Klinik Apollo – Nyeri testis merupakan keluhan yang cukup mengkhawatirkan bagi pria. Rasa sakit dapat terasa ngilu, berdenyut, tertarik, seperti di tusuk, atau sangat tajam, baik pada satu maupun kedua testis.

Lantas, apakah nyeri testis berbahaya? Jawabannya tergantung penyebabnya.

Beberapa kasus dapat berkaitan dengan cedera ringan atau peradangan, tetapi nyeri testis yang muncul tiba-tiba dan sangat hebat dapat menjadi tanda torsi testis, yaitu kondisi ketika testis berputar dan mengganggu aliran darah.

Kondisi tersebut membutuhkan penanganan segera. Karena penyebabnya cukup beragam, jangan hanya mengandalkan intensitas rasa sakit untuk menentukan apakah kondisi tersebut berbahaya.

Apa Itu Nyeri Testis?

Nyeri testis adalah rasa sakit atau ketidaknyamanan yang di rasakan pada testis atau area skrotum.

Namun, sumber nyeri tidak selalu berasal langsung dari testis.

Gangguan pada epididimis, korda spermatika, saluran kemih, ginjal, selangkangan, atau perut juga dapat menimbulkan rasa sakit yang terasa sampai ke testis.

Karena itu, dokter ahli biasanya mempertimbangkan lokasi, waktu munculnya nyeri, intensitas, durasi, serta gejala lain yang menyertainya sebelum menentukan penyebab.

Apakah Nyeri Testis Berbahaya?

Tidak selalu.

Nyeri testis dapat di sebabkan oleh kondisi yang relatif ringan, tetapi beberapa penyebab membutuhkan pemeriksaan dan penanganan segera.

Beberapa penyebab nyeri testis antara lain:

  • Epididimitis.
  • Orkitis.
  • Torsi testis.
  • Cedera atau benturan.
  • Varikokel.
  • Hernia inguinalis.
  • Hidrokel atau kista tertentu.
  • Infeksi saluran kemih (ISK).
  • Prostatitis.
  • Batu ginjal.
  • Beberapa kondisi lain pada area selangkangan atau perut.

NHS juga menjelaskan bahwa nyeri testis dapat di sebabkan oleh infeksi, cedera, hernia inguinalis, kista, maupun varikokel.

Jadi, nyeri testis tidak bisa di anggap berbahaya atau tidak berbahaya hanya berdasarkan rasa sakitnya.

Penyebab Nyeri Testis yang Perlu Diketahui

Berikut penyebabnya:

1. Torsi Testis

Torsi testis merupakan salah satu penyebab paling serius dari nyeri testis mendadak.

Kondisi ini terjadi ketika testis berputar dan korda spermatika ikut terpelintir.

Akibatnya, aliran darah menuju testis dapat berkurang atau terhenti.

Gejala yang dapat muncul antara lain:

  • Nyeri testis yang muncul tiba-tiba.
  • Nyeri sangat hebat.
  • Pembengkakan skrotum.
  • Salah 1 testis terlihat lebih tinggi atau berada pada posisi yang tidak biasa.
  • Mual dan muntah.
  • Nyeri perut.

Torsi testis merupakan kegawatdaruratan medis.

Penanganan yang cepat di perlukan untuk mempertahankan aliran darah dan mencegah kerusakan testis.

Bahkan, jika nyeri tiba-tiba kemudian menghilang sendiri, pemeriksaan tetap penting karena testis dapat mengalami kondisi terpuntir lalu kembali ke posisi semula.

Kapan nyeri testis karena torsi harus di tangani?

Jika nyeri testis muncul mendadak dan berat, jangan menunggu sampai keesokan hari atau mencoba mengobatinya sendiri.

Segera cari pertolongan medis.

2. Epididimitis

Epididimitis adalah peradangan pada epididimis, yaitu saluran kecil di belakang testis yang berperan dalam penyimpanan dan transportasi sperma.

Kondisi ini dapat menyebabkan:

  • Nyeri pada salah 1 testis.
  • Pembengkakan skrotum.
  • Nyeri atau rasa tidak nyaman ketika di sentuh.
  • Skrotum terasa hangat.
  • Nyeri saat kencing.
  • Sering kencing.
  • Keluar cairan dari penis.
  • Demam pada sebagian kasus.

Pada pria yang aktif secara seksual, epididimitis dapat berkaitan dengan infeksi menular seksual (IMS) seperti klamidia dan gonore (kencing nanah).

Namun, bakteri dari saluran kemih juga dapat menjadi penyebab.

Jika nyeri testis di sertai keluar cairan dari penis atau kencing terasa perih, pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual) mungkin di perlukan.

3. Orkitis

Orkitis merupakan peradangan pada testis.

Kondisi ini dapat berkaitan dengan infeksi virus maupun bakteri.

Gejalanya dapat berupa:

  • Nyeri testis.
  • Pembengkakan.
  • Testis terasa sensitif.
  • Demam.
  • Tubuh terasa lemas.

Orkitis juga dapat terjadi bersamaan dengan epididimitis atau di sebut epididimo-orkitis.

4. Cedera atau Benturan

Benturan pada area selangkangan, misalnya ketika berolahraga, terjatuh, atau terkena benda keras, dapat menyebabkan nyeri testis.

Cedera ringan dapat membaik dengan perawatan yang sesuai.

Namun, nyeri berat, pembengkakan, memar yang luas, darah dalam urine, atau kesulitan kencing setelah cedera membutuhkan pemeriksaan medis.

Jangan menganggap semua nyeri setelah benturan hanya sebagai memar biasa.

5. Varikokel

Varikokel merupakan pelebaran pembuluh darah vena di dalam skrotum.

Keluhannya dapat berupa:

  • Rasa berat pada skrotum.
  • Nyeri atau rasa tidak nyaman.
  • Keluhan yang semakin terasa setelah berdiri atau beraktivitas dalam waktu lama.

Tidak semua varikokel menimbulkan gejala.

Namun, jika muncul nyeri atau perubahan pada ukuran testis, pemeriksaan dokter ahli dapat membantu menentukan apakah di perlukan penanganan lebih lanjut.

6. Hernia Inguinalis

Hernia inguinalis terjadi ketika jaringan dari dalam perut menonjol melalui area yang lemah pada dinding perut dan dapat turun ke daerah selangkangan atau skrotum.

Selain nyeri, seseorang dapat merasakan:

  • Benjolan di selangkangan.
  • Rasa berat di skrotum.
  • Nyeri yang memburuk ketika batuk, mengejan, atau mengangkat beban.

Hernia merupakan salah satu penyebab yang dapat menimbulkan nyeri di sekitar testis.

Apakah Nyeri Testis Bisa Disebabkan Penyakit Menular Seksual (PMS)?

Bisa.

Infeksi menular seksual (IMS) seperti gonore (kencing nanah) dan klamidia dapat menyebabkan epididimitis dan kemudian menimbulkan nyeri atau pembengkakan pada testis.

Kecurigaan terhadap IMS (infeksi menular seksual) semakin perlu di perhatikan jika nyeri testis di sertai:

  • Kencing terasa perih.
  • Keluar cairan dari penis.
  • Sering kencing.
  • Nyeri saat ejakulasi.
  • Pembengkakan skrotum.
  • Luka atau iritasi pada area genital.
  • Riwayat hubungan seksual tanpa kondom (pengaman atau pelindung).

Jika terdapat kemungkinan IMS (infeksi menular seksual), dokter ahli dapat menentukan pemeriksaan yang sesuai.

CDC merekomendasikan pemeriksaan C. trachomatis dan N. gonorrhoeae dengan NAAT pada kasus epididimitis akut yang di curigai berkaitan dengan kedua infeksi tersebut.

Ciri-Ciri Nyeri Testis yang Berbahaya

Tidak semua nyeri testis merupakan keadaan darurat.

Namun, segera mencari pertolongan medis jika mengalami:

1. Nyeri muncul tiba-tiba dan sangat hebat

Ini merupakan salah satu tanda penting yang perlu segera di evaluasi karena dapat mengarah pada torsi testis.

2. Testis atau skrotum tiba-tiba membengkak

Pembengkakan yang muncul bersama nyeri dapat berkaitan dengan torsi, infeksi, cedera, atau kondisi lainnya.

3. Disertai mual atau muntah

Mual dan muntah yang menyertai nyeri testis mendadak merupakan tanda yang perlu mendapat perhatian segera.

4. Disertai demam

Demam dapat mengarah pada proses infeksi atau peradangan, terutama jika di sertai pembengkakan dan nyeri.

5. Testis berubah posisi

Testis yang tampak lebih tinggi dari biasanya atau berada pada sudut yang tidak normal (abnormal) dapat menjadi salah satu tanda torsi testis.

6. Terdapat benjolan atau perubahan ukuran testis

Benjolan atau pembesaran testis sebaiknya di periksa.

Nyeri saja biasanya bukan gejala khas kanker testis, tetapi benjolan atau perubahan ukuran tetap perlu di evaluasi.

Apakah Nyeri Testis Berarti Kanker?

Tidak otomatis.

Nyeri testis sendiri bukan tanda khas kanker testis.

NHS menyebut kanker testis lebih sering berkaitan dengan benjolan atau pembengkakan pada testis, meskipun setiap perubahan pada testis tetap perlu di periksa.

Karena itu, jangan langsung menyimpulkan bahwa nyeri testis berarti kanker.

Sebaliknya, jangan pula mengabaikan benjolan, perubahan ukuran, perubahan bentuk, atau perubahan konsistensi testis.

Bagaimana Dokter  Ahli Mengetahui Penyebab Nyeri Testis?

Dokter ahli biasanya memulai pemeriksaan dengan menanyakan:

  • Kapan nyeri mulai muncul?
  • Apakah muncul tiba-tiba atau bertahap?
  • Apakah nyeri terjadi pada 1 atau kedua testis?
  • Seberapa berat rasa sakitnya?
  • Apakah terdapat pembengkakan?
  • Apakah ada demam?
  • Apakah kencing terasa perih?
  • Apakah terdapat cairan dari penis?
  • Apakah sebelumnya mengalami benturan?
  • Apakah terdapat faktor risiko IMS (infeksi menular seksual)?

Selanjutnya, dokter ahli dapat melakukan pemeriksaan fisik dan menentukan pemeriksaan tambahan sesuai kondisi.

Salah satu pemeriksaan yang dapat di gunakan adalah USG skrotum atau Doppler, terutama ketika dokter ahli perlu mengevaluasi kemungkinan gangguan aliran darah atau kondisi tertentu pada testis.

Pada nyeri skrotum akut, CDC menjelaskan bahwa ultrasonografi terutama di gunakan untuk membantu menyingkirkan torsi korda spermatika ketika kondisi tersebut di curigai.

Pemeriksaan urine atau pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual) juga dapat di lakukan jika terdapat tanda infeksi.

Bagaimana Cara Mengatasi Nyeri Testis?

Penanganannya bergantung pada penyebabnya.

Karena itu, tidak ada satu obat nyeri testis yang cocok untuk semua kondisi.

Misalnya:

  • Infeksi bakteri dapat membutuhkan antibiotik sesuai diagnosis.
  • Epididimitis akibat IMS (infeksi menular seksual) membutuhkan terapi yang sesuai penyebab dan evaluasi pasangan seksual bila di perlukan.
  • Torsi testis membutuhkan penanganan bedah segera.
  • Cedera tertentu dapat membutuhkan istirahat dan penanganan suportif.
  • Hernia atau kondisi tertentu lainnya dapat membutuhkan tindakan medis atau operasi.

CDC menekankan bahwa terapi epididimitis harus di sesuaikan dengan kemungkinan penyebab infeksi dan kondisi klinis pasien.

Karena itu, hindari membeli antibiotik atau obat tertentu secara sembarangan hanya berdasarkan gejala.

Kapan Harus Segera ke Dokter Ahli?

Segera cari pertolongan medis apabila:

  • Nyeri testis muncul tiba-tiba dan sangat hebat.
  • Nyeri di sertai mual atau muntah.
  • Skrotum membengkak dengan cepat.
  • Testis tampak berada lebih tinggi atau berubah posisi.
  • Nyeri tidak membaik ketika beristirahat.
  • Nyeri di sertai demam atau kondisi tubuh memburuk.
  • Terdapat darah dalam urine.
  • Nyeri muncul setelah cedera berat.
  • Terdapat benjolan atau perubahan ukuran testis.

NHS secara khusus menyarankan pertolongan segera untuk nyeri testis yang mendadak dan berat, terutama jika di sertai mual, muntah, atau nyeri perut.

Kesimpulan

Apakah nyeri testis berbahaya? Tidak selalu, karena penyebabnya dapat berupa cedera, peradangan, infeksi, varikokel, hernia, dan kondisi lainnya. Namun, nyeri testis yang muncul mendadak dan sangat hebat merupakan tanda yang tidak boleh di abaikan karena dapat menjadi gejala torsi testis yang membutuhkan penanganan segera.

Selain itu, nyeri yang di sertai pembengkakan, demam, keluar cairan dari penis, nyeri saat kencing, benjolan, atau perubahan ukuran testis juga sebaiknya di periksa agar penyebabnya dapat di ketahui secara tepat.

Jika Anda mengalami nyeri testis, testis bengkak, nyeri saat kencing, atau keluhan pada organ reproduksi, jangan menunda pemeriksaan. Konsultasikan kondisi Anda ke dokter ahli di Klinik Apollo untuk mendapatkan evaluasi medis, pemeriksaan yang sesuai bila di perlukan, serta penanganan berdasarkan penyebabnya.

Dengan pemeriksaan yang tepat, Anda dapat mengetahui penyebab keluhan lebih jelas dan memperoleh terapi yang sesuai dengan kondisi Anda, dengan tetap mengutamakan privasi pasien dan layanan medis profesional.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Join to newsletter.

Informasi terupdate penyakit kelamin.

About the Author: Yulia

Yulia
Yulia adalah seorang Content Writer di Klinik Apollo yang sudah berkecimpung di dunia kesehatan penyakit kelamin sejak tahun 2017.

Butuh bantuan kami?

Hubungi kami di 0821-1099-9870

Tim medis kami online 24 jam/hari.