Klinik Apollo – Kencing nanah merupakan istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan gonore, yaitu infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae.
Infeksi ini dapat menyerang uretra, leher rahim, rektum, tenggorokan, atau bagian tubuh lainnya.
Gonore dapat di sembuhkan dengan antibiotik yang tepat, tetapi gejala yang membaik belum selalu berarti bakteri sudah benar-benar hilang.
Karena itu, penting untuk mengetahui ciri-ciri kencing nanah akan sembuh sekaligus memahami kapan pemeriksaan lanjutan tetap di perlukan.
Apa Saja Ciri-Ciri Kencing Nanah Akan Sembuh?
Setelah mendapatkan pengobatan yang sesuai, beberapa gejala biasanya mulai berkurang.
Berikut 5 perubahan yang dapat menjadi tanda kondisi mulai membaik.
1. Rasa perih atau terbakar saat kencing berkurang
Salah satu gejala gonore yang umum adalah rasa sakit atau terbakar ketika kencing.
Ketika infeksi mulai merespons pengobatan, rasa perih biasanya berangsur-angsur berkurang.
Kencing pun terasa lebih nyaman di bandingkan sebelum mendapatkan terapi.
Namun, jika rasa sakit tetap kuat atau justru semakin parah setelah pengobatan, jangan menganggap kondisi tersebut sebagai proses penyembuhan biasa.
CDC menyebutkan bahwa gejala yang menetap setelah terapi perlu di evaluasi untuk mengetahui apakah masih terdapat infeksi atau penyebab lain.
2. Cairan atau nanah dari penis semakin sedikit
Pada pria, gonore dapat menyebabkan keluarnya cairan warna putih, kuning, atau kehijauan dari penis.
Cairan tersebut merupakan salah satu gejala yang paling sering membuat seseorang mencari pengobatan.
Salah satu perubahan yang dapat di amati setelah terapi adalah:
- Cairan keluar lebih sedikit.
- Frekuensi keluarnya cairan berkurang.
- Cairan tidak lagi keluar secara spontan.
- Kemudian cairan berhenti.
Meski demikian, hilangnya cairan bukan satu-satunya tanda bahwa gonore telah sembuh.
Pemeriksaan dokter ahli tetap penting, terutama jika sebelumnya infeksi cukup berat atau gejala kembali muncul (kambuh).
3. Kemerahan dan iritasi di sekitar lubang penis berkurang
Infeksi pada uretra dapat menyebabkan area sekitar lubang penis terasa tidak nyaman, perih, atau tampak mengalami iritasi.
Setelah pengobatan bekerja, peradangan secara bertahap dapat mereda.
Akibatnya, rasa tidak nyaman di sekitar ujung penis juga dapat berkurang.
Jika keluhan justru bertahan atau muncul kembali (kambuh) setelah sempat membaik, dokter ahli perlu mempertimbangkan kemungkinan infeksi yang belum tertangani, reinfeksi, atau penyebab uretritis lainnya.
CDC mencatat bahwa uretritis yang menetap tidak selalu di sebabkan oleh gonore dan dapat berkaitan dengan organisme lain.
4. Nyeri atau pembengkakan pada testis berkurang
Pada sebagian pria, gonore dapat di sertai nyeri atau pembengkakan pada testis.
Jika keluhan tersebut memang berkaitan dengan infeksi gonore dan pengobatan berhasil, rasa nyeri seharusnya berangsur membaik.
Namun, nyeri testis yang berat atau tiba-tiba membutuhkan pemeriksaan segera karena terdapat berbagai kondisi lain yang dapat menyebabkan nyeri pada testis dan sebagian di antaranya merupakan keadaan darurat.
5. Tidak muncul kembali gejala setelah pengobatan
Tanda yang lebih meyakinkan adalah ketika keluhan tidak kembali setelah terapi dan tidak terjadi paparan ulang.
Sebaliknya, apabila cairan dari penis atau rasa perih kembali muncul beberapa waktu setelah pengobatan, jangan langsung menganggap gonore kambuh.
Ada 2 kemungkinan yang penting di bedakan:
a. Reinfeksi: seseorang kembali tertular karena pasangan seksual belum mendapatkan pemeriksaan atau pengobatan.
b. Kegagalan pengobatan: bakteri tetap bertahan meskipun terapi sudah diberikan dengan tepat.
WHO menekankan bahwa gonore menghadapi masalah resistensi antibiotik, sehingga pengobatan harus menggunakan antibiotik yang sesuai berdasarkan pedoman medis.
Berapa Lama Kencing Nanah Sembuh Setelah Diobati?
Waktu perbaikan gejala dapat berbeda-beda. Pada sebagian orang, keluhan mulai berkurang dalam beberapa hari setelah terapi yang tepat.
CDC menyebutkan bahwa kegagalan terapi perlu di pertimbangkan apabila gejala tidak membaik dalam 3 hingga 5 hari setelah pengobatan yang di rekomendasikan, terutama bila tidak terjadi hubungan seksual selama periode setelah pengobatan.
Namun, jangan menggunakan patokan waktu tersebut untuk menyimpulkan bahwa seseorang sudah sembuh sendiri.
Gejala yang hilang ≠ selalu berarti infeksi sudah terbukti hilang.
Pada gonore tanpa komplikasi pada uretra atau rektum, CDC umumnya tidak mewajibkan test of cure setelah terapi yang direkomendasikan.
Namun, gonore pada tenggorokan memerlukan pemeriksaan ulang 7 hingga 14 hari setelah pengobatan untuk memastikan keberhasilan terapi.
Apakah Kencing Nanah Bisa Sembuh Total?
Ya, gonore merupakan IMS (infeksi menular seksual) yang dapat di sembuhkan dengan antibiotik yang tepat.
WHO menyatakan bahwa gonore dapat di sembuhkan dengan antibiotik, tetapi meningkatnya resistensi antimikroba membuat pemilihan terapi menjadi semakin penting.
Yang perlu di pahami, sembuh dari gonore tidak membuat seseorang kebal terhadap infeksi berikutnya.
Jika seseorang kembali melakukan hubungan seksual dengan pasangan seksual yang masih terinfeksi, ia dapat mengalami reinfeksi.
Karena itu, pasangan seksual juga perlu mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan sesuai anjuran dokter ahli.
WHO merekomendasikan agar pasangan seksual saat ini dan pasangan seksual baru-baru ini di beri tahu sehingga mereka dapat menjalani pemeriksaan atau pengobatan.
Jangan Berhubungan Seksual Terlalu Cepat Setelah Pengobatan
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah kembali melakukan hubungan seksual segera setelah gejala membaik.
WHO menyarankan penderita gonore menunggu 7 hari setelah pengobatan sebelum berhubungan seksual, serta memastikan pasangan seksual juga telah mendapatkan penanganan yang di perlukan.
Tujuannya bukan hanya memberikan waktu bagi pengobatan untuk bekerja, tetapi juga membantu mencegah penularan dan reinfeksi.
Mengapa Gejala Sudah Hilang tetapi Kencing Nanah Muncul Lagi?
Ada beberapa kemungkinan, antara lain:
1. Pasangan seksual belum mendapatkan pengobatan
Jika pasangan seksual masih membawa N. gonorrhoeae, hubungan seksual kembali dapat menyebabkan infeksi ulang (kambuh).
2. Terjadi hubungan seksual terlalu cepat
Kontak seksual sebelum periode yang di anjurkan dapat meningkatkan risiko penularan kembali (kambuh).
3. Infeksi berada di lokasi lain
Gonore tidak hanya menyerang alat kelamin.
Infeksi juga dapat terjadi pada rektum dan tenggorokan.
Bahkan, infeksi gonore pada tenggorokan sering tidak menimbulkan gejala.
4. Bakteri mengalami resistensi antibiotik
Resistensi antimikroba menjadi salah satu tantangan terbesar dalam pengobatan gonore.
WHO melaporkan bahwa resistensi terhadap berbagai antibiotik telah berkembang dan mengurangi pilihan terapi yang efektif.
Karena itu, jangan membeli atau mengganti antibiotik sendiri ketika gejala kembali.
Apakah Setelah Sembuh Masih Perlu Tes IMS Lain?
Ya.
Gonore dapat terjadi bersamaan dengan infeksi menular seksual lainnya.
CDC merekomendasikan orang yang di diagnosis gonore untuk menjalani pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual) lain, termasuk klamidia, sifilis (raja singa), dan HIV.
Jika Anda mengalami kencing nanah setelah hubungan seksual berisiko, pemeriksaan yang menyeluruh lebih bermanfaat daripada hanya mengatasi keluarnya cairan dari penis.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Gejala Belum Hilang?
Jika setelah mendapatkan pengobatan:
- Nanah masih keluar.
- Rasa perih ketika kencing tetap terasa.
- Nyeri atau bengkak pada testis menetap.
- Gejala kembali muncul (kambuh) setelah sempat membaik.
- Anda kembali mengalami keluhan setelah berhubungan seksual.
- sebaiknya kembali ke dokter ahli untuk pemeriksaan.
Dokter ahli dapat mempertimbangkan pemeriksaan laboratorium, termasuk pemeriksaan N. gonorrhoeae dan, bila di curigai kegagalan terapi, pemeriksaan kultur serta sensitivitas antibiotik.
Cara Mencegah Kencing Nanah Kembali
Setelah di nyatakan mendapatkan penanganan yang tepat, beberapa langkah dapat membantu menurunkan risiko infeksi kembali (kambuh):
- Ikuti terapi sesuai resep dokter ahli.
- Jangan menghentikan atau mengganti antibiotik sendiri.
- Hindari hubungan seksual selama periode yang di anjurkan.
- Pastikan pasangan seksual mendapatkan pemeriksaan dan terapi bila di perlukan.
- Gunakan kondom (pengaman atau pelindung) secara konsisten dan benar.
- Lakukan pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual) jika memiliki risiko penularan.
Penggunaan antibiotik secara tidak tepat dapat berkontribusi terhadap resistensi antimikroba.
WHO menekankan pentingnya penggunaan antimikroba yang tepat untuk menjaga efektivitas pengobatan gonore.
Kesimpulan
Ciri-ciri kencing nanah akan sembuh dapat terlihat dari berkurangnya rasa perih saat kencing, berkurangnya cairan dari penis, meredanya iritasi, berkurangnya nyeri atau pembengkakan pada testis, serta tidak munculnya kembali gejala.
Namun, gejala yang menghilang belum tentu menjadi bukti bahwa infeksi sudah benar-benar teratasi. Gonore membutuhkan diagnosis dan pengobatan yang tepat. Selain itu, reinfeksi dan resistensi antibiotik dapat menyebabkan keluhan kembali (kambuh).
Jika Anda mengalami gejala kencing nanah atau keluhan belum membaik setelah pengobatan, konsultasikan dengan dokter ahli di Klinik Apollo Jakarta untuk mendapatkan pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual) dan penanganan yang sesuai.
Dengan pemeriksaan yang tepat, penyebab keluhan dapat di ketahui, terapi dapat di sesuaikan, dan risiko komplikasi maupun penularan kembali dapat di minimalkan.
Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta



