Klinik Apollo – Keluar cairan seperti nanah dari kemaluan tetapi tidak terasa sakit bukan kondisi yang sebaiknya diabaikan. Banyak orang menganggap infeksi selalu menimbulkan nyeri atau rasa terbakar.

Padahal, beberapa infeksi pada saluran reproduksi dan saluran kemih dapat menimbulkan cairan abnormal (tidak normal) dengan gejala yang sangat ringan, bahkan tanpa keluhan lain. Pada pria, cairan yang keluar dari ujung penis dapat menjadi tanda uretritis, yaitu peradangan pada uretra.

Kondisi ini cukup sering berkaitan dengan infeksi menular seksual (IMS), termasuk gonore dan klamidia. CDC juga menjelaskan bahwa sekret uretra dapat berupa cairan mukoid, mukopurulen, atau purulen dan dapat di temukan bahkan ketika seseorang tidak mengalami gejala yang jelas.

Karena itu, kemaluan keluar nanah tetapi tidak sakit tetap perlu di periksa, terutama jika muncul setelah hubungan seksual tanpa kondom (pengaman atau pelindung).

Apakah Kemaluan Keluar Nanah tapi Tidak Sakit Itu Normal?

Tidak. Cairan bening dalam jumlah sedikit dari penis dapat berasal dari kondisi fisiologis tertentu, tetapi cairan yang tampak seperti nanah terutama berwarna putih, kuning, atau kehijauan, bukan kondisi yang sebaiknya di anggap normal.

Salah satu kemungkinan adalah uretritis akibat infeksi.

NHS menyebutkan bahwa uretritis sering di sebabkan oleh IMS (infeksi menular seksual) dan dapat menimbulkan cairan dari penis, meskipun kondisi ini juga dapat terjadi tanpa gejala yang jelas.

Dengan demikian, tidak adanya rasa sakit tidak berarti tidak ada infeksi.

Penyebab Kemaluan Keluar Nanah tapi Tidak Sakit

Beberapa kondisi berikut dapat menyebabkan keluarnya cairan seperti nanah dari penis.

1. Gonore

Gonore merupakan salah satu penyebab penting keluarnya cairan bernanah dari penis.

Infeksi ini di sebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae dan dapat menular melalui hubungan seksual vaginal, anal, maupun oral.

Pada pria yang mengalami gejala, gonore dapat menyebabkan:

  • Cairan warna putih, kuning, atau hijau dari penis.
  • Rasa terbakar ketika kencing.
  • Ujung penis terasa iritasi.
  • Testis terasa nyeri atau membengkak pada sebagian kasus.

Namun, tidak semua orang mengalami keluhan yang sama.

CDC menegaskan bahwa gonore dapat berlangsung tanpa gejala, sehingga seseorang dapat mengalami infeksi tanpa menyadarinya.

Jadi, kemaluan keluar nanah tanpa rasa sakit tetap bisa berkaitan dengan gonore.

2. Klamidia

Selain gonore, infeksi Chlamydia trachomatis juga dapat menyebabkan keluarnya cairan dari penis.

Gejalanya dapat berupa:

  • Cairan dari penis.
  • Rasa terbakar ketika kencing.
  • Iritasi pada ujung penis.
  • Nyeri atau pembengkakan testis pada sebagian kasus.

Namun, klamidia sering tidak menimbulkan gejala.

CDC menyebutkan bahwa infeksi ini dapat menyebabkan masalah kesehatan meskipun seseorang tidak menyadari dirinya terinfeksi.

Karena itu, pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual) tetap penting meskipun tidak terasa sakit.

3. Uretritis Non Gonokokal

Uretritis non gonokokal (NGU) adalah peradangan pada uretra yang tidak di sebabkan oleh gonore.

Salah satu penyebab yang cukup di kenal adalah Chlamydia trachomatis.

Selain itu, Mycoplasma genitalium juga berkaitan dengan uretritis.

CDC memperkirakan M. genitalium menyebabkan sekitar 10 hingga 25% kasus NGU pada pria. Penderita NGU dapat mengalami:

  • Cairan dari ujung penis.
  • Gatal atau iritasi di sekitar lubang penis.
  • Rasa terbakar saat kencing.
  • Atau hampir tidak mengalami gejala sama sekali.

4. Infeksi Mycoplasma genitalium

Mycoplasma genitalium merupakan bakteri yang dapat menyebabkan uretritis.

Infeksi ini penting di perhatikan terutama apabila keluhan seperti cairan dari penis menetap atau kembali setelah pengobatan awal.

CDC merekomendasikan pemeriksaan M. genitalium pada pria dengan gejala uretritis yang menetap atau berulang setelah terapi awal dalam kondisi yang sesuai.

5. Penyebab Uretritis Non Infeksi

Tidak semua uretritis di sebabkan oleh IMS (infeksi menular seksual).

Peradangan uretra juga dapat terjadi akibat iritasi atau trauma, misalnya penggunaan kateter atau paparan terhadap bahan tertentu.

NHS menyebutkan bahwa uretritis dapat terjadi akibat kerusakan atau iritasi uretra, meskipun penyebab infeksi tetap merupakan penyebab yang umum.

Namun, jika terlihat cairan bernanah, dokter ahli biasanya perlu menilai kemungkinan infeksi terlebih dahulu.

Apakah Nanah dari Penis Pasti Gonore?

Belum tentu.

Gonore memang merupakan salah satu penyebab penting cairan bernanah dari penis.

Akan tetapi, klamidia, Mycoplasma genitalium, dan penyebab uretritis lainnya juga dapat menimbulkan cairan abnormal (tidak normal).

Karena gejalanya dapat tumpang tindih, dokter ahli tidak sebaiknya menentukan diagnosis hanya berdasarkan warna atau jumlah cairan.

Pemeriksaan laboratorium membantu mengetahui penyebabnya, sehingga pengobatan dapat di berikan secara lebih tepat.

Mengapa Tidak Sakit tetapi Tetap Keluar Nanah?

Infeksi tidak selalu menimbulkan respons gejala yang sama pada setiap orang.

Sebagian orang mengalami rasa terbakar dan nyeri yang jelas, sedangkan orang lain hanya menyadari adanya cairan dari penis.

Bahkan, beberapa IMS (infeksi menular seksual) dapat berlangsung tanpa gejala sama sekali.

Oleh karena itu, tidak sakit bukan berarti aman.

Terlebih jika cairan muncul setelah hubungan seksual tanpa kondom (pengaman atau pelindung) atau pasangan seksual memiliki gejala IMS (infeksi menular seksual).

Apakah Kemaluan Keluar Nanah Bisa Hilang Sendiri?

Sebaiknya jangan menunggu sampai cairan berhenti sendiri.

Beberapa infeksi dapat mengalami perubahan gejala, tetapi hal tersebut tidak berarti bakteri sudah hilang.

Infeksi yang tidak di tangani juga berpotensi menyebabkan komplikasi dan dapat tetap di tularkan kepada pasangan seksual.

Pada uretritis, infeksi dapat menyebar dan menyebabkan masalah seperti epididimitis atau komplikasi lain.

NHS juga mencatat bahwa uretritis yang tidak di tangani dapat berkaitan dengan komplikasi tertentu.

Karena itu, pemeriksaan lebih aman daripada mencoba menunggu gejala menghilang.

Pemeriksaan Apa yang Dibutuhkan?

Dokter ahli akan menilai gejala, riwayat hubungan seksual, serta kondisi pada area genital.

Jika terdapat cairan dari uretra, dokter ahli dapat mengambil sampel untuk pemeriksaan.

Untuk pria dengan dugaan uretritis, tes NAAT (nucleic acid amplification test) merupakan salah satu pemeriksaan yang direkomendasikan untuk mendeteksi gonore dan klamidia.

Urine juga dapat di gunakan sebagai spesimen pada pria.

Berdasarkan kondisi pasien, dokter juga dapat mempertimbangkan pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual) lainnya.

Pemeriksaan penting karena satu jenis obat tidak selalu efektif untuk semua penyebab.

Bagaimana Cara Mengobati Kemaluan Keluar Nanah?

Pengobatan bergantung pada hasil pemeriksaan dan penyebab infeksinya.

Jika dokter ahli menemukan gonore, klamidia, atau penyebab bakteri lainnya, dokter ahli dapat memberikan antibiotik yang sesuai.

Jangan membeli antibiotik sendiri atau menggunakan obat-obatan sisa karena:

  • Penyebab infeksinya mungkin berbeda.
  • Jenis antibiotik yang di butuhkan dapat berbeda.
  • Dosis dan durasi terapi harus di sesuaikan.
  • Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat meningkatkan masalah resistensi antibiotik.

Jika terbukti mengalami IMS (infeksi menular seksual), pasangan seksual juga mungkin perlu menjalani pemeriksaan dan pengobatan untuk mencegah infeksi berulang (reinfection).

Selama Pengobatan, Apakah Boleh Berhubungan Seksual?

Sebaiknya hindari hubungan seksual terlebih dahulu sampai dokter ahli memastikan kondisi sudah di tangani sesuai penyebabnya.

Jika infeksi terbukti merupakan IMS (infeksi menular seksual), pasangan seksual juga perlu mendapatkan evaluasi.

NHS menyarankan menghindari hubungan seksual sampai pengobatan selesai dan kondisi di nyatakan aman sesuai jenis infeksinya.

Langkah ini penting untuk mencegah penularan dan infeksi berulang (kambuh).

Kapan Harus Segera ke Dokter Ahli?

Segera lakukan pemeriksaan jika mengalami:

  • Keluar cairan warna putih, kuning, atau hijau dari penis.
  • Cairan menyerupai nanah.
  • Cairan keluar berulang (kambuh).
  • Rasa terbakar saat kencing.
  • Gatal atau iritasi pada ujung penis.
  • Testis terasa nyeri atau membengkak.
  • Memiliki riwayat hubungan seksual tanpa kondom (pengaman atau pelindung).
  • Pasangan seksual memiliki IMS (infeksi menular seksual) atau gejala yang mencurigakan.

Jangan menunggu sampai muncul rasa sakit.

Cairan abnormal (tidak normal) sendiri sudah cukup menjadi alasan untuk melakukan evaluasi medis.

Cara Mencegah Cairan Bernanah Akibat IMS

Beberapa langkah dapat membantu mengurangi risiko IMS (infeksi menular seksual), antara lain:

  • Menggunakan kondom (pengaman atau pelindung) dengan benar dan konsisten.
  • Menghindari hubungan seksual dengan pasangan seksual yang sedang mengalami gejala IMS (infeksi menular seksual) sampai mendapatkan pemeriksaan.
  • Melakukan tes IMS (infeksi menular seksual) jika memiliki risiko paparan.
  • Tidak berganti-ganti pasangan seksual.
  • Memastikan pasangan mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan jika terbukti mengalami IMS (infeksi menular seksual).

CDC dan NHS sama-sama menekankan pentingnya pemeriksaan ketika terdapat gejala atau risiko paparan IMS (infeksi menular seksual).

Kesimpulan

Kemaluan keluar nanah tapi tidak sakit bukan kondisi yang normal dan tetap perlu di periksa.

Salah satu penyebab yang perlu di pertimbangkan adalah gonore, tetapi klamidia, uretritis non gonokokal, Mycoplasma genitalium, dan penyebab lainnya juga dapat menimbulkan cairan dari penis.

Karena gejala tidak selalu menunjukkan penyebab secara pasti, pemeriksaan dokter ahli dan tes laboratorium dapat membantu menentukan diagnosis serta pengobatan yang tepat.

Jangan menunggu hingga muncul nyeri atau gejala semakin berat.

Konsultasikan Keluhan Anda di Klinik Apollo Jakarta

Jika Anda mengalami kemaluan keluar nanah meskipun tidak terasa sakit, segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan di Klinik Apollo Jakarta.

Dengan evaluasi dokter ahli dan pemeriksaan yang sesuai, Anda dapat mengetahui penyebab keluhan, mendapatkan penanganan yang lebih tepat, mengurangi risiko komplikasi, serta mencegah penularan atau infeksi berulang kepada pasangan seksual.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Join to newsletter.

Informasi terupdate penyakit kelamin.

About the Author: Yulia

Yulia
Yulia adalah seorang Content Writer di Klinik Apollo yang sudah berkecimpung di dunia kesehatan penyakit kelamin sejak tahun 2017.

Butuh bantuan kami?

Hubungi kami di 0821-1099-9870

Tim medis kami online 24 jam/hari.