Klinik Apollo – Uretritis non gonore (Non Gonococcal Urethritis atau NGU) adalah peradangan pada uretra yang bukan disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae, penyebab penyakit gonore (kencing nanah).
Meski demikian, kondisi ini tetap dapat menimbulkan keluhan yang mengganggu, seperti nyeri saat kenicng dan keluarnya cairan dari saluran kemih. Banyak orang mengira semua kasus uretritis adalah gonore.
Padahal, kondisi ini memiliki penyebab, diagnosis, dan penanganan yang berbeda. Oleh karena itu, pemeriksaan medis sangat penting untuk memastikan penyebab infeksi sehingga pengobatan yang di berikan tepat sasaran.
Dalam artikel ini, Anda akan memahami gejala, penyebab, faktor risiko, cara diagnosis, pengobatan, hingga langkah pencegahan uretritis non gonore berdasarkan referensi medis yang tepercaya.
Apa Itu Uretritis Non Gonore?
Uretritis non gonore adalah peradangan pada uretra yang terjadi tanpa adanya infeksi gonore.
Penyebab tersering adalah infeksi bakteri lain, terutama Chlamydia trachomatis dan Mycoplasma genitalium.
Selain itu, virus, parasit, maupun iritasi pada saluran kemih juga dapat memicu kondisi ini.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Chlamydia trachomatis menyumbang sekitar 15 hingga 40% kasus uretritis non gonore, sedangkan Mycoplasma genitalium di perkirakan menyebabkan 15 hingga 25% kasus pada pria.
Gejala Uretritis Non Gonore
Gejala dapat muncul beberapa hari hingga beberapa minggu setelah terpapar penyebab infeksi.
Namun, sebagian penderita tidak mengalami keluhan sehingga infeksi baru di ketahui saat menjalani pemeriksaan.
Beberapa gejala yang sering di temukan meliputi:
- Nyeri atau sensasi terbakar saat kencing.
- Keluar cairan bening, putih, atau keruh dari penis.
- Rasa gatal atau tidak nyaman pada ujung penis.
- Frekuensi kencing meningkat.
- Nyeri pada saluran kemih.
- Pada wanita, dapat di sertai nyeri panggul, keputihan tidak normal (abnormal), atau nyeri saat berhubungan seksual.
Apabila gejala berlangsung lebih dari beberapa hari atau semakin memburuk, segera lakukan pemeriksaan ke dokter ahli.
Penyebab Uretritis Non Gonore
Berbagai mikroorganisme maupun faktor non infeksi dapat menyebabkan uretritis non gonore.
1. Infeksi Bakteri
Penyebab yang paling umum meliputi:
- Chlamydia trachomatis.
- Mycoplasma genitalium.
- Ureaplasma urealyticum (pada kondisi tertentu).
- Trichomonas vaginalis (parasit, terutama pada populasi tertentu).
2. Infeksi Virus
Beberapa virus juga dapat menyebabkan uretritis, seperti:
- Herpes simplex virus (HSV).
- Adenovirus.
3. Penyebab Non Infeksi
Selain infeksi, uretritis dapat di picu oleh:
- Iritasi akibat sabun, cairan pembersih, atau bahan kimia.
- Cedera karena pemasangan kateter atau prosedur medis.
- Trauma akibat aktivitas seksual atau gesekan.
Faktor Risiko Uretritis Non Gonore
Risiko seseorang mengalami kondisi ini dapat meningkat apabila:
- Berhubungan seksual tanpa menggunakan kondom (pengaman atau pelindung).
- Memiliki lebih dari 1 pasangan seksual.
- Memiliki riwayat infeksi menular seksual (IMS).
- Pasangan seksual terdiagnosis IMS (infeksi menular seksual).
- Tidak menjalani pengobatan hingga tuntas pada infeksi sebelumnya.
Bagaimana Dokter Mendiagnosis Uretritis Non Gonore?
Dokter ahli akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab uretritis.
Pemeriksaan dapat meliputi:
- Wawancara mengenai gejala dan riwayat kesehatan seksual.
- Pemeriksaan fisik.
- Pemeriksaan urine.
- Swab uretra apabila di perlukan.
- Tes NAAT (Nucleic Acid Amplification Test) untuk mendeteksi Chlamydia trachomatis dan Neisseria gonorrhoeae.
- Pemeriksaan tambahan sesuai indikasi klinis.
Diagnosis yang tepat membantu dokter ahli menentukan terapi yang sesuai dan menghindari penggunaan antibiotik yang tidak di perlukan.
Pengobatan Uretritis Non Gonore
Pengobatan di sesuaikan dengan penyebab yang di temukan melalui pemeriksaan.
Secara umum, dokter ahli dapat memberikan:
- Antibiotik sesuai pedoman bila penyebabnya adalah infeksi bakteri.
- Terapi untuk pasangan seksual apabila di perlukan guna membantu mencegah infeksi berulang (kambuh).
- Edukasi mengenai penghentian sementara aktivitas seksual hingga pengobatan di nyatakan selesai sesuai anjuran dokter ahli.
Penting: Jangan mengonsumsi antibiotik tanpa resep karena penggunaan yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko resistensi bakteri.
Apakah Uretritis Non Gonore Bisa Sembuh?
Ya.
Sebagian besar kasus ini dapat di atasi apabila penyebabnya di ketahui dan pengobatan di jalankan sesuai anjuran dokter ahli.
Namun, apabila tidak di tangani, kondisi ini dapat meningkatkan risiko komplikasi, seperti:
1. Pada Pria
- Epididimitis.
- Prostatitis pada kondisi tertentu.
- Penyempitan uretra (striktur uretra) pada sebagian kasus.
2. Pada Wanita
- Penyakit radang panggul (PID).
- Gangguan kesuburan akibat komplikasi infeksi tertentu.
Karena itu, deteksi dini menjadi langkah penting untuk mencegah dampak jangka panjang.
Cara Mencegahnya
Anda dapat membantu menurunkan risiko uretritis non gonore dengan cara:
- Menggunakan kondom (pengaman atau pelindung) secara konsisten saat berhubungan seksual.
- Membatasi jumlah pasangan seksual.
- Menjalani pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual) secara berkala jika memiliki faktor risiko.
- Menghindari penggunaan produk yang dapat mengiritasi area genital.
- Menyelesaikan pengobatan sesuai anjuran dokter ahli.
- Mengajak pasangan seksual menjalani pemeriksaan apabila terdiagnosis IMS (infeksi menular seksual).
Kapan Harus ke Dokter Ahli?
Segera konsultasikan ke dokter ahli apabila Anda mengalami:
- Nyeri saat kencing yang tidak membaik.
- Keluar cairan dari penis atau uretra.
- Nyeri panggul atau testis.
- Demam yang di sertai keluhan saluran kemih.
- Gejala muncul setelah melakukan hubungan seksual berisiko.
- Gejala berulang (kambuh) setelah pengobatan.
Pemeriksaan lebih awal membantu dokter ahli menentukan penyebab dan memberikan terapi yang sesuai.
Data Medis yang Mendukung
Menurut CDC Sexually Transmitted Infections Treatment Guidelines 2021, Chlamydia trachomatis merupakan salah satu penyebab utama uretritis non gonore, sedangkan Mycoplasma genitalium menjadi penyebab penting pada kasus yang menetap atau berulang (kambuh).
Sementara itu, European Association of Urology (EAU) menekankan bahwa pemeriksaan laboratorium, termasuk NAAT, merupakan metode yang di rekomendasikan untuk membantu mengidentifikasi penyebab uretritis sehingga terapi dapat di berikan secara tepat.
Kesimpulan
Uretritis non gonore adalah peradangan pada uretra yang tidak di sebabkan oleh bakteri penyebab gonore, tetapi paling sering berkaitan dengan infeksi seperti Chlamydia trachomatis atau Mycoplasma genitalium.
Gejalanya dapat berupa nyeri saat buang air kecil, keluarnya cairan dari uretra, hingga rasa tidak nyaman pada saluran kemih.
Karena penyebabnya beragam, diagnosis melalui pemeriksaan medis menjadi langkah penting agar pengobatan yang di berikan tepat sasaran.
Konsultasikan Keluhan Anda di Klinik Apollo Jakarta
Apabila Anda mengalami nyeri saat kencing, keluar cairan dari penis, atau gejala lain yang mengarah pada uretritis non gonore, jangan menunda pemeriksaan.
Klinik Apollo Jakarta siap membantu melalui konsultasi dengan tenaga medis berpengalaman, pemeriksaan diagnostik yang menyeluruh, serta penanganan berdasarkan pedoman medis terkini.
Dengan diagnosis yang akurat dan terapi yang sesuai, Anda dapat mengurangi risiko komplikasi, membantu mencegah kekambuhan, serta memperoleh pelayanan profesional dengan privasi pasien yang terjaga.
Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta



