Klinik Apollo – Nyeri testis dapat terasa ringan, berdenyut, tertarik, hingga sangat tajam dan mendadak. Keluhan ini bisa muncul pada 1 atau kedua testis dan terkadang sebenarnya berasal dari area lain, seperti selangkangan, perut, atau saluran kemih.
Karena penyebabnya beragam, nyeri testis tidak sebaiknya di anggap sepele, terutama jika muncul tiba-tiba atau disertai pembengkakan.
Secara medis, beberapa penyebab nyeri skrotum yang paling sering meliputi epididimitis, torsio testis, cedera, hernia inguinalis, dan peradangan testis.
Beberapa kondisi bahkan membutuhkan penanganan segera untuk mencegah kerusakan permanen pada testis.
Apa Penyebab Nyeri Testis?
Nyeri testis dapat berasal langsung dari testis atau struktur di sekitarnya.
Bahkan, gangguan pada ginjal, saluran kemih, perut, atau selangkangan juga dapat menimbulkan nyeri yang menjalar ke testis.
Berikut beberapa penyebab yang perlu di ketahui.
1. Torsio Testis
Torsio testis terjadi ketika testis berputar dan memuntir korda spermatika yang membawa aliran darah menuju testis.
Kondisi ini dapat menyebabkan suplai darah terhenti.
Ciri yang perlu di waspadai antara lain:
- Nyeri testis muncul tiba-tiba dan sangat hebat.
- Biasanya terjadi pada 1 sisi.
- Skrotum membengkak.
- Salah satu testis tampak lebih tinggi atau posisinya tidak normal (abnormal).
- Mual atau muntah.
- Terkadang di sertai nyeri perut.
Torsio testis merupakan kegawatdaruratan medis.
Penanganan yang cepat di perlukan untuk mempertahankan aliran darah dan mencegah kerusakan atau kehilangan testis.
Bahkan, nyeri yang tiba-tiba kemudian menghilang sendiri tetap perlu di periksa karena testis dapat mengalami puntiran lalu kembali ke posisi semula.
2. Epididimitis
Epididimitis adalah peradangan pada epididimis, yaitu saluran kecil yang berada di belakang testis dan berperan dalam penyimpanan serta pematangan sperma.
Pada pria dewasa, epididimitis cukup sering berkaitan dengan infeksi bakteri.
Pada pria yang aktif secara seksual, penyebabnya dapat berupa infeksi menular seksual (IMS), termasuk gonore atau klamidia.
Gejalanya dapat berupa:
- Nyeri testis, biasanya 1 sisi.
- Nyeri berkembang secara bertahap.
- Skrotum membengkak atau terasa hangat.
- Nyeri atau rasa terbakar saat kencing.
- Sering ingin kencing.
- Keluar cairan dari penis.
- Nyeri di perut bagian bawah atau panggul.
- Demam pada sebagian kasus.
Jika nyeri testis di sertai kencing terasa perih atau keluar cairan dari penis, pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual) dapat di perlukan.
3. Orkitis
Orkitis merupakan peradangan pada testis. Kondisi ini dapat di sebabkan oleh infeksi virus maupun bakteri.
Orkitis dapat menyebabkan:
- Testis terasa nyeri.
- Pembengkakan skrotum.
- Kulit skrotum tampak kemerahan.
- Demam.
- Mual.
- Nyeri pada perut.
Peradangan juga dapat terjadi bersamaan dengan epididimitis sehingga di sebut epididimo orkitis.
4. Cedera atau Benturan pada Testis
Testis sangat sensitif sehingga benturan ringan sekalipun dapat menyebabkan nyeri.
Cedera yang lebih berat dapat menyebabkan pembengkakan, perdarahan di dalam jaringan, bahkan kerusakan struktur testis.
Segera periksakan diri apabila setelah benturan muncul nyeri hebat, pembengkakan, perubahan bentuk testis, atau nyeri yang tidak kunjung membaik.
5. Varikokel
Varikokel adalah pelebaran pembuluh darah vena di dalam skrotum.
Kondisi ini lebih sering di temukan pada sisi kiri dan dapat menyebabkan rasa berat atau nyeri tumpul yang biasanya semakin terasa setelah berdiri lama atau melakukan aktivitas.
Pada sebagian pria, varikokel juga dapat berkaitan dengan gangguan kesuburan sehingga pemeriksaan dokter ahli di perlukan bila terdapat keluhan atau perubahan pada testis.
6. Hernia Inguinalis
Hernia inguinalis terjadi ketika jaringan dari dalam perut menonjol melalui area lemah pada dinding perut bagian bawah dan dapat turun menuju selangkangan atau skrotum.
Kondisi ini dapat menyebabkan:
- Benjolan di selangkangan atau skrotum.
- Rasa berat atau tidak nyaman.
- Nyeri yang memburuk ketika batuk, mengejan, atau mengangkat beban.
Hernia yang terjepit dapat menyebabkan nyeri hebat dan membutuhkan penanganan segera.
7. Batu Ginjal atau Nyeri dari Saluran Kemih
Tidak semua nyeri yang terasa di testis berasal dari testis.
Batu ginjal, misalnya, dapat menyebabkan nyeri yang berasal dari pinggang atau perut kemudian menjalar ke selangkangan dan testis.
Infeksi saluran kemih (ISK) dan prostatitis juga dapat menimbulkan keluhan yang terasa hingga area testis.
Karena itu, dokter ahli perlu menilai lokasi dan pola nyeri secara menyeluruh.
8. Kista atau Benjolan di Sekitar Testis
Beberapa kondisi dapat menyebabkan benjolan di sekitar testis, misalnya hidrokel atau spermatokel.
Tidak semuanya menimbulkan nyeri, tetapi pembengkakan atau tekanan pada jaringan sekitar dapat menyebabkan rasa tidak nyaman.
Jika menemukan benjolan baru pada testis, jangan mencoba menentukan penyebabnya sendiri.
Pemeriksaan dokter ahli di perlukan untuk mengetahui karakter benjolan tersebut.
9. Nyeri Testis Tanpa Penyebab yang Jelas
Dalam beberapa kasus, pemeriksaan tidak menemukan penyebab yang jelas.
Kondisi ini dapat di sebut nyeri testis idiopatik.
Namun, istilah tersebut sebaiknya di gunakan setelah dokter ahli menyingkirkan penyebab penting lainnya.
Nyeri Testis karena IMS, Apa Tandanya?
Nyeri testis dapat berkaitan dengan IMS (infeksi menular seksual) apabila infeksi menyebabkan epididimitis.
Beberapa tanda yang patut di perhatikan antara lain:
- Nyeri atau bengkak pada salah satu testis.
- Keluar cairan dari penis.
- Kencing terasa perih.
- Sering kencing.
- Nyeri saat berhubungan seksual.
- Nyeri ketika ejakulasi.
- Demam.
CDC menyebut epididimitis akut biasanya menyebabkan nyeri dan nyeri tekan pada 1 sisi, serta dapat di sertai pembengkakan.
Jika nyeri satu sisi muncul sangat hebat dan tiba-tiba, torsio testis harus segera di pertimbangkan.
Apakah Nyeri Testis Berbahaya?
Tergantung penyebabnya.
Nyeri ringan setelah benturan mungkin membaik dengan perawatan sederhana.
Namun, nyeri yang di sebabkan torsio testis merupakan keadaan darurat.
Begitu pula nyeri yang di sertai pembengkakan berat, demam, perubahan warna kulit skrotum, atau kondisi tubuh yang memburuk memerlukan evaluasi segera.
Tanda Nyeri Testis yang Harus Diwaspadai
Segera cari pertolongan medis jika mengalami:
- Nyeri testis mendadak dan sangat hebat.
- Testis tampak lebih tinggi atau posisinya berubah.
- Skrotum membengkak dengan cepat.
- Nyeri di sertai mual atau muntah.
- Demam dan skrotum terasa panas atau kemerahan.
- Keluar nanah atau cairan dari penis.
- Nyeri saat kencing.
- Muncul benjolan pada testis.
- Nyeri setelah cedera berat.
Khusus nyeri hebat yang muncul mendadak, jangan menunggu sampai rasa sakit hilang sendiri.
Torsio testis dapat mengganggu aliran darah dan membutuhkan penanganan segera.
Bagaimana Dokter Ahli Mendiagnosis Penyebab Nyeri Testis?
Dokter ahli biasanya akan menanyakan:
- Kapan nyeri mulai muncul.
- Apakah nyeri terjadi tiba-tiba atau bertahap.
- Apakah nyeri hanya pada 1 sisi.
- Apakah terdapat pembengkakan atau benjolan.
- Riwayat benturan atau aktivitas fisik.
- Keluhan saat kencing.
- Adanya cairan dari penis.
- Riwayat hubungan seksual dan kemungkinan paparan IMS (infeksi menular seksual).
Pemeriksaan dapat di lanjutkan dengan urinalisis, kultur urine, pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual), atau pemeriksaan lain sesuai kecurigaan dokter ahli.
Pada kondisi tertentu, dokter ahli dapat melakukan USG skrotum dengan Doppler untuk menilai aliran darah dan membantu membedakan penyebab nyeri.
Bagaimana Cara Mengobati Nyeri Testis?
Pengobatan harus di sesuaikan dengan penyebabnya.
- Torsio testis: membutuhkan penanganan bedah segera.
- Epididimitis bakteri: dapat membutuhkan antibiotik sesuai penyebab.
- Orkitis: terapi bergantung pada penyebab infeksi.
- Cedera: dokter ahli akan menilai tingkat kerusakan sebelum menentukan perawatan.
- Hernia: penanganan bergantung pada kondisi dan tingkat keparahannya.
- Varikokel: tidak selalu membutuhkan tindakan, tetapi perlu di evaluasi jika menimbulkan nyeri atau berkaitan dengan masalah kesuburan.
Karena penyebabnya berbeda, jangan membeli antibiotik atau obat-obatan lain secara sembarangan hanya berdasarkan gejala.
Kapan Harus ke Dokter Ahli?
Jika nyeri hanya ringan tetapi bertahan selama beberapa hari, berulang, atau di sertai benjolan maupun pembengkakan, sebaiknya buat janji pemeriksaan.
Namun, nyeri yang tiba-tiba dan berat membutuhkan pertolongan medis segera, karena salah satu penyebabnya dapat berupa torsio testis.
Kesimpulan
Penyebab nyeri testis sangat beragam, mulai dari epididimitis, orkitis, cedera, varikokel, hernia, batu ginjal, hingga torsio testis. Beberapa penyebab dapat di tangani dengan baik, tetapi torsio testis merupakan kondisi darurat yang tidak boleh di tunda karena dapat mengganggu aliran darah dan menyebabkan kerusakan testis.
Jika Anda mengalami nyeri testis, pembengkakan, benjolan, keluar cairan dari penis, atau nyeri saat kencing, jangan menebak penyebabnya sendiri.
Konsultasikan dengan dokter ahli di Klinik Apollo Jakarta untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih menyeluruh, membantu menemukan penyebab keluhan, serta menentukan pengobatan yang sesuai.
Pemeriksaan dan penanganan yang tepat juga membantu menjaga kesehatan organ reproduksi serta mencegah komplikasi akibat infeksi atau kondisi lain.
Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta



