Klinik Apollo – Nyeri testis merupakan keluhan yang dapat dialami pria pada salah satu atau kedua buah zakar. Rasa sakitnya bisa berupa nyeri tumpul, rasa berat, sensasi tertarik, hingga nyeri tajam yang muncul secara tiba-tiba.

Sebagian keluhan dapat terjadi setelah benturan ringan, tetapi nyeri testis juga bisa menjadi tanda kondisi medis yang membutuhkan penanganan segera. Lantas, testis nyeri apakah normal? Nyeri testis tidak sebaiknya di anggap normal jika penyebabnya tidak jelas, berulang (kambuh), atau di sertai pembengkakan.

Salah satu penyebab yang paling perlu di waspadai adalah testicular torsion atau torsio testis, yaitu kondisi ketika testis terpuntir sehingga aliran darahnya terganggu.

Kondisi ini merupakan kegawatdaruratan medis. Karena itu, penting untuk mengenali penyebab nyeri testis, gejala penyerta, serta tanda bahaya agar kamu dapat mengambil langkah yang tepat.

Apakah Testis Nyeri Itu Normal?

Nyeri testis terkadang muncul akibat benturan, tekanan, atau aktivitas fisik.

Namun, jika rasa sakit berlangsung terus-menerus, muncul tanpa sebab yang jelas, atau semakin parah, kamu perlu menjalani pemeriksaan medis.

Testis memiliki banyak saraf sensitif sehingga cedera ringan sekalipun dapat menimbulkan rasa sakit.

Selain itu, nyeri yang terasa di buah zakar tidak selalu berasal dari testis itu sendiri.

Masalah pada selangkangan, saluran kemih, ginjal, atau jaringan di sekitarnya juga dapat menyebabkan nyeri yang menjalar ke area tersebut.

Jadi, tingkat bahaya nyeri testis bergantung pada penyebab, durasi, intensitas, dan gejala lain yang menyertainya.

Penting: jika nyeri testis muncul mendadak dan terasa hebat, segera pergi ke IGD. Jangan menunggu sampai keesokan hari atau mencoba mengobatinya sendiri.

Apa Penyebab Nyeri Testis pada Pria?

Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan testis terasa nyeri.

Berikut penyebab yang perlu kamu ketahui.

1. Torsio testis

Torsio testis terjadi ketika testis berputar dan memuntir korda spermatika yang membawa aliran darah ke testis.

Akibatnya, suplai darah dapat terhambat dan jaringan testis berisiko mengalami kerusakan.

Gejalanya meliputi:

  • Nyeri testis yang muncul mendadak dan terasa hebat.
  • Pembengkakan pada skrotum atau kantong zakar.
  • Mual, muntah, atau nyeri perut.
  • Salah satu testis terlihat lebih tinggi atau berada pada posisi tidak biasa.

Kondisi ini membutuhkan penanganan darurat, biasanya berupa operasi.

Peluang menyelamatkan testis lebih baik jika pasien mendapatkan penanganan secepat mungkin.

2. Epididimitis

Epididimitis merupakan peradangan pada epididimis, yaitu saluran di belakang testis yang berfungsi menyimpan dan membawa sperma.

Kondisi ini dapat di sebabkan oleh infeksi bakteri, termasuk bakteri penyebab infeksi menular seksual (IMS) seperti gonore (kencing nanah) dan klamidia.

Gejalanya dapat berupa nyeri yang berkembang secara bertahap, pembengkakan skrotum, nyeri saat kencing, sering kencing, atau keluarnya cairan tidak biasa dari penis.

3. Orkitis

Orkitis merupakan peradangan pada salah satu atau kedua testis.

Penyebabnya dapat berupa infeksi virus maupun bakteri.

Selain nyeri, penderita dapat mengalami pembengkakan testis, demam, mual, dan rasa tidak enak badan.

Pada sebagian kasus, orkitis terjadi bersamaan dengan epididimitis.

Dokter ahli perlu menentukan penyebabnya agar dapat memberikan penanganan yang sesuai.

4. Cedera atau benturan pada testis

Benturan saat berolahraga, kecelakaan, atau aktivitas fisik dapat menyebabkan nyeri dan pembengkakan pada testis.

Jika rasa sakit ringan setelah benturan dan segera membaik, penyebabnya mungkin berupa cedera ringan.

Namun, nyeri hebat, memar luas, pembengkakan, atau nyeri yang tidak kunjung mereda perlu di periksa segera untuk menyingkirkan cedera serius.

5. Varikokel

Varikokel merupakan pelebaran pembuluh darah vena di dalam skrotum.

Kondisi ini sering menimbulkan rasa berat atau nyeri tumpul, terutama setelah berdiri lama atau melakukan aktivitas fisik.

Sebagian pria tidak mengalami gejala.

Namun, jika nyeri berulang (kambuh) atau terdapat perubahan ukuran testis, konsultasikan dengan dokter ahli untuk mengetahui apakah varikokel memerlukan penanganan.

6. Hernia inguinalis

Hernia inguinalis terjadi ketika jaringan dari dalam perut menonjol melalui bagian dinding perut yang lemah di area selangkangan.

Pada kondisi tertentu, tonjolan tersebut dapat menjalar ke skrotum dan menimbulkan rasa sakit atau berat.

Jika tonjolan terasa sangat nyeri, mengeras, berubah warna, atau di sertai muntah, segera cari pertolongan medis.

7. Batu ginjal atau gangguan saluran kemih

Batu ginjal dapat menyebabkan nyeri yang menjalar dari pinggang ke perut bawah, selangkangan, hingga testis.

Infeksi saluran kemih (ISK) atau peradangan prostat juga terkadang menimbulkan nyeri yang terasa di area testis.

Karena sumber nyerinya bisa berasal dari organ lain, pemeriksaan dokter ahli membantu menentukan penyebab yang tepat.

Ciri-ciri Nyeri Testis yang Berbahaya

Tidak semua nyeri testis menandakan kondisi darurat.

Namun, beberapa tanda membutuhkan perhatian medis segera.

Ilustrasi Testis Nyeri Apakah Normal.

img: klinikapollojakarta.com

Jangan menunda pertolongan hanya karena nyeri berkurang.

Pada torsio testis, rasa sakit terkadang dapat mereda sementara ketika puntiran terlepas dengan sendirinya, tetapi kondisi tersebut tetap memerlukan evaluasi segera.

Apakah Nyeri Testis Bisa Menjadi Tanda Penyakit Kelamin?

Ya, beberapa infeksi menular seksual (IMS) dapat menyebabkan peradangan pada epididimis atau testis.

Gonore (kencing nanah) dan klamidia merupakan contoh infeksi yang dapat berkaitan dengan epididimitis.

Gejala yang perlu di perhatikan meliputi:

  • Nyeri atau pembengkakan pada salah satu testis.
  • Nyeri atau rasa perih saat kencing.
  • Keluar cairan tidak biasa dari penis.
  • Nyeri di selangkangan atau perut bagian bawah.
  • Demam pada kondisi tertentu.

Namun, nyeri testis tidak otomatis berarti seseorang mengalami penyakit kelamin.

Kondisi ini juga dapat di sebabkan oleh torsio testis, cedera, varikokel, atau gangguan lain.

Jika kamu mengalami nyeri testis setelah hubungan seksual berisiko atau di sertai cairan tidak biasa dari penis, dokter ahli dapat menyarankan pemeriksaan urine dan tes infeksi menular seksual (IMS) sesuai indikasi.

Bagaimana Dokter Ahli Mendiagnosis Penyebab Nyeri Testis?

Dokter ahli akan menanyakan kapan nyeri mulai muncul, lokasi dan intensitasnya, serta apakah terdapat cedera, demam, gangguan kencing, atau keluhan lainnya.

Pemeriksaan yang mungkin di lakukan meliputi:

  • Pemeriksaan fisik: untuk mengevaluasi testis, skrotum, dan selangkangan.
  • Tes urine: untuk membantu mendeteksi infeksi atau kelainan pada saluran kemih.
  • Tes infeksi menular seksual (IMS): jika gejala atau riwayat pasien menunjukkan kemungkinan IMS (infeksi menular seksual).
  • USG skrotum dengan Doppler: untuk menilai struktur testis dan aliran darahnya jika di perlukan.

Jika dokter ahli mencurigai torsio testis, penanganan darurat tidak boleh di tunda hanya untuk menunggu pemeriksaan tambahan.

Bagaimana Cara Mengatasi Nyeri Testis?

Penanganan bergantung pada penyebabnya.

Dokter ahli dapat memberikan antibiotik untuk infeksi bakteri tertentu, obat-obatan pereda nyeri sesuai kondisi pasien, atau merekomendasikan tindakan medis jika di temukan torsio testis, hernia, maupun kelainan lainnya.

Untuk nyeri ringan setelah aktivitas atau cedera yang tidak menunjukkan tanda bahaya, istirahat dan penyangga skrotum dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan.

Kompres dingin yang di bungkus kain juga dapat di gunakan untuk cedera ringan.

Namun, langkah tersebut bukan pengganti pemeriksaan medis.

Jangan mencoba mengurut atau memutar testis sendiri, dan jangan menunda pemeriksaan jika nyeri muncul mendadak, memburuk, atau di sertai pembengkakan.

Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter Ahli?

Kamu sebaiknya berkonsultasi jika nyeri testis terus berulang, tidak membaik, atau di sertai benjolan, perubahan ukuran testis, nyeri saat kencing, maupun cairan tidak biasa dari penis.

Jika nyeri muncul mendadak dan hebat, segera pergi ke IGD karena torsio testis dapat mengganggu aliran darah dan menyebabkan kerusakan permanen.

Mengenali gejala sejak awal membantu dokter menentukan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.

Konsultasi Nyeri Testis di Klinik Utama Apollo

Jadi, testis nyeri apakah normal? Nyeri testis dapat di sebabkan oleh kondisi ringan maupun masalah medis yang serius. Karena gejalanya bisa menyerupai satu sama lain, pemeriksaan dokter ahli di perlukan untuk mengetahui penyebabnya.

Klinik Utama Apollo menyediakan layanan konsultasi dan pemeriksaan kesehatan kulit dan kelamin bersama tenaga medis profesional.

Melalui konsultasi, kamu dapat memperoleh evaluasi keluhan, rekomendasi pemeriksaan sesuai indikasi, serta informasi mengenai pilihan pengobatan dan tindak lanjut dengan memperhatikan privasi pasien.

Jangan mengabaikan nyeri testis yang berulang (kambuh) atau di sertai gejala lain. Segera konsultasikan keluhanmu ke Klinik Utama Apollo untuk mendapatkan pemeriksaan dan arahan penanganan yang sesuai dengan kebutuhan medis. Jika nyeri muncul mendadak dan hebat, langsung ke IGD tanpa menunggu jadwal konsultasi.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Join to newsletter.

Informasi terupdate penyakit kelamin.

About the Author: Yulia

Yulia
Yulia adalah seorang Content Writer di Klinik Apollo yang sudah berkecimpung di dunia kesehatan penyakit kelamin sejak tahun 2017.

Butuh bantuan kami?

Hubungi kami di 0821-1099-9870

Tim medis kami online 24 jam/hari.