Klinik Apollo – Kanker testis adalah pertumbuhan sel abnormal (tidak normal) yang berkembang di salah satu atau kedua testis, yaitu organ reproduksi pria yang menghasilkan sperma dan hormon testosteron. Kondisi ini perlu mendapat perhatian karena gejalanya terkadang hanya berupa benjolan kecil atau perubahan ukuran testis tanpa rasa sakit.

Meskipun dapat menimbulkan kekhawatiran, kanker testis termasuk jenis kanker yang umumnya memiliki peluang kesembuhan tinggi, terutama jika terdeteksi dan di tangani sejak dini.

National Cancer Institute (NCI) menjelaskan bahwa kanker testis paling sering di temukan pada pria berusia muda hingga paruh baya, khususnya kelompok usia 20 hingga 34 tahun.

Lantas, apa saja gejala kanker testis, faktor yang meningkatkan risikonya, dan bagaimana dokter ahli mendiagnosis kondisi ini? Memahami tanda-tandanya dapat membantu pria mengambil langkah yang tepat ketika menemukan perubahan pada buah zakar.

Apa Itu Kanker Testis?

Kanker testis terjadi ketika sel di dalam testis tumbuh secara tidak terkendali dan membentuk tumor.

Sebagian besar kanker testis berasal dari sel germinal, yaitu sel yang berperan dalam pembentukan sperma.

Secara umum, kanker testis dari sel germinal terbagi menjadi dua kelompok utama:

  • Seminoma: jenis kanker yang umumnya tumbuh relatif lebih lambat dan memiliki respons yang baik terhadap pengobatan.
  • Nonseminoma: kelompok kanker yang mencakup beberapa jenis tumor dengan karakteristik pertumbuhan dan respons terapi yang berbeda.

Pembedaan kedua jenis tersebut penting karena dokter ahli menggunakannya untuk menentukan strategi pengobatan dan memperkirakan prognosis pasien.

Kanker testis relatif jarang di bandingkan sejumlah jenis kanker lainnya.

Namun, pria tetap perlu mengenali perubahan pada testis karena benjolan yang tidak terasa sakit sekalipun dapat memerlukan pemeriksaan.

Apa Saja Gejala Kanker Testis?

Gejala kanker testis dapat berbeda pada setiap orang.

Sebagian pria menemukan perubahan ketika mandi atau mengganti pakaian, sedangkan sebagian lainnya baru menyadari keluhan setelah muncul rasa tidak nyaman.

Berikut tanda-tanda yang perlu di waspadai.

1. Muncul benjolan pada testis

Benjolan pada salah satu testis merupakan salah satu gejala yang paling penting untuk diperiksa.

Benjolan dapat terasa keras, tidak nyeri, atau berbeda dari jaringan testis di sekitarnya.

Namun, tidak semua benjolan menandakan kanker.

Kista, peradangan, dan kondisi jinak lainnya juga dapat menyebabkan perubahan pada area tersebut.

Karena itu, pemeriksaan dokter ahli di perlukan untuk mengetahui penyebabnya.

2. Ukuran testis membesar atau berubah

Perhatikan jika salah satu testis terlihat membesar, terasa lebih padat, atau mengalami perubahan bentuk yang tidak biasa.

Memang, ukuran kedua testis tidak harus benar-benar sama.

Akan tetapi, perubahan baru yang berlangsung terus-menerus perlu di evaluasi, terutama jika disertai benjolan atau rasa berat.

3. Testis terasa berat atau tidak nyaman

Sebagian penderita merasakan skrotum, yaitu kantong kulit yang menampung testis, terasa lebih berat, kencang, atau tidak nyaman.

Keluhan ini bisa muncul tanpa rasa sakit yang jelas.

Oleh sebab itu, jangan menunggu sampai nyeri menjadi berat untuk memeriksakan perubahan yang tidak biasa.

4. Nyeri atau rasa tumpul pada testis

Kanker testis dapat menyebabkan nyeri, rasa ngilu, atau sensasi berat pada testis dan skrotum.

Sebagian pria juga merasakan ketidaknyamanan pada selangkangan atau perut bagian bawah.

Meski demikian, nyeri testis lebih sering dapat di sebabkan oleh kondisi lain, seperti epididimitis atau peradangan testis.

Nyeri mendadak yang sangat hebat merupakan keadaan darurat karena dapat menandakan torsio testis, yaitu terpuntirnya testis yang membutuhkan penanganan segera.

5. Penumpukan cairan di skrotum

Pada sebagian kasus, cairan dapat menumpuk di sekitar testis sehingga skrotum tampak membesar.

Kondisi ini juga dapat terjadi akibat gangguan selain kanker, seperti hidrokel.

Jika pembengkakan muncul tanpa sebab yang jelas, sebaiknya lakukan pemeriksaan agar dokter ahli dapat membedakan penyebabnya.

6. Nyeri punggung atau perut bagian bawah

Pada kondisi tertentu, terutama ketika kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening atau bagian tubuh lain, penderita dapat mengalami nyeri punggung atau perut bagian bawah.

Gejala lain yang mungkin muncul pada penyakit lanjut meliputi penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, batuk menetap, atau pembesaran jaringan payudara.

Gejala tersebut tidak khusus untuk kanker testis, tetapi perlu di evaluasi jika muncul bersama perubahan pada testis.

Penting: jika Anda menemukan benjolan baru atau perubahan ukuran dan tekstur testis, segera buat janji pemeriksaan medis. Jangan menunggu hingga timbul rasa sakit.

Apa Penyebab Kanker Testis?

Hingga saat ini, penyebab pasti kanker testis belum sepenuhnya di ketahui.

Kanker terjadi ketika sel mengalami perubahan yang membuatnya tumbuh dan membelah secara tidak terkendali.

Namun, sejumlah faktor di ketahui berkaitan dengan peningkatan risiko kanker testis.

Memiliki faktor risiko bukan berarti seseorang pasti akan mengalami kanker.

Faktor risiko kanker testis

Berikut faktor risikonya:

1. Riwayat testis tidak turun

Testis yang tidak turun ke dalam skrotum sebelum lahir, atau cryptorchidism, merupakan salah satu faktor risiko penting.

Kondisi ini tetap perlu di perhatikan meskipun sudah di lakukan operasi untuk menurunkan testis.

2. Riwayat kanker testis sebelumnya

Pria yang pernah mengalami kanker pada salah satu testis memiliki risiko lebih tinggi mengalami kanker pada testis lainnya di bandingkan pria tanpa riwayat tersebut.

3. Riwayat keluarga

Risiko dapat meningkat jika ayah atau saudara laki-laki pernah di diagnosis kanker testis.

4. Usia

Kanker testis paling sering di diagnosis pada pria muda dan dewasa, meskipun kondisi ini dapat terjadi pada usia berapa pun.

Penting untuk di ketahui bahwa kanker testis tidak selalu muncul karena gaya hidup tertentu.

Pria yang tidak memiliki faktor risiko yang di ketahui pun tetap dapat mengalaminya.

Bagaimana Cara Mendiagnosis Kanker Testis?

Jika dokter ahli mencurigai kanker testis, dokter ahli akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab benjolan, jenis tumor, serta kemungkinan penyebarannya.

1. Pemeriksaan fisik

Dokter ahli akan memeriksa ukuran, bentuk, tekstur, dan kondisi kedua testis.

Dokter ahli juga dapat memeriksa area selangkangan, perut, serta kelenjar getah bening sesuai kebutuhan.

Pemeriksaan ini membantu menentukan apakah perubahan yang di temukan memerlukan pemeriksaan lanjutan.

2. USG testis

Ultrasonografi (USG) testis menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambaran bagian dalam testis dan skrotum.

Pemeriksaan ini membantu dokter ahli menilai apakah benjolan berasal dari jaringan testis atau struktur di sekitarnya, serta membedakan massa padat dari kondisi tertentu yang berisi cairan.

USG sering menjadi pemeriksaan pencitraan awal ketika dokter ahli mencurigai kanker testis.

3. Tes darah penanda tumor

Dokter ahli dapat memeriksa kadar beberapa penanda tumor dalam darah, antara lain:

  • AFP (alpha-fetoprotein): dapat meningkat pada jenis tumor sel germinal tertentu.
  • Beta-hCG: dapat meningkat pada beberapa jenis kanker testis.
  • LDH (lactate dehydrogenase): dapat membantu penilaian penyakit bersama hasil pemeriksaan lainnya, tetapi tidak spesifik untuk kanker testis.

Hasil tes darah tidak dapat memastikan atau menyingkirkan kanker secara mandiri.

Dokter ahli akan menafsirkannya bersama hasil pemeriksaan fisik dan pencitraan.

4. Pemeriksaan CT scan

Jika kanker testis terdiagnosis atau dokter ahli perlu menilai kemungkinan penyebaran, CT scan dapat digunakan untuk memeriksa kelenjar getah bening dan organ lain, seperti paru-paru atau hati.

Tidak semua pasien membutuhkan pemeriksaan yang sama.

Dokter ahli menentukan pemeriksaan berdasarkan dugaan diagnosis dan kebutuhan penentuan stadium.

5. Pemeriksaan jaringan tumor

Jika hasil evaluasi mengarah pada kanker testis, dokter ahli spesialis akan menentukan prosedur untuk memastikan diagnosis.

Berbeda dengan beberapa jenis kanker lain, biopsi dengan menusukkan jarum melalui skrotum umumnya tidak menjadi pendekatan standar ketika kanker testis di curigai.

Dokter ahli dapat merekomendasikan operasi pengangkatan testis melalui sayatan di selangkangan (inguinal orchiectomy) untuk mendapatkan jaringan yang kemudian di periksa di laboratorium.

Bagaimana Pengobatan Kanker Testis?

Pengobatan kanker testis bergantung pada jenis tumor, stadium, hasil pemeriksaan penanda tumor, dan kondisi kesehatan pasien.

Pilihan penanganan dapat mencakup:

  • Operasi: pengangkatan testis yang mengandung tumor merupakan bagian penting dari penanganan banyak kasus kanker testis.
  • Kemoterapi: menggunakan obat-obatan untuk menghancurkan sel kanker dan dapat di berikan sesuai jenis serta stadium penyakit.
  • Radioterapi: dapat di gunakan pada kasus tertentu, terutama jenis seminoma yang sesuai dengan indikasi.
  • Pemantauan aktif (surveillance): pada pasien terpilih setelah pengobatan awal, dokter ahli dapat menyarankan kontrol terjadwal dengan pemeriksaan fisik, penanda tumor, dan pencitraan sesuai kebutuhan.

Tidak semua pasien memerlukan seluruh metode tersebut.

Tim medis akan menyusun rencana pengobatan berdasarkan karakteristik tumor dan respons pasien.

Apakah kanker testis bisa sembuh?

Ya.

Kanker testis termasuk kanker dengan peluang kesembuhan yang tinggi.

NCI menyebutkan bahwa sebagian besar kasus dapat di sembuhkan, bahkan pada sejumlah pasien yang penyakitnya sudah menyebar.

Namun, peluang kesembuhan setiap pasien bergantung pada jenis tumor, stadium, dan respons terhadap pengobatan.

Karena itu, jangan menganggap benjolan pada testis sebagai vonis kanker, tetapi jangan pula menunda pemeriksaan karena takut dengan kemungkinan diagnosis.

Apakah Pengobatan Kanker Testis Memengaruhi Kesuburan?

Kanker testis dan pengobatannya dapat memengaruhi kesuburan pada sebagian pria.

Dampaknya bergantung pada kondisi testis yang tersisa, jenis pengobatan, serta fungsi reproduksi sebelum terapi.

Pria yang akan menjalani operasi, kemoterapi, atau radioterapi sebaiknya mendiskusikan rencana memiliki anak dengan dokter ahli sebelum memulai pengobatan.

Dokter ahli dapat menjelaskan kemungkinan dampak terhadap produksi sperma dan pilihan penyimpanan sperma (sperm banking) apabila sesuai.

Pengangkatan 1 testis tidak selalu menyebabkan infertilitas (kemandulan).

Banyak pria masih dapat menghasilkan sperma dan hormon testosteron yang cukup melalui testis yang tersisa, tetapi kondisi setiap orang berbeda.

Cara Mengenali Perubahan Testis Sejak Dini

Mengenali kondisi normal testis dapat membantu pria menyadari perubahan yang perlu di periksa.

Anda dapat memperhatikan testis secara berkala, misalnya ketika mandi air hangat, saat skrotum lebih rileks.

Perhatikan apakah terdapat benjolan, perubahan ukuran, rasa berat, atau perubahan tekstur.

Wajar jika satu testis sedikit lebih besar atau menggantung lebih rendah daripada yang lain.

Yang perlu di perhatikan adalah perubahan baru yang tidak biasa bagi Anda.

Pemeriksaan mandiri bukan pengganti pemeriksaan dokter ahli dan tidak dapat memastikan kanker.

Jika Anda menemukan perubahan yang mencurigakan, segera konsultasikan kepada tenaga medis.

Kapan Harus Memeriksakan Testis ke Dokter Ahli?

Segera periksakan diri jika Anda mengalami benjolan pada testis, pembengkakan yang tidak di ketahui penyebabnya, perubahan ukuran, atau rasa berat yang menetap.

Walaupun gejala tersebut belum tentu di sebabkan oleh kanker, pemeriksaan dapat membantu mendeteksi masalah sejak awal.

Jika Anda mengalami nyeri testis yang muncul mendadak dan sangat hebat, segera pergi ke unit gawat darurat karena kondisi tersebut dapat menandakan torsio testis yang membutuhkan penanganan segera.

Jangan mencoba mengobati benjolan dengan obat-obatan oles atau memijat testis sendiri.

Penanganan harus di dasarkan pada penyebab yang telah di evaluasi oleh tenaga medis.

Konsultasi Kesehatan Testis di Klinik Apollo

Perubahan pada testis dapat menimbulkan rasa khawatir, terutama jika Anda menemukan benjolan atau pembengkakan yang sebelumnya tidak ada. Namun, tidak semua perubahan tersebut merupakan kanker. Pemeriksaan yang tepat membantu mengetahui penyebabnya dan menentukan langkah selanjutnya.

Di Klinik Apollo Jakarta, Anda dapat berkonsultasi mengenai benjolan testis, nyeri pada buah zakar, pembengkakan skrotum, serta gangguan kesehatan reproduksi pria lainnya. Tenaga medis dapat mengevaluasi keluhan dan memberikan arahan mengenai pemeriksaan lanjutan atau rujukan ke dokter ahli atau spesialis yang sesuai apabila di perlukan.

Melalui konsultasi, Anda dapat memperoleh penjelasan mengenai kemungkinan penyebab keluhan, langkah pemeriksaan yang di butuhkan, serta pilihan penanganan berdasarkan hasil evaluasi.

Deteksi dini juga dapat membantu mempercepat penentuan diagnosis dan menghindari keterlambatan penanganan. Jangan abaikan perubahan pada buah zakar Anda.

Segera konsultasikan keluhan dan lakukan pemeriksaan di Klinik Apollo Jakarta untuk mendapatkan evaluasi medis, informasi penanganan yang sesuai, serta panduan menjaga kesehatan reproduksi pria.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Join to newsletter.

Informasi terupdate penyakit kelamin.

About the Author: Yulia

Yulia
Yulia adalah seorang Content Writer di Klinik Apollo yang sudah berkecimpung di dunia kesehatan penyakit kelamin sejak tahun 2017.

Butuh bantuan kami?

Hubungi kami di 0821-1099-9870

Tim medis kami online 24 jam/hari.