Klinik Apollo – Testis nyeri ketika duduk dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, terutama saat bekerja dalam waktu lama, berkendara, atau bangun dari posisi duduk. Rasa sakit bisa muncul pada salah satu atau kedua testis, terasa seperti pegal, tertarik, berdenyut, atau nyeri tajam.
Keluhan ini tidak selalu menandakan penyakit serius. Tekanan pada area selangkangan, cedera ringan, dan posisi duduk tertentu dapat memicu ketidaknyamanan. Namun, nyeri testis juga dapat berkaitan dengan peradangan, infeksi, hernia, atau gangguan aliran darah ke testis.
Penting untuk diketahui: nyeri testis yang muncul secara mendadak dan terasa hebat merupakan kondisi darurat karena dapat menandakan testicular torsion atau torsio testis, yaitu kondisi ketika testis berputar dan menghambat aliran darahnya.
Segera pergi ke IGD jika mengalami gejala tersebut. Untuk mengetahui penyebab testis sakit saat duduk, kamu perlu memperhatikan lokasi nyeri, durasi keluhan, serta gejala lain seperti pembengkakan, demam, atau nyeri ketika buang air kecil.
Penyebab Testis Nyeri Ketika Duduk
Berikut beberapa kondisi yang dapat menyebabkan nyeri pada testis saat duduk maupun setelah duduk terlalu lama.
1. Tekanan akibat posisi duduk
Duduk dalam waktu lama, terutama di kursi yang keras atau dengan posisi tubuh yang kurang nyaman, dapat menimbulkan tekanan pada area selangkangan dan skrotum.
Akibatnya, sebagian pria merasakan pegal atau nyeri ringan di sekitar testis.
Keluhan dapat berkurang setelah berdiri, berjalan, atau mengubah posisi.
Namun, jangan langsung menganggap posisi duduk sebagai penyebabnya jika nyeri terus berulang (kambuh), semakin berat, atau di sertai pembengkakan.
Kondisi lain tetap perlu di pertimbangkan.
2. Epididimitis atau peradangan epididimis
Epididimis merupakan saluran kecil di belakang testis yang berfungsi menyimpan dan mengangkut sperma.
Peradangan pada bagian ini di sebut epididimitis.
Kondisi tersebut dapat menimbulkan gejala berupa:
- Nyeri atau rasa berat pada salah satu testis.
- Pembengkakan dan rasa sakit saat area skrotum di sentuh.
- Nyeri yang bertambah saat bergerak atau duduk.
- Nyeri ketika buang air kecil.
- Demam atau keluarnya cairan tidak biasa dari penis pada sebagian pasien.
Epididimitis dapat di sebabkan oleh infeksi bakteri, termasuk infeksi menular seksual (IMS) seperti klamidia dan gonore (kencing nanah).
Namun, tidak semua kasus berkaitan dengan IMS (infeksi menular seksual).
Dokter ahli perlu menentukan penyebabnya melalui pemeriksaan fisik dan, bila di perlukan, tes urine atau pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual).
3. Varikokel
Varikokel adalah pembesaran pembuluh darah vena di dalam skrotum.
Kondisi ini sering di temukan di sisi kiri dan dapat menimbulkan rasa pegal, berat, atau nyeri tumpul pada testis.
Pada sebagian pria, rasa tidak nyaman bertambah setelah berdiri atau beraktivitas dalam waktu lama dan berkurang ketika berbaring.
Duduk juga dapat terasa tidak nyaman pada sebagian orang, meskipun pola nyeri ini tidak cukup untuk memastikan adanya varikokel.
Dokter ahli dapat melakukan pemeriksaan fisik dan merekomendasikan USG skrotum jika di perlukan untuk membantu menegakkan diagnosis.
4. Hernia inguinalis
Hernia inguinalis terjadi ketika jaringan dari dalam perut menonjol melalui bagian dinding perut yang lemah di area selangkangan.
Pada kondisi tertentu, tonjolan tersebut dapat meluas ke skrotum dan menimbulkan nyeri yang terasa sampai testis.
Gejala yang mungkin muncul meliputi:
- Tonjolan di selangkangan atau skrotum.
- Rasa berat atau tertarik di area selangkangan.
- Nyeri yang memburuk saat batuk, mengangkat beban, atau mengejan.
- Ketidaknyamanan saat duduk atau mengubah posisi tubuh.
Jika tonjolan terasa sangat nyeri, tidak dapat masuk kembali, atau di sertai muntah dan perut membesar, segera cari pertolongan medis karena hernia mungkin mengalami komplikasi.
5. Torsio testis
Torsio testis terjadi ketika testis berputar sehingga korda spermatika yang membawa aliran darah ikut terpuntir.
Akibatnya, suplai darah ke testis dapat berkurang atau terhenti.
Kondisi ini biasanya menimbulkan nyeri mendadak dan hebat pada salah satu testis, di sertai pembengkakan, mual, atau muntah.
Testis juga dapat terlihat terangkat lebih tinggi dari biasanya.
Meskipun torsio testis bukan penyebab yang paling umum dari nyeri saat duduk, kondisi ini harus di kenali karena memerlukan penanganan segera.
Jangan menunggu rasa sakit mereda atau mencoba mengatasinya hanya dengan mengubah posisi duduk.
6. Prostatitis atau peradangan prostat
Prostatitis adalah peradangan pada kelenjar prostat yang dapat menimbulkan nyeri di panggul, selangkangan, perineum (area antara skrotum dan anus), atau sekitar testis.
Pada sebagian pria, rasa nyeri dapat semakin terasa ketika duduk lama.
Keluhan lain yang mungkin muncul meliputi:
- Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil.
- Sering buang air kecil atau sulit mengeluarkan urine.
- Nyeri saat ejakulasi.
- Rasa tidak nyaman pada panggul atau perut bagian bawah.
Penyebab prostatitis beragam, termasuk infeksi bakteri dan kondisi peradangan tertentu.
Oleh karena itu, dokter perlu mengevaluasi gejala untuk menentukan penanganan yang sesuai.
7. Infeksi saluran kemih (ISK) atau infeksi menular seksual (IMS)
Infeksi saluran kemih (ISK) dan beberapa infeksi menular seksual (IMS) dapat menimbulkan nyeri yang menjalar ke selangkangan atau testis, terutama jika infeksi menyebabkan peradangan pada struktur di sekitarnya.
Gejala yang perlu di perhatikan antara lain:
- Nyeri saat buang air kecil.
- Sering ingin buang air kecil.
- Keluar cairan tidak biasa dari penis.
- Nyeri pada testis atau selangkangan.
- Pembengkakan skrotum.
Jika kamu mengalami gejala tersebut, hindari mengonsumsi antibiotik tanpa pemeriksaan.
Dokter ahli dapat menyarankan tes urine dan pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual) sesuai gejala serta riwayat paparan.
Mengapa Testis Terasa Sakit Saat Duduk Lama?
Jika nyeri muncul terutama ketika duduk, ada beberapa kemungkinan yang perlu di pertimbangkan.
Tekanan pada area skrotum dapat menyebabkan ketidaknyamanan sementara.
Namun, nyeri yang berulang juga dapat berkaitan dengan gangguan pada testis, selangkangan, panggul, atau saluran kemih.
Perhatikan perbedaan berikut.

img: klinikapollojakarta.com
Tabel ini bukan alat untuk mendiagnosis penyakit secara mandiri.
Beberapa kondisi dapat memiliki gejala yang serupa sehingga pemeriksaan medis tetap di perlukan.
Bagaimana Cara Mengatasi Testis Nyeri Ketika Duduk?
Penanganan bergantung pada penyebab nyeri.
Jika keluhan ringan muncul setelah duduk lama dan tidak di sertai tanda bahaya, kamu dapat mencoba beberapa langkah berikut sambil memantau gejala.
- Ubah posisi secara berkala. Berdiri dan berjalan sebentar untuk mengurangi tekanan akibat duduk terlalu lama.
- Gunakan pakaian yang nyaman. Hindari pakaian yang terlalu ketat dan menekan skrotum.
- Hindari aktivitas berat sementara. Jika aktivitas memperburuk nyeri, hentikan sementara sampai penyebabnya jelas.
- Jangan memijat atau menekan testis dengan keras. Tindakan tersebut dapat memperburuk rasa sakit.
- Jangan menggunakan obat sembarangan. Antibiotik maupun obat antinyeri tertentu tidak selalu sesuai untuk setiap kondisi.
Langkah tersebut hanya di tujukan untuk ketidaknyamanan ringan tanpa tanda bahaya.
Jika nyeri menetap, berulang (kambuh), atau di sertai benjolan maupun pembengkakan, segera periksakan diri ke dokter ahli.
Pemeriksaan Medis untuk Mengetahui Penyebab Nyeri Testis
Dokter ahli akan menanyakan kapan nyeri mulai muncul, lokasi dan intensitasnya, serta apakah keluhan memburuk ketika duduk, berjalan, atau buang air kecil.
Berdasarkan hasil evaluasi, pemeriksaan dapat mencakup:
- Pemeriksaan fisik: untuk menilai kondisi testis, skrotum, dan selangkangan.
- Tes urine: untuk membantu mendeteksi infeksi atau darah dalam urine.
- Tes IMS (infeksi menular seksual): jika terdapat gejala atau risiko infeksi menular seksual (IMS).
- USG skrotum dengan Doppler: jika di perlukan untuk menilai struktur dan aliran darah testis.
Namun, jika dokter ahli mencurigai torsio testis, penanganan darurat tidak boleh di tunda hanya untuk menunggu pemeriksaan tambahan.
Kapan Nyeri Testis Harus Segera Diperiksa?
Segera pergi ke IGD jika kamu mengalami salah satu kondisi berikut:
- Nyeri testis mendadak dan hebat.
- Nyeri di sertai mual atau muntah.
- Skrotum membengkak secara tiba-tiba.
- Testis tampak terangkat lebih tinggi atau berada pada posisi tidak biasa.
- Nyeri testis di sertai demam tinggi atau kondisi tubuh memburuk.
Nyeri yang berlangsung lebih dari satu jam, tetap terasa saat beristirahat, atau muncul bersama pembengkakan juga memerlukan evaluasi segera.
Jangan menunggu hingga keesokan hari jika terdapat tanda bahaya, karena torsio testis dapat menyebabkan kerusakan permanen bila terlambat di tangani.
Jika nyeri tidak terlalu berat tetapi berlangsung selama beberapa hari, berulang, atau di sertai benjolan, tetap jadwalkan pemeriksaan medis.
Konsultasi Nyeri Testis di Klinik Apollo Jakarta
Testis nyeri ketika duduk dapat di sebabkan oleh tekanan ringan maupun kondisi yang membutuhkan penanganan medis, seperti peradangan epididimis, varikokel, atau gangguan saluran kemih.
Karena penyebabnya beragam, pemeriksaan yang tepat menjadi langkah penting untuk menentukan penanganan.
Klinik Apollo Jakarta menyediakan layanan konsultasi dan pemeriksaan kesehatan kulit dan kelamin.
Pasien dapat memperoleh evaluasi medis sesuai keluhan, informasi mengenai pemeriksaan yang di perlukan, serta rekomendasi penanganan berdasarkan hasil diagnosis.
Dengan melakukan konsultasi, kamu dapat memperoleh manfaat berupa:
- Membantu mengidentifikasi kemungkinan penyebab nyeri testis.
- Mendapatkan rekomendasi pemeriksaan sesuai gejala.
- Memperoleh arahan pengobatan berdasarkan diagnosis medis.
- Mendapatkan edukasi mengenai kesehatan reproduksi pria dan pencegahan infeksi.
Jangan mengabaikan nyeri testis yang berulang atau tidak kunjung membaik.
Segera konsultasikan keluhanmu ke dokter ahli di Klinik Apollo Jakarta untuk mendapatkan evaluasi medis, memahami penyebab nyeri, serta memperoleh rekomendasi pemeriksaan dan pengobatan yang sesuai.
Jika nyeri muncul mendadak dan hebat, langsung pergi ke IGD tanpa menunda untuk membuat janji konsultasi.
Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta



