Klinik Apollo – Testis nyeri sebelah kiri dapat terasa sebagai rasa ngilu, berdenyut, tertarik, berat, atau nyeri tajam. Keluhan ini bisa muncul secara tiba-tiba maupun perlahan.
Penyebabnya pun beragam, mulai dari cedera ringan hingga kondisi yang membutuhkan penanganan segera. Secara anatomi, testis kiri memang dapat lebih sering mengalami varikokel karena perbedaan aliran pembuluh darah di sisi kiri.
Namun, nyeri pada testis kiri tidak selalu di sebabkan oleh varikokel. Infeksi, cedera, hernia, batu ginjal, hingga torsio testis juga dapat menyebabkan keluhan serupa.
Karena itu, penting memahami karakter nyeri dan gejala yang menyertainya agar dapat menentukan kapan perlu segera di periksa.
Apa Arti Testis Nyeri Sebelah Kiri?
Testis nyeri sebelah kiri berarti rasa sakit atau tidak nyaman di rasakan pada testis kiri atau jaringan di sekitarnya.
Sumber nyeri tidak selalu berasal dari testis itu sendiri.
Masalah pada selangkangan, saluran kemih, perut, atau ginjal juga dapat menimbulkan nyeri yang terasa sampai ke testis.
Kondisi ini di sebut referred pain atau nyeri alih.
Karena penyebabnya sangat beragam, dokter ahli perlu menilai keluhan secara menyeluruh sebelum menentukan diagnosis dan pengobatan.
Penyebab Testis Nyeri Sebelah Kiri
Berikut beberapa kondisi yang dapat menyebabkan nyeri pada testis kiri.
1. Varikokel
Varikokel merupakan pelebaran pembuluh darah vena di dalam skrotum.
Kondisi ini lebih sering di temukan pada sisi kiri karena perbedaan anatomi aliran pembuluh darah.
Nyeri akibat varikokel biasanya terasa sebagai:
- Nyeri tumpul atau rasa berat.
- Tidak nyaman setelah berdiri lama.
- Keluhan lebih terasa pada sore atau malam hari.
- Keluhan dapat membaik ketika berbaring.
Pada varikokel yang cukup besar, pembuluh darah yang melebar dapat terasa seperti kumpulan pembuluh menyerupai “kantong cacing” di atas testis.
Varikokel pada sebagian pria juga dapat berkaitan dengan gangguan produksi sperma.
2. Epididimitis
Epididimitis adalah peradangan pada epididimis, yaitu saluran kecil yang berada di belakang testis dan berfungsi menyimpan serta membawa sperma.
Keluhan biasanya berkembang secara perlahan dan lebih sering mengenai satu sisi.
Selain nyeri, penderita dapat mengalami:
- Pembengkakan skrotum.
- Skrotum terasa hangat.
- Nyeri saat kencing.
- Sering ingin kencing.
- Keluar cairan dari penis.
- Nyeri di perut bagian bawah atau panggul.
- Demam pada sebagian kasus.
Pada pria yang aktif secara seksual, gonore (kencing nanah) dan klamidia termasuk penyebab penting epididimitis.
Jika nyeri testis di sertai kencing perih atau keluar cairan dari penis, pemeriksaan infeksi menular seksual (IMS) perlu di pertimbangkan.
3. Torsio testis
Torsio testis terjadi ketika testis berputar dan menyebabkan tali spermatika terpuntir sehingga aliran darah ke testis berkurang atau terhenti.
Ini merupakan kondisi darurat medis.
Ciri yang perlu di waspadai antara lain:
- Nyeri testis yang muncul tiba-tiba dan berat.
- Pembengkakan skrotum.
- Mual atau muntah.
- Nyeri perut.
- Testis tampak berada lebih tinggi atau posisinya tidak normal (abnormal).
Torsio testis membutuhkan penanganan segera.
Semakin lama aliran darah terganggu, semakin besar risiko kerusakan testis.
Jangan menunggu nyeri torsio testis hilang sendiri.
Bahkan jika nyeri tiba-tiba menghilang, pemeriksaan tetap di perlukan karena testis dapat mengalami puntiran yang kemudian terlepas sementara (intermittent torsion).
4. Cedera pada testis
Benturan ketika berolahraga, kecelakaan, jatuh, atau terkena benda keras dapat menyebabkan testis terasa nyeri.
Cedera dapat menyebabkan memar, pembengkakan, atau perdarahan di sekitar testis.
Cedera berat bahkan dapat menyebabkan kerusakan jaringan testis.
Jika setelah benturan muncul nyeri hebat, pembengkakan cepat, atau perubahan bentuk skrotum, segera lakukan pemeriksaan medis.
5. Hernia inguinalis
Hernia inguinalis terjadi ketika jaringan dari dalam perut menonjol melalui bagian otot yang lemah di area selangkangan.
Tonjolan tersebut dapat turun hingga skrotum dan menimbulkan rasa sakit atau tidak nyaman pada testis.
Nyeri biasanya dapat semakin terasa ketika:
- Mengangkat beban.
- Batuk.
- Mengejan.
- Berdiri lama.
Hernia merupakan salah satu penyebab nyeri testis yang sebenarnya berasal dari area di luar skrotum.
6. Orchitis
Orchitis merupakan peradangan pada testis.
Kondisi ini dapat di sebabkan oleh infeksi virus atau bakteri.
Orchitis dapat menyebabkan:
- Testis membengkak.
- Nyeri atau terasa sangat sensitif.
- Skrotum terasa tidak nyaman.
- Demam.
- Rasa tidak enak badan.
Peradangan pada testis juga dapat terjadi bersamaan dengan epididimitis sehingga di sebut epididimo-orchitis.
7. Hidrokel
Hidrokel terjadi ketika cairan menumpuk di sekitar testis.
Kondisi ini lebih sering menyebabkan pembengkakan daripada rasa sakit, tetapi ukuran yang semakin besar dapat menimbulkan rasa berat atau tidak nyaman pada skrotum.
8. Spermatocele
Spermatocele adalah kantung berisi cairan yang biasanya terbentuk di dekat epididimis.
Kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan sering tidak menimbulkan nyeri.
Namun, apabila ukurannya membesar, penderita dapat merasakan rasa berat atau tidak nyaman pada skrotum.
9. Batu ginjal
Tidak semua nyeri yang terasa di testis berasal dari organ reproduksi.
Batu ginjal dapat menimbulkan nyeri yang menjalar dari pinggang atau perut menuju selangkangan dan testis.
Karena itu, dokter ahli perlu membedakan nyeri testis dengan nyeri alih yang berasal dari saluran kemih.
10. Infeksi menular seksual (IMS)
Beberapa IMS (infeksi menular seksual), terutama gonore (kencing nanah) dan klamidia, dapat menyebabkan epididimitis yang kemudian menimbulkan nyeri dan pembengkakan pada salah satu testis.
Jika nyeri testis di sertai keluar cairan dari penis, kencing terasa perih, atau terdapat riwayat hubungan seksual berisiko, pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual) sebaiknya di lakukan.
Testis Kiri Nyeri tetapi Tidak Bengkak, Apakah Berbahaya?
Tidak semua nyeri testis di sertai pembengkakan.
Misalnya, varikokel dapat menyebabkan rasa berat atau nyeri tumpul, sedangkan batu ginjal dapat menyebabkan nyeri alih tanpa kelainan yang jelas pada testis.
Namun, tidak adanya pembengkakan tidak otomatis berarti kondisi tersebut ringan.
Torsio testis, misalnya, dapat di mulai dengan nyeri mendadak yang berat.
Jika nyeri muncul tiba-tiba dan intens, jangan mencoba memastikan penyebabnya sendiri.
Kapan Testis Nyeri Sebelah Kiri Harus Diwaspadai?
Segera cari pertolongan medis apabila mengalami:
- Nyeri testis kiri yang muncul tiba-tiba dan sangat berat.
- Testis atau skrotum membengkak dengan cepat.
- Nyeri di sertai mual atau muntah.
- Testis tampak lebih tinggi atau posisinya berubah.
- Demam atau menggigil.
- Nyeri di sertai darah dalam urine.
- Nyeri setelah cedera berat.
- Benjolan baru pada testis atau skrotum.
Nyeri testis yang mendadak dan berat perlu di anggap sebagai kondisi yang membutuhkan evaluasi segera karena salah satu penyebabnya adalah torsio testis.
Bagaimana Dokter Ahli Mendiagnosis Penyebab Nyeri Testis?
Dokter ahli akan menanyakan kapan nyeri di mulai, tingkat keparahan, lokasi nyeri, riwayat cedera, aktivitas yang memperburuk keluhan, serta gejala lain seperti demam atau gangguan kencing.
Pemeriksaan dapat meliputi:
- Pemeriksaan fisik testis dan skrotum.
- Pemeriksaan area selangkangan.
- Tes urine.
- Pemeriksaan darah jika di perlukan.
- Pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual0.
- USG skrotum dengan Doppler untuk menilai struktur dan aliran darah testis.
USG Doppler dapat membantu dokter ahli menilai aliran darah dan membedakan beberapa penyebab nyeri, termasuk torsio testis.
Bagaimana Penanganan Testis Nyeri Sebelah Kiri?
Penanganan bergantung pada penyebabnya.
Jika di sebabkan epididimitis karena bakteri, dokter ahli dapat memberikan antibiotik yang sesuai dengan penyebab infeksi.
Pada kasus yang berkaitan dengan IMS (infeksi menular seksual), pasangan seksual juga mungkin perlu mendapatkan evaluasi dan penanganan.
Jika di sebabkan varikokel, dokter ahli dapat melakukan pemantauan atau mempertimbangkan tindakan tertentu apabila nyeri menetap, terjadi gangguan kesuburan, atau terdapat pertimbangan medis lainnya.
Jika di sebabkan torsio testis, pasien membutuhkan tindakan segera untuk mengembalikan aliran darah ke testis.
Kondisi ini umumnya memerlukan operasi darurat.
Sementara itu, cedera, hidrokel, hernia, batu ginjal, maupun penyebab lainnya membutuhkan penanganan yang berbeda.
Karena itu, obat tidak sebaiknya di pilih hanya berdasarkan gejala tanpa mengetahui penyebabnya.
Apakah Nyeri Testis Berhubungan dengan Kesuburan?
Tidak semua penyebab nyeri testis menyebabkan gangguan kesuburan.
Namun, beberapa kondisi yang memengaruhi testis dapat berdampak pada fungsi reproduksi.
Contohnya, varikokel pada sebagian pria dapat berkaitan dengan produksi sperma yang lebih rendah.
Torsio testis yang terlambat di tangani juga dapat menyebabkan kerusakan permanen akibat terganggunya aliran darah.
Karena itu, nyeri testis yang menetap atau berulang sebaiknya tidak di abaikan, terutama jika di sertai perubahan ukuran, bentuk, atau benjolan.
Jangan Mengabaikan Nyeri pada Testis
Testis nyeri sebelah kiri tidak selalu berarti kondisi yang berbahaya, tetapi penyebabnya tidak dapat di tentukan hanya dari lokasi nyeri.
Varikokel, epididimitis, cedera, hernia, batu ginjal, hingga torsio testis dapat memberikan keluhan yang berbeda.
Khususnya, nyeri testis kiri yang muncul mendadak dan berat harus segera di periksa untuk menyingkirkan kemungkinan torsio testis.
Kesimpulan
Testis nyeri sebelah kiri dapat di sebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari varikokel dan epididimitis hingga cedera, hernia, batu ginjal, dan torsio testis.
Karena setiap penyebab membutuhkan penanganan yang berbeda, pemeriksaan dokter ahli penting untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
Jika Anda mengalami nyeri pada testis kiri, terutama jika disertai pembengkakan, benjolan, kencing perih, keluar cairan dari penis, atau nyeri yang tiba-tiba dan berat, segera konsultasikan dengan dokter ahli di Klinik Apollo.
Pemeriksaan yang tepat dapat membantu mengetahui penyebab keluhan, menentukan penanganan yang sesuai, serta membantu menjaga kesehatan organ reproduksi dan fungsi seksual Anda.
Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta



