Klinik Apollo – Nyeri pada testis yang disertai sakit perut atau perut bagian bawah tidak selalu berasal dari testis.

Beberapa kondisi justru menimbulkan nyeri alih (referred pain), yaitu rasa sakit yang bermula dari organ lain tetapi terasa sampai ke testis.

Batu ginjal, hernia, dan gangguan saluran kemih, misalnya, dapat menimbulkan keluhan tersebut.

Meski demikian, nyeri testis dan perut tidak sebaiknya di abaikan, terutama jika muncul secara tiba-tiba dan terasa sangat berat. Salah satu penyebab yang perlu segera di tangani adalah torsio testis karena kondisi ini dapat mengganggu aliran darah ke testis.

Apa Hubungan Nyeri Testis dan Perut?

Testis memiliki hubungan dengan struktur di selangkangan, panggul, saluran kemih, dan rongga perut melalui jaringan saraf serta pembuluh darah.

Akibatnya, gangguan pada salah satu area tersebut dapat menimbulkan rasa sakit di area lainnya.

Misalnya, seseorang yang mengalami batu pada saluran kemih dapat merasakan nyeri dari pinggang atau perut yang menjalar ke selangkangan hingga testis.

Begitu pula infeksi epididimis dapat menyebabkan nyeri testis sekaligus ketidaknyamanan di perut bagian bawah atau panggul.

Karena itu, lokasi nyeri saja belum cukup untuk menentukan penyebabnya.

Dokter ahli perlu menilai pola nyeri dan gejala lain yang menyertainya.

Penyebab Nyeri Testis dan Perut

Berikut beberapa kondisi yang dapat menyebabkan sakit testis dan perut.

1. Torsio Testis

Torsio testis terjadi ketika testis berputar sehingga korda spermatika ikut terpuntir.

Kondisi tersebut dapat mengurangi atau menghentikan aliran darah menuju testis.

Gejalanya dapat berupa:

  • Nyeri testis yang muncul tiba-tiba dan berat.
  • Pembengkakan skrotum.
  • Nyeri perut.
  • Mual atau muntah.
  • Posisi salah satu testis tampak lebih tinggi atau tidak seperti biasanya.

Torsio testis merupakan kondisi darurat medis.

Penanganan yang cepat di perlukan untuk mempertahankan aliran darah dan mencegah kerusakan permanen pada testis.

Bahkan, Mayo Clinic menyebutkan bahwa setelah sekitar 6 jam sejak nyeri di mulai, kemungkinan testis perlu di angkat meningkat secara bermakna.

Karena itu, jangan menunggu nyeri hilang sendiri jika gejalanya muncul mendadak dan berat.

2. Epididimitis

Epididimitis merupakan peradangan pada epididimis, yaitu saluran kecil di belakang testis yang menyimpan dan membawa sperma.

Kondisi ini sering menyebabkan:

  • Nyeri testis, biasanya pada 1 sisi.
  • Skrotum membengkak atau terasa hangat.
  • Nyeri saat kencing.
  • Sering ingin kencing.
  • Keluar cairan dari penis.
  • Nyeri atau tidak nyaman pada perut bagian bawah maupun panggul.
  • Terkadang demam.

Pada pria yang aktif secara seksual, epididimitis dapat berkaitan dengan infeksi menular seksual (IMS), terutama gonore (kencing nanah) dan klamidia.

Namun, infeksi saluran kemih atau prostat juga dapat menjadi penyebab.

Jika Anda mengalami nyeri testis sekaligus keluar cairan dari penis atau nyeri saat kencing, pemeriksaan dokter ahli penting di lakukan untuk menentukan penyebab dan terapi yang sesuai.

3. Orchitis

Orchitis adalah peradangan pada salah satu atau kedua testis.

Kondisi ini dapat menyebabkan:

  • Testis membengkak.
  • Nyeri ringan hingga berat.
  • Demam.
  • Mual atau muntah.
  • Tubuh terasa tidak enak.

Nyeri yang muncul cepat pada testis perlu di periksa karena gejala orchitis dapat menyerupai kondisi darurat seperti torsio testis.

4. Batu Ginjal

Batu ginjal dapat menyebabkan nyeri yang bermula dari pinggang atau sisi perut dan kemudian menjalar ke selangkangan atau testis.

Keluhan lain yang dapat muncul antara lain nyeri saat kencing, darah dalam urine, mual, atau keinginan kencing lebih sering.

Karena sumber masalah berada di saluran kemih, nyeri testis pada kondisi ini sebenarnya merupakan nyeri alih.

5. Hernia Inguinalis

Hernia inguinalis terjadi ketika jaringan dari dalam rongga perut menonjol melalui bagian dinding perut yang lemah di daerah selangkangan.

Benjolan akibat hernia dapat turun ke arah skrotum dan menyebabkan rasa berat, tidak nyaman, atau nyeri pada selangkangan hingga testis.

Keluhan sering terasa lebih jelas ketika berdiri, batuk, mengejan, atau mengangkat benda berat.

6. Infeksi Saluran Kemih (ISK) atau Prostat

Infeksi pada saluran kemih atau peradangan prostat juga dapat menimbulkan nyeri yang terasa sampai area testis dan panggul.

Biasanya keluhan dapat di sertai:

  • Nyeri atau rasa terbakar saat kencing.
  • Frekuensi kencing meningkat.
  • Rasa tidak tuntas setelah kencing.
  • Nyeri di panggul atau perut bagian bawah.
  • Pada beberapa kondisi, demam.

Mayo Clinic mencantumkan infeksi saluran kemih dan prostatitis sebagai beberapa penyebab nyeri yang dapat terasa di area testis.

7. Cedera pada Testis

Benturan saat olahraga, kecelakaan, atau aktivitas fisik dapat menyebabkan cedera pada testis.

Rasa sakit bisa di sertai pembengkakan atau memar.

Jika setelah cedera muncul nyeri hebat, pembengkakan cepat, mual, atau perubahan posisi testis, segera periksakan karena cedera berat dapat membutuhkan penanganan segera.

8. Varikokel

Varikokel merupakan pelebaran pembuluh darah di dalam skrotum.

Kondisi ini lebih sering menimbulkan rasa pegal atau berat yang dapat bertambah setelah berdiri lama atau beraktivitas.

Meskipun tidak selalu berbahaya, varikokel tetap perlu di periksa jika di sertai pembengkakan, perubahan ukuran testis, atau masalah kesuburan.

Apakah Nyeri Testis dan Perut Berbahaya?

Bisa berbahaya, tetapi tidak selalu.

Tingkat bahayanya bergantung pada penyebab.

Nyeri ringan akibat masalah tertentu dapat di tangani setelah penyebabnya di ketahui.

Namun, nyeri yang muncul mendadak dan berat harus mendapatkan perhatian segera karena salah satu kemungkinannya adalah torsio testis.

NHS menyarankan pertolongan medis segera apabila nyeri testis mendadak dan berat, berlangsung lebih dari 1 jam atau tetap terasa ketika beristirahat, terutama jika di sertai mual, muntah, atau nyeri perut.

Segera ke IGD jika mengalami:

  • Nyeri testis tiba-tiba dan sangat hebat.
  • Testis atau skrotum membengkak dengan cepat.
  • Nyeri testis di sertai mual atau muntah.
  • Nyeri testis di sertai sakit perut yang berat.
  • Testis terlihat lebih tinggi atau posisinya berubah.
  • Nyeri muncul setelah cedera berat.
  • Demam tinggi atau kondisi tubuh memburuk.

Jangan menunggu sampai nyeri hilang sendiri, terutama ketika gejalanya mendadak.

Pada torsio testis, semakin lama aliran darah terganggu, semakin besar risiko kerusakan testis.

Bagaimana Dokter Ahli Menentukan Penyebabnya?

Dokter ahli biasanya akan menanyakan:

  • Kapan nyeri mulai muncul.
  • Apakah nyeri terjadi tiba-tiba atau bertahap.
  • Lokasi dan tingkat nyeri.
  • Apakah nyeri menjalar ke perut, selangkangan, atau pinggang.
  • Riwayat cedera atau aktivitas fisik.
  • Keluhan saat kencing.
  • Adanya cairan dari penis.
  • Riwayat hubungan seksual dan kemungkinan paparan IMS (infeksi menular seksual).

Selanjutnya, dokter ahli dapat melakukan pemeriksaan fisik pada perut, selangkangan, dan skrotum.

Pemeriksaan urine, darah, atau USG skrotum dengan Doppler dapat di lakukan bila diperlukan untuk membantu mencari penyebab.

USG Doppler dapat menilai aliran darah ke testis dan membantu mengevaluasi torsio maupun kondisi lainnya.

Jika terdapat tanda yang mengarah ke IMS (infeksi menular seksual), dokter ahli juga dapat menyarankan pemeriksaan gonore (kencing nanah) dan klamidia atau pemeriksaan lain sesuai kondisi.

Bagaimana Cara Mengobati Nyeri Testis dan Perut?

Pengobatan tidak bisa di samakan untuk semua pasien karena harus di sesuaikan dengan penyebabnya.

Contohnya:

  • Torsio testis: membutuhkan penanganan segera, umumnya melalui tindakan operasi.
  • Epididimitis akibat bakteri: dapat membutuhkan antibiotik sesuai penyebab.
  • Infeksi saluran kemih (ISK) atau prostat: terapi di sesuaikan dengan jenis infeksi.
  • Batu ginjal: penanganan bergantung pada ukuran, lokasi, dan kondisi batu.
  • Hernia: dapat membutuhkan evaluasi bedah.
  • Cedera: terapi di sesuaikan dengan tingkat kerusakan.

Pada epididimitis, misalnya, terapi dapat mencakup antibiotik jika penyebabnya bakteri serta tindakan untuk mengurangi rasa tidak nyaman.

Karena itu, jangan hanya mengandalkan obat-obatan pereda nyeri tanpa mencari penyebabnya, terutama jika keluhan terus berulang (kambuh).

Apakah Nyeri Testis Selalu Berarti Kanker?

Tidak.

Nyeri testis sendiri bukan berarti seseorang mengalami kanker testis.

Banyak kondisi lain yang jauh lebih umum dapat menyebabkan nyeri, seperti infeksi, cedera, varikokel, hernia, atau torsio.

Namun, benjolan, pembengkakan, perubahan ukuran, atau perubahan bentuk testis tetap perlu di periksa.

NHS menyarankan pemeriksaan medis jika terdapat perubahan yang tidak biasa pada testis.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter Ahli?

Selain kondisi darurat, Anda sebaiknya membuat janji pemeriksaan jika:

  • Nyeri testis berlangsung lebih dari beberapa hari.
  • Nyeri sering kambuh.
  • Terdapat benjolan atau pembengkakan.
  • Ukuran salah satu testis berubah.
  • Ada nyeri ketika kencing.
  • Keluar cairan dari penis.
  • Nyeri muncul setelah hubungan seksual berisiko.
  • Nyeri menjalar ke perut bagian bawah atau panggul.

Mencari tahu penyebab sejak awal dapat membantu dokter ahli menentukan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.

Pemeriksaan Nyeri Testis dan Perut di Klinik Apollo

Jika mengalami nyeri testis dan perut, terutama yang berulang (kambuh) atau di sertai keluhan saluran kemih dan reproduksi, pemeriksaan dokter ahli dapat membantu membedakan apakah penyebabnya berasal dari testis, saluran kemih, infeksi, atau organ di sekitar perut dan panggul.

Di Klinik Apollo, pasien dapat berkonsultasi mengenai keluhan kesehatan pria, termasuk nyeri testis, epididimitis, infeksi saluran kemih (ISK), prostat, serta dugaan IMS (infeksi menular seksual).

Pemeriksaan dapat di sesuaikan dengan gejala dan hasil evaluasi dokter ahli.

Dengan pemeriksaan yang terarah, pasien dapat memperoleh manfaat berupa:

  • Membantu mengetahui penyebab keluhan.
  • Menentukan pemeriksaan penunjang yang di perlukan.
  • Mendapatkan pengobatan sesuai diagnosis.
  • Mendapatkan edukasi untuk mengurangi risiko kekambuhan.
  • Mendapatkan layanan medis yang profesional dengan memperhatikan privasi pasien.

Kesimpulan

Nyeri testis dan perut dapat di sebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari infeksi epididimis, batu ginjal, hernia, cedera, hingga torsio testis.

Sebagian penyebab dapat di tangani dengan baik, tetapi torsio testis merupakan kondisi darurat yang membutuhkan penanganan segera karena dapat mengganggu aliran darah ke testis.

Karena itu, jangan mengabaikan nyeri testis yang mendadak, berat, atau di sertai pembengkakan, mual, muntah, demam, maupun nyeri perut.

Segera konsultasikan keluhan Anda ke Klinik Apollo untuk mendapatkan pemeriksaan yang tepat, mengetahui penyebab nyeri, serta memperoleh pilihan pengobatan sesuai kondisi dengan layanan medis profesional dan privasi yang terjaga.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Join to newsletter.

Informasi terupdate penyakit kelamin.

About the Author: Yulia

Yulia
Yulia adalah seorang Content Writer di Klinik Apollo yang sudah berkecimpung di dunia kesehatan penyakit kelamin sejak tahun 2017.

Butuh bantuan kami?

Hubungi kami di 0821-1099-9870

Tim medis kami online 24 jam/hari.