Klinik Apollo – Testis merupakan organ yang sangat sensitif. Karena itu, testis terasa nyeri saat di sentuh bisa terjadi setelah benturan ringan, tetapi keluhan tersebut juga dapat menunjukkan infeksi atau kondisi yang membutuhkan penanganan segera.

Penyebab nyeri testis cukup beragam, mulai dari epididimitis, orkitis, varikokel, hernia inguinalis, cedera, hingga torsio testis.

Bahkan, nyeri yang terasa di testis terkadang sebenarnya berasal dari area selangkangan, perut, saluran kemih, atau ginjal.

Oleh karena itu, jangan langsung menyimpulkan penyebab hanya berdasarkan lokasi atau intensitas nyeri.

Apa Arti Testis Terasa Nyeri Saat Disentuh?

Nyeri ketika testis di sentuh menunjukkan adanya sensitivitas atau iritasi pada jaringan di sekitar testis.

Keluhan dapat muncul pada satu sisi maupun kedua sisi.

Dokter ahli biasanya akan mempertimbangkan beberapa hal, seperti:

  • Apakah nyeri muncul tiba-tiba atau bertahap?
  • Apakah hanya sakit ketika di sentuh atau terasa terus-menerus?
  • Apakah testis membengkak?
  • Apakah kulit skrotum menjadi warna merah atau terasa hangat?
  • Apakah terdapat benjolan?
  • Apakah muncul demam?
  • Apakah terdapat nyeri saat kencing?
  • Apakah keluar cairan dari penis?
  • Apakah sebelumnya mengalami benturan atau aktivitas fisik berat?

Informasi tersebut membantu dokter ahli menentukan pemeriksaan yang di perlukan.

Penyebab Testis Nyeri Saat Disentuh

Berikut penyebabnya:

1. Epididimitis

Epididimitis adalah peradangan pada epididimis, yaitu saluran kecil yang berada di belakang testis dan berfungsi menyimpan serta membawa sperma.

Kondisi ini sering menyebabkan nyeri dan nyeri tekan pada 1 testis, biasanya berkembang secara bertahap.

Skrotum juga dapat membengkak, terasa hangat, atau berubah warna.

Pada pria yang aktif secara seksual, epididimitis dapat berkaitan dengan infeksi menular seksual (IMS) seperti gonore (kencing nanah) atau klamidia.

Namun, infeksi saluran kemih (ISK) atau prostat juga dapat menjadi penyebab.

Keluhan lain yang mungkin menyertai meliputi:

  • Nyeri saat kencing.
  • Sering atau mendesak ingin kencing.
  • Keluar cairan dari penis.
  • Nyeri perut bagian bawah atau panggul.
  • Demam.

Jika nyeri testis di sertai keluhan tersebut, pemeriksaan dokter ahli menjadi penting.

2. Orkitis

Orkitis merupakan peradangan pada salah satu atau kedua testis.

Infeksi virus maupun bakteri dapat menjadi penyebabnya.

Orkitis dapat menyebabkan:

  • Testis membengkak.
  • Nyeri atau nyeri tekan.
  • Demam.
  • Mual atau muntah.
  • Rasa tidak enak badan.

Orkitis juga dapat terjadi bersamaan dengan epididimitis dan di sebut epididimo-orkitis.

3. Torsio Testis

Torsio testis merupakan kondisi darurat medis.

Kondisi ini terjadi ketika testis berputar dan memuntir korda spermatika sehingga aliran darah ke testis terganggu.

Ciri yang perlu di waspadai antara lain:

  • Nyeri testis yang muncul secara tiba-tiba dan berat.
  • Pembengkakan skrotum.
  • Mual atau muntah.
  • Nyeri perut.
  • Salah satu testis tampak berada lebih tinggi atau posisinya tidak normal (abnormal).

Jika gejala tersebut muncul, segera pergi ke IGD.

Penanganan yang cepat penting untuk mencegah kerusakan permanen pada testis.

Bahkan, nyeri yang tiba-tiba kemudian menghilang tanpa pengobatan tetap perlu di periksa karena testis dapat mengalami puntiran lalu kembali ke posisi semula.

4. Cedera atau Benturan

Testis sangat sensitif sehingga benturan ringan sekalipun dapat menyebabkan rasa sakit.

Cedera dapat terjadi ketika berolahraga, terjatuh, terkena benturan, atau mengalami tekanan langsung pada skrotum.

Jika nyeri setelah cedera cukup berat, muncul pembengkakan, memar, atau keluhan tidak membaik, sebaiknya lakukan pemeriksaan untuk memastikan tidak terjadi kerusakan pada jaringan testis.

5. Varikokel

Varikokel merupakan pelebaran pembuluh darah vena di dalam skrotum.

Kondisi ini dapat menimbulkan rasa nyeri atau tidak nyaman pada sebagian pria.

Nyeri biasanya tidak selalu berupa rasa sakit tajam.

Sebagian orang merasakan rasa berat atau pegal pada skrotum, terutama setelah berdiri lama atau melakukan aktivitas tertentu.

Varikokel termasuk salah satu penyebab nyeri pada area testis yang perlu di pertimbangkan dokter ahli.

6. Hernia Inguinalis

Hernia inguinalis terjadi ketika jaringan dari dalam perut menonjol melalui bagian dinding perut yang lemah dan dapat turun ke area selangkangan atau skrotum.

Akibatnya, seseorang dapat merasakan benjolan, rasa berat, atau nyeri yang menjalar hingga testis.

7. Hidrokel atau Kista

Penumpukan cairan di sekitar testis (hidrokel) maupun kista tertentu seperti spermatokel juga dapat menyebabkan pembengkakan atau rasa tidak nyaman pada skrotum.

Tidak semua kondisi tersebut menyebabkan nyeri.

Namun, perubahan baru pada ukuran, bentuk, atau tekstur testis tetap perlu di periksa.

8. Infeksi Saluran Kemih (ISK) atau Prostat

Masalah pada saluran kemih atau prostat terkadang menyebabkan nyeri yang terasa sampai area testis.

Karena itu, dokter ahli tidak hanya mengevaluasi testis, tetapi juga dapat mempertimbangkan kondisi saluran kemih, prostat, dan area selangkangan.

Apakah Nyeri Testis Bisa Disebabkan IMS?

Bisa.

Pada pria yang aktif secara seksual, gonore (kencing nanah) dan klamidia dapat menyebabkan epididimitis, yang kemudian menimbulkan nyeri dan nyeri tekan pada testis.

Risiko menjadi lebih perlu di perhatikan jika nyeri testis di sertai:

  • Keluar cairan dari penis.
  • Perih saat kencing.
  • Sering kencing.
  • Nyeri panggul.
  • Riwayat hubungan seksual tanpa kondom (pengaman atau pelindung).
  • Pasangan seksual yang di ketahui memiliki IMS (infeksi menular seksual).

Jika terdapat kombinasi gejala tersebut, dokter ahli dapat merekomendasikan pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual), termasuk pemeriksaan untuk gonore (kencing nanah) dan klamidia sesuai kondisi.

Bagaimana Dokter Mendiagnosis Penyebab Nyeri Testis?

Dokter ahli akan memulai dengan anamnesis dan pemeriksaan fisik.

Dokter ahli dapat memeriksa skrotum, testis, selangkangan, serta area sekitarnya.

Jika di perlukan, dokter ahli dapat melakukan pemeriksaan tambahan seperti:

1. Pemeriksaan Urine

Pemeriksaan urine dapat membantu mencari tanda infeksi saluran kemih atau kondisi lain yang berkaitan dengan keluhan.

2. Pemeriksaan IMS

Jika terdapat dugaan infeksi menular seksual (IMS), dokter ahli dapat melakukan pemeriksaan untuk gonore (kencing nanah) dan klamidia, misalnya melalui urine atau sampel cairan dari uretra sesuai kondisi pasien.

3. USG Skrotum dengan Doppler

USG skrotum dengan Doppler dapat membantu melihat kondisi jaringan dan aliran darah testis.

Pemeriksaan ini sangat berguna ketika dokter ahli perlu mengevaluasi kemungkinan torsio testis atau penyebab lain dari nyeri dan pembengkakan.

Namun, pemeriksaan penunjang tidak menggantikan evaluasi dokter ahli.

Pada dugaan torsio testis, penanganan cepat menjadi prioritas.

Kapan Testis yang Nyeri Harus Segera Diperiksa?

Tidak semua nyeri testis merupakan keadaan darurat.

Namun, segera ke IGD jika nyeri:

  • Muncul tiba-tiba dan sangat berat.
  • Di sertai pembengkakan mendadak.
  • Di sertai mual atau muntah.
  • Di sertai nyeri perut.
  • Membuat testis tampak berada pada posisi lebih tinggi atau tidak normal (abnormal).
  • Tetap terasa meskipun sedang beristirahat.

Gejala tersebut dapat mengarah pada torsio testis yang membutuhkan penanganan segera.

Sementara itu, buat janji pemeriksaan dokter ahli apabila nyeri ringan berlangsung selama beberapa hari, terdapat benjolan, atau ukuran dan bentuk testis berubah.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan Saat Testis Terasa Nyeri?

Jika nyerinya ringan dan tidak di sertai tanda bahaya, beberapa langkah sederhana dapat membantu:

  • Istirahat dan hindari aktivitas yang memperberat nyeri.
  • Gunakan pakaian dalam yang dapat menopang skrotum.
  • Hindari menekan atau terlalu sering memegang area yang sakit.
  • Kompres dingin yang di bungkus kain dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman.
  • Jangan mengonsumsi antibiotik tanpa pemeriksaan dan resep dokter ahli.

Jika nyeri tidak membaik atau justru bertambah berat, lakukan pemeriksaan untuk mencari penyebabnya.

Apakah Testis Nyeri Berarti Kanker?

Tidak selalu.

Banyak kondisi lain yang jauh lebih sering menyebabkan nyeri testis, seperti infeksi, cedera, epididimitis, varikokel, dan torsio.

Kanker testis lebih sering menimbulkan benjolan atau pembengkakan yang tidak nyeri, meskipun gejala dapat berbeda pada setiap orang.

Karena itu, benjolan baru pada testis tetap perlu di periksa oleh dokter ahli.

Pemeriksaan Nyeri Testis di Klinik Apollo

Jika testis terasa nyeri saat di sentuh, sebaiknya jangan mencoba menentukan penyebab hanya berdasarkan gejala.

Dokter ahli perlu menilai apakah keluhan berkaitan dengan infeksi, cedera, gangguan pembuluh darah, kondisi saluran kemih, atau penyebab lainnya.

Di Klinik Apollo, kamu dapat melakukan konsultasi terkait nyeri testis, pembengkakan skrotum, benjolan, nyeri saat kencing, maupun keluhan yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi pria.

Melalui konsultasi dan pemeriksaan yang sesuai, pasien dapat memperoleh:

  • Evaluasi penyebab keluhan.
  • Pemeriksaan sesuai indikasi medis.
  • Penanganan berdasarkan hasil diagnosis.
  • Pemeriksaan terkait IMS (infeksi menular seksual) jika di perlukan.
  • Edukasi mengenai kesehatan reproduksi pria.
  • Layanan medis dengan memperhatikan privasi pasien.

Kesimpulan

Testis terasa nyeri saat di sentuh dapat di sebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari cedera ringan, epididimitis, orkitis, varikokel, hidrokel, hingga hernia.

Namun, nyeri yang muncul tiba-tiba dan berat harus di anggap serius karena dapat menjadi tanda torsio testis yang membutuhkan penanganan segera.

Jika nyeri di sertai pembengkakan, benjolan, demam, keluar cairan dari penis, atau nyeri saat kencing, jangan menunda pemeriksaan.

Segera konsultasi dan periksa ke dokter ahli di Klinik Apollo untuk membantu mengetahui penyebab keluhan, mendapatkan pemeriksaan yang sesuai, serta memperoleh penanganan yang tepat dan menjaga kesehatan reproduksi pria.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Join to newsletter.

Informasi terupdate penyakit kelamin.

About the Author: Yulia

Yulia
Yulia adalah seorang Content Writer di Klinik Apollo yang sudah berkecimpung di dunia kesehatan penyakit kelamin sejak tahun 2017.

Butuh bantuan kami?

Hubungi kami di 0821-1099-9870

Tim medis kami online 24 jam/hari.