Klinik Apollo – Nyeri testis saat ereksi dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, mulai dari sensasi pegal, tertarik, hingga nyeri tajam pada salah satu atau kedua buah zakar. Keluhan ini bisa muncul ketika penis mulai ereksi, selama ereksi berlangsung, atau setelah aktivitas seksual.
Pada beberapa kondisi, rasa nyeri mungkin berkaitan dengan peningkatan aliran darah dan ketegangan otot di area panggul.
Namun, nyeri testis juga dapat menandakan masalah kesehatan, seperti peradangan epididimis, infeksi saluran reproduksi, atau kondisi darurat berupa torsio testis.
Karena itu, penting untuk mengenali penyebab nyeri testis saat ereksi, gejala penyertanya, serta kapan Anda perlu mendapatkan pemeriksaan medis. Jangan langsung menganggap keluhan ini sebagai hal yang normal, terutama jika nyeri muncul berulang atau semakin berat.
Apa Itu Nyeri Testis Saat Ereksi?
Nyeri testis saat ereksi adalah rasa sakit atau tidak nyaman pada salah satu maupun kedua testis yang muncul ketika penis mengalami ereksi atau selama rangsangan seksual.
Testis merupakan organ reproduksi pria yang berfungsi menghasilkan sperma dan hormon testosteron.
Organ ini berada di dalam skrotum, yaitu kantong kulit yang terletak di bawah penis.
Saat pria mengalami ereksi, aliran darah menuju penis meningkat. Selain itu, otot-otot di sekitar panggul dan organ reproduksi dapat mengalami perubahan ketegangan.
Kondisi tersebut terkadang menimbulkan sensasi tidak nyaman.
Meski demikian, ereksi seharusnya tidak menyebabkan nyeri testis yang berat atau menetap.
Jika keluhan terus terjadi, dokter ahli perlu mengevaluasi kemungkinan gangguan pada testis, epididimis, prostat, maupun saluran kemih.
Penyebab Nyeri Testis Saat Ereksi
Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan testis terasa sakit ketika ereksi.
Berikut penjelasannya.
1. Epididimitis atau Peradangan Epididimis
Epididimitis merupakan peradangan pada epididimis, yaitu saluran kecil di belakang testis yang berfungsi menyimpan dan mengangkut sperma.
Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri pada salah satu testis.
Rasa sakit terkadang semakin terasa ketika bergerak, beraktivitas seksual, atau saat area skrotum tersentuh.
Gejala lain yang dapat menyertai epididimitis meliputi:
- Skrotum membengkak atau terasa hangat.
- Nyeri pada salah satu testis.
- Rasa sakit ketika kencing.
- Sering ingin kencing.
- Keluar cairan tidak biasa dari penis.
- Nyeri ketika ejakulasi.
- Terkadang di sertai demam.
Pada pria yang aktif secara seksual, epididimitis dapat berhubungan dengan infeksi menular seksual (IMS), seperti klamidia dan gonore (kencing nanah).
Namun, bakteri penyebab infeksi saluran kemih (ISK) juga dapat memicu kondisi ini.
2. Orkitis atau Peradangan Testis
Orkitis adalah peradangan pada 1 atau kedua testis.
Penyebabnya dapat berupa infeksi virus maupun bakteri.
Ketika testis mengalami peradangan, jaringan di sekitarnya menjadi lebih sensitif.
Akibatnya, pria dapat merasakan nyeri ketika skrotum mengalami tekanan atau saat terjadi rangsangan seksual.
Gejala orkitis antara lain:
- Testis terasa nyeri dan membengkak.
- Skrotum tampak kemerahan.
- Testis terasa berat.
- Demam dan tubuh terasa lemas.
- Mual atau muntah pada sebagian kasus.
Orkitis terkadang terjadi bersamaan dengan epididimitis.
Kondisi tersebut di kenal sebagai epididimo-orkitis.
3. Varikokel
Varikokel merupakan pembesaran pembuluh darah vena di dalam skrotum, mirip dengan varises pada kaki.
Sebagian pria tidak merasakan gejala.
Namun, varikokel dapat menimbulkan sensasi berat, pegal, atau nyeri tumpul pada testis, terutama setelah berdiri lama atau melakukan aktivitas fisik.
Pada beberapa pria, rasa tidak nyaman juga dapat terasa ketika melakukan aktivitas seksual.
Akan tetapi, nyeri saat ereksi bukan gejala khusus varikokel sehingga dokter ahli perlu memastikan penyebabnya melalui pemeriksaan.
Varikokel juga dapat berkaitan dengan gangguan kualitas sperma dan kesuburan pada sebagian pria.
4. Prostatitis atau Peradangan Prostat
Prostatitis adalah peradangan atau gangguan pada kelenjar prostat.
Organ ini berada di bawah kandung kemih dan berperan menghasilkan sebagian cairan semen.
Gangguan pada prostat dapat menyebabkan nyeri yang menjalar ke area selangkangan, perineum, penis, hingga testis.
Pada sebagian pria, keluhan terasa lebih jelas ketika ereksi atau setelah ejakulasi.
Gejala prostatitis dapat meliputi:
- Nyeri pada panggul atau area antara skrotum dan anus.
- Rasa sakit saat kencing.
- Sulit memulai aliran urine.
- Sering kencing, terutama malam hari.
- Nyeri saat ejakulasi.
- Nyeri pada testis atau selangkangan.
Tidak semua prostatitis di sebabkan oleh infeksi bakteri.
Oleh sebab itu, penanganannya harus di sesuaikan dengan jenis dan penyebab gangguan.
5. Infeksi Menular Seksual (IMS)
Infeksi menular seksual (IMS), seperti gonore (kencing nanah) dan klamidia, dapat menyebabkan peradangan pada uretra atau epididimis.
Jika infeksi menyebar ke saluran reproduksi, pria bisa mengalami nyeri pada testis.
Selain nyeri saat ereksi, beberapa gejala yang perlu di perhatikan meliputi:
- Keluar cairan warna putih, kuning, atau kehijauan dari penis.
- Sensasi panas atau perih saat kencing.
- Nyeri ketika ejakulasi.
- Testis terasa sakit atau membengkak.
- Rasa tidak nyaman pada pangkal penis.
Namun, IMS (infeksi menular seksual) tidak selalu menimbulkan gejala yang jelas.
Karena itu, pria yang memiliki riwayat hubungan seksual berisiko sebaiknya mempertimbangkan pemeriksaan meskipun keluhannya ringan.
6. Ketegangan Otot Dasar Panggul
Otot dasar panggul membantu menopang organ di area panggul dan berperan dalam fungsi seksual serta proses kencing.
Ketegangan atau gangguan koordinasi otot dasar panggul dapat menimbulkan nyeri di sekitar penis, skrotum, perineum, dan selangkangan.
Keluhan bisa terasa saat ereksi, ejakulasi, atau setelah duduk terlalu lama.
Kondisi ini dapat berkaitan dengan stres, kebiasaan menahan ketegangan otot, atau gangguan nyeri panggul kronis.
Dokter ahli perlu membedakan penyebab otot dari infeksi maupun gangguan pada organ reproduksi sebelum menentukan penanganan.
7. Torsio Testis
Torsio testis merupakan kondisi darurat ketika korda spermatika, yaitu struktur yang membawa pembuluh darah menuju testis, terpuntir.
Akibatnya, aliran darah ke testis dapat terhambat.
Kondisi ini biasanya menyebabkan nyeri testis mendadak dan sangat berat.
Nyeri dapat muncul saat beraktivitas maupun ketika sedang beristirahat.
Walaupun tidak selalu berkaitan dengan ereksi, torsio testis perlu di pertimbangkan ketika pria mengalami nyeri testis akut.
Tanda-tanda yang perlu di waspadai antara lain:
- Nyeri testis mendadak dan intens.
- Salah satu testis membengkak.
- Posisi testis tampak lebih tinggi atau berbeda.
- Mual dan muntah.
- Nyeri pada perut bagian bawah.
Apakah Nyeri Testis Saat Ereksi Berbahaya?
Tingkat bahayanya bergantung pada penyebab, intensitas nyeri, dan gejala yang menyertai.
Nyeri ringan yang hanya berlangsung sebentar belum tentu menandakan penyakit serius.
Misalnya, sebagian pria dapat mengalami rasa pegal atau tekanan setelah rangsangan seksual dalam waktu lama tanpa ejakulasi.
Namun, keluhan tersebut tidak boleh di jadikan alasan untuk mengabaikan nyeri yang berulang (kambuh).
Sebaliknya, nyeri yang di sertai pembengkakan, demam, keluarnya cairan dari penis, atau gangguan kencing membutuhkan pemeriksaan dokter ahli.
Segera cari pertolongan medis apabila nyeri muncul secara tiba-tiba, sangat berat, atau di sertai mual dan muntah.
Jangan menunggu sampai nyeri mereda dengan sendirinya karena beberapa kondisi membutuhkan penanganan segera.
Cara Mengatasi Nyeri Testis Saat Ereksi
Penanganan nyeri testis harus di sesuaikan dengan penyebabnya.
Dokter ahli tidak bisa menentukan terapi yang tepat hanya berdasarkan lokasi nyeri.
Berikut beberapa langkah yang dapat di lakukan:
- Hentikan sementara aktivitas seksual. Hindari aktivitas yang memperburuk nyeri sampai penyebabnya di ketahui.
- Gunakan pakaian dalam yang menopang skrotum. Pilih pakaian yang nyaman dan tidak terlalu ketat.
- Istirahatkan tubuh. Kurangi aktivitas fisik berat jika keluhan semakin terasa setelah bergerak.
- Jangan memijat atau menekan testis. Tindakan tersebut dapat memperburuk rasa sakit atau menghambat evaluasi medis.
- Hindari penggunaan antibiotik tanpa resep. Antibiotik hanya di perlukan untuk kondisi tertentu, terutama infeksi bakteri.
- Lakukan pemeriksaan medis. Pemeriksaan membantu mengetahui apakah nyeri berasal dari infeksi, peradangan, gangguan pembuluh darah, atau penyebab lainnya.
Jika nyeri muncul mendadak dan berat, jangan mencoba mengatasinya sendiri di rumah.
Segera cari pertolongan medis.
Pemeriksaan untuk Mengetahui Penyebab Nyeri Testis
Untuk mengetahui penyebab nyeri testis saat ereksi, dokter ahli dapat melakukan beberapa pemeriksaan berdasarkan keluhan dan kondisi pasien.
1. Wawancara Medis
Dokter ahli akan menanyakan kapan nyeri mulai muncul, lokasi nyeri, intensitasnya, serta apakah keluhan berkaitan dengan ereksi, ejakulasi, atau kencing.
Dokter ahli juga dapat menanyakan riwayat infeksi, aktivitas seksual, dan keluhan lain yang menyertai.
2. Pemeriksaan Fisik
Dokter ahli memeriksa penis, skrotum, testis, dan area selangkangan untuk melihat tanda pembengkakan, kemerahan, benjolan, atau nyeri tekan.
3. Pemeriksaan Urine
Tes urine dapat membantu mendeteksi tanda infeksi atau peradangan pada saluran kemih.
Jika dokter ahli mencurigai IMS (infeksi menular seksual), pemeriksaan khusus seperti NAAT dapat di gunakan untuk mendeteksi bakteri penyebab gonore (kencing nanah) dan klamidia.
4. USG Skrotum dengan Doppler
USG skrotum membantu melihat kondisi jaringan testis, epididimis, dan aliran darah di area tersebut.
Pemeriksaan ini dapat membantu mengevaluasi varikokel, peradangan, maupun dugaan torsio testis.
Namun, jika dokter ahli mencurigai torsio testis, pemeriksaan tidak boleh menunda penanganan darurat.
Kapan Harus Periksa ke Dokter Ahli?
Jangan menunda pemeriksaan apabila Anda mengalami salah satu kondisi berikut:
- Nyeri testis muncul berulang (kambuh) saat ereksi.
- Nyeri tidak membaik atau semakin berat.
- Testis terasa bengkak, panas, atau kemerahan.
- Muncul cairan tidak normal (abnormal) dari penis.
- Kencing terasa panas atau sakit.
- Nyeri muncul ketika ejakulasi.
- Terdapat benjolan atau perubahan ukuran testis.
- Nyeri di sertai demam.
Terlebih lagi, nyeri testis yang mendadak dan sangat berat harus segera di periksa di IGD karena dapat menjadi tanda torsio testis.
Konsultasi Nyeri Testis Saat Ereksi di Klinik Apollo
Nyeri testis saat ereksi bukan keluhan yang sebaiknya di biarkan, terutama jika muncul berulang (kambuh), semakin berat, atau di sertai gejala lain.
Pemeriksaan sejak dini membantu dokter ahli mengidentifikasi kemungkinan penyebab dan menentukan penanganan yang sesuai.
Klinik Apollo Jakarta menyediakan layanan konsultasi dan pemeriksaan kesehatan kulit dan kelamin serta gangguan pada organ reproduksi pria dengan dukungan tenaga medis profesional dan fasilitas pemeriksaan yang di sesuaikan dengan kebutuhan pasien.
Melalui konsultasi, pasien dapat memperoleh evaluasi keluhan, pemeriksaan sesuai indikasi medis, penjelasan mengenai kondisi yang di alami, serta rekomendasi pengobatan yang tepat dengan tetap memperhatikan privasi pasien.
Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta



