Klinik Apollo – Nyeri testis periksa ke dokter apa? Pertanyaan ini sering muncul ketika pria mengalami rasa sakit, ngilu, atau pembengkakan pada salah satu maupun kedua testis. Keluhan tersebut bisa muncul secara tiba-tiba, setelah buang air kecil, atau saat beraktivitas.

Dokter ahli yang umumnya menangani nyeri testis adalah dokter ahli spesialis urologi, yaitu dokter ahli yang menangani gangguan saluran kemih dan sistem reproduksi pria.

Namun, jika nyeri muncul mendadak dan terasa sangat hebat, Anda harus segera menuju instalasi gawat darurat (IGD), bukan menunggu jadwal konsultasi.

Nyeri testis dapat di sebabkan oleh infeksi, cedera, varikokel, hernia, hingga torsio testis yang membutuhkan penanganan segera. Oleh karena itu, mengenali dokter ahli yang tepat dan memahami tanda bahayanya sangat penting untuk menjaga kesehatan reproduksi pria.

Nyeri Testis Periksa ke Dokter Apa?

Dokter ahli yang tepat bergantung pada penyebab, tingkat keparahan, dan gejala yang menyertai nyeri testis.

1. Dokter Ahli Spesialis Urologi

Dokter ahli spesialis urologi atau Sp.U merupakan pilihan utama untuk mengevaluasi nyeri testis yang berkaitan dengan saluran kemih dan organ reproduksi pria.

Terutamanya dokter ahli ini dapat membantu memeriksa berbagai kondisi, seperti:

  • Infeksi atau peradangan epididimis (epididimitis).
  • Infeksi saluran kemih (ISK) yang berkaitan dengan keluhan testis.
  • Varikokel atau pelebaran pembuluh darah di sekitar testis.
  • Hidrokel atau penumpukan cairan di sekitar testis.
  • Batu saluran kemih yang menimbulkan nyeri menjalar ke testis.
  • Gangguan aliran urine atau masalah prostat.

Dokter ahli urologi juga dapat menentukan apakah Anda memerlukan pemeriksaan urine, tes infeksi menular seksual (IMS), USG skrotum, atau tindakan medis tertentu.

2. Dokter Umum

Jika nyeri testis masih ringan dan tidak muncul secara mendadak, dokter umum dapat melakukan evaluasi awal serta menentukan langkah berikutnya.

Dokter ahli akan menanyakan riwayat keluhan, memeriksa kondisi fisik, dan menilai apakah Anda memerlukan rujukan ke dokter ahli spesialis urologi.

Namun, apabila muncul nyeri mendadak yang berat, jangan menunda penanganan hanya untuk mendapatkan konsultasi awal.

Segera pergi ke IGD karena kondisi tersebut dapat menandakan kegawatdaruratan.

3. Dokter Ahli Bedah atau Tim Bedah Urologi

Pada kondisi tertentu, nyeri testis memerlukan tindakan operasi.

Salah satu contohnya adalah torsio testis, yaitu kondisi ketika testis berputar sehingga aliran darahnya terganggu.

Tim bedah urologi atau dokter ahli bedah yang menangani kegawatdaruratan dapat melakukan tindakan sesuai kebutuhan.

Penanganan harus di lakukan secepat mungkin untuk meningkatkan peluang menyelamatkan testis.

Apa Saja Penyebab Nyeri Testis?

Nyeri testis tidak selalu berasal dari testis itu sendiri.

Gangguan pada saluran kemih, selangkangan, atau organ di sekitarnya juga dapat menyebabkan rasa sakit yang menjalar ke skrotum.

Berikut beberapa penyebab yang perlu di ketahui.

1. Epididimitis

Epididimitis adalah peradangan pada epididimis, yaitu saluran kecil di belakang testis yang berfungsi menyimpan dan mengangkut sperma.

Gejalanya dapat meliputi nyeri yang berkembang secara bertahap, pembengkakan skrotum, rasa tidak nyaman saat berkemih, atau demam.

Penyebabnya dapat berupa infeksi bakteri, termasuk infeksi menular seksual seperti gonore dan klamidia.

2. Torsio Testis

Torsio testis terjadi ketika testis berputar dan memuntir tali spermatika sehingga aliran darah menuju testis terganggu.

Gejalanya meliputi:

  • Nyeri testis mendadak dan sangat hebat.
  • Pembengkakan pada skrotum.
  • Nyeri perut bagian bawah.
  • Mual atau muntah.
  • Posisi salah satu testis terlihat lebih tinggi atau tidak biasa.

Torsio testis merupakan keadaan darurat medis.

Penanganan yang terlambat dapat menyebabkan kerusakan jaringan hingga kehilangan testis.

Jika gejala ini muncul, segera pergi ke IGD.

Jangan menunggu jadwal dokter ahli urologi rawat jalan.

3. Varikokel

Varikokel merupakan pelebaran pembuluh darah vena di dalam skrotum.

Kondisi ini lebih sering menimbulkan rasa berat, pegal, atau nyeri tumpul yang dapat memburuk setelah berdiri lama atau beraktivitas.

Dokter ahli urologi dapat mengevaluasi kondisi tersebut dan menentukan apakah di perlukan pemantauan atau penanganan lebih lanjut.

4. Hernia Inguinalis

Hernia inguinalis terjadi ketika jaringan dari rongga perut menonjol melalui bagian dinding perut yang lemah di daerah selangkangan.

Pada sebagian kasus, benjolan dapat menjalar hingga skrotum dan menimbulkan rasa tidak nyaman atau nyeri.

Dokter ahli akan menentukan apakah kondisi tersebut memerlukan penanganan bedah.

5. Infeksi Saluran Kemih (ISK) atau Prostatitis

Infeksi saluran kemih (ISK) dan peradangan prostat juga dapat menyebabkan rasa tidak nyaman yang menjalar ke area testis.

Keluhan dapat di sertai rasa panas saat kencing, sering kencing, sulit berkemih, atau nyeri di panggul.

Pemeriksaan di perlukan untuk membedakan penyebabnya dan menentukan pengobatan yang sesuai.

Pemeriksaan Apa yang Dilakukan Dokter Ahli untuk Nyeri Testis?

Setelah mengetahui keluhan Anda, dokter ahli akan menentukan pemeriksaan berdasarkan gejala dan kemungkinan penyebabnya.

Berikut beberapa pemeriksaan yang mungkin di lakukan.

1. Pemeriksaan fisik

Dokter ahli memeriksa testis, skrotum, dan area selangkangan untuk menilai pembengkakan, benjolan, perubahan posisi, atau tanda peradangan.

2. Pemeriksaan urine

Pemeriksaan urine dapat membantu mendeteksi tanda infeksi atau darah dalam urine.

Jika di perlukan, dokter ahli juga dapat meminta kultur urine.

3. Tes infeksi menular seksual (IMS)

Jika terdapat gejala yang mengarah pada gonore atau klamidia, dokter ahli dapat menyarankan tes IMS (infeksi menular seksual) berdasarkan riwayat dan hasil pemeriksaan.

4. USG skrotum dengan Doppler

Pemeriksaan ini menggunakan gelombang suara untuk menilai struktur testis dan aliran darahnya.

Dokter ahli dapat menggunakannya untuk membantu mengevaluasi penyebab nyeri.

Namun, jika dokter ahli mencurigai torsio testis, pemeriksaan tambahan tidak boleh menunda tindakan darurat yang di perlukan.

Apakah Nyeri Testis Bisa Memengaruhi Kesuburan Pria?

Nyeri testis tidak selalu menyebabkan gangguan kesuburan.

Namun, beberapa kondisi yang mendasarinya dapat memengaruhi fungsi reproduksi pria.

Sebagai contoh, varikokel dapat berkaitan dengan gangguan kualitas sperma pada sebagian pria.

Sementara itu, infeksi tertentu yang tidak di tangani dan torsio testis yang terlambat mendapatkan penanganan dapat menimbulkan komplikasi.

Karena itu, jangan menyimpulkan bahwa nyeri testis pasti menyebabkan kemandulan.

Pemeriksaan dokter ahli di perlukan untuk menilai kondisi testis dan menentukan apakah ada dampak terhadap kesuburan.

Bagaimana Cara Mengurangi Risiko Nyeri Testis?

Tidak semua penyebab nyeri testis dapat di cegah.

Meski demikian, beberapa langkah berikut dapat membantu menjaga kesehatan organ reproduksi pria:

  • Gunakan pelindung yang sesuai ketika melakukan olahraga dengan risiko benturan.
  • Lakukan hubungan seksual yang lebih aman untuk mengurangi risiko infeksi menular seksual (IMS).
  • Jangan mengonsumsi antibiotik tanpa resep dokter ahli.
  • Segera periksakan benjolan, pembengkakan, atau perubahan pada testis.
  • Jangan mengabaikan nyeri yang berulang (kambuh) meskipun dapat hilang dengan sendirinya.

Jika Anda mengalami nyeri setelah berhubungan seksual atau di sertai cairan abnormal (tidak normal) dari penis, konsultasikan dengan dokter ahli untuk mengetahui apakah di perlukan pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual).

Kapan Nyeri Testis Harus Segera Diperiksa?

Segera pergi ke IGD jika mengalami nyeri testis yang muncul mendadak dan berat, terutama jika di sertai pembengkakan, mual, muntah, atau nyeri perut.

Nyeri yang berlangsung lebih dari 1 jam atau tetap terasa saat beristirahat juga membutuhkan penilaian medis segera.

Sementara itu, jadwalkan pemeriksaan dokter ahli jika nyeri ringan berlangsung lebih dari beberapa hari, sering kambuh, atau di sertai benjolan dan perubahan ukuran testis.

Jangan menunggu sampai nyeri semakin parah untuk mencari pertolongan.

Kesimpulan

Jadi, nyeri testis sebaiknya di periksakan ke dokter ahli spesialis urologi (Sp.U) karena dokter ahli ini menangani gangguan saluran kemih dan organ reproduksi pria. Namun, jika nyeri muncul mendadak dan sangat hebat, segera menuju IGD untuk menyingkirkan kemungkinan torsio testis.

Penyebab nyeri testis dapat berupa infeksi, varikokel, hernia, cedera, atau gangguan lain yang memerlukan penanganan berbeda. Oleh sebab itu, pemeriksaan medis membantu menentukan penyebab dan pilihan pengobatan yang tepat. Jangan abaikan nyeri pada organ reproduksi Anda.

Konsultasikan keluhan di Klinik Apollo untuk mendapatkan evaluasi medis, membantu mengidentifikasi penyebab nyeri testis, serta memperoleh rekomendasi pemeriksaan dan pengobatan sesuai kondisi.

Dengan pemeriksaan yang tepat, Anda dapat memahami kondisi kesehatan reproduksi, memperoleh penanganan lebih terarah, dan mendapatkan edukasi mengenai pencegahan komplikasi dengan tetap memperhatikan privasi pasien.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Join to newsletter.

Informasi terupdate penyakit kelamin.

About the Author: Yulia

Yulia
Yulia adalah seorang Content Writer di Klinik Apollo yang sudah berkecimpung di dunia kesehatan penyakit kelamin sejak tahun 2017.

Butuh bantuan kami?

Hubungi kami di 0821-1099-9870

Tim medis kami online 24 jam/hari.