Klinik Apollo – Gonore pada bayi merupakan kondisi yang perlu mendapatkan perhatian serius karena infeksi Neisseria gonorrhoeae dapat menyerang mata bayi baru lahir dan berkembang dengan cepat.

Kondisi ini di kenal sebagai ophthalmia neonatorum gonokokal atau infeksi mata akibat gonore pada bayi. Infeksi biasanya terjadi ketika bayi melewati jalan lahir dari ibu yang mengalami gonore yang belum di tangani.

Jika tidak segera mendapatkan terapi, infeksi dapat merusak kornea dan dalam kasus berat menyebabkan kebutaan. CDC juga menyebutkan bahwa manifestasi gonore pada bayi yang paling serius meliputi infeksi mata dan infeksi menyeluruh (sepsis), yang dapat di sertai artritis atau meningitis.

Karena itu, orang tua perlu mengenali gejala gonore pada mata bayi, terutama pada beberapa hari pertama setelah kelahiran.

Apa Itu Gonore pada Bayi?

Gonore pada bayi merupakan infeksi yang di sebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Pada bayi baru lahir, penularan paling sering terjadi saat proses persalinan pervaginam ketika bayi mengalami kontak dengan sekret genital ibu yang terinfeksi.

Infeksi tersebut paling sering menyerang konjungtiva mata sehingga menyebabkan konjungtivitis gonokokal pada bayi atau gonococcal ophthalmia neonatorum.

Ophthalmia neonatorum sendiri merupakan peradangan konjungtiva yang terjadi selama 4 minggu pertama kehidupan.

Penyebabnya tidak hanya gonore, tetapi gonore menjadi salah satu penyebab yang paling perlu di waspadai karena dapat berkembang menjadi kerusakan mata berat.

Bagaimana Gonore Bisa Menular kepada Bayi?

Bayi dapat tertular gonore ketika lahir dari ibu yang mengalami infeksi pada serviks atau saluran genital. Penularan terutama terjadi melalui paparan sekret yang mengandung bakteri selama proses persalinan pervaginam.

Karena itu, seorang ibu yang tidak mengetahui dirinya mengalami gonore dapat menularkan infeksi kepada bayinya meskipun tidak memiliki gejala yang jelas.

Kondisi ini menjadi salah satu alasan mengapa pemeriksaan infeksi menular seksual (IMS) selama kehamilan sangat penting.

Jika ibu terdiagnosis gonore selama kehamilan, dokter ahli perlu memberikan terapi yang sesuai dan memastikan bayi mendapatkan evaluasi serta penanganan yang di perlukan.

Gejala Gonore pada Bayi Baru Lahir

Salah satu hal penting yang perlu di perhatikan orang tua adalah perubahan pada mata bayi.

Gejala biasanya muncul dalam beberapa hari setelah kelahiran.

CDC mencatat bahwa infeksi gonokokal pada bayi umumnya merupakan penyakit akut dan dapat bermanifestasi sekitar 2 hingga 5 hari setelah lahir.

Beberapa gejala yang dapat muncul meliputi:

1. Mata bayi berwarna merah

Konjungtiva mata dapat terlihat berwarna merah akibat peradangan.

2. Kelopak mata membengkak

Kelopak dapat mengalami pembengkakan yang cukup berat sehingga bayi sulit membuka mata.

3. Keluar cairan atau nanah dari mata

Salah satu tanda yang perlu segera di periksa adalah cairan kental atau nanah yang keluar dari mata bayi.

Cairan dapat terus muncul meskipun sudah di bersihkan.

4. Mata sulit dibuka

Pembengkakan dan banyaknya sekret dapat menyebabkan kedua kelopak mata bayi sulit terbuka.

5. Peradangan semakin berat

Infeksi gonokokal dapat berkembang dengan cepat.

Karena itu, mata bayi yang semakin berwarna merah, bengkak, dan mengeluarkan nanah membutuhkan pemeriksaan medis segera.

Mengapa Gonore pada Mata Bayi Berbahaya?

Gonore pada bayi tidak boleh di anggap sebagai belekan biasa.

Bakteri N. gonorrhoeae dapat menyebabkan peradangan hebat pada jaringan mata.

Jika tidak di tangani dengan cepat, infeksi dapat menyebar dan merusak kornea.

Komplikasi yang dapat terjadi antara lain:

  • Ulkus kornea.
  • Kerusakan kornea.
  • Perforasi bola mata.
  • Jaringan parut pada kornea.
  • Gangguan penglihatan.
  • Kebutaan.
  • Infeksi sistemik atau sepsis.
  • Artritis.
  • Meningitis.

CDC secara khusus memperingatkan bahwa ophthalmia neonatorum akibat gonore dapat menyebabkan perforasi bola mata dan kebutaan.

Karena perkembangan penyakit dapat berlangsung cepat, bayi dengan mata berwarna merah dan mengeluarkan nanah setelah lahir harus segera di periksa, terutama jika ibu memiliki riwayat gonore atau belum pernah menjalani pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual) selama kehamilan.

Seberapa Besar Risiko Gonore Menular kepada Bayi?

Risiko penularan dapat menjadi tinggi apabila ibu mengalami gonore yang tidak di obati dan bayi terpapar selama persalinan pervaginam.

American Academy of Pediatrics melaporkan bahwa pada ibu hamil yang terinfeksi tetapi tidak mendapatkan terapi yang memadai, dan bayi tidak mendapatkan profilaksis mata, penularan dapat terjadi pada sekitar 30 hingga 50% bayi.

Data tersebut menunjukkan mengapa deteksi dan pengobatan gonore selama kehamilan menjadi bagian penting dalam mencegah komplikasi pada bayi.

Apakah Gonore pada Bayi Hanya Menyerang Mata?

Tidak.

Meskipun infeksi mata merupakan manifestasi yang paling di kenal, gonore pada bayi juga dapat menyebabkan infeksi pada bagian tubuh lainnya.

CDC mencatat beberapa manifestasi lain, seperti:

  • Rhinitis.
  • Vaginitis pada bayi perempuan.
  • Uretritis.
  • Infeksi pada lokasi bekas pemantauan janin.
  • Sepsis.
  • Artritis.
  • Meningitis.

Karena itu, dokter ahli tidak hanya melihat kondisi mata.

Jika terdapat kecurigaan infeksi gonokokal, bayi perlu mendapatkan evaluasi menyeluruh.

Apakah Belekan pada Bayi Selalu Berarti Gonore?

Tidak. Mata bayi yang merah atau mengeluarkan cairan dapat di sebabkan oleh berbagai kondisi. Selain N. gonorrhoeae, penyebab ophthalmia neonatorum dapat meliputi Chlamydia trachomatis, bakteri lain, maupun virus tertentu.

Karena gejalanya dapat terlihat mirip, orang tua sebaiknya tidak mendiagnosis sendiri berdasarkan warna atau jumlah cairan mata.

Sebagai contoh, infeksi mata akibat klamidia juga dapat terjadi pada bayi setelah persalinan dari ibu yang terinfeksi.

Oleh karena itu, pemeriksaan laboratorium dapat di perlukan untuk menentukan penyebabnya.

Bagaimana Dokter Mendiagnosis Gonore pada Bayi?

Dokter ahli akan mempertimbangkan:

  • Usia bayi ketika gejala muncul.
  • Kondisi mata.
  • Ada atau tidaknya sekret purulen.
  • Riwayat infeksi menular seksual (IMS) pada ibu.
  • Riwayat pemeriksaan selama kehamilan.
  • Hasil pemeriksaan laboratorium.

Sampel sekret dari konjungtiva dapat di periksa untuk mencari N. gonorrhoeae.

Pemeriksaan juga dapat di lakukan untuk mencari penyebab lain, terutama Chlamydia trachomatis, karena gejala infeksi mata pada bayi dapat saling menyerupai.

CDC menekankan bahwa evaluasi laboratorium di perlukan ketika terdapat kecurigaan ophthalmia gonokokal.

Bagaimana Pengobatan Gonore pada Bayi?

Gonore pada bayi membutuhkan penanganan medis segera dan tidak boleh di obati sendiri di rumah. Berbeda dengan beberapa jenis belekan ringan, infeksi gonokokal memerlukan antibiotik sistemik sesuai penilaian dokter ahli.

Dalam pedoman CDC, bayi dengan gonococcal ophthalmia dapat di berikan pengobatan dengan dosis yang di sesuaikan berat badan dan kondisi klinis. Bayi dengan infeksi mata gonokokal juga perlu dievaluasi terhadap kemungkinan infeksi yang menyebar ke seluruh tubuh.

Dokter ahli juga akan mempertimbangkan kondisi khusus bayi, termasuk usia, berat badan, prematuritas, kadar bilirubin, dan kemungkinan kontraindikasi obat-obatan.

Jangan memberikan antibiotik atau obat-obatan tetes mata kepada bayi tanpa resep dan pemeriksaan dokter ahli.

Apakah Obat Tetes Mata Saja Cukup?

Tidak selalu. Jika dokter ahli mencurigai gonore pada bayi baru lahir, penanganan tidak cukup hanya mengandalkan obat-obatan tetes mata.

Infeksi gonokokal dapat menyerang jaringan kornea dan berpotensi menyebar secara sistemik.

Karena itu, bayi memerlukan evaluasi dan terapi yang sesuai.

AAP juga menekankan bahwa bayi dengan ophthalmia neonatorum membutuhkan evaluasi klinis dan pemeriksaan laboratorium yang sesuai, kemudian terapi spesifik segera apabila penyebab infeksi telah atau sangat mungkin teridentifikasi.

Bagaimana Mencegah Gonore pada Bayi?

Pencegahan terbaik dimulai sebelum bayi lahir.

1. Melakukan pemeriksaan gonore selama kehamilan

Ibu hamil dengan faktor risiko tertentu perlu menjalani pemeriksaan gonore sesuai rekomendasi dokter ahli.

Jika hasil pemeriksaan positif, pengobatan harus dilakukan sesuai terapi yang direkomendasikan untuk kehamilan.

2. Mengobati gonore selama kehamilan

Menangani infeksi sebelum persalinan membantu menurunkan risiko bayi terpapar bakteri ketika melewati jalan lahir.

CDC menekankan pentingnya skrining, pengobatan ibu hamil yang terinfeksi, serta pemeriksaan ulang pada kondisi tertentu untuk membantu mencegah gonococcal ophthalmia neonatorum.

3. Pasangan seksual juga perlu diperiksa

Jika seorang ibu terdiagnosis gonore, pasangan seksual perlu mendapatkan evaluasi dan pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Tujuannya bukan hanya mengobati infeksi saat ini, tetapi juga mengurangi risiko infeksi ulang (kambuh).

4. Bayi mendapatkan pencegahan sesuai protokol fasilitas kesehatan

Profilaksis mata bayi baru lahir merupakan salah satu strategi pencegahan ophthalmia neonatorum.

Protokol yang di gunakan dapat berbeda berdasarkan kebijakan dan ketersediaan layanan di masing-masing negara atau fasilitas kesehatan.

Bagaimana Jika Ibu Baru Mengetahui Mengalami Gonore Setelah Bayi Lahir?

Jangan panik, tetapi segera beri tahu dokter ahli atau dokter ahli anak.

Informasi bahwa ibu mengalami gonore sangat penting karena dokter ahli dapat menentukan apakah bayi perlu mendapatkan pemeriksaan, pemantauan, atau terapi.

Jika bayi belum menunjukkan gejala, dokter ahli tetap dapat menilai risiko berdasarkan:

  • Hasil pemeriksaan ibu.
  • Apakah ibu sudah mendapatkan pengobatan.
  • Waktu pengobatan.
  • Cara persalinan.
  • Profilaksis mata yang telah di berikan kepada bayi.
  • Kondisi klinis bayi.

Jika bayi mulai mengalami mata berwarna merah, kelopak bengkak, atau keluar nanah, jangan menunggu gejalanya hilang sendiri.

Gonore pada Ibu Hamil dan Risiko pada Bayi

Infeksi gonore pada ibu hamil tidak selalu menimbulkan gejala yang jelas.

Karena itu, seorang ibu dapat merasa sehat tetapi tetap membawa N. gonorrhoeae.

Jika tidak terdeteksi dan tidak di tangani, bakteri dapat di tularkan kepada bayi ketika proses persalinan pervaginam berlangsung.

Inilah alasan mengapa pemeriksaan infeksi menular seksual (IMS) selama kehamilan memiliki peran penting, terutama bagi ibu dengan faktor risiko.

Kapan Bayi Harus Segera Dibawa ke Dokter Ahli?

Segera bawa bayi ke fasilitas kesehatan apabila terdapat:

  • Mata berwarna merah setelah lahir.
  • Kelopak mata bengkak.
  • Nanah atau cairan kental dari mata.
  • Mata sulit di buka.
  • Kondisi mata semakin memburuk.
  • Demam atau bayi terlihat sangat lemah.
  • Ibu memiliki gonore yang belum di tangani.
  • Ibu baru mengetahui dirinya mengalami gonore setelah melahirkan pervaginam.

Jangan menunggu sampai bayi mengalami gangguan penglihatan.

Infeksi gonokokal pada mata dapat berkembang dengan cepat dan membutuhkan terapi segera untuk mencegah kerusakan kornea.

FAQ Seputar Gonore pada Bayi

Apakah gonore bisa menular dari ibu ke bayi?

Ya.

Gonore dapat di tularkan dari ibu kepada bayi terutama saat bayi melewati jalan lahir yang terpapar sekret genital yang mengandung N. gonorrhoeae.

Berapa hari gejala gonore pada bayi muncul?

Gonore pada bayi umumnya dapat menyebabkan penyakit akut sekitar 2 hingga 5 hari setelah lahir, meskipun waktu munculnya gejala dapat bervariasi.

Apakah mata bayi belekan pasti karena gonore?

Tidak.

Belekan pada bayi dapat di sebabkan oleh berbagai bakteri, klamidia, virus, atau penyebab noninfeksi lainnya.

Pemeriksaan dokter ahli di perlukan untuk menentukan penyebabnya.

Apakah gonore pada bayi bisa menyebabkan kebutaan?

Ya.

Gonore pada mata bayi dapat menyebabkan kerusakan kornea, perforasi bola mata, dan kebutaan apabila tidak segera di tangani.

Apakah gonore pada bayi bisa disembuhkan?

Infeksi gonokokal dapat di tangani dengan antibiotik yang tepat.

Namun, terapi harus di berikan oleh tenaga medis karena bayi baru lahir membutuhkan penilaian dosis dan kondisi klinis secara khusus.

Apakah ibu yang mengalami gonore harus memberitahu dokter ahli setelah melahirkan?

Ya.

Informasi tersebut penting agar dokter ahli dapat menilai risiko infeksi pada bayi dan menentukan pemeriksaan atau terapi yang di perlukan.

Kesimpulan

Gonore pada bayi baru lahir merupakan kondisi yang tidak boleh di anggap sepele. Penularan terutama terjadi ketika bayi terpapar bakteri Neisseria gonorrhoeae saat proses persalinan pervaginam. Gejala yang paling perlu di waspadai adalah mata berwarna merah, kelopak mata bengkak, serta keluarnya cairan atau nanah dari mata dalam beberapa hari setelah lahir.

Jika tidak segera di tangani, infeksi dapat merusak kornea hingga menyebabkan kebutaan. Selain itu, gonore juga dapat berkembang menjadi infeksi sistemik seperti sepsis, artritis, atau meningitis.  Karena itu, ibu yang memiliki gonore saat hamil atau baru mengetahuinya setelah melahirkan pervaginam sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter ahli dan memberi tahu dokter ahli anak yang menangani bayi.

Begitu pula jika bayi menunjukkan gejala infeksi mata, pemeriksaan tidak boleh di tunda. Klinik Apollo Jakarta dapat menjadi pilihan untuk berkonsultasi mengenai gonore pada ibu maupun infeksi menular seksual (IMS).

Dengan konsultasi dan pemeriksaan yang tepat, Anda dapat mengetahui kondisi infeksi, memperoleh arahan pengobatan yang sesuai, serta mendapatkan pendampingan medis dengan mengutamakan privasi dan kenyamanan. Segera lakukan konsultasi di Klinik Apollo Jakarta agar gonore dapat di tangani sedini mungkin dan risiko penularan maupun komplikasi dapat di minimalkan.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Join to newsletter.

Informasi terupdate penyakit kelamin.

About the Author: Yulia

Yulia
Yulia adalah seorang Content Writer di Klinik Apollo yang sudah berkecimpung di dunia kesehatan penyakit kelamin sejak tahun 2017.

Butuh bantuan kami?

Hubungi kami di 0821-1099-9870

Tim medis kami online 24 jam/hari.