Klinik Apollo – Nyeri testis dan selangkangan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman saat berjalan, berdiri, duduk, atau melakukan aktivitas sehari-hari. Keluhan ini bisa muncul secara tiba-tiba maupun bertahap, dengan intensitas mulai dari ringan hingga berat.
Penyebabnya beragam, mulai dari ketegangan otot, peradangan pada epididimis, hernia inguinalis, hingga kondisi darurat seperti torsio testis. Karena itu, penting untuk memperhatikan lokasi nyeri, kapan keluhan muncul, dan apakah terdapat gejala lain, seperti pembengkakan skrotum, demam, atau mual.
Lantas, kenapa testis dan selangkangan terasa nyeri secara bersamaan? Artikel ini membahas penyebab yang perlu di ketahui, gejala yang harus diwaspadai, serta pilihan pemeriksaan dan pengobatan berdasarkan informasi medis tepercaya.
Penting: Jika nyeri testis muncul mendadak dan terasa hebat, segera pergi ke instalasi gawat darurat. Kondisi ini dapat menandakan torsio testis, yang membutuhkan penanganan segera untuk menyelamatkan jaringan testis.
1. Epididimitis atau Peradangan Saluran Sperma
Epididimitis adalah peradangan pada epididimis, yaitu saluran kecil di belakang testis yang berfungsi membantu pematangan dan penyimpanan sperma.
Peradangan ini dapat menyebabkan nyeri pada testis yang menjalar ke selangkangan atau perut bagian bawah.
Gejala yang dapat menyertai meliputi:
- Testis terasa nyeri dan bengkak, biasanya pada 1 sisi.
- Skrotum terasa hangat atau kemerahan.
- Nyeri saat kencing atau ejakulasi.
- Frekuensi kencing meningkat.
- Demam atau keluarnya cairan dari penis pada sebagian kasus.
Epididimitis dapat di sebabkan oleh infeksi bakteri, termasuk bakteri penyebab infeksi menular seksual (IMS) seperti klamidia dan gonore (kencing nanah).
Namun, tidak semua kasus berkaitan dengan infeksi menular seksual (IMS).
Dokter ahli dapat melakukan pemeriksaan fisik, tes urine, dan pemeriksaan infeksi menular seksual (IMS) jika di perlukan.
Pengobatan bergantung pada penyebabnya.
2. Torsio Testis
Torsio testis merupakan kondisi darurat ketika testis berputar dan memuntir korda spermatika sehingga aliran darah ke testis terganggu.
Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri testis mendadak yang menjalar ke selangkangan atau perut bagian bawah.
Gejalanya dapat berupa:
- Nyeri testis yang muncul tiba-tiba dan terasa hebat.
- Pembengkakan pada skrotum.
- Mual atau muntah.
- Posisi salah satu testis tampak lebih tinggi dari biasanya.
- Nyeri perut bagian bawah.
Torsio testis membutuhkan penanganan segera, biasanya melalui operasi.
Peluang menyelamatkan testis lebih baik jika dokter ahli menangani kondisi ini dalam beberapa jam pertama.
Jangan menunggu nyeri mereda atau mencoba mengatasinya sendiri di rumah.
Segera ke instalasi gawat darurat jika mengalami nyeri testis mendadak, meskipun nyeri kemudian berkurang.
3. Hernia Inguinalis atau Turun Berok
Hernia inguinalis terjadi ketika jaringan dari dalam perut menonjol melalui bagian otot atau jaringan yang melemah di daerah selangkangan.
Pada sebagian pria, tonjolan tersebut dapat meluas hingga ke skrotum dan menyebabkan nyeri testis.
Keluhan biasanya meliputi:
- Nyeri atau rasa berat di selangkangan.
- Muncul benjolan di selangkangan atau skrotum.
- Nyeri bertambah saat batuk, mengejan, mengangkat beban, atau berdiri lama.
- Rasa tidak nyaman yang berkurang ketika berbaring pada sebagian kasus.
Jika benjolan terasa sangat nyeri, mengeras, tidak dapat masuk kembali, atau di sertai muntah dan perut kembung, segera cari pertolongan medis.
Gejala tersebut dapat menandakan hernia terjepit yang membutuhkan penanganan darurat.
4. Ketegangan Otot Selangkangan
Nyeri selangkangan juga dapat berasal dari otot atau tendon yang mengalami peregangan berlebihan.
Kondisi ini dapat terjadi setelah mengangkat beban berat, berolahraga, berlari, atau melakukan gerakan mendadak.
Berbeda dari gangguan pada testis, nyeri akibat ketegangan otot biasanya terasa di lipatan paha atau bagian dalam paha dan bertambah saat kaki di gerakkan.
Meski begitu, nyeri otot tidak boleh langsung di asumsikan sebagai penyebab jika testis juga terasa sakit.
Pemeriksaan di perlukan untuk menyingkirkan kondisi testis yang lebih serius.
5. Varikokel
Varikokel merupakan pelebaran pembuluh darah vena di dalam skrotum.
Kondisi ini lebih sering di temukan di sisi kiri dan dapat menimbulkan rasa berat, pegal, atau nyeri tumpul pada testis.
Nyeri akibat varikokel biasanya bertambah setelah berdiri lama atau melakukan aktivitas fisik dan dapat berkurang ketika berbaring.
Sebagian orang tidak mengalami gejala sama sekali.
Pada kasus tertentu, varikokel berkaitan dengan gangguan kualitas sperma.
Namun, tidak semua varikokel menyebabkan infertilitas (kemandulan) atau membutuhkan tindakan operasi.
6. Batu Ginjal atau Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Gangguan pada saluran kemih juga dapat menimbulkan nyeri yang menjalar hingga selangkangan atau testis.
Batu ginjal dapat menyebabkan nyeri hebat yang datang bergelombang dari pinggang menuju perut bawah dan selangkangan.
Sementara itu, infeksi saluran kemih dapat menimbulkan rasa perih saat kencing, sering berkemih, atau urine berdarah.
Jika nyeri di sertai demam, menggigil, muntah, atau darah dalam urine, segera periksakan diri.
Dokter ahli perlu menentukan apakah keluhan berasal dari ginjal, kandung kemih, atau organ reproduksi.
7. Prostatitis atau Peradangan Prostat
Prostatitis adalah peradangan pada kelenjar prostat yang dapat menimbulkan nyeri di panggul, perineum (area antara skrotum dan anus), selangkangan, atau testis.
Gejala lain yang mungkin muncul antara lain:
- Nyeri saat kencing.
- Sering ingin kencing, terutama pada malam hari.
- Nyeri ketika ejakulasi.
- Aliran urine melemah atau sulit memulai kencing.
- Demam dan menggigil pada prostatitis akibat infeksi tertentu.
Penyebab prostatitis beragam dan tidak semua kasus di sebabkan oleh bakteri.
Oleh karena itu, dokter ahli perlu mengevaluasi gejala sebelum menentukan pengobatan.
Bagaimana Cara Mendiagnosis Nyeri Testis dan Selangkangan?
Untuk mengetahui penyebab nyeri testis yang menjalar ke selangkangan, dokter ahli akan menanyakan kapan nyeri mulai terasa, lokasi nyeri, aktivitas pemicu, serta gejala lain yang menyertainya.
Pemeriksaan yang mungkin di lakukan meliputi:
- Pemeriksaan fisik: Dokter ahli memeriksa testis, skrotum, selangkangan, dan area terkait untuk mencari pembengkakan, benjolan, atau tanda peradangan.
- Tes urine: Pemeriksaan ini membantu mendeteksi tanda infeksi atau darah dalam urine.
- Tes infeksi menular seksual (IMS): Dokter ahli dapat menyarankan pemeriksaan klamidia dan gonore (kencing nanah) jika gejalanya mengarah pada infeksi tersebut.
- USG skrotum dengan Doppler: Pemeriksaan ini dapat membantu menilai struktur testis dan aliran darahnya.
- Pemeriksaan tambahan: Tes darah atau pencitraan lain dapat di lakukan sesuai dugaan penyebab.
Pada dugaan torsio testis, pemeriksaan tidak boleh menunda penanganan darurat yang di perlukan.
Cara Mengatasi Nyeri Testis dan Selangkangan
Pengobatan harus di sesuaikan dengan penyebab nyeri.
Tidak ada 1 jenis obat-obatan yang dapat mengatasi seluruh kondisi tersebut.
- Jika di sebabkan ketegangan otot: Dokter ahli dapat menyarankan istirahat dan penanganan nyeri sesuai kondisi.
- Jika di sebabkan epididimitis akibat bakteri: Dokter ahli dapat memberikan antibiotik sesuai penyebab infeksi.
- Jika di sebabkan torsio testis: Pasien membutuhkan evaluasi darurat dan biasanya operasi.
- Jika di sebabkan hernia inguinalis: Dokter ahli akan menilai apakah di perlukan tindakan bedah.
- Jika di sebabkan varikokel: Penanganan bergantung pada tingkat nyeri, gangguan kesuburan, dan kondisi pasien.
- Jika di sebabkan gangguan saluran kemih atau prostat: Pengobatan mengikuti hasil pemeriksaan dan diagnosis.
Sambil menunggu pemeriksaan untuk nyeri ringan yang tidak muncul mendadak, hindari aktivitas berat dan gunakan pakaian dalam yang menopang skrotum dengan nyaman.
Jangan memijat testis, mencoba memutar posisinya, atau mengonsumsi antibiotik tanpa resep.
Jika nyeri muncul mendadak atau terasa hebat, jangan menunda pemeriksaan untuk mencoba perawatan rumahan.
Kapan Nyeri Testis dan Selangkangan Harus Segera Diperiksa?
Segera pergi ke instalasi gawat darurat jika kamu mengalami:
- Nyeri testis mendadak dan hebat.
- Nyeri testis di sertai mual atau muntah.
- Pembengkakan testis yang muncul tiba-tiba.
- Demam tinggi atau menggigil di sertai nyeri skrotum.
- Benjolan selangkangan yang sangat nyeri, mengeras, atau di sertai muntah.
Jika nyeri lebih ringan tetapi menetap selama beberapa hari, sering kambuh, atau di sertai benjolan pada testis, jadwalkan pemeriksaan dokter ahli.
Benjolan testis perlu di evaluasi meskipun tidak terasa sakit.
Pertanyaan Umum tentang Nyeri Testis dan Selangkangan
Apakah nyeri testis dan selangkangan merupakan tanda infeksi menular seksual (IMS)?
Bisa, tetapi tidak selalu. Infeksi seperti klamidia dan gonore (kencing nanah) dapat menyebabkan epididimitis yang menimbulkan nyeri testis.
Namun, hernia, ketegangan otot, batu ginjal, dan torsio testis juga dapat menimbulkan keluhan serupa.
Kenapa testis dan selangkangan terasa sakit saat berdiri?
Nyeri yang bertambah ketika berdiri dapat berkaitan dengan varikokel, hernia, atau ketegangan otot.
Akan tetapi, posisi tubuh saja tidak cukup untuk menentukan penyebabnya.
Pemeriksaan dokter ahli tetap di perlukan jika keluhan menetap.
Apakah nyeri testis dapat memengaruhi kesuburan pria?
Beberapa penyebab nyeri testis, seperti torsio testis yang terlambat di tangani, infeksi tertentu, dan varikokel pada sebagian pasien, dapat memengaruhi fungsi reproduksi.
Namun, tidak semua nyeri testis menyebabkan infertilitas.
Apakah nyeri testis bisa sembuh sendiri?
Nyeri akibat ketegangan otot ringan dapat membaik dengan istirahat.
Namun, nyeri akibat infeksi, hernia, atau gangguan testis tertentu memerlukan penanganan khusus.
Jangan menganggap nyeri akan sembuh sendiri, terutama jika muncul mendadak atau semakin berat.
Konsultasi Nyeri Testis dan Selangkangan di Klinik Apollo
Nyeri testis dan selangkangan dapat berasal dari berbagai kondisi, mulai dari ketegangan otot hingga gangguan pada organ reproduksi dan saluran kemih. Mengetahui penyebabnya sejak dini membantu menentukan penanganan yang tepat dan mengurangi risiko komplikasi.
Klinik Apollo menyediakan layanan konsultasi dan pemeriksaan masalah kesehatan kulit dan kelamin, termasuk keluhan reproduksi pria dan saluran kemih sesuai layanan yang tersedia.
Melalui konsultasi, pasien dapat memperoleh evaluasi gejala, arahan pemeriksaan yang di perlukan, serta rekomendasi pengobatan sesuai hasil diagnosis dengan tetap memperhatikan privasi pasien. Jangan abaikan nyeri testis yang terus berulang atau di sertai keluhan lain.
Segera konsultasikan kondisi kamu ke Klinik Apollo untuk mendapatkan informasi medis yang tepat, mengetahui pilihan penanganan, dan memperoleh panduan perawatan yang sesuai. Jika nyeri muncul mendadak dan hebat, segera ke IGD tanpa menunggu jadwal konsultasi.
Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta



