Klinik Apollo – Gonore tidak sembuh-sembuh meskipun sudah konsumsi obat-obatan atau mendapatkan pengobatan merupakan kondisi yang perlu diperhatikan. Infeksi ini di sebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae dan sebenarnya dapat di obati dengan antibiotik yang tepat.
Namun, gejala yang terus muncul setelah pengobatan tidak selalu berarti antibiotiknya gagal.
Dalam banyak kasus, keluhan kembali muncul (kambuh) karena terinfeksi kembali (kekambuhan) dari pasangan seksual, pengobatan sebelumnya tidak sesuai, atau terdapat infeksi di lokasi lain seperti tenggorokan.
Selain itu, resistensi antibiotik pada bakteri penyebab gonore menjadi masalah kesehatan global yang semakin penting. Lantas, kenapa gonore tidak sembuh-sembuh? Berikut penjelasannya.
Apa Penyebab Gonore Tidak Sembuh-Sembuh?
Ada beberapa alasan mengapa gejala gonore masih muncul setelah pengobatan.
1. Terinfeksi Gonore Kembali (Kambuh)
Salah satu penyebab paling sering bukan kegagalan obat-obatan, melainkan reinfeksi.
Seseorang yang sudah berhasil mendapatkan pengobatan dapat kembali tertular (kambuh) jika melakukan hubungan seksual dengan pasangan seksual yang belum di periksa atau belum mendapatkan pengobatan.
CDC menyebutkan bahwa sebagian besar kasus yang di curigai sebagai kegagalan terapi sebenarnya lebih mungkin merupakan reinfeksi, terutama ketika pasangan seksual belum mendapatkan pengobatan.
Karena itu, pengobatan gonore sebaiknya tidak hanya berfokus pada pasien.
Pasangan seksual juga perlu menjalani pemeriksaan dan pengobatan bila di perlukan.
2. Antibiotik yang Digunakan Tidak Tepat
Gonore tidak dapat di atasi dengan sembarang antibiotik.
Penggunaan antibiotik yang tidak sesuai jenis, dosis, atau durasinya dapat menyebabkan bakteri tetap bertahan.
Selain itu, penggunaan antibiotik tanpa pemeriksaan dapat membuat seseorang merasa sudah sembuh padahal infeksinya masih ada.
Saat ini, CDC merekomendasikan terapi utama untuk gonore tanpa komplikasi, dengan penyesuaian berdasarkan kondisi pasien dan pedoman klinis yang berlaku.
Karena itu, hindari membeli obat-obatan gonore sendiri hanya berdasarkan pengalaman orang lain atau rekomendasi dari internet.
3. Pengobatan Tidak Dilakukan Sampai Selesai
Jika dokter ahli memberikan obat-obatan tambahan untuk infeksi lain atau kondisi tertentu, pasien perlu mengikuti petunjuk penggunaannya.
Menghentikan obat-obatan sendiri, mengganti obat-obatan tanpa konsultasi, atau menggunakan obat-obatan secara tidak teratur dapat membuat penanganan menjadi tidak optimal.
Namun, penting di pahami bahwa terapi gonore modern tidak selalu berarti harus konsumsi antibiotik selama berhari-hari.
Regimen bergantung pada lokasi infeksi, kondisi pasien, dan pedoman yang di gunakan dokter ahli.
4. Pasangan Belum Diobati
Misalnya, seseorang sudah mendapatkan pengobatan gonore dan gejalanya membaik.
Namun, beberapa hari kemudian kembali melakukan hubungan seksual dengan pasangan seksual yang masih terinfeksi.
Akibatnya, bakteri dapat masuk kembali ke tubuh.
Inilah sebabnya CDC menganjurkan pasangan seksual dalam periode tertentu sebelum diagnosis untuk menjalani evaluasi, pemeriksaan, dan pengobatan yang sesuai.
5. Gonore Menyerang Tenggorokan
Gonore tidak hanya menyerang penis, vagina, atau anus.
Bakteri N. gonorrhoeae juga dapat menginfeksi tenggorokan setelah kontak seksual oral.
Masalahnya, gonore pada tenggorokan sering tidak menimbulkan gejala dan lebih sulit di eradikasi di bandingkan infeksi pada saluran genital atau rektum.
Jika seseorang memiliki riwayat seks oral dan gejala gonore terus berulang (kambuh), dokter ahli dapat mempertimbangkan pemeriksaan pada tenggorokan.
6. Bakteri Gonore Mengalami Resistensi Antibiotik
Ini merupakan salah satu alasan yang paling perlu di waspadai. Neisseria gonorrhoeae telah mengembangkan resistensi terhadap berbagai antibiotik yang sebelumnya di gunakan untuk mengobatinya.
WHO melaporkan bahwa resistensi antimikroba pada gonore terus berkembang dan bahkan penurunan sensitivitas juga menjadi perhatian. Namun, jangan langsung menyimpulkan bahwa gonore Anda sudah kebal antibiotik hanya karena gejalanya belum hilang.
Dokter ahli perlu membedakan antara reinfeksi, infeksi yang belum terdiagnosis dengan tepat, dan kegagalan pengobatan akibat resistensi.
Jika kegagalan terapi benar-benar di curigai, CDC merekomendasikan pemeriksaan kultur dan uji kepekaan antibiotik untuk membantu menentukan penanganan selanjutnya.
Berapa Lama Gonore Sembuh Setelah Pengobatan?
Waktu hilangnya gejala dapat berbeda-beda.
Pada pengobatan yang tepat, gejala umumnya mulai membaik dalam beberapa hari.
Jika gejala tidak membaik dalam 3 hingga 5 hari setelah pengobatan yang direkomendasikan, terutama jika pasien tidak melakukan hubungan seksual setelah terapi, dokter ahli perlu mempertimbangkan kemungkinan kegagalan pengobatan dan melakukan evaluasi lebih lanjut.
Jadi, jangan buru-buru mengganti antibiotik sendiri apabila setelah beberapa hari keluhan masih terasa.
Gejala Gonore yang Tidak Kunjung Hilang
Keluhan yang dapat muncul antara lain:
- Keluar cairan atau nanah dari penis atau vagina.
- Rasa terbakar ketika kencing.
- Sering ingin kencing.
- Nyeri atau pembengkakan pada testis.
- Keputihan yang tidak normal (abnormal).
- Perdarahan di luar menstruasi.
- Nyeri panggul.
- Keluhan pada anus seperti nyeri, gatal, atau keluar cairan.
- Sakit tenggorokan pada sebagian kasus gonore faring.
Namun, gonore juga dapat tidak menimbulkan gejala, terutama pada sebagian perempuan dan pada infeksi di tenggorokan.
Apakah Gonore yang Tidak Sembuh Bisa Berbahaya?
Ya. Jika tidak di tangani dengan benar, gonore dapat menyebabkan komplikasi.
Pada perempuan, infeksi yang tidak di tangani dapat berkembang menjadi penyakit radang panggul (PID) yang dapat menyebabkan jaringan parut pada saluran reproduksi dan meningkatkan risiko infertilitas atau kehamilan ektopik.
Pada laki-laki, gonore juga dapat menyebabkan komplikasi seperti epididimitis.
Dalam kasus tertentu yang jarang, infeksi dapat menyebar ke bagian tubuh lain. Karena itu, gonore tidak boleh di biarkan meskipun gejalanya ringan atau hilang sementara.
Apakah Perlu Tes Ulang Setelah Pengobatan Gonore?
Tidak semua pasien memerlukan test of cure rutin.
Untuk gonore tanpa komplikasi pada saluran genital atau rektum yang mendapatkan terapi yang di rekomendasikan, CDC menyatakan test of cure umumnya tidak di perlukan.
Namun, gonore pada tenggorokan perlu menjalani test of cure 7 hingga 14 hari setelah pengobatan.
Terlepas dari itu, CDC merekomendasikan pasien yang pernah mendapatkan diagnosis gonore untuk melakukan pemeriksaan ulang sekitar 3 bulan setelah pengobatan, karena reinfeksi cukup sering terjadi.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Gonore Tidak Sembuh?
Jika keluhan masih ada setelah pengobatan, jangan langsung membeli antibiotik lain. Sebaiknya:
- Kembali berkonsultasi dengan dokter ahli.
- Jelaskan obat-obatan dan pengobatan yang sebelumnya sudah di terima.
- Beri tahu apakah Anda kembali berhubungan seksual setelah pengobatan.
- Sampaikan apakah pasangan seksual sudah mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan.
- Informasikan jika pernah melakukan seks oral atau anal.
- Dokter ahli dapat menentukan apakah di perlukan pemeriksaan gonore ulang atau pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual) lain.
- Bila di curigai resistensi, dokter ahli dapat mempertimbangkan kultur dan uji kepekaan antibiotik.
Selain gonore, dokter ahli juga dapat mempertimbangkan infeksi lain seperti klamidia, trikomoniasis, sifilis (raja singa), atau IMS (infeksi menular seksual) lainnya karena beberapa penyakit dapat menyebabkan keluhan yang menyerupai gonore.
Hindari Hubungan Seksual Sementara Waktu
Selama menjalani pengobatan, hindari hubungan seksual sesuai anjuran dokter ahli.
CDC menganjurkan pasien gonore menunggu setidaknya 7 hari setelah pengobatan dan sampai pasangan seksual telah mendapatkan pengobatan, serta memastikan gejala sudah membaik sebelum kembali melakukan hubungan seksual.
Langkah ini penting untuk mengurangi risiko penularan dan reinfeksi.
Kesimpulan
Gonore tidak sembuh-sembuh tidak selalu berarti antibiotik gagal. Kondisi tersebut dapat terjadi karena reinfeksi dari pasangan seksual, pengobatan yang tidak sesuai, infeksi di tenggorokan, diagnosis yang belum tepat, atau dalam kasus tertentu karena resistensi antibiotik.
Karena itu, jangan terus-menerus mengganti atau menambah antibiotik sendiri. Pemeriksaan dokter ahli di perlukan untuk mengetahui penyebab sebenarnya sehingga pengobatan dapat di berikan secara tepat.
Jika Anda mengalami keluar nanah dari alat kelamin, nyeri saat kencing, keputihan tidak normal (abnormal), atau gonore yang terus kambuh setelah pengobatan, konsultasikan segera ke Klinik Apollo Jakarta untuk mendapatkan evaluasi medis, pemeriksaan yang sesuai, penanganan berdasarkan kondisi infeksi, serta edukasi untuk mencegah reinfeksi.
Dengan penanganan yang tepat dan memperhatikan privasi pasien, Anda dapat memperoleh langkah pengobatan yang lebih terarah dan aman.
Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta



