Klinik Apollo – Gonore di mata merupakan infeksi mata yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae.
Kondisi ini di kenal sebagai konjungtivitis gonokokal dan membutuhkan penanganan medis segera karena infeksinya dapat berkembang cepat serta merusak kornea.
Berbeda dari konjungtivitis biasa, gonore pada mata tidak boleh di anggap sebagai sekadar mata warna merah.
Jika terlambat di tangani, infeksi dapat menyebabkan kerusakan kornea bahkan kehilangan penglihatan.
Apa Itu Gonore di Mata?
Gonore di mata terjadi ketika bakteri Neisseria gonorrhoeae menginfeksi jaringan konjungtiva yang melapisi bagian warna putih mata dan bagian dalam kelopak mata.
Pada orang dewasa, infeksi dapat terjadi ketika mata secara langsung terkena cairan tubuh yang mengandung bakteri.
Kondisi ini dapat berkaitan dengan infeksi gonore pada area genital, anus, atau tenggorokan. Sementara itu, bayi baru lahir dapat mengalami gonore pada mata saat proses persalinan pervaginam apabila ibu mengalami infeksi gonore.
WHO menyebutkan bahwa infeksi mata akibat gonore pada bayi yang tidak di tangani dapat menyebabkan kebutaan.
Bagaimana Gonore Bisa Menular ke Mata?
Bakteri gonore dapat mencapai mata melalui kontak langsung dengan cairan yang terinfeksi.
Beberapa kemungkinan antara lain:
- Menyentuh mata setelah tangan terkena cairan genital yang mengandung bakteri.
- Kontak langsung dengan cairan tubuh pasangan yang terinfeksi.
- Penularan dari ibu ke bayi saat persalinan pervaginam.
- Penyebaran infeksi gonore yang lebih luas pada kasus tertentu.
Gonore sendiri dapat menginfeksi alat kelamin, rektum, dan tenggorokan, dan sebagian orang tidak mengalami gejala sehingga tidak mengetahui bahwa dirinya terinfeksi.
Karena itu, seseorang yang mengalami gejala mata mencurigakan sekaligus memiliki risiko IMS (infeksi menular seksual) sebaiknya menjalani pemeriksaan secara menyeluruh.
Gejala Gonore di Mata
Gejala dapat berkembang dengan cepat.
Beberapa tanda yang perlu di perhatikan meliputi:
- Mata menjadi warna merah.
- Kelopak mata membengkak.
- Mata berair.
- Keluar cairan atau nanah dari mata.
- Mata terasa perih atau terbakar.
- Nyeri atau rasa tidak nyaman pada mata.
- Kelopak mata sulit di buka karena banyak sekret.
- Penglihatan dapat terganggu jika infeksi sudah memengaruhi kornea.
Gejala tersebut memang dapat menyerupai konjungtivitis bakteri lainnya.
Oleh sebab itu, dokter ahli perlu melakukan evaluasi untuk menentukan penyebabnya.
CDC mencatat bahwa mata merah, bengkak, berair, iritasi, dan keluarnya cairan merupakan gejala umum konjungtivitis, tetapi penyebabnya dapat berbeda-beda.
Apakah Gonore di Mata Berbahaya?
Ya, gonore pada mata dapat menjadi kondisi serius apabila tidak segera mendapatkan pengobatan.
Bakteri N. gonorrhoeae dapat menyebabkan peradangan berat pada jaringan mata.
Pada kondisi yang tidak di tangani, infeksi dapat merusak kornea dan mengancam penglihatan.
Risiko tersebut sangat penting di perhatikan pada bayi baru lahir.
WHO menyatakan bahwa konjungtivitis gonokokal pada bayi dapat menyebabkan kebutaan jika tidak di tangani.
Pada orang dewasa, infeksi gonokokal juga dapat menjadi bagian dari infeksi gonore yang menyebar ke bagian tubuh lain.
Dalam kasus yang jarang, gonore dapat menyebar melalui aliran darah dan menyebabkan infeksi pada kulit, sendi, jantung, atau selaput otak.
Gonore di Mata pada Bayi Baru Lahir
Bayi dapat tertular gonore dari ibu yang mengalami infeksi saat persalinan pervaginam.
Gejalanya dapat berupa:
- Kelopak mata warna merah dan bengkak.
- Mata mengeluarkan cairan bernanah.
- Mata sulit di buka.
- Konjungtiva tampak sangat merah.
Kondisi ini merupakan kegawatdaruratan medis karena kerusakan kornea dapat berkembang dengan cepat.
Pedoman WHO menekankan pentingnya diagnosis dan pengobatan segera untuk mencegah kerusakan mata.
Apakah Mata Merah Pasti Gonore?
Tidak.
Mata warna merah dapat di sebabkan oleh berbagai kondisi, seperti:
- Konjungtivitis virus.
- Konjungtivitis bakteri non gonokokal.
- Alergi.
- Iritasi.
- Cedera mata.
- Infeksi menular seksual (IMS) tertentu.
Karena itu, jangan langsung menyimpulkan bahwa mata merah atau belekan merupakan gonore.
Namun, mata warna merah yang di sertai nanah dalam jumlah banyak, pembengkakan berat, nyeri, atau gangguan penglihatan membutuhkan pemeriksaan segera, terutama jika terdapat riwayat gonore atau hubungan seksual berisiko.
Bagaimana Dokter Ahli Mendiagnosisnya?
Dokter ahli akan melakukan pemeriksaan mata dan menanyakan riwayat kesehatan serta kemungkinan paparan infeksi.
Jika di curigai gonore, dokter ahli dapat mengambil sampel cairan atau sekret dari mata untuk pemeriksaan laboratorium.
Pemeriksaan molekuler merupakan salah satu metode utama untuk mendeteksi N. gonorrhoeae.
Dokter ahli juga dapat mempertimbangkan pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual) lain karena seseorang dapat mengalami lebih dari satu infeksi secara bersamaan.
Bagaimana Pengobatannya?
Gonore membutuhkan antibiotik yang sesuai berdasarkan evaluasi dokter ahli.
Jangan menggunakan obat-obatan tetes mata atau antibiotik secara sembarangan karena bakteri gonore memiliki masalah resistansi antibiotik yang semakin menjadi perhatian global.
Pada gonore dengan manifestasi mata, pengobatan sistemik di perlukan dan penanganannya harus di lakukan oleh tenaga medis.
Obat-obatan tetes mata saja tidak boleh di anggap sebagai pengobatan yang cukup untuk infeksi gonokokal yang serius.
Apakah Gonore Bisa Menyebabkan Kebutaan?
Bisa, terutama jika infeksi gonokokal pada mata terlambat di tangani.
Infeksi dapat berkembang menjadi kerusakan kornea.
Pada bayi baru lahir, WHO secara khusus menyebutkan bahwa konjungtivitis akibat gonore yang tidak di tangani dapat menyebabkan kebutaan.
Karena itu, jangan menunggu sampai penglihatan terganggu sebelum mencari pertolongan medis.
Kapan Harus Segera ke Dokter Ahli?
Segera periksakan mata jika mengalami:
- Mata warna merah di sertai nanah.
- Kelopak mata membengkak berat.
- Nyeri mata.
- Penglihatan kabur.
- Sensitif terhadap cahaya.
- Gejala muncul setelah memiliki kontak seksual berisiko.
- Memiliki pasangan seksual yang di diagnosis gonore.
- Mengalami gejala gonore pada alat kelamin sekaligus keluhan mata.
Gangguan penglihatan atau nyeri mata berat merupakan alasan untuk mendapatkan evaluasi medis segera.
Cara Mencegahnya
Pencegahan terutama di lakukan dengan mencegah infeksi gonore dan menghindari kontak dengan cairan tubuh yang terinfeksi.
Beberapa langkah yang dapat di lakukan:
- Gunakan kondom (pengaman atau pelindung) secara konsisten dan benar.
- Lakukan pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual) jika memiliki risiko penularan.
- Segera obati gonore sesuai resep dokter ahli.
- Pasangan seksual juga perlu mendapatkan evaluasi dan pengobatan jika terinfeksi.
- Hindari hubungan seksual sampai dokter ahli menyatakan pengobatan sudah selesai dan aman.
- Jangan menyentuh mata setelah menyentuh area genital tanpa mencuci tangan.
WHO menekankan bahwa penggunaan kondom secara konsisten dan benar dapat membantu mencegah sebagian besar penularan gonore.
Kesimpulan
Gonore di mata adalah kondisi yang tidak boleh di anggap sepele. Infeksi Neisseria gonorrhoeae dapat menyebabkan mata warna merah, bengkak, berair, dan mengeluarkan nanah. Jika tidak segera di tangani, infeksi dapat menyebabkan kerusakan kornea dan mengancam penglihatan.
Karena gejalanya dapat menyerupai konjungtivitis lainnya, pemeriksaan medis di perlukan untuk memastikan penyebab dan menentukan pengobatan yang tepat.
Jika Anda mengalami mata warna merah atau bernanah dan memiliki riwayat gonore atau risiko IMS (infeksi menular seksual), segera konsultasikan ke Klinik Apollo Jakarta untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih terarah, penanganan yang sesuai, serta membantu mencegah komplikasi dan penularan kepada pasangan seksual.
Dengan layanan yang mengutamakan privasi pasien, Anda dapat memperoleh penanganan medis secara lebih nyaman dan profesional.
Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta



