Klinik Apollo – Apakah gonore berbahaya? Jawabannya adalah ya, gonore dapat menjadi penyakit yang serius apabila tidak segera didiagnosis dan diobati.

Meskipun pada tahap awal gejalanya terkadang ringan atau bahkan tidak terasa, infeksi ini dapat menyebar ke organ reproduksi, meningkatkan risiko infertilitas (kemandulan), hingga menyebabkan komplikasi pada organ lain.

Oleh karena itu, penting untuk memahami bahaya gonore, mengenali gejalanya sejak dini, serta mengetahui kapan harus mendapatkan penanganan medis.

Dengan diagnosis yang cepat dan terapi yang tepat, sebagian besar kasus gonore dapat diobati sehingga risiko komplikasi dapat di minimalkan.

Apa Itu Gonore?

Gonore atau kencing nanah adalah infeksi menular seksual (IMS) yang di sebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae.

Bakteri ini menginfeksi selaput lendir pada:

  • Saluran kemih.
  • Leher rahim (serviks).
  • Rektum.
  • Tenggorokan.
  • Mata (pada kondisi tertentu).

Penularan terjadi melalui hubungan seksual vaginal, anal, maupun oral dengan seseorang yang terinfeksi.

Selain itu, ibu yang mengalami gonore juga dapat menularkan infeksi kepada bayinya saat proses persalinan pervaginam.

Menurut World Health Organization (WHO), di perkirakan terdapat lebih dari 80 juta kasus baru gonore setiap tahun pada kelompok usia 15 hingga 49 tahun di seluruh dunia, sehingga penyakit ini masih menjadi salah satu infeksi menular seksual (IMS) yang paling sering di temukan.

Apakah Gonore Berbahaya?

Ya, gonore dapat berbahaya apabila tidak mendapatkan pengobatan yang tepat.

Pada tahap awal, infeksi mungkin hanya menyebabkan rasa tidak nyaman saat kencing atau keluarnya cairan dari organ intim.

Namun, tanpa terapi yang sesuai, bakteri dapat menyebar ke organ lain dan menimbulkan komplikasi yang lebih serius.

Selain itu, gonore yang tidak di obati juga meningkatkan risiko penularan kepada pasangan seksual dan dapat mempermudah penularan maupun tertular infeksi HIV.

Risiko dan Komplikasi Gonore

Berikut beberapa komplikasi yang dapat terjadi apabila gonore tidak di tangani dengan baik.

1. Infertilitas (Kemandulan) pada Wanita

Pada wanita, infeksi dapat menyebar ke rahim dan saluran tuba sehingga menyebabkan Penyakit Radang Panggul (Pelvic Inflammatory Disease atau PID).

Kondisi ini dapat meningkatkan risiko:

  • Sulit hamil.
  • Kehamilan ektopik.
  • Nyeri panggul kronis.

2. Gangguan Kesuburan pada Pria

Pada pria, gonore dapat menyebabkan epididimitis, yaitu peradangan pada saluran yang menyimpan dan membawa sperma.

Apabila tidak segera di tangani, kondisi ini dapat memengaruhi kesuburan.

3. Infeksi Menyebar ke Seluruh Tubuh

Dalam kasus tertentu, bakteri dapat masuk ke aliran darah dan menyebabkan Disseminated Gonococcal Infection (DGI).

Gejalanya meliputi:

  • Demam.
  • Nyeri sendi.
  • Ruam kulit.
  • Peradangan pada beberapa organ.

Walaupun jarang terjadi, kondisi ini memerlukan penanganan medis segera.

4. Meningkatkan Risiko HIV

Peradangan akibat gonore membuat jaringan lebih rentan sehingga seseorang memiliki risiko lebih tinggi untuk tertular maupun menularkan HIV.

Karena itu, dokter ahli sering menyarankan pemeriksaan infeksi menular seksual (IMS) secara menyeluruh apabila seseorang di diagnosis mengalami gonore.

5. Komplikasi pada Bayi Baru Lahir

Apabila ibu hamil mengalami gonore dan tidak mendapatkan pengobatan, bayi berisiko mengalami:

  • Infeksi mata yang berat.
  • Gangguan penglihatan.
  • Infeksi serius pada tubuh.

Pemeriksaan selama kehamilan sangat penting untuk membantu mencegah komplikasi tersebut.

Gejala Gonore yang Perlu Diwaspadai

Gejala gonore dapat berbeda pada pria dan wanita.

Bahkan, sebagian penderita tidak mengalami gejala sama sekali.

Beberapa tanda yang sering muncul antara lain:

1. Pada Pria

  • Keluar cairan berwarna putih, kuning, atau kehijauan dari penis.
  • Nyeri atau rasa terbakar saat kencing.
  • Nyeri atau pembengkakan pada testis.

2. Pada Wanita

  • Keputihan yang tidak normal (abnormal).
  • Nyeri saat kencing.
  • Perdarahan di luar siklus menstruasi.
  • Nyeri panggul.

Jika infeksi terjadi di tenggorokan atau rektum, gejalanya dapat berupa sakit tenggorokan, nyeri saat buang air besar (BAB), atau bahkan tanpa gejala.

Faktor Risiko Gonore

Risiko gonore meningkat pada seseorang yang:

  • Memiliki pasangan seksual lebih dari 1.
  • Tidak menggunakan kondom (pengaman atau pelindung) secara konsisten.
  • Memiliki riwayat infeksi menular seksual (IMS).
  • Berhubungan seksual dengan pasangan seksual yang terinfeksi.
  • Berusia muda dan aktif secara seksual.

Bagaimana Cara Mendiagnosis Gonore?

Dokter ahli akan menentukan diagnosis melalui beberapa tahapan, seperti:

  • Wawancara mengenai riwayat kesehatan dan aktivitas seksual.
  • Pemeriksaan fisik sesuai keluhan.
  • Pemeriksaan sampel urine.
  • Pengambilan sampel cairan dari uretra, serviks, rektum, atau tenggorokan bila di perlukan.
  • Pemeriksaan laboratorium menggunakan metode yang sesuai, seperti NAAT (Nucleic Acid Amplification Test) yang di kenal memiliki sensitivitas tinggi untuk mendeteksi Neisseria gonorrhoeae.

Diagnosis yang akurat membantu dokter ahli memberikan terapi sesuai penyebab infeksi.

Bagaimana Cara Mengobati Gonore?

Gonore tidak dapat sembuh sendiri.

Oleh karena itu, pengobatan harus di lakukan sesuai rekomendasi dokter ahli.

Penanganan umumnya meliputi:

  • Pemberian antibiotik sesuai pedoman medis terkini.
  • Pemeriksaan dan pengobatan pasangan seksual bila di perlukan.
  • Menghindari hubungan seksual sampai dokter ahli menyatakan infeksi telah di tangani.
  • Kontrol ulang sesuai jadwal untuk memastikan keberhasilan terapi.

Hindari membeli atau mengonsumsi antibiotik tanpa resep karena penggunaan yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko resistensi antibiotik.

Cara Mencegah Gonore

Pencegahan gonore dapat di lakukan dengan langkah-langkah berikut:

  • Menggunakan kondom (pengaman atau pelindung) secara benar dan konsisten.
  • Menghindari berganti-ganti pasangan seksual.
  • Melakukan pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual) secara berkala apabila memiliki faktor risiko.
  • Segera berkonsultasi apabila muncul gejala pada organ intim.
  • Memastikan pasangan seksual juga mendapatkan pemeriksaan bila di perlukan.

Kapan Harus ke Dokter Ahli?

Segera lakukan pemeriksaan apabila Anda mengalami:

  • Keluar cairan dari penis atau vagina yang tidak normal (abnormal).
  • Nyeri saat kencing.
  • Nyeri pada panggul atau testis.
  • Perdarahan di luar menstruasi.
  • Pasangan di diagnosis mengalami gonore.
  • Pernah melakukan hubungan seksual berisiko.

Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mencegah komplikasi dan mengurangi risiko penularan kepada pasangan seksual.

Kesimpulan

Apakah gonore berbahaya? Ya.

Gonore merupakan infeksi menular seksual (IMS) yang dapat menyebabkan komplikasi serius apabila tidak di tangani, seperti penyakit radang panggul (PID), gangguan kesuburan, infeksi yang menyebar ke seluruh tubuh, hingga komplikasi pada bayi baru lahir.

Kabar baiknya, gonore dapat di diagnosis dan di obati dengan tepat apabila penderita segera memeriksakan diri.

Oleh karena itu, jangan abaikan gejala sekecil apa pun, terutama jika Anda memiliki faktor risiko.

Konsultasikan Keluhan Anda di Klinik Apollo Jakarta

Jika Anda mengalami gejala yang mengarah pada gonore atau memiliki kekhawatiran setelah melakukan hubungan seksual berisiko, segera konsultasikan ke Klinik Apollo Jakarta.

Dokter ahli berpengalaman akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dengan mengutamakan privasi dan kerahasiaan pasien, di dukung fasilitas diagnostik yang memadai serta penanganan berdasarkan pedoman medis terkini.

Dengan diagnosis yang akurat dan terapi yang tepat, Anda dapat memperoleh penanganan yang efektif, mengurangi risiko komplikasi, serta membantu mencegah penularan kepada pasangan seksual.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Join to newsletter.

Informasi terupdate penyakit kelamin.

About the Author: Yulia

Yulia
Yulia adalah seorang Content Writer di Klinik Apollo yang sudah berkecimpung di dunia kesehatan penyakit kelamin sejak tahun 2017.

Butuh bantuan kami?

Hubungi kami di 0821-1099-9870

Tim medis kami online 24 jam/hari.