Klinik Apollo – Nyeri testis setelah olahraga bisa membuat pria khawatir. Keluhan ini dapat muncul setelah berlari, bersepeda, bermain sepak bola, olahraga dengan banyak gerakan, atau melakukan latihan angkat beban.

Dalam beberapa kasus, rasa sakit memang berkaitan dengan benturan atau ketegangan otot di sekitar selangkangan.

Namun, nyeri pada testis juga dapat berasal dari kondisi lain, seperti epididimitis, hernia inguinalis, varikokel, hingga torsio testis yang membutuhkan penanganan segera.

Karena itu, jangan langsung menganggap testis sakit setelah olahraga sebagai efek kelelahan biasa.

Apa Penyebab Nyeri Testis Setelah Olahraga?

Berikut beberapa kondisi yang dapat menyebabkan nyeri atau rasa tidak nyaman pada testis setelah berolahraga.

1. Cedera atau benturan pada testis

Olahraga seperti sepak bola, futsal, bela diri, bersepeda, atau olahraga kontak lainnya dapat menyebabkan benturan pada area skrotum.

Testis merupakan organ yang sangat sensitif.

Bahkan cedera ringan dapat menyebabkan rasa nyeri.

Cedera yang lebih berat dapat menyebabkan pembengkakan, memar, atau penumpukan darah di sekitar testis.

Jika nyeri muncul setelah terkena benturan keras, sebaiknya perhatikan apakah terdapat:

  • Bengkak pada skrotum.
  • Memar atau perubahan warna.
  • Nyeri yang semakin berat.
  • Testis terasa sangat sensitif ketika di sentuh.
  • Mual atau muntah.

Cedera dengan gejala berat memerlukan pemeriksaan dokter ahli.

2. Ketegangan otot selangkangan

Olahraga yang melibatkan sprint, perubahan arah secara cepat, atau gerakan memutar dapat membuat otot di sekitar pangkal paha dan selangkangan mengalami cedera.

Akibatnya, rasa sakit yang sebenarnya berasal dari selangkangan atau perut bagian bawah dapat terasa sampai ke area testis.

Kondisi seperti cedera otot inti atau sports hernia juga dapat menimbulkan nyeri di sekitar selangkangan yang menjalar ke paha bagian dalam.

Jika nyeri terutama muncul ketika berjalan, berlari, mengangkat kaki, atau melakukan gerakan tertentu, dokter ahli perlu menilai apakah sumbernya berasal dari otot atau jaringan di sekitar selangkangan.

3. Hernia inguinalis

Hernia inguinalis terjadi ketika jaringan dari dalam perut menonjol melalui area yang lemah di dinding perut dan dapat turun ke daerah selangkangan atau skrotum.

Aktivitas yang meningkatkan tekanan dalam perut, termasuk mengangkat beban, dapat membuat keluhan lebih terasa.

Gejalanya dapat berupa:

  • Nyeri atau rasa berat di selangkangan.
  • Benjolan di selangkangan atau skrotum.
  • Nyeri yang bertambah ketika batuk atau mengejan.
  • Rasa tidak nyaman setelah mengangkat beban.

Hernia merupakan salah satu penyebab nyeri yang terasa sampai testis meskipun masalahnya sebenarnya berasal dari area selangkangan.

Jika kamu juga mengalami benjolan di selangkangan, pemeriksaan sebaiknya tidak di tunda.

4. Epididimitis

Epididimitis adalah peradangan pada epididimis, yaitu saluran kecil yang berada di belakang testis dan berperan dalam penyimpanan serta transportasi sperma.

Kondisi ini biasanya menyebabkan:

  • Nyeri pada salah satu testis.
  • Testis atau skrotum membengkak.
  • Skrotum terasa hangat.
  • Nyeri saat di sentuh.
  • Terkadang di sertai demam atau keluhan saat kencing.

Pada pria yang aktif secara seksual, epididimitis dapat berkaitan dengan infeksi menular seksual (IMS) seperti klamidia atau gonore (kencing nanah).

Penyebab lainnya dapat berupa infeksi saluran kemih (ISK) atau kondisi lain pada saluran kemih.

Jadi, apabila testis sakit setelah olahraga di sertai nyeri saat kencing atau keluar cairan dari penis, jangan hanya menganggapnya sebagai cedera olahraga.

5. Varikokel

Varikokel merupakan pelebaran pembuluh darah vena di dalam skrotum.

Kondisi ini lebih sering di temukan di sisi kiri.

Pada sebagian pria, varikokel tidak menimbulkan gejala.

Namun, sebagian lainnya dapat merasakan rasa berat, pegal, atau nyeri tumpul pada testis, terutama setelah berdiri atau melakukan aktivitas tertentu.

Jika keluhan berulang (kambuh) setelah olahraga, pemeriksaan dokter ahli dapat membantu mengetahui apakah terdapat varikokel atau penyebab lainnya.

6. Torsio testis

Ini merupakan salah satu penyebab yang paling penting untuk tidak di lewatkan.

Torsio testis terjadi ketika testis berputar dan memelintir korda spermatika sehingga aliran darah ke testis terganggu.

Kondisi ini merupakan kegawatdaruratan medis.

Torsio dapat terjadi setelah aktivitas fisik, meskipun tidak selalu di sebabkan oleh olahraga.

Gejalanya biasanya berupa:

  • Nyeri testis yang muncul tiba-tiba dan berat.
  • Pembengkakan skrotum.
  • Salah satu testis tampak lebih tinggi atau posisinya tidak normal (abnormal).
  • Mual atau muntah.
  • Nyeri perut.

Jika nyeri testis muncul tiba-tiba dan sangat berat, segera pergi ke IGD.

Jangan menunggu nyeri hilang sendiri.

Bahkan nyeri yang tiba-tiba kemudian menghilang sendiri tetap perlu di periksa karena dapat terjadi pada torsio yang sempat berputar lalu kembali ke posisi semula.

Apakah Testis Sakit Setelah Gym Berarti Berbahaya?

Tidak selalu.

Nyeri ringan setelah aktivitas fisik dapat berhubungan dengan benturan, ketegangan otot, atau masalah di area selangkangan.

Namun, tingkat bahaya tidak dapat di tentukan hanya dari fakta bahwa nyeri muncul setelah olahraga.

Perhatikan waktu munculnya nyeri, intensitas, lokasi, durasi, serta gejala penyerta.

Karena beberapa kondisi memiliki gejala yang mirip, pemeriksaan langsung di perlukan untuk memastikan penyebabnya.

Cara Mengatasi Nyeri Testis Setelah Olahraga

Jika nyerinya ringan dan tidak terdapat tanda bahaya, beberapa langkah sederhana dapat membantu:

  • Hentikan olahraga sementara dan berikan waktu untuk beristirahat.
  • Gunakan pakaian dalam yang memberikan dukungan pada skrotum.
  • Kompres dingin dengan es yang di bungkus kain selama beberapa waktu, bukan langsung menempelkan es ke kulit.
  • Hindari sementara angkat beban berat atau aktivitas yang memicu nyeri.
  • Jangan melakukan pijatan keras pada testis.
  • Jika membutuhkan obat-obatan pereda nyeri, gunakan sesuai petunjuk tenaga kesehatan atau aturan pada kemasan dan pertimbangkan kondisi kesehatan lain yang di miliki.

Pada kasus infeksi seperti epididimitis, penanganannya dapat membutuhkan antibiotik sesuai penyebab.

Karena itu, jangan membeli atau menggunakan antibiotik sendiri tanpa pemeriksaan dokter ahli.

Kapan Harus Segera ke Dokter Ahli?

Segera cari pertolongan medis jika nyeri testis:

  • Muncul secara tiba-tiba dan sangat berat.
  • Di sertai pembengkakan.
  • Di sertai mual atau muntah.
  • Di sertai demam atau menggigil.
  • Di sertai darah dalam urine.
  • Testis terlihat berada lebih tinggi atau posisinya berubah.
  • Tidak membaik ketika beristirahat.
  • Muncul setelah benturan yang cukup keras.

Nyeri testis yang tiba-tiba dan berat harus di anggap serius karena dapat menjadi tanda torsio testis, yang membutuhkan penanganan segera untuk mempertahankan aliran darah ke testis.

Sementara itu, nyeri ringan yang menetap selama beberapa hari atau disertai benjolan maupun pembengkakan juga sebaiknya di periksakan.

Bagaimana Dokter Ahli Menentukan Penyebabnya?

Dokter ahli biasanya akan menanyakan kapan nyeri dimulai, jenis olahraga yang di lakukan, apakah terdapat benturan, serta gejala lain yang menyertai.

Pemeriksaan dapat meliputi:

  • Pemeriksaan fisik pada testis dan skrotum.
  • Pemeriksaan area selangkangan.
  • Pemeriksaan urine bila di curigai infeksi.
  • Pemeriksaan infeksi menular seksual jika terdapat indikasi.
  • USG skrotum, bila di perlukan, untuk membantu menilai kondisi testis dan aliran darah.

Pada nyeri testis yang muncul tiba-tiba, dokter ahli perlu mempertimbangkan torsio testis karena kondisi tersebut merupakan kegawatdaruratan.

Kesimpulan

Nyeri testis setelah olahraga tidak selalu berarti kondisi serius, tetapi jangan mengabaikannya jika nyeri terasa berat, muncul tiba-tiba, berulang, atau di sertai pembengkakan dan gejala lainnya. Penyebabnya bisa berupa cedera, ketegangan otot, hernia, epididimitis, varikokel, hingga torsio testis.

Jika keluhan testis sakit setelah olahraga terus berulang atau mengganggu aktivitas, pemeriksaan medis dapat membantu menemukan penyebabnya lebih tepat sehingga penanganan dapat di sesuaikan dengan kondisi.

Jika Anda mengalami nyeri testis setelah olahraga, konsultasikan keluhan Anda di Klinik Apollo.

Dengan pemeriksaan oleh dokter dan evaluasi yang sesuai, Anda dapat memperoleh diagnosis yang lebih jelas, penanganan sesuai penyebab, serta layanan yang mengutamakan privasi dan kenyamanan pasien.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Join to newsletter.

Informasi terupdate penyakit kelamin.

About the Author: Yulia

Yulia
Yulia adalah seorang Content Writer di Klinik Apollo yang sudah berkecimpung di dunia kesehatan penyakit kelamin sejak tahun 2017.

Butuh bantuan kami?

Hubungi kami di 0821-1099-9870

Tim medis kami online 24 jam/hari.