Klinik Apollo – Gonore pada ibu hamil merupakan infeksi menular seksual (IMS) yang perlu mendapatkan perhatian serius. Penyakit ini di sebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae dan dapat menular melalui hubungan seksual vaginal, anal, maupun oral.
Masalahnya, banyak perempuan dengan gonore tidak mengalami gejala yang jelas. Akibatnya, infeksi dapat tidak di ketahui selama kehamilan dan baru terdeteksi ketika muncul komplikasi atau melalui pemeriksaan rutin.
WHO memperkirakan terdapat sekitar 82,4 juta infeksi gonore baru pada orang dewasa usia 15 hingga 49 tahun pada 2020 di seluruh dunia. Kabar baiknya, gonore dapat di sembuhkan dengan antibiotik yang tepat.
Oleh karena itu, ibu hamil yang memiliki gejala atau faktor risiko sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter ahli.
Apa Itu Gonore pada Ibu Hamil?
Gonore adalah infeksi bakteri yang terutama menyerang saluran reproduksi dan saluran kemih. Infeksi juga dapat mengenai tenggorokan atau rektum.
Pada ibu hamil, gonore perlu di tangani karena infeksi yang tidak mendapatkan pengobatan dapat menyebabkan komplikasi pada kesehatan reproduksi dan meningkatkan risiko penularan kepada bayi saat persalinan pervaginam.
WHO juga menyebutkan bahwa gonore yang tidak di obati dapat menyebabkan infertilitas (kemandulan) dan komplikasi kesehatan reproduksi lainnya.
Selain itu, gonore pada wanita sering kali tidak menimbulkan gejala. Karena itu, tidak adanya keluhan bukan berarti seseorang pasti bebas dari infeksi.
Gejala Gonore pada Ibu Hamil
Ketika gejala muncul, keluhannya dapat menyerupai beberapa infeksi vagina atau saluran kemih lainnya.
Beberapa gejala gonore pada ibu hamil yang perlu di perhatikan antara lain:
- Keputihan yang tidak biasa.
- Nyeri atau rasa terbakar saat kencing.
- Perdarahan dari vagina di luar menstruasi.
- Perdarahan setelah berhubungan seksual.
- Nyeri pada bagian bawah perut atau panggul.
- Keluhan pada anus apabila terjadi infeksi di area tersebut.
- Sakit tenggorokan apabila terjadi infeksi pada tenggorokan.
Namun, sebagian besar perempuan dengan gonore tidak mengalami gejala atau tidak menyadarinya.
Karena itu, jangan menganggap keputihan saat hamil selalu merupakan perubahan normal kehamilan.
Bila keputihan berubah di sertai nyeri, bau tidak biasa, perdarahan, atau rasa perih saat kencing, sebaiknya lakukan pemeriksaan.
Apakah Gonore Berbahaya untuk Ibu Hamil?
Gonore yang tidak di tangani dapat menimbulkan komplikasi pada ibu. Infeksi yang menetap dapat menyebabkan penyakit radang panggul atau pelvic inflammatory disease (PID), yang selanjutnya dapat meningkatkan risiko masalah kesuburan dan kehamilan ektopik.
Selain itu, infeksi menular seksual (IMS) yang tidak di tangani selama kehamilan dapat memberikan dampak terhadap kesehatan ibu dan bayi.
WHO menjelaskan bahwa IMS (infeksi menular seksual) tertentu dapat di tularkan dari ibu ke anak dan berhubungan intim dengan komplikasi seperti kelahiran prematur, berat lahir rendah, sepsis, dan infeksi pada bayi.
Karena itu, pengobatan gonore selama kehamilan tidak sebaiknya di tunda.
Bahaya Gonore pada Bayi
Gonore dapat menular dari ibu kepada bayi, terutama ketika bayi melewati jalan lahir saat persalinan pervaginam.
Salah satu komplikasi yang paling di kenal adalah infeksi mata gonokokus pada bayi baru lahir (ophthalmia neonatorum).
Infeksi ini dapat menyebabkan mata berwarna merah, nyeri, keluar cairan, bahkan kerusakan kornea dan kebutaan apabila tidak di tangani.
Karena risiko tersebut, tenaga kesehatan perlu mengetahui apabila ibu memiliki gonore selama kehamilan agar dapat merencanakan penanganan yang sesuai untuk ibu dan bayi.
Kapan Ibu Hamil Perlu Tes Gonore?
Pemeriksaan gonore dapat di pertimbangkan berdasarkan usia, faktor risiko, gejala, dan kondisi kehamilan. Menurut CDC, perempuan hamil berusia di bawah 25 tahun direkomendasikan menjalani skrining gonore.
Perempuan hamil berusia 25 tahun atau lebih juga perlu menjalani skrining jika memiliki faktor risiko, misalnya pasangan seksual baru, lebih dari satu pasangan seksual, pasangan seksual dengan IMS (infeksi menular seksual), atau riwayat IMS (infeksi menular seksual).
Pada ibu hamil yang tetap berisiko tinggi, pemeriksaan ulang pada trimester ketiga dapat di pertimbangkan.
Jika Anda mengalami keluhan yang mencurigakan, jangan menunggu jadwal pemeriksaan rutin kehamilan untuk berkonsultasi.
Bagaimana Cara Mendiagnosis Gonore pada Ibu Hamil?
Dokter ahli akan menilai gejala, riwayat kesehatan, riwayat seksual, serta faktor risiko. Setelah itu, dokter ahli dapat menentukan pemeriksaan yang sesuai.
Salah satu pemeriksaan yang umum di gunakan adalah NAAT (nucleic acid amplification test) untuk mendeteksi materi genetik N. gonorrhoeae.
WHO menyebutkan pemeriksaan molekuler sebagai metode utama untuk diagnosis gonore.
Sampel pemeriksaan dapat di sesuaikan dengan lokasi yang di curigai terinfeksi, misalnya:
- Urine.
- Swab vagina atau serviks.
- Swab tenggorokan.
- Swab rektum.
Jika terdapat kemungkinan IMS (infeksi menular seksual) lainnya, dokter ahli juga dapat menyarankan pemeriksaan tambahan seperti klamidia, sifilis (raja singa), atau HIV.
Anda juga dapat membaca informasi terkait gejala gonore pada wanita dan cara pemeriksaannya untuk memahami keluhan yang perlu di perhatikan.
Bagaimana Pengobatan Gonore pada Ibu Hamil?
Gonore pada ibu hamil dapat di obati dengan antibiotik yang sesuai dan di resepkan dokter ahli. Pedoman CDC merekomendasikan pengobatan sebagai terapi untuk gonore pada kehamilan.
Dosis dan regimen harus di tentukan oleh dokter ahli berdasarkan diagnosis, kondisi pasien, berat badan, alergi obat-obatan, lokasi infeksi, serta kemungkinan infeksi lain.
Jangan membeli antibiotik sendiri atau menggunakan obat-obatan sisa. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan kegagalan pengobatan dan turut memperburuk masalah resistensi antibiotik pada gonore.
WHO menegaskan bahwa resistensi antimikroba N. gonorrhoeae merupakan masalah kesehatan masyarakat yang semakin serius.
Bagaimana jika alergi antibiotik?
Informasikan kepada dokter ahli apabila Anda pernah mengalami alergi.
Pada kondisi tertentu, dokter ahli dapat membutuhkan konsultasi dengan dokter ahli atau spesialis atau ahli penyakit infeksi untuk menentukan pilihan terapi yang aman.
Apakah Pasangan Ibu Hamil Juga Harus Diperiksa?
Ya, pasangan seksual juga perlu di evaluasi. Jika ibu hamil terbukti mengalami gonore, pasangan seksual saat ini atau pasangan seksual baru-baru ini perlu di beri tahu agar dapat menjalani pemeriksaan dan mendapatkan pengobatan jika di perlukan.
Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko reinfection atau infeksi kembali (kambuh) setelah ibu menyelesaikan pengobatan.
CDC memasukkan evaluasi dan penanganan pasangan seksual sebagai bagian penting dari pengendalian IMS (infeksi menular seksual).
Selama proses pengobatan, ikuti arahan dokter ahli mengenai kapan aktivitas seksual dapat di lakukan kembali.
Apakah Gonore Bisa Sembuh Saat Hamil?
Bisa. Gonore merupakan IMS (infeksi menular seksual) bakteri yang dapat di sembuhkan dengan antibiotik yang tepat.
WHO menyatakan bahwa gonore dapat di obati dan di sembuhkan, meskipun resistensi antibiotik membuat pemilihan terapi semakin penting.
Setelah pengobatan, dokter ahli dapat menyarankan pemeriksaan ulang sesuai kondisi dan risiko pasien.
CDC merekomendasikan pasien yang telah di diagnosis gonore untuk melakukan rescreening dalam 3 bulan karena infeksi ulang cukup mungkin terjadi.
Cara Mencegah Gonore Selama Kehamilan
Beberapa langkah dapat membantu mengurangi risiko infeksi:
- Hindari hubungan seksual berisiko.
- Gunakan kondom (pengaman atau pelindung) secara konsisten dan benar.
- Lakukan pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual) jika memiliki faktor risiko.
- Pastikan pasangan seksual juga melakukan pemeriksaan bila di perlukan.
- Jangan mengonsumsi antibiotik tanpa resep dokter ahli.
- Sampaikan riwayat IMS (infeksi menular seksual) kepada dokter ahli kandungan.
Penggunaan kondom (pengaman atau pelindung) secara konsisten dan benar dapat membantu menurunkan risiko penularan gonore, meskipun tidak menghilangkan risiko sepenuhnya.
Kapan Ibu Hamil Harus Segera ke Dokter Ahli?
Jangan menunda konsultasi jika Anda sedang hamil dan mengalami:
- Keputihan yang berubah dari biasanya.
- Nyeri atau perih saat kencing.
- Perdarahan vagina yang tidak biasa.
- Nyeri panggul atau perut bagian bawah.
- Pasangan di ketahui mengalami gonore atau IMS (infeksi menular seksual) lainnya.
- Hasil pemeriksaan menunjukkan kemungkinan gonore.
- Riwayat hubungan seksual dengan pasangan yang status IMS (infeksi menular seksual) nya tidak di ketahui.
Semakin cepat penyebab keluhan di ketahui, semakin cepat dokter ahli dapat menentukan penanganan yang sesuai.
Periksa Gonore pada Ibu Hamil di Klinik Apollo Jakarta
Gonore pada ibu hamil membutuhkan perhatian khusus karena menyangkut kesehatan ibu dan bayi. Terlebih lagi, infeksi ini sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas sehingga pemeriksaan menjadi penting ketika terdapat faktor risiko atau keluhan yang mencurigakan.
Di Klinik Apollo Jakarta, Anda dapat berkonsultasi mengenai keluhan yang berkaitan dengan gonore dan infeksi menular seksual (IMS).
Pemeriksaan membantu dokter ahli mengevaluasi kondisi secara lebih terarah, menentukan pemeriksaan yang di perlukan, serta memberikan rekomendasi penanganan sesuai kondisi dan kehamilan pasien.
Jangan menunda pemeriksaan karena khawatir atau malu. Konsultasikan gonore pada ibu hamil di Klinik Apollo Jakarta untuk mendapatkan pemeriksaan yang tepat, penanganan yang sesuai, serta membantu menjaga kesehatan ibu dan bayi.
Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta



