia atau uretritis non gonore.

Apakah Gonore Bisa Disembuhkan?

Ya. Gonore dapat di sembuhkan dengan antibiotik yang tepat.

Namun, pengobatan harus mengikuti rekomendasi medis karena Neisseria gonorrhoeae memiliki masalah resistensi antimikroba yang terus berkembang.

WHO memperingatkan bahwa resistensi terhadap antibiotik tertentu semakin menjadi tantangan dalam pengobatan gonore.

Karena itu:

  • Jangan membeli antibiotik secara sembarangan.
  • Jangan menggunakan sisa antibiotik dari pengobatan sebelumnya.
  • Jangan menghentikan obat lebih awal tanpa arahan dokter ahli.
  • Ikuti instruksi dokter ahli mengenai hubungan seksual selama pengobatan.
  • Pasangan seksual juga mungkin membutuhkan pemeriksaan dan pengobatan untuk mencegah infeksi berulang (kambuh).

Cara Mencegah Efek Samping Gonore

Cara terbaik untuk mengurangi risiko komplikasi adalah mendeteksi dan menangani gonore sedini mungkin.

Beberapa langkah yang dapat di lakukan antara lain:

  • Menggunakan kondom (pengaman atau pelindung) secara konsisten dan benar.
  • Melakukan pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual) jika memiliki faktor risiko.
  • Tidak melakukan hubungan seksual sampai mendapatkan arahan medis jika sedang menjalani pengobatan gonore.
  • Memastikan pasangan seksual mendapatkan pemeriksaan jika di perlukan.
  • Tidak mengobati gonore sendiri.
  • Segera memeriksakan diri jika muncul cairan abnormal atau nyeri ketika kencing.

WHO menyatakan bahwa penggunaan kondom (pengaman atau pelindung) secara benar dan konsisten dapat membantu mencegah gonore.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter Ahli?

Segera lakukan pemeriksaan jika mengalami:

  • Keluar cairan berwarna putih, kuning, atau kehijauan dari penis.
  • Keputihan yang tidak normal (abnormal).
  • Nyeri atau rasa terbakar ketika kencing.
  • Nyeri atau pembengkakan pada testis.
  • Nyeri panggul.
  • Perdarahan vagina yang tidak biasa.
  • Nyeri saat berhubungan seksual.
  • Sakit tenggorokan setelah kemungkinan paparan seksual.
  • Keluhan pada anus setelah kemungkinan paparan anal.
  • Pasangan seksual di diagnosis gonore atau IMS (infeksi menular seksual) lainnya.

Jangan menunggu muncul komplikasi.

Semakin cepat gonore terdiagnosis dan mendapatkan terapi yang sesuai, semakin besar peluang untuk mencegah dampak jangka panjang.

WHO menegaskan bahwa gonore yang tidak di obati dapat menyebabkan infertilitas dan komplikasi kesehatan reproduksi lainnya.

Pemeriksaan dan Pengobatan Gonore di Klinik Apollo Jakarta

Jika Anda mengalami gejala yang mengarah pada gonore atau khawatir pernah terpapar, Klinik Apollo Jakarta menyediakan layanan konsultasi dan penanganan terkait penyakit menular seksual (PMS).

Menurut informasi layanan Klinik Apollo, pasien dapat memperoleh konsultasi, pemeriksaan, serta penanganan gonore berdasarkan kondisi medis.

Klinik juga menekankan pentingnya penggunaan antibiotik yang tepat karena resistensi antibiotik dapat mempersulit pengobatan.

Beberapa manfaat yang dapat di peroleh pasien melalui konsultasi antara lain:

  • Evaluasi gejala oleh tenaga medis.
  • Membantu menentukan pemeriksaan yang sesuai.
  • Mendapatkan terapi berdasarkan hasil evaluasi.
  • Mendapatkan edukasi mengenai pencegahan penularan dan infeksi ulang (kambuh).
  • Membantu mengurangi risiko komplikasi akibat gonore yang tidak di tangani.
  • Layanan yang memperhatikan kenyamanan dan privasi pasien.

Klinik Apollo Jakarta juga menyediakan informasi dan layanan terkait berbagai penyakit menular seksual (PMS) lainnya.

Kesimpulan

Efek samping gonore pada pria dan wanita dapat menjadi serius jika infeksi tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Pada wanita, komplikasi dapat berupa PID, infertilitas (infertilitas), kehamilan ektopik, dan nyeri panggul kronis.

Sementara itu, pria dapat mengalami epididimitis, gangguan kesuburan, dan penyempitan uretra. Dalam kasus yang jarang, gonore juga dapat menyebar melalui aliran darah dan menyerang sendi, kulit, jantung, atau selaput otak.

Jika Anda mengalami gejala gonore atau memiliki riwayat paparan yang berisiko, jangan menunggu sampai muncul komplikasi.

Segera konsultasikan dan lakukan pemeriksaan di Klinik Apollo Jakarta untuk mengetahui kondisi secara lebih pasti, mendapatkan pengobatan yang sesuai, mengurangi risiko penularan maupun komplikasi, serta memperoleh layanan medis yang mengutamakan kenyamanan dan privasi pasien.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Join to newsletter.

Informasi terupdate penyakit kelamin.

About the Author: Yulia

Yulia
Yulia adalah seorang Content Writer di Klinik Apollo yang sudah berkecimpung di dunia kesehatan penyakit kelamin sejak tahun 2017.

Butuh bantuan kami?

Hubungi kami di 0821-1099-9870

Tim medis kami online 24 jam/hari.