Klinik Apollo – Munculnya benjolan di testis kanan dapat membuat pria khawatir, terutama karena perubahan pada testis terkadang berkaitan dengan gangguan kesehatan yang membutuhkan pemeriksaan. Namun, tidak semua benjolan menandakan kanker.
Beberapa kondisi seperti kista, hidrokel, varikokel, atau peradangan juga dapat menyebabkan benjolan maupun pembengkakan pada skrotum.
Meski begitu, benjolan baru pada testis sebaiknya tidak di diagnosis sendiri.
Pemeriksaan dokter ahli di perlukan untuk mengetahui apakah benjolan berasal dari testis, epididimis, jaringan di sekitarnya, atau penyebab lainnya.
Apa Arti Benjolan di Testis Kanan?
Benjolan di testis kanan adalah perubahan berupa massa, pembengkakan, pengerasan, atau bagian yang terasa berbeda pada testis atau jaringan di sekitarnya.
Lokasi benjolan menjadi salah satu informasi penting.
Benjolan yang terasa di dalam jaringan testis perlu mendapatkan perhatian khusus, sedangkan benjolan di bagian atas atau belakang testis dapat berasal dari epididimis atau struktur lain di skrotum.
Testis normal umumnya terasa halus, berbentuk oval, dan cukup padat.
Ukuran kedua testis juga tidak harus benar-benar sama; satu testis dapat sedikit lebih besar atau berada lebih rendah daripada sisi lainnya.
Penyebab Benjolan di Testis Kanan
Berikut beberapa kemungkinan penyebab benjolan pada testis kanan:
1. Spermatocele
Spermatocele merupakan kantung berisi cairan yang terbentuk di sekitar epididimis.
Kondisi ini umumnya bersifat jinak dan sering tidak menimbulkan rasa sakit.
Benjolan biasanya terasa di bagian atas atau sekitar testis.
Karena letaknya dapat menyerupai kelainan lain, pemeriksaan tetap di perlukan untuk memastikan penyebabnya.
2. Hidrokel
Hidrokel terjadi ketika cairan menumpuk di sekitar testis sehingga skrotum tampak membesar atau terasa berat.
Pembengkakan akibat hidrokel sering kali tidak menimbulkan nyeri.
Namun, dokter ahli tetap perlu memastikan bahwa pembengkakan tersebut bukan di sebabkan oleh kondisi lain.
3. Varikokel
Varikokel adalah pelebaran pembuluh darah vena di dalam skrotum.
Kondisi ini lebih sering terjadi pada sisi kiri, tetapi dapat pula mengenai sisi kanan atau kedua sisi.
Pada sebagian pria, varikokel dapat menimbulkan rasa berat atau tidak nyaman dan pada kondisi tertentu dapat berkaitan dengan gangguan kesuburan.
4. Epididimitis
Epididimitis merupakan peradangan pada epididimis, yaitu saluran kecil yang berada di belakang testis dan berfungsi menyimpan serta mengangkut sperma.
Selain benjolan atau pembengkakan, kondisi ini dapat menyebabkan nyeri, rasa hangat pada skrotum, serta keluhan ketika kencing.
Infeksi bakteri, termasuk beberapa infeksi yang dapat di tularkan melalui hubungan seksual, dapat menjadi penyebab epididimitis.
Jika terdapat faktor risiko infeksi menular seksual (IMS), dokter ahli mungkin menyarankan pemeriksaan tambahan agar pengobatan dapat di sesuaikan dengan penyebabnya.
5. Orkitis
Orkitis adalah peradangan pada testis yang dapat menyebabkan testis membengkak dan terasa sakit.
Penyebabnya dapat berupa infeksi virus maupun bakteri.
Ketika pembengkakan muncul bersama demam atau nyeri yang cukup kuat, pemeriksaan medis sebaiknya tidak di tunda.
6. Hernia Inguinalis
Hernia inguinalis terjadi ketika jaringan dari dalam rongga perut menonjol melalui bagian yang lemah di area selangkangan.
Benjolan kemudian dapat terlihat atau terasa hingga ke skrotum.
Benjolan akibat hernia dapat menjadi lebih terlihat ketika berdiri, batuk, atau mengejan.
7. Kanker Testis
Walaupun banyak benjolan pada skrotum di sebabkan oleh kondisi yang bukan kanker, kanker testis tetap perlu di pertimbangkan, terutama jika terdapat benjolan baru atau perubahan pada ukuran dan konsistensi testis.
American Cancer Society menyebutkan bahwa benjolan atau pembengkakan pada salah satu testis merupakan salah satu tanda kanker testis.
Namun, gejala tersebut juga dapat di sebabkan oleh berbagai kondisi non kanker.
Karena itu, jangan langsung menyimpulkan bahwa setiap benjolan adalah kanker.
Sebaliknya, jangan pula mengabaikan benjolan yang baru muncul.
Ciri-Ciri Benjolan di Testis yang Perlu Diperiksa
Segera lakukan pemeriksaan jika menemukan:
- Benjolan baru pada testis kanan.
- Testis kanan membesar atau berubah bentuk.
- Testis terasa lebih keras daripada biasanya.
- Benjolan tidak menghilang.
- Rasa berat atau tidak nyaman pada skrotum.
- Nyeri pada testis atau selangkangan.
- Pembengkakan pada skrotum.
- Perubahan pada epididimis atau bagian belakang testis.
- Benjolan yang tidak terasa sakit sekalipun.
Benjolan tanpa rasa sakit tetap perlu di periksa.
Kanker testis, misalnya, sering kali dapat muncul sebagai benjolan yang tidak nyeri.
Kapan Benjolan di Testis Kanan Harus Segera Ditangani?
Nyeri testis yang muncul tiba-tiba dan sangat kuat merupakan kondisi darurat.
Salah satu penyebabnya adalah torsio testis, yaitu ketika korda spermatika mengalami puntiran sehingga aliran darah ke testis terganggu.
Kondisi ini membutuhkan penanganan segera untuk mengurangi risiko kerusakan permanen pada testis.
Segera ke fasilitas kesehatan apabila benjolan atau pembengkakan di sertai:
- Nyeri testis mendadak dan berat.
- Mual atau muntah.
- Pembengkakan yang terjadi secara cepat.
- Nyeri perut atau selangkangan yang berat.
- Demam tinggi atau kondisi tubuh memburuk.
Bagaimana Dokter Ahli Mendiagnosis Benjolan di Testis?
Dokter ahli akan menanyakan keluhan dan melakukan pemeriksaan fisik pada testis serta skrotum.
Selanjutnya, dokter ahli dapat merekomendasikan pemeriksaan penunjang sesuai temuan awal.
1. USG testis
USG skrotum atau testis sering di gunakan untuk mengetahui lokasi dan karakteristik benjolan.
Pemeriksaan ini dapat membantu membedakan massa yang berada di dalam testis dengan kelainan pada jaringan di sekitarnya.
2. Pemeriksaan urine
Jika dokter ahli mencurigai infeksi, pemeriksaan urine dapat membantu mencari tanda infeksi bakteri atau peradangan.
3. Pemeriksaan darah
Dalam kondisi tertentu, dokter ahli dapat meminta pemeriksaan darah untuk membantu mengetahui adanya infeksi atau menilai penanda tumor tertentu apabila terdapat kecurigaan kanker testis.
4. Pemeriksaan infeksi menular seksual (IMS)
Jika terdapat keluhan seperti keluar cairan dari penis, nyeri ketika kencing, atau riwayat hubungan seksual berisiko, dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual) sesuai kondisi pasien.
Cara Mengatasi Benjolan di Testis Kanan
Pengobatan benjolan di testis kanan tidak bisa di samaratakan.
Dokter ahli perlu mengetahui penyebabnya terlebih dahulu.
Contohnya:
- Infeksi bakteri: dapat membutuhkan antibiotik sesuai hasil evaluasi dokter ahli.
- Peradangan tertentu: dokter ahli dapat memberikan terapi untuk mengurangi nyeri dan peradangan.
- Hidrokel atau kista: sebagian kasus cukup dipantau, sedangkan kasus tertentu dapat membutuhkan tindakan.
- Varikokel: penanganan di pertimbangkan berdasarkan gejala, kondisi testis, dan masalah kesuburan.
- Hernia: dapat membutuhkan tindakan operasi jika sesuai indikasi.
- Kecurigaan kanker testis: membutuhkan evaluasi dan penanganan oleh dokter ahli yang sesuai.
Karena penyebabnya sangat beragam, jangan memencet, menusuk, atau mencoba memecahkan benjolan sendiri.
Apakah Benjolan di Testis Kanan Bisa Menyebabkan Mandul?
Tidak semua benjolan menyebabkan infertilitas (kemandulan).
Namun, beberapa kondisi yang memengaruhi testis dapat berhubungan intim dengan fungsi reproduksi pria.
Contohnya, varikokel pada sebagian pria dapat berkaitan dengan gangguan kesuburan.
Infeksi atau peradangan pada organ reproduksi juga dapat memengaruhi fungsi testis apabila tidak di tangani dengan tepat.
Jika Anda sedang menjalani program hamil dan menemukan benjolan pada testis, sebaiknya sampaikan keluhan tersebut kepada dokter ahli.
Pemeriksaan dapat membantu mengetahui apakah kondisi tersebut berpengaruh terhadap kesehatan reproduksi dan kualitas sperma.
Cara Memeriksa Perubahan pada Testis
Pria dapat mengenali kondisi normal testisnya dengan memperhatikan perubahan yang muncul.
Pemeriksaan dapat di lakukan setelah mandi air hangat ketika kulit skrotum lebih rileks.
Pegang 1 testis secara perlahan dan rasakan apakah terdapat perubahan ukuran, bentuk, tekstur, atau benjolan yang sebelumnya tidak ada.
Namun, pemeriksaan mandiri tidak dapat menggantikan pemeriksaan dokter ahli.
Jika menemukan benjolan baru, sebaiknya lakukan pemeriksaan medis.
Kesimpulan
Benjolan di testis kanan dapat di sebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari kista, hidrokel, varikokel, infeksi dan peradangan hingga kondisi yang lebih serius seperti kanker testis.
Karena penyebabnya tidak dapat di pastikan hanya berdasarkan bentuk atau rasa benjolan, pemeriksaan dokter ahli dan, bila di perlukan, USG testis sangat penting untuk menentukan diagnosis.
Jika Anda menemukan benjolan, pembengkakan, perubahan bentuk, atau nyeri pada testis, segera konsultasikan dengan dokter ahli di Klinik Apollo.
Dengan layanan andrologi, pemeriksaan dokter ahli, serta pemeriksaan penunjang sesuai indikasi, pasien dapat memperoleh evaluasi penyebab yang lebih jelas dan penanganan yang di sesuaikan dengan kondisi medisnya.
Klinik Apollo Jakarta menyediakan layanan untuk masalah kesehatan reproduksi pria dan andrologi dengan dukungan dokter ahli serta tenaga medis profesional.
Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta



