Klinik Apollo – Uretritis gonore merupakan salah satu bentuk infeksi menular seksual (IMS) yang terjadi akibat bakteri Neisseria gonorrhoeae. Kondisi ini menyebabkan peradangan pada uretra, yaitu saluran yang mengalirkan urine dari kandung kemih ke luar tubuh.
Akibatnya, penderita dapat mengalami nyeri saat kencing, keluarnya cairan bernanah dari penis atau vagina, hingga rasa tidak nyaman pada area genital.
Sayangnya, banyak orang menganggap gejala tersebut sebagai infeksi biasa sehingga menunda pemeriksaan.
Padahal, uretritis gonore yang tidak segera di obati dapat meningkatkan risiko komplikasi dan penularan kepada pasangan seksual. Oleh karena itu, mengenali gejala sejak dini sangat penting agar pengobatan dapat segera di mulai.
Apa Itu Uretritis Gonore?
Uretritis gonore adalah peradangan pada uretra yang di sebabkan oleh infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae.
Penyakit ini dapat menyerang pria maupun wanita dan umumnya di tularkan melalui hubungan seksual tanpa pengaman (kondom atau pelindung), baik vaginal, anal, maupun oral.
Menurut World Health Organization (WHO), gonore merupakan salah satu infeksi menular seksual (IMS) yang paling sering di temukan secara global.
WHO memperkirakan terdapat sekitar 82 juta kasus baru gonore setiap tahun pada orang dewasa usia 15 hingga 49 tahun.
Penyebab Uretritis Gonore
Penyebab utama uretritis gonore adalah infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae.
Bakteri ini menginfeksi lapisan mukosa uretra dan memicu peradangan sehingga muncul berbagai keluhan.
Penularan paling sering terjadi melalui:
- Hubungan seksual tanpa menggunakan kondom (pengaman atau pelindung).
- Berganti-ganti pasangan seksual.
- Kontak seksual dengan pasangan seksual yang terinfeksi.
- Penggunaan mainan seksual (sex toys) yang tidak di bersihkan dengan benar.
Pada ibu hamil yang terinfeksi, bakteri juga dapat di tularkan kepada bayi saat proses persalinan normal (pervaginam) sehingga berisiko menyebabkan infeksi mata pada bayi baru lahir.
Gejala Uretritis Gonore
Gejala biasanya muncul dalam waktu 2 hingga 14 hari setelah seseorang terpapar bakteri.
Namun, sebagian penderita, terutama wanita, dapat tidak mengalami gejala (asimtomatik).
Beberapa gejala yang sering di temukan meliputi:
1. Pada Pria
- Nyeri atau rasa terbakar saat kencing.
- Keluar cairan berwarna putih, kuning, atau kehijauan dari penis.
- Frekuensi kencing meningkat.
- Ujung penis tampak kemerahan atau bengkak.
- Nyeri atau pembengkakan pada testis (pada beberapa kasus).
2. Pada Wanita
- Nyeri saat kencing.
- Keputihan yang tidak normal (abnormal).
- Nyeri panggul.
- Perdarahan di luar jadwal menstruasi.
- Nyeri saat berhubungan seksual.
Karena gejalanya sering menyerupai infeksi saluran kemih (ISK) atau vaginitis, pemeriksaan dokter ahli sangat di perlukan untuk memastikan penyebabnya.
Faktor Risiko
Beberapa kondisi berikut dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami uretritis gonore:
- Berhubungan seksual tanpa kondom (pengaman atau pelindung).
- Memiliki lebih dari 1 pasangan seksual.
- Memiliki pasangan seksual yang di diagnosis gonore.
- Pernah mengalami infeksi menular seksual (IMS) sebelumnya.
- Berusia aktif secara seksual, terutama usia 15 hingga 24 tahun.
Bagaimana Dokter Ahli Mendiagnosis Uretritis Gonore?
Dokter ahli akan melakukan diagnosis melalui kombinasi wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium.
Pemeriksaan yang dapat di lakukan meliputi:
- Pemeriksaan cairan dari uretra atau serviks.
- Tes NAAT (Nucleic Acid Amplification Test), yang menjadi metode paling sensitif untuk mendeteksi Neisseria gonorrhoeae.
- Pewarnaan Gram pada cairan uretra, terutama pada pria dengan gejala khas.
- Pemeriksaan urine.
- Skrining infeksi menular seksual (IMS) lain, seperti klamidia, sifilis (raja singa), dan HIV bila di perlukan.
Diagnosis yang tepat membantu dokter ahli menentukan terapi yang sesuai sekaligus mendeteksi kemungkinan adanya infeksi lain yang menyertai.
Pengobatan Uretritis Gonore
Pengobatan uretritis gonore bertujuan untuk menghilangkan infeksi, meredakan gejala, dan mencegah komplikasi maupun penularan.
Dokter ahli akan memberikan terapi antibiotik sesuai pedoman medis terkini dan hasil evaluasi klinis.
Dalam beberapa kondisi, pasien juga perlu menjalani pengobatan untuk infeksi klamidia apabila belum dapat di singkirkan melalui pemeriksaan.
Selama menjalani pengobatan, pasien di anjurkan untuk:
- Menghabiskan obat-obatan sesuai anjuran dokter ahli.
- Menghindari hubungan seksual hingga di nyatakan sembuh.
- Mengajak pasangan seksual menjalani pemeriksaan dan pengobatan bila di perlukan.
- Melakukan kontrol sesuai jadwal yang telah di tentukan.
Mengonsumsi antibiotik tanpa resep atau menghentikan pengobatan lebih awal dapat meningkatkan risiko resistensi antibiotik, yang menjadi tantangan besar dalam penanganan gonore di seluruh dunia.
Apa yang Terjadi Jika Tidak Diobati?
Uretritis gonore yang tidak di tangani dapat menyebabkan komplikasi serius.
1. Pada Pria
- Epididimitis.
- Penyempitan uretra.
- Gangguan kesuburan pada kasus tertentu.
2. Pada Wanita
- Penyakit radang panggul (Pelvic Inflammatory Disease/PID).
- Kehamilan ektopik.
- Infertilitas (kemandulan) akibat kerusakan tuba falopi.
Selain itu, infeksi juga dapat menyebar ke aliran darah (disseminated gonococcal infection), meskipun kondisi ini jarang terjadi.
Cara Mencegah Uretritis Gonore
Pencegahan tetap menjadi langkah terbaik untuk menurunkan risiko infeksi.
Beberapa cara yang dapat di lakukan antara lain:
- Menggunakan kondom (pengaman atau pelindung) secara konsisten saat berhubungan seksual.
- Tidak berganti-ganti pasangan seksual.
- Melakukan pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual) secara berkala jika memiliki faktor risiko.
- Segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala.
- Memastikan pasangan seksual juga mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan bila terdiagnosis gonore.
Kapan Harus ke Dokter Ahli?
Segera konsultasikan ke dokter ahli apabila Anda mengalami:
- Nyeri atau perih saat kencing.
- Keluar cairan berwarna putih, kuning, atau kehijauan dari penis atau vagina.
- Nyeri panggul atau testis.
- Riwayat hubungan seksual tanpa pengaman (kondom atau pelindung).
- Pasangan seksual di diagnosis gonore atau IMS (infeksi menular seksual) lainnya.
Semakin cepat diagnosis di tegakkan, semakin besar peluang untuk mencegah komplikasi dan menghentikan rantai penularan.
Kesimpulan
Uretritis gonore adalah peradangan pada uretra akibat infeksi Neisseria gonorrhoeae yang umumnya di tularkan melalui hubungan seksual tanpa pengaman (kondom atau pelindung).
Gejala seperti nyeri saat kencing, keluarnya cairan bernanah, atau keputihan yang tidak normal (abnormal) sebaiknya tidak di abaikan.
Dengan diagnosis yang cepat dan pengobatan yang tepat, infeksi dapat di tangani sekaligus mengurangi risiko komplikasi serta penularan kepada pasangan seksual.
Konsultasikan Keluhan Anda di Klinik Apollo Jakarta
Apabila Anda mengalami nyeri saat kencing, keluar cairan tidak normal (abnormal) dari saluran kemih, atau memiliki riwayat hubungan seksual berisiko, jangan menunda pemeriksaan.
Klinik Apollo Jakarta menyediakan layanan konsultasi dengan dokter ahli berpengalaman, pemeriksaan laboratorium yang lengkap, serta penanganan yang di sesuaikan dengan kondisi setiap pasien.
Seluruh proses di lakukan dengan mengutamakan privasi pasien, pelayanan profesional, dan pendekatan medis berdasarkan pedoman terkini, sehingga Anda dapat memperoleh diagnosis yang akurat, terapi yang tepat, serta mengurangi risiko komplikasi maupun penularan di masa mendatang.
Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta



