Klinik Apollo – Testis nyeri saat ngeden merupakan keluhan yang dapat muncul ketika pria mengejan saat buang air besar (BAB), mengangkat beban berat, atau melakukan aktivitas yang meningkatkan tekanan di dalam perut.
Rasa nyeri bisa terasa di salah satu atau kedua testis, pangkal paha, maupun area antara perut bawah dan organ intim. Sebagian pria menganggap kondisi ini hanya akibat terlalu kuat mengejan.
Padahal, nyeri testis saat mengejan juga dapat berkaitan dengan hernia inguinalis, peradangan epididimis, gangguan prostat, atau masalah lain pada saluran reproduksi dan kemih. Lantas, apakah testis nyeri saat ngeden berbahaya? Jawabannya bergantung pada penyebab, intensitas nyeri, dan gejala lain yang menyertainya.
Nyeri yang muncul mendadak dan terasa hebat perlu mendapat perhatian khusus karena dapat menandakan kondisi darurat. Melalui artikel ini, kamu akan memahami penyebab testis sakit saat mengejan, gejala yang perlu di waspadai, serta pilihan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.
Apa Penyebab Testis Nyeri Saat Ngeden?
Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan testis terasa sakit ketika mengejan.
Tekanan di dalam perut dapat memperjelas keluhan dari kondisi tertentu, tetapi tidak selalu menjadi penyebab utama nyeri.
1. Hernia inguinalis atau turun berok
Hernia inguinalis terjadi ketika jaringan dari dalam perut menonjol melalui bagian dinding perut yang lemah di area selangkangan.
Benjolan dapat terlihat lebih jelas ketika seseorang batuk, mengejan saat BAB, atau mengangkat benda berat.
Pada pria, hernia dapat meluas ke skrotum sehingga menimbulkan rasa berat, tidak nyaman, atau nyeri pada area testis.
Jika benjolan selangkangan terasa sangat nyeri, mengeras, tidak dapat masuk kembali, atau di sertai muntah, segera cari pertolongan medis karena kondisi tersebut dapat menandakan hernia terjepit.
2. Varikokel
Varikokel adalah pelebaran pembuluh darah vena di dalam skrotum.
Kondisi ini lebih sering di temukan di sisi kiri dan dapat menimbulkan rasa berat atau nyeri tumpul yang memburuk setelah berdiri lama atau beraktivitas.
Sebagian pria tidak merasakan gejala.
Namun, jika nyeri muncul berulang saat mengejan atau melakukan aktivitas fisik, dokter ahli perlu mengevaluasi kemungkinan varikokel maupun penyebab lain.
3. Epididimitis
Epididimitis merupakan peradangan pada epididimis, yaitu saluran kecil di belakang testis yang berfungsi menyimpan dan mengangkut sperma.
Gejalanya dapat berupa:
- Nyeri pada salah satu testis.
- Pembengkakan atau kemerahan pada skrotum.
- Nyeri ketika kencing.
- Frekuensi kencing meningkat.
- Demam atau keluarnya cairan dari penis pada sebagian kasus.
Penyebabnya dapat berupa infeksi saluran kemih (ISK) atau infeksi menular seksual (IMS), termasuk klamidia dan gonore (kencing nanah).
Dokter ahli dapat menyarankan pemeriksaan urine atau tes infeksi sesuai gejala dan faktor risiko.
4. Prostatitis atau peradangan prostat
Prostatitis dapat menimbulkan nyeri pada panggul, perineum (area antara skrotum dan anus), selangkangan, atau sekitar testis.
Sebagian pasien juga mengalami rasa perih ketika kencing, kesulitan kencing, atau nyeri saat ejakulasi.
Mengejan dapat membuat ketidaknyamanan di area panggul lebih terasa, tetapi gejala ini tidak cukup untuk memastikan adanya peradangan prostat.
5. Konstipasi atau sembelit
Sembelit membuat seseorang perlu mengejan lebih kuat saat buang air besar (BAB).
Tekanan tersebut dapat memperburuk nyeri di selangkangan, terutama jika terdapat hernia atau masalah lain di sekitar panggul.
Namun, testis yang terasa sakit saat ngeden tidak boleh langsung di anggap akibat sembelit.
Jika nyeri berulang (kambuh), periksakan diri untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya.
6. Testicular torsion atau testis terpuntir
Testicular torsion terjadi ketika korda spermatika yang membawa aliran darah ke testis terpuntir.
Akibatnya, suplai darah ke testis dapat berkurang atau terputus.
Kondisi ini biasanya menimbulkan nyeri mendadak dan hebat pada satu testis, terkadang di sertai pembengkakan, mual, atau muntah.
Torsio testis dapat terjadi pada usia berapa pun dan tidak selalu di picu oleh aktivitas tertentu.
Ini merupakan kondisi darurat medis yang membutuhkan penanganan segera untuk mencegah kerusakan atau kehilangan testis.
Jangan menganggap nyeri hebat sebagai efek mengejan biasa.
Apakah Testis Nyeri Saat Ngeden Berbahaya?
Tingkat bahayanya bergantung pada penyebab dan gejala yang menyertai.
Nyeri ringan yang berlangsung singkat tidak selalu menandakan kondisi serius, tetapi nyeri yang berulang (kambuh) atau semakin berat perlu di periksa.
Perhatikan tanda-tanda berikut.

img: klinikapollojakarta.com
Jika nyeri muncul mendadak dan hebat, skrotum membengkak, atau nyeri di sertai mual maupun muntah, segera pergi ke IGD.
Jangan menunggu sampai nyeri hilang sendiri.
Torsio testis membutuhkan penanganan secepat mungkin agar peluang menyelamatkan testis lebih besar.
Bagaimana Cara Mengatasi Testis Nyeri Saat Mengejan?
Penanganan harus di sesuaikan dengan penyebabnya.
Dokter ahli dapat melakukan pemeriksaan fisik dan menentukan apakah kamu membutuhkan pemeriksaan urine, USG skrotum, atau pemeriksaan tambahan.
Beberapa langkah yang dapat di lakukan antara lain:
- Hindari mengejan berlebihan. Jika mengalami sembelit, tingkatkan asupan serat dan cairan sesuai kebutuhan tubuh serta diskusikan penanganan yang tepat dengan tenaga medis.
- Kurangi aktivitas berat sementara. Hindari mengangkat beban berat jika aktivitas tersebut memicu nyeri.
- Gunakan penyangga skrotum jika membantu. Penyangga yang nyaman dapat mengurangi rasa tidak nyaman pada sebagian kondisi, tetapi tidak mengatasi penyebab utama.
- Jangan memijat atau mencoba memutar testis. Tindakan tersebut berisiko memperburuk kondisi dan tidak dapat menggantikan pemeriksaan medis.
- Gunakan obat-obatan sesuai arahan tenaga medis. Antibiotik hanya di perlukan untuk infeksi bakteri tertentu, sedangkan hernia dan torsio testis mungkin membutuhkan tindakan khusus.
Jika nyeri tidak membaik, terus berulang (kambuh), atau di sertai pembengkakan, jangan hanya mengandalkan perawatan rumahan.
Untuk nyeri mendadak dan hebat, langsung cari pertolongan darurat.
Pemeriksaan Apa yang Diperlukan?
Untuk mengetahui penyebab testis sakit saat ngeden, dokter ahli akan menanyakan kapan nyeri muncul, seberapa berat rasanya, apakah hanya mengenai satu sisi, dan apakah terdapat keluhan lain.
Pemeriksaan dapat meliputi:
- Pemeriksaan fisik: menilai kondisi testis, skrotum, dan selangkangan, termasuk kemungkinan hernia.
- Pemeriksaan urine: mencari tanda infeksi atau darah dalam urine.
- Tes infeksi menular seksual (IMS): jika gejala atau riwayat menunjukkan kemungkinan paparan.
- USG skrotum dengan Doppler: menilai struktur testis dan aliran darah bila di perlukan.
Tidak semua pasien membutuhkan seluruh pemeriksaan tersebut.
Jika dokter ahli mencurigai torsio testis, penanganan darurat tidak boleh tertunda hanya untuk menunggu pemeriksaan tambahan.
Apakah Testis Nyeri Saat Ngeden Bisa Memengaruhi Kesuburan?
Dampaknya bergantung pada penyebabnya.
Nyeri saat mengejan tidak otomatis berarti kesuburan terganggu.
Namun, beberapa kondisi yang mendasarinya dapat memengaruhi fungsi reproduksi.
Varikokel, misalnya, dapat berkaitan dengan gangguan kualitas sperma pada sebagian pria.
Infeksi pada saluran reproduksi juga dapat menimbulkan komplikasi tertentu jika tidak di tangani.
Sementara itu, torsio testis yang tidak segera di tangani dapat menyebabkan kerusakan jaringan testis dan berpotensi memengaruhi kesuburan.
Karena itu, pemeriksaan dini penting untuk mengetahui penyebab keluhan serta menentukan langkah penanganan yang tepat.
Konsultasi Nyeri Testis di Klinik Apollo Jakarta
Testis nyeri saat ngeden dapat berkaitan dengan gangguan pada testis, saluran reproduksi, saluran kemih, atau selangkangan.
Pemeriksaan membantu membedakan kondisi yang dapat di tangani dengan terapi konservatif dari kondisi yang membutuhkan tindakan medis lebih lanjut.
Di Klinik Apollo Jakarta, kamu dapat berkonsultasi mengenai keluhan pada organ intim dan saluran kemih.
Evaluasi medis dapat membantu mengidentifikasi kemungkinan penyebab, menentukan pemeriksaan yang di perlukan, serta memberikan rekomendasi penanganan berdasarkan kondisi kesehatan.
Manfaat konsultasi meliputi:
- Evaluasi keluhan secara medis untuk membantu mengetahui kemungkinan penyebab nyeri.
- Rekomendasi pemeriksaan yang sesuai berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan awal.
- Rencana penanganan individual sesuai diagnosis dan kebutuhan pasien.
- Edukasi kesehatan reproduksi pria untuk membantu memahami faktor risiko dan mencegah keluhan berulang (kambuh).
- Privasi pasien dengan memperhatikan kerahasiaan informasi medis.
Untuk menambah informasi, kamu juga dapat membaca artikel terkait tentang nyeri testis tanpa bengkak, nyeri testis dan selangkangan, serta nyeri antara testis dan anus.
Ganti tautan tersebut dengan URL artikel aktif yang sesuai di situs Klinik Apollo Jakarta sebelum publikasi.
Jangan abaikan nyeri testis yang muncul saat mengejan, terutama jika berulang (kambuh) atau di sertai gejala lain.
Segera konsultasikan keluhanmu ke dokter ahli di Klinik Apollo Jakarta untuk mendapatkan evaluasi medis, mengetahui kemungkinan penyebab, dan memperoleh rekomendasi penanganan yang sesuai; jika nyeri muncul mendadak dan hebat, segera ke IGD tanpa menunggu konsultasi rutin.
Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta



