Klinik Apollo – Keputihan merupakan keluhan yang cukup umum dialami wanita. Namun, keputihan juga dapat menjadi salah satu tanda infeksi menular seksual (IMS), termasuk gonore.

Karena itu, banyak orang sulit membedakan antara keputihan normal, keputihan akibat infeksi vagina, dan keputihan yang berkaitan dengan gonore. Padahal, keduanya memiliki penyebab dan penanganan yang berbeda.

Gonore di sebabkan bakteri Neisseria gonorrhoeae dan dapat menular melalui aktivitas seksual, sedangkan keputihan merupakan istilah untuk keluarnya cairan dari vagina yang bisa normal atau terjadi akibat berbagai kondisi medis.

Lantas, apa perbedaan gonore dan keputihan? Simak penjelasan berikut.

Apa Itu Gonore?

Gonore atau kencing nanah adalah infeksi menular seksual (IMS) yang di sebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Infeksi ini dapat menyerang alat kelamin, rektum, dan tenggorokan.

Gonore terutama menular melalui hubungan seksual vaginal, anal, atau oral dengan orang yang terinfeksi. Menurut WHO, sebagian besar wanita yang mengalami gonore tidak merasakan gejala atau tidak menyadari gejalanya.

Ketika gejala muncul, keputihan, rasa terbakar saat buang air kecil, serta perdarahan di luar menstruasi atau setelah berhubungan seksual dapat terjadi.

Karena gejalanya dapat menyerupai infeksi vagina atau saluran kemih, pemeriksaan menjadi penting untuk memastikan penyebabnya.

Apa Itu Keputihan?

Keputihan adalah keluarnya cairan atau lendir dari vagina. Tidak semua keputihan menunjukkan penyakit. Keputihan normal biasanya dapat berubah sesuai siklus menstruasi, kondisi hormonal, kehamilan, atau rangsangan seksual.

Cairannya dapat berwarna bening hingga putih dan tidak di sertai bau menyengat maupun keluhan seperti gatal atau nyeri. Sebaliknya, perubahan warna, jumlah, tekstur, bau, atau munculnya gejala lain dapat menunjukkan adanya infeksi.

Beberapa penyebabnya antara lain bacterial vaginosis (BV), kandidiasis vagina, trikomoniasis, servisitis, klamidia, dan gonore.

CDC menekankan bahwa riwayat gejala saja tidak selalu cukup untuk menentukan penyebab keputihan sehingga pemeriksaan dan tes laboratorium dapat di perlukan.

Ciri Keputihan yang Masih Normal

Keputihan cenderung normal apabila:

  • Berwarna bening atau putih.
  • Tidak memiliki bau menyengat.
  • Tidak menimbulkan rasa gatal.
  • Tidak menyebabkan nyeri atau rasa terbakar.
  • Jumlahnya dapat berubah mengikuti siklus menstruasi.
  • Tidak di sertai perdarahan yang tidak biasa.

Jadi, tidak semua cairan vagina merupakan tanda gonore atau penyakit menular seksual.

Namun, apabila karakteristiknya berubah secara tiba-tiba, jangan langsung menganggapnya sebagai keputihan biasa.

Ciri Keputihan yang Perlu Diwaspadai

Anda sebaiknya melakukan pemeriksaan jika keputihan di sertai:

  • Warna kuning atau kehijauan.
  • Bau amis atau sangat menyengat.
  • Tekstur yang berubah secara drastis.
  • Gatal atau iritasi pada vagina.
  • Rasa terbakar saat kencing.
  • Nyeri ketika berhubungan seksual.
  • Nyeri perut bagian bawah atau panggul.
  • Perdarahan di luar menstruasi.
  • Perdarahan setelah berhubungan seksual.

Gejala tersebut tidak otomatis berarti gonore karena beberapa kondisi lain dapat memberikan keluhan serupa.

Misalnya, trikomoniasis dapat menyebabkan keputihan di sertai gatal dan nyeri saat kencing, sedangkan kandidiasis umumnya menyebabkan gatal, nyeri, dan keputihan abnormal (tidak normal).

Apakah Keputihan Bisa Menjadi Tanda Gonore?

Ya, bisa.

Keputihan atau peningkatan cairan vagina termasuk salah satu gejala yang dapat muncul pada wanita dengan gonore.

Masalahnya, gonore pada wanita sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas.

WHO menyebutkan bahwa sebagian besar wanita dengan gonore tidak mengalami gejala atau tidak menyadarinya.

Karena itu, seseorang tetap dapat mengalami infeksi meskipun tidak mengalami keputihan yang mencolok.

Inilah alasan mengapa seseorang dengan faktor risiko IMS (infeksi menular seksual) sebaiknya tidak hanya mengandalkan kondisi atau warna keputihan untuk menentukan apakah dirinya terkena gonore.

Bagaimana Membedakan Keputihan karena Gonore?

Dokter ahli biasanya mempertimbangkan beberapa hal, seperti:

  • Keluhan yang di alami
  • Riwayat seksual
  • Pemeriksaan area genital
  • Karakteristik cairan vagina
  • Pemeriksaan laboratorium

Untuk gonore, pemeriksaan molekuler seperti NAAT (nucleic acid amplification test) merupakan salah satu metode diagnostik yang di gunakan.

Sampel dapat berasal dari urine atau swab dari lokasi yang terinfeksi, sesuai kondisi dan riwayat seksual pasien.

Sementara itu, pemeriksaan keputihan dapat melibatkan pemeriksaan pH, mikroskopis, KOH, kultur, atau pemeriksaan molekuler sesuai dugaan penyebab.

CDC menyatakan bahwa pemeriksaan laboratorium membantu menentukan penyebab keluhan vagina secara lebih akurat.

Karena itu, jangan menentukan diagnosis hanya berdasarkan warna keputihan.

Apakah Gonore dan Keputihan Bisa Sembuh?

Keputihan dapat membaik setelah penyebabnya di ketahui dan di tangani.

Namun, pengobatannya bergantung pada penyebab. Contohnya:

  • Kandidiasis → membutuhkan terapi antijamur.
  • Bacterial vaginosis (BV) → membutuhkan terapi yang sesuai untuk infeksi bakteri.
  • Trikomoniasis → membutuhkan obat-obatan antimikroba yang sesuai.
  • Gonore → membutuhkan antibiotik yang direkomendasikan berdasarkan pedoman medis.

Gonore sebenarnya dapat di sembuhkan dengan antibiotik yang tepat, tetapi resistensi antibiotik pada N. gonorrhoeae menjadi masalah kesehatan global.

Karena itu, sebaiknya hindari membeli atau mengonsumsi antibiotik sendiri tanpa pemeriksaan dan rekomendasi dokter ahli.

Mengapa Gonore Harus Segera Ditangani?

Jangan mengabaikan dugaan gonore meskipun gejalanya ringan.

Jika tidak mendapatkan pengobatan, gonore pada wanita dapat menyebabkan komplikasi seperti penyakit radang panggul (PID), kehamilan ektopik, dan infertilitas (kemandulan).

Infeksi juga dapat meningkatkan risiko tertular HIV.

Selain itu, seseorang yang mengalami gonore dapat menularkan infeksi kepada pasangan seksualnya meskipun tidak mengalami gejala.

Jangan Mengobati Keputihan Sembarangan

Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah langsung membeli obat ketika melihat perubahan cairan vagina.

Padahal, keputihan akibat jamur, bakteri, parasit, dan IMS (infeksi menular seksual) membutuhkan penanganan yang berbeda.

CDC juga menjelaskan bahwa gejala saja tidak cukup untuk menentukan penyebab vaginitis secara akurat.

Karena itu, hindari:

  • Mengonsumsi antibiotik tanpa resep.
  • Menggunakan obat-obatan vagina tanpa mengetahui penyebabnya.
  • Melakukan vaginal douching atau membersihkan bagian dalam vagina.
  • Menggunakan produk pewangi genital secara berlebihan.
  • Mengabaikan keluhan yang terus berulang (kambuh).

Jika keluhan muncul setelah hubungan seksual berisiko, pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual) juga dapat menjadi pertimbangan.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter Ahli?

Segera konsultasikan kondisi Anda apabila mengalami keputihan abnormal (tidak normal) yang menetap, nyeri saat kencing, perdarahan di luar menstruasi, nyeri panggul, atau memiliki pasangan seksual yang di diagnosis IMS (infeksi menular seksual).

Anda juga sebaiknya melakukan pemeriksaan jika keluhan terus berulang meskipun sebelumnya sudah menggunakan obat-obatan.

Klinik Apollo Jakarta menjelaskan bahwa konsultasi dokter ahli dapat mencakup evaluasi keluhan, pemeriksaan kondisi, pemeriksaan penunjang bila di perlukan, penentuan penanganan, serta edukasi mengenai pencegahan penularan.

Kesimpulan

Perbedaan gonore dan keputihan terletak terutama pada pengertiannya. Gonore merupakan infeksi menular seksual (IMS) akibat bakteri Neisseria gonorrhoeae, sedangkan keputihan merupakan keluarnya cairan dari vagina yang dapat terjadi secara normal maupun akibat infeksi tertentu.

Keputihan abnormal (tidak normal) memang bisa menjadi salah satu tanda gonore, tetapi tidak semua keputihan berarti gonore. Karena beberapa penyakit memiliki gejala yang mirip, pemeriksaan medis dan tes yang sesuai di perlukan untuk memastikan penyebabnya.

Jika Anda mengalami keputihan abnormal (tidak normal), nyeri saat kencing, perdarahan setelah berhubungan intim, atau khawatir terkena gonore, jangan menunda pemeriksaan.

Konsultasikan kondisi Anda di Klinik Apollo Jakarta untuk mendapatkan evaluasi medis, pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual) sesuai indikasi, diagnosis yang lebih jelas, serta penanganan yang di sesuaikan dengan penyebabnya dengan tetap mengutamakan privasi pasien. Informasi layanan konsultasi tersedia di Klinik Apollo Jakarta.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Join to newsletter.

Informasi terupdate penyakit kelamin.

About the Author: Yulia

Yulia
Yulia adalah seorang Content Writer di Klinik Apollo yang sudah berkecimpung di dunia kesehatan penyakit kelamin sejak tahun 2017.

Butuh bantuan kami?

Hubungi kami di 0821-1099-9870

Tim medis kami online 24 jam/hari.