Klinik Apollo – Gonore merupakan infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Infeksi ini dapat menyerang uretra, leher rahim, rektum, tenggorokan, atau mata.
Gejalanya berbeda pada setiap orang dan bahkan dapat tidak menimbulkan keluhan. Salah satu kondisi yang membuat penderita khawatir adalah gonore keluar darah.
Darah dapat muncul bersama cairan dari penis, dari vagina, atau saat kencing maupun setelah berhubungan seksual.
Kondisi tersebut perlu di perhatikan karena dapat menunjukkan adanya peradangan pada jaringan yang terinfeksi.
Apakah Gonore Bisa Menyebabkan Keluar Darah?
Ya, gonore dapat berkaitan dengan perdarahan, terutama ketika infeksi menyebabkan peradangan pada uretra atau leher rahim.
Pada perempuan, gonore dapat menyebabkan perdarahan di antara menstruasi atau saat berhubungan seksual. Sementara itu, infeksi pada rektum dapat menyebabkan keluarnya darah dari anus.
Pada laki-laki, keluhan yang lebih umum adalah keluarnya cairan warna putih, kuning, atau kehijauan dari penis serta rasa terbakar saat kencing.
Jika terdapat darah, dokter ahli perlu mengevaluasi apakah terdapat peradangan berat, luka, atau kondisi lain yang terjadi bersamaan.
Kenapa Gonore Keluar Darah?
Ada beberapa kemungkinan penyebab.
1. Peradangan pada Uretra
Gonore dapat menyebabkan uretritis, yaitu peradangan pada saluran kencing.
Kondisi ini dapat menimbulkan rasa terbakar ketika kencing, gatal pada lubang penis, dan keluarnya cairan dari uretra.
Peradangan yang cukup berat dapat membuat jaringan lebih mudah mengalami iritasi atau perdarahan.
2. Peradangan pada Leher Rahim
Pada perempuan, bakteri gonore dapat menginfeksi leher rahim atau menyebabkan servisitis.
Akibatnya, penderita dapat mengalami:
- Keputihan yang tidak normal (abnormal).
- Nyeri ketika kencing.
- Nyeri saat berhubungan seksual.
- Perdarahan setelah berhubungan seksual.
- Perdarahan di antara periode menstruasi.
WHO juga mencatat bahwa perdarahan vagina di antara menstruasi atau saat berhubungan seksual dapat menjadi salah satu gejala gonore pada perempuan.
3. Infeksi Gonore pada Rektum
Gonore tidak hanya menyerang organ genital.
Bakteri juga dapat menginfeksi rektum, terutama setelah kontak seksual anal.
Gejalanya dapat berupa:
- Keluar cairan dari anus.
- Perdarahan.
- Gatal pada anus.
- Rasa nyeri atau tidak nyaman.
- Buang air besar (BAB) terasa sakit.
Infeksi rektal juga sering tidak menimbulkan gejala sehingga seseorang dapat tidak menyadari dirinya terinfeksi.
4. Terdapat Infeksi atau Kondisi Lain
Darah yang keluar dari kelamin tidak selalu di sebabkan oleh gonore.
Perdarahan juga dapat berkaitan dengan infeksi menular seksual (IMS) lain, iritasi, luka, batu saluran kemih, infeksi saluran kemih (ISK), masalah pada leher rahim, atau kondisi medis lainnya.
Karena itu, jangan memastikan penyebab hanya berdasarkan warna cairan atau keberadaan darah.
Ciri-Ciri Gonore yang Perlu Diperhatikan
Selain gonore keluar darah, beberapa gejala yang dapat muncul antara lain:
1. Pada laki-laki
- Keluar cairan warna putih, kuning, atau kehijauan dari penis.
- Rasa terbakar saat kencing.
- Lubang penis terasa gatal atau iritasi.
- Nyeri atau pembengkakan pada testis.
- Darah atau cairan bercampur darah dari penis pada kondisi tertentu.
2. Pada perempuan
Banyak perempuan dengan gonore tidak mengalami gejala yang jelas.
Jika gejala muncul, dapat berupa:
- Keputihan yang berubah.
- Nyeri atau rasa terbakar saat kencing.
- Perdarahan di antara menstruasi.
- Perdarahan setelah berhubungan seksual.
- Nyeri pada perut bagian bawah.
Karena gonore dapat tidak menimbulkan gejala, seseorang tetap dapat menularkan infeksi meskipun merasa sehat.
Apakah Gonore Keluar Darah Berbahaya?
Bisa menjadi tanda yang perlu segera di periksa, terutama jika perdarahan terjadi berulang, jumlah darah banyak, atau di sertai nyeri dan demam. Gonore yang tidak mendapatkan pengobatan dapat menyebar dan menimbulkan komplikasi.
Pada perempuan, infeksi yang tidak di tangani dapat berkembang menjadi pelvic inflammatory disease (PID), yang dapat menyebabkan nyeri panggul, kehamilan ektopik, dan infertilitas (kemandulan).
Pada laki-laki, komplikasi dapat mencakup pembengkakan skrotum, striktur uretra, dan masalah kesuburan. Dalam kasus yang jarang terjadi, bakteri gonore dapat menyebar melalui aliran darah dan menyebabkan disseminated gonococcal infection (DGI).
Kondisi ini dapat melibatkan kulit, persendian, jantung, atau selaput otak dan membutuhkan penanganan medis segera.
Apakah Gonore Bisa Sembuh?
Ya. Gonore merupakan infeksi bakteri yang dapat di sembuhkan dengan antibiotik yang tepat.
Namun, pengobatan harus mengikuti hasil evaluasi dokter ahli karena resistensi antibiotik pada Neisseria gonorrhoeae terus menjadi masalah kesehatan global.
WHO menyebutkan bahwa meningkatnya resistensi antimikroba telah mengurangi pilihan obat-obatan yang efektif untuk mengatasi gonore.
Karena itu, jangan membeli dan mengonsumsi antibiotik sendiri hanya karena mengalami keluar cairan atau darah dari kelamin.
Bagaimana Cara Mengatasi Gonore Keluar Darah?
Berikut cara mengatasinya:
1. Lakukan Pemeriksaan
Dokter ahli dapat menilai gejala, riwayat seksual, dan lokasi infeksi.
Pemeriksaan laboratorium dapat di gunakan untuk memastikan keberadaan Neisseria gonorrhoeae.
WHO menyebutkan bahwa tes molekuler merupakan pemeriksaan utama untuk mendiagnosis gonore dan dapat di lakukan melalui pemeriksaan laboratorium atau fasilitas layanan kesehatan tertentu.
Jika Anda mengalami kencing nanah, Anda juga dapat membaca informasi mengenai obat-obatan kencing nanah dan penanganannya agar memahami mengapa pengobatan harus berdasarkan diagnosis medis.
2. Jalani Pengobatan Sesuai Resep Dokter Ahli
Setelah diagnosis di tegakkan, dokter ahli akan menentukan terapi yang sesuai.
Jangan menghentikan pengobatan sendiri hanya karena cairan atau darah sudah berhenti.
Hilangnya gejala tidak selalu berarti infeksi sudah teratasi.
3. Hindari Hubungan Seksual Sementara
Selama menjalani pengobatan, ikuti instruksi dokter ahli mengenai kapan aktivitas seksual dapat di lakukan kembali.
Pasangan seksual juga mungkin perlu menjalani pemeriksaan dan pengobatan untuk mencegah terjadinya infeksi ulang (kambuh).
4. Jangan Mengobati dengan Obat Sembarangan
Hindari penggunaan antibiotik sisa, obat-obatan tanpa resep, atau obat-obatan tradisional yang tidak terbukti mengatasi gonore.
Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat memperburuk masalah resistensi dan membuat infeksi lebih sulit di tangani.
Kapan Harus Segera ke Dokter Ahli?
Segera lakukan pemeriksaan jika mengalami:
- Darah keluar dari penis atau vagina.
- Darah bercampur dengan cairan seperti nanah.
- Nyeri hebat saat kencing.
- Nyeri atau pembengkakan testis.
- Nyeri perut bagian bawah.
- Demam.
- Nyeri atau perdarahan dari anus.
- Keluhan setelah melakukan hubungan seksual berisiko.
- Gejala tidak membaik setelah pengobatan.
Jika perdarahan cukup banyak, muncul pusing atau lemas, nyeri hebat, demam tinggi, atau kondisi memburuk dengan cepat, cari pertolongan medis segera.
Bagaimana Mencegah Gonore?
Beberapa langkah dapat membantu menurunkan risiko penularan gonore:
- Gunakan kondom (pengaman atau pelindung) dengan benar dan konsisten.
- Hindari berganti-ganti pasangan seksual.
- Lakukan pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual) jika memiliki risiko.
- Pastikan pasangan seksual mendapatkan pemeriksaan bila terdiagnosis gonore.
- Hindari hubungan seksual sampai dokter ahli menyatakan pengobatan telah selesai dan aman untuk kembali berhubungan intim.
WHO memperkirakan terdapat sekitar 82,4 juta infeksi gonore baru pada orang dewasa usia 15 hingga 49 tahun di seluruh dunia pada 2020, sehingga gonore masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting.
Pemeriksaan Gonore di Klinik Apollo Jakarta
Jika Anda mengalami gonore keluar darah, kencing nanah, nyeri saat kencing, atau keputihan abnormal (tidak normal), sebaiknya jangan menunggu gejala semakin berat.
Di Klinik Apollo Jakarta, pasien dapat melakukan konsultasi dan pemeriksaan terkait gonore serta infeksi menular seksual (IMS) lainnya.
Pemeriksaan membantu dokter ahli menentukan kemungkinan penyebab keluhan dan memilih penanganan yang sesuai.
Manfaat melakukan konsultasi antara lain:
- Membantu mengetahui penyebab keluar darah dari kelamin.
- Mendapatkan pemeriksaan sesuai indikasi medis.
- Membantu memastikan apakah keluhan di sebabkan gonore atau IMS (infeksi menular seksual) lainnya.
- Mendapatkan pengobatan yang di sesuaikan dengan hasil pemeriksaan.
- Mendapatkan edukasi mengenai pencegahan penularan dan infeksi ulang (kambuh).
- Mendapatkan layanan dengan mengutamakan kenyamanan dan privasi pasien.
Kesimpulan
Gonore keluar darah dapat terjadi akibat peradangan dan infeksi pada saluran reproduksi atau saluran kencing, tetapi darah dari kelamin tidak selalu berarti gonore. Karena itu, pemeriksaan di perlukan untuk memastikan penyebabnya.
Jangan mengabaikan perdarahan, terutama jika di sertai kencing nanah, nyeri saat kencing, nyeri panggul, pembengkakan testis, atau riwayat hubungan seksual berisiko.
Gonore dapat di sembuhkan, tetapi pengobatan yang tepat di perlukan untuk mencegah komplikasi dan penularan kepada pasangan seksual.
Jika Anda mengalami gonore keluar darah atau gejala yang mengarah pada IMS (infeksi menular seksual), segera konsultasikan ke Klinik Apollo Jakarta untuk mendapatkan pemeriksaan, diagnosis yang lebih jelas, pengobatan yang tepat, serta layanan yang mengutamakan kenyamanan dan privasi pasien.
Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta



