Klinik Apollo, Jakarta – Benjolan bernanah di buah zakar (testis), merupakan kondisi yang tidak boleh Anda anggap sepele. Keluhan ini bisa muncul akibat infeksi pada kulit skrotum, peradangan folikel rambut, atau penumpukan nanah di bawah permukaan kulit.
Benjolan biasanya muncul dengan keluhan kemerahan, pembengkakan, rasa nyeri, bahkan keluarnya cairan nanah. Pada beberapa kondisi, keluhan bisa memburuk apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat.
Lantas, apakah benjolan nanah di buah zakar berbahaya? Untuk mengetahui jawabannya, penting untuk memahami penyebab, gejala penyerta, serta langkah penanganannya.
Apa Itu Benjolan Bernanah di Buah Zakar?
Benjolan nanah di buah zakar adalah munculnya benjolan pada kulit skrotum, yang berisi nanah akibat proses peradangan atau infeksi.
Nanah merupakan kumpulan sel darah putih, bakteri, dan jaringan yang mengalami kerusakan ketika tubuh melawan infeksi. Kondisi ini bisa terjadi pada permukaan kulit maupun jaringan di bawahnya.
Ukuran benjolan juga bervariasi, mulai dari kecil seperti jerawat hingga membesar dan terasa sangat nyeri. Oleh karena itu, penting untuk membedakan benjolan pada kulit skrotum dengan benjolan yang berasal dari testis. Keduanya memiliki kemungkinan penyebab dan penanganan yang berbeda.
Penyebab Benjolan Nanah di Buah Zakar
Ada beberapa kondisi yang bisa memicu munculnya benjolan bernanah di area buah zakar, antara lain:
1. Folikulitis (Peradangan Folikel Rambut)
Folikulitis merupakan peradangan atau infeksi pada folikel rambut, yang bisa terjadi di kulit skrotum. Kondisi ini biasanya ditandai dengan benjolan kecil menyerupai jerawat, kemerahan, gatal, atau muncul titik nanah di bagian tengahnya. Pemicunya berupa:
- Kebersihan area genital yang kurang terjaga
- Gesekan pakaian dalam yang terlalu ketat
- Keringat dan kelembapan berlebih
- Kebiasaan mencukur rambut kemaluan
- Infeksi bakteri pada folikel rambut
2. Bisul (Furunkel)
Bisul merupakan infeksi yang lebih dalam pada folikel rambut, dan jaringan di sekitarnya. Salah satu bakteri yang sering menjadi penyebabnya adalah Staphylococcus aureus. Benjolan akibat bisul biasanya terasa nyeri, kemerahan, membengkak, dan berisi nanah.
Dalam beberapa kasus, bisul bisa membesar dan pecah dengan sendirinya. Namun, memencet atau menusuknya sendiri bisa memperburuk infeksi.
3. Abses Skrotum
Abses skrotum adalah penumpukan nanah di dalam jaringan kulit atau jaringan lunak skrotum akibat infeksi. Gejala yang bisa muncul berupa:
- Benjolan membengkak dan terasa lunak
- Nyeri ketika disentuh
- Kulit sekitar benjolan terasa hangat
- Kemerahan yang semakin meluas
- Demam apabila infeksi berkembang
Berdasarkan prinsip penanganan infeksi jaringan lunak yang dijelaskan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC), infeksi kulit bernanah memerlukan penilaian medis untuk menentukan apakah membutuhkan tindakan pengeluaran nanah dan antibiotik.
4. Kista Epidermoid yang Terinfeksi
Kista epidermoid merupakan benjolan di bawah kulit yang terbentuk akibat penumpukan keratin. Pada awalnya, kista bisa tumbuh perlahan dan tidak menimbulkan rasa sakit.
Namun, ketika mengalami peradangan atau infeksi, benjolan bisa membengkak, kemerahan, terasa nyeri, dan mengeluarkan cairan menyerupai nanah.
5. Infeksi Menular Seksual (IMS)
Beberapa infeksi menular seksual bisa menimbulkan luka, benjolan, atau peradangan di area genital. Sebagai contoh, herpes genital bisa menyebabkan lepuhan yang berubah menjadi luka, sedangkan sifilis bisa menimbulkan luka pada area genital.
Namun, benjolan bernanah bukanlah gejala khas semua IMS. Pemeriksaan perlu untuk mengetahui apakah keluhan berkaitan dengan infeksi kulit biasa, atau infeksi yang menular melalui hubungan seksual.
Apakah Benjolan Bernanah di Buah Zakar Berbahaya?
Benjolan nanah di buah zakar, bisa berbahaya apabila terjadi akibat infeksi yang menyebar ke jaringan sekitarnya. Jika tidak mendapatkan penanganan, beberapa risiko yang bisa terjadi meliputi:
- Infeksi Semakin Meluas – Bakteri bisa menyebar ke jaringan kulit di sekitar skrotum dan menyebabkan selulitis.
- Pembentukan Abses Lebih Besar – Penumpukan nanah bisa bertambah sehingga menimbulkan pembengkakan dan nyeri.
- Kerusakan Jaringan – Infeksi berat dapat menyebabkan jaringan kulit mengalami kerusakan.
- Infeksi Sistemik – Bakteri bisa masuk ke aliran darah dan menyebabkan sepsis.
- Gangguan pada Jaringan Sekitar Testis – Jika infeksi melibatkan struktur yang lebih dalam, perlu pemeriksaan dan penanganan yang lebih lanjut.
Menurut publikasi medis StatPearls mengenai Scrotal Abscess (2026), abses pada skrotum perlu ditangani dengan tepat karena infeksi berpotensi menyebar dengan cepat dan menimbulkan komplikasi serius.
Segera cari pertolongan medis darurat, apabila muncul nyeri hebat secara tiba-tiba pada testis, pembengkakan yang cepat memburuk, kulit menghitam, demam tinggi, atau tubuh terasa sangat lemas.
Bagaimana Cara Mengatasi Benjolan Bernanah di Buah Zakar?
Penanganan benjolan bernanah perlu sesuai dengan penyebab dan tingkat keparahannya. Berikut beberapa metode yang bisa dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dokter:
1. Pemberian Obat Antibiotik
Dokter bisa memberikan antibiotik apabila benjolan terjadi akibat infeksi bakteri. Jenis dan durasi penggunaan antibiotik perlu sesuai dengan kondisi pasien. Hindari membeli atau menggunakan antibiotik tanpa resep dokter.
2. Tindakan Pengeluaran Nanah
Apabila benjolan berkembang menjadi abses, dokter mungkin perlu melakukan tindakan insisi dan drainase. Prosedur ini dilakukan dengan membuat sayatan kecil, menggunakan alat steril untuk mengeluarkan nanah yang terkumpul.
Berdasarkan panduan National Health Service (NHS), abses kulit tertentu memang membutuhkan tindakan pengeluaran nanah agar infeksi bisa ditangani dengan optimal.
3. Perawatan Area Genital
Selain pengobatan medis, pasien perlu menjaga kebersihan area genital agar proses pemulihan berjalan baik. Beberapa langkah yang bisa dilakukan berupa:
- Membersihkan area genital menggunakan air bersih
- Mengeringkan area skrotum setelah mandi
- Menggunakan pakaian dalam yang bersih dan tidak terlalu ketat
- Menghindari kebiasaan mencukur rambut kemaluan sementara waktu
- Mengganti pakaian dalam secara rutin
4. Pemeriksaan Lanjutan
Jika benjolan tidak kunjung membaik, sering muncul kembali, atau disertai keluhan lain, dokter bisa menyarankan pemeriksaan tambahan. Pemeriksaan bisa berupa USG skrotum, pemeriksaan cairan nanah, atau tes infeksi menular seksual sesuai indikasi.
Pemeriksaan ini membantu memastikan apakah benjolan hanya berasal dari kulit, atau melibatkan jaringan yang lebih dalam.
Bagaimana Cara Mencegah Benjolan Bernanah di Buah Zakar?
Meskipun tidak semua penyebab bisa dicegah, beberapa kebiasaan berikut bisa membantu mengurangi risiko infeksi pada area genital:
- Menjaga kebersihan area genital setiap hari
- Menghindari penggunaan pakaian dalam terlalu ketat
- Mengganti pakaian dalam setelah berkeringat
- Tidak memencet atau menggaruk benjolan yang muncul
- Menggunakan alat cukur pribadi yang bersih
- Menghindari penggunaan produk pembersih genital yang bisa menyebabkan iritasi
- Menggunakan kondom saat berhubungan seksual untuk mengurangi risiko penularan IMS
Jika memiliki benjolan yang berulang, sebaiknya lakukan pemeriksaan medis untuk mengetahui faktor pemicunya.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Jangan menunda pemeriksaan, terutama jika benjolan bernanah di testis bisa disertai dengan kondisi berikut:
- Benjolan semakin besar dan terasa nyeri
- Keluar nanah secara terus-menerus
- Kulit skrotum mengalami kemerahan dan pembengkakan
- Muncul bau tidak sedap dari cairan yang keluar
- Mengalami demam atau menggigil
- Benjolan tidak kunjung menghilang
- Testis terasa nyeri atau mengalami perubahan ukuran
Perlu Anda ingat, benjolan yang terasa berasal dari dalam testis juga harus diperiksa meskipun tidak terasa sakit. Tidak semua benjolan merupakan infeksi kulit, sehingga diagnosis dokter sangat penting.
Pentingnya Pemeriksaan Medis
Benjolan bernanah di buah zakar membutuhkan pemeriksaan medis, untuk mengetahui penyebab dan menentukan penanganan yang sesuai.
Di Klinik Apollo Jakarta, pasien bisa berkonsultasi mengenai berbagai keluhan kesehatan kulit dan kelamin, termasuk benjolan, luka, pembengkakan, dan keluarnya cairan abnormal dari area genital.
Pemeriksaan oleh tenaga medis membantu mengidentifikasi kemungkinan infeksi, serta menentukan langkah pengobatan berdasarkan kondisi pasien. Jangan menunggu hingga benjolan semakin besar atau terasa semakin nyeri. Segera konsultasikan keluhan agar mendapatkan penanganan yang tepat.
FAQ Seputar Benjolan Bernanah di Buah Zakar
1. Apakah Benjolan Nanah di Buah Zakar Bisa Sembuh Sendiri?
Benjolan kecil akibat folikulitis terkadang bisa membaik dengan sendirinya. Namun, benjolan yang berisi nanah akibat abses mungkin membutuhkan tindakan medis agar infeksi tidak semakin meluas.
2. Apakah Benjolan Nanah di Buah Zakar Termasuk Penyakit Menular Seksual?
Tidak selalu. Benjolan bernanah lebih sering berkaitan dengan infeksi kulit, folikulitis, atau bisul. Namun, beberapa IMS juga bisa menimbulkan luka dan benjolan pada area genital.
3. Bolehkah Memencet Benjolan Nanah di Buah Zakar?
Tidak dianjurkan. Memencet benjolan bisa menyebabkan luka, memperparah peradangan, dan meningkatkan risiko penyebaran infeksi.
4. Apakah Benjolan Bernanah di Buah Zakar Bisa Menyebabkan Kemandulan?
Benjolan yang hanya terjadi pada permukaan kulit skrotum, umumnya tidak langsung menyebabkan kemandulan. Namun, jika infeksi melibatkan testis atau epididimis, gangguan kesuburan bisa terjadi pada kondisi tertentu.
5. Kapan Benjolan Bernanah di Testis Harus Diperiksa?
Sebaiknya segera diperiksa apabila benjolan terasa nyeri, membesar, mengeluarkan nanah, atau disertai demam. Nyeri testis yang mendadak dan hebat, membutuhkan pertolongan medis darurat.
Baca Juga: Apa itu Varikokel? Kenali Gejala, Bahaya, dan Pengobatannya
Periksakan Benjolan Bernanah di Buah Zakar dengan Dokter Klinik Apollo Jakarta
Benjolan bernanah di buah zakar, tentu bukan kondisi yang boleh Anda abaikan, terutama jika muncul dengan keluhan atau gejala yang mengganggu kenyamanan. Namun, jangan cemas! Anda bisa berkonsultasi dengan dokter berpengalaman di Klinik Apollo Jakarta.
Dengan fasilitas dan juga peralatan medis yang lengkap, tim medis kami bisa memberikan perawatan hingga penanganan yang sesuai dengan kondisi Anda.
Anda juga bisa melakukan konsultasi secara online melalui layanan Konsultasi Dokter Online, yang memudahkan semua pasien. Layanan ini bisa Anda akses melalui Chat WhatsApp, yang tersedia secara gratis dan bisa Anda akses selama 24 jam.
Jadi, tunggu apalagi? Segera konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan perawatan yang tepat.
Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta



