Klinik Apollo – Gonore pada pria merupakan salah satu infeksi menular seksual (IMS) yang paling sering terjadi. Penyakit ini di sebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae yang menyerang saluran kemih, rektum, hingga tenggorokan.
Sayangnya, banyak pria tidak menyadari dirinya telah terinfeksi karena gejalanya terkadang ringan atau bahkan tidak muncul sama sekali pada tahap awal.
Padahal, tanpa penanganan yang tepat, gonore dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti radang epididimis, gangguan kesuburan, hingga meningkatkan risiko penularan HIV.
Oleh karena itu, mengenali gejala sejak dini dan segera menjalani pengobatan menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan reproduksi.
Apa Itu Gonore pada Pria?
Gonore adalah infeksi bakteri yang di tularkan melalui hubungan seksual tanpa pengaman (kondom atau pelindung), baik vaginal, anal, maupun oral.
Bakteri penyebab gonore berkembang biak pada jaringan yang lembap, terutama di saluran uretra, sehingga pria umumnya mengalami keluhan saat kencing.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), gonore termasuk salah satu infeksi menular seksual (IMS) dengan angka kejadian yang terus meningkat setiap tahunnya, terutama pada individu yang aktif secara seksual.
Gejala Awal Gonore pada Pria
Gejala gonore biasanya muncul dalam waktu 2 hingga 14 hari setelah terpapar bakteri.
Namun, sebagian penderita baru menyadarinya ketika infeksi sudah berkembang.
Beberapa gejala yang paling sering di alami meliputi:
- Nyeri atau sensasi terbakar saat kencing.
- Keluar cairan berwarna putih, kuning, atau kehijauan dari penis.
- Frekuensi kencing meningkat.
- Ujung penis tampak kemerahan atau bengkak.
- Nyeri dan pembengkakan pada testis.
- Nyeri saat ejakulasi.
- Sakit tenggorokan setelah melakukan seks oral.
- Nyeri atau keluarnya cairan dari anus pada hubungan seksual anal.
Apabila Anda mengalami 1 atau beberapa gejala tersebut, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan.
Diagnosis yang cepat dapat mencegah komplikasi dan mengurangi risiko penularan kepada pasangan seksual.
Penyebab Gonore pada Pria
Penyebab utama gonore adalah infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae.
Penularan terjadi melalui kontak seksual dengan seseorang yang telah terinfeksi.
Faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terkena gonore antara lain:
- Berhubungan seksual tanpa kondom (pengaman atau pelindung).
- Memiliki lebih dari 1 pasangan seksual.
- Berganti-ganti pasangan seksual.
- Memiliki riwayat infeksi menular seksual (IMS) sebelumnya.
- Pasangan seksual terdiagnosis gonore (kencing nanah) atau IMS (infeksi menular seksual) lainnya.
Perlu di ketahui bahwa gonore tidak menular melalui penggunaan toilet bersama, berbagi alat makan, berjabat tangan, maupun berpelukan.
Bagaimana Dokter Mendiagnosis Gonore?
Diagnosis gonore tidak hanya berdasarkan gejala.
Dokter ahli biasanya akan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan adanya infeksi.
Pemeriksaan yang dapat di lakukan meliputi:
- Tes urine.
- Swab uretra.
- Swab tenggorokan atau rektum bila di perlukan.
- Tes NAAT (Nucleic Acid Amplification Test) yang memiliki tingkat akurasi tinggi dalam mendeteksi bakteri penyebab gonore.
Selain itu, dokter ahli sering menyarankan pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual) lainnya, seperti klamidia, sifilis (raja singa), dan HIV karena infeksi tersebut dapat terjadi secara bersamaan.
Cara Mengobati Gonore pada Pria
Gonore dapat di sembuhkan apabila di tangani dengan cepat menggunakan antibiotik yang sesuai dengan rekomendasi dokter ahli.
Saat ini, pedoman medis internasional merekomendasikan penggunaan antibiotik tertentu sesuai hasil pemeriksaan dan kondisi pasien.
Oleh karena itu, pengobatan tidak boleh di lakukan secara sembarangan karena penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko resistensi bakteri.
Selama menjalani pengobatan, pasien di sarankan untuk:
- Menghabiskan seluruh antibiotik sesuai resep.
- Tidak melakukan hubungan seksual sampai dokter ahli menyatakan infeksi telah sembuh.
- Mengajak pasangan seksual untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan.
- Melakukan kontrol ulang apabila gejala belum membaik.
Pengobatan dini memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi dan membantu mencegah komplikasi jangka panjang.
Apa yang Terjadi Jika Gonore Tidak Diobati?
Tanpa pengobatan, gonore dapat menyebar ke organ reproduksi dan menyebabkan berbagai komplikasi, seperti:
- Epididimitis.
- Penyempitan saluran uretra.
- Gangguan kesuburan pada pria.
- Infeksi yang menyebar ke aliran darah (Disseminated Gonococcal Infection atau DGI).
- Meningkatkan risiko tertular maupun menularkan HIV.
Karena itu, jangan menunda pemeriksaan apabila muncul gejala yang mengarah pada gonore.
Cara Mencegah Gonore
Pencegahan merupakan langkah terbaik untuk menurunkan risiko infeksi.
Beberapa cara yang dapat di lakukan antara lain:
- Menggunakan kondom (pengaman atau pelindung) secara konsisten.
- Setia pada 1 pasangan seksual.
- Melakukan pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual) secara berkala apabila aktif secara seksual.
- Menghindari hubungan seksual ketika pasangan seksual mengalami gejala infeksi.
- Segera berobat apabila muncul tanda-tanda gonore.
Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, risiko penularan gonore dapat berkurang secara signifikan.
Kapan Harus ke Dokter Ahli?
Segera konsultasikan dengan dokter ahli apabila Anda mengalami:
- Keluar cairan tidak normal (abnormal) dari penis.
- Nyeri saat kencing.
- Pembengkakan testis.
- Gejala tidak membaik setelah pengobatan.
- Pasangan seksual di diagnosis mengalami gonore.
Pemeriksaan sejak dini akan membantu dokter ahli menentukan terapi yang tepat sebelum infeksi berkembang menjadi lebih serius.
Kesimpulan
Gonore pada pria adalah infeksi menular seksual (IMS) akibat bakteri Neisseria gonorrhoeae yang dapat menyebabkan nyeri saat kencing, keluarnya cairan dari penis, hingga komplikasi pada organ reproduksi apabila tidak segera di obati.
Diagnosis yang cepat, pengobatan dengan antibiotik sesuai anjuran dokter ahli, serta pemeriksaan pasangan seksual merupakan langkah penting untuk menghentikan penyebaran infeksi dan mencegah komplikasi jangka panjang.
Apabila Anda mengalami gejala gonore atau memiliki risiko tertular infeksi menular seksual (IMS), segera konsultasikan kondisi Anda di Klinik Apollo Jakarta.
Dengan di dukung dokter ahli yang berpengalaman, pemeriksaan yang akurat, penanganan yang menjaga privasi pasien, serta terapi sesuai pedoman medis terkini, Anda dapat memperoleh diagnosis yang tepat, pengobatan yang efektif, dan pendampingan hingga proses pemulihan selesai.
FAQ Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah gonore pada pria bisa sembuh total?
Ya.
Sebagian besar kasus gonore dapat sembuh apabila di diagnosis lebih awal dan di obati dengan antibiotik yang sesuai.
Namun, seseorang tetap dapat terinfeksi kembali apabila melakukan hubungan seksual dengan pasangan seksual yang belum di obati.
Berapa lama gejala gonore mulai muncul?
Gejala umumnya muncul sekitar 2 hingga 14 hari setelah terpapar bakteri, meskipun sebagian penderita tidak mengalami keluhan sama sekali.
Apakah gonore bisa sembuh sendiri?
Tidak.
Gonore memerlukan pengobatan dengan antibiotik yang di resepkan dokter ahli.
Tanpa terapi yang tepat, infeksi dapat berkembang menjadi komplikasi serius.
Apakah pasangan juga harus menjalani pengobatan?
Ya.
Pasangan seksual juga perlu di periksa dan mendapatkan terapi bila di perlukan untuk mencegah infeksi berulang (kambuh).
Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta



