Klinik Apollo – Testis nyeri saat menahan kencing dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada buah zakar, selangkangan, atau perut bagian bawah. Sebagian pria merasakan nyeri tumpul ketika menunda buang air kecil, kemudian keluhan berkurang setelah mengosongkan kandung kemih.

Namun, nyeri testis saat menahan kencing tidak selalu di sebabkan oleh kebiasaan menahan urine.

Keluhan ini juga dapat berkaitan dengan peradangan prostat, infeksi saluran kemih (ISK), epididimitis, batu saluran kemih, atau gangguan lain pada sistem reproduksi pria.

Karena itu, penting untuk memahami penyebab nyeri testis, mengenali gejala yang menyertainya, dan mengetahui kapan harus memeriksakan diri ke dokter ahli.

Apakah Menahan Kencing Bisa Menyebabkan Testis Nyeri?

Menahan kencing terlalu lama dapat membuat kandung kemih terasa penuh dan menimbulkan tekanan atau rasa tidak nyaman di perut bagian bawah.

Namun, hubungan langsung antara kebiasaan menahan kencing dan nyeri pada testis belum dapat di pastikan sebagai penyebab tunggal.

Nyeri yang terasa hingga testis bisa berasal dari organ lain di sekitar panggul atau saluran kemih.

Dalam dunia medis, kondisi ketika nyeri berasal dari 1 bagian tubuh tetapi terasa di bagian lain di sebut referred pain.

Gangguan prostat dan batu saluran kemih, misalnya, dapat menimbulkan nyeri yang menjalar ke testis.

Jika rasa sakit terus berulang setiap kali menahan kencing, jangan hanya mengandalkan kebiasaan buang air kecil lebih teratur untuk mengatasinya.

Pemeriksaan medis di perlukan untuk mengetahui apakah terdapat gangguan pada saluran kemih atau organ reproduksi.

Apa Penyebab Testis Nyeri Saat Menahan Kencing?

Ada beberapa kemungkinan penyebab nyeri testis yang muncul ketika kandung kemih terasa penuh atau saat buang air kecil.

Berikut penjelasannya.

1. Peradangan prostat (prostatitis)

Prostat merupakan kelenjar yang terletak di bawah kandung kemih dan mengelilingi sebagian uretra.

Peradangan prostat dapat menyebabkan gangguan berkemih sekaligus nyeri di area panggul dan testis.

Gejala prostatitis dapat meliputi:

  • Nyeri pada testis, selangkangan, atau perineum, yaitu area antara skrotum dan anus.
  • Rasa perih atau panas ketika buang air kecil.
  • Sulit memulai aliran urine atau mengosongkan kandung kemih.
  • Sering buang air kecil, termasuk pada malam hari.
  • Nyeri ketika ejakulasi.
  • Demam dan menggigil pada kasus tertentu.

2. Infeksi saluran kemih (ISK)

Infeksi saluran kemih (ISK) terjadi ketika mikroorganisme, biasanya bakteri, menginfeksi bagian saluran kemih.

Pada pria, infeksi dapat menimbulkan rasa tidak nyaman di perut bagian bawah, nyeri saat berkemih, dan keinginan buang air kecil yang lebih sering.

Jika infeksi melibatkan struktur di sekitar organ reproduksi, keluhan dapat di sertai nyeri pada testis.

Perhatikan gejala berikut:

  • Urine terasa panas atau perih saat keluar.
  • Frekuensi buang air kecil meningkat.
  • Urine keruh atau bercampur darah.
  • Nyeri di perut bagian bawah.
  • Demam atau menggigil jika infeksi berkembang lebih serius.

Apabila gejala tersebut muncul bersamaan dengan nyeri testis, dokter ahli dapat menyarankan pemeriksaan urine untuk mengetahui ada tidaknya infeksi.

3. Epididimitis atau peradangan saluran sperma

Epididimitis adalah peradangan pada epididimis, yaitu saluran kecil di belakang testis yang berfungsi menyimpan dan mengangkut sperma.

Kondisi ini dapat di sebabkan oleh bakteri dari infeksi saluran kemih (ISK) atau infeksi menular seksual (IMS), termasuk gonore (kencing nanah) dan klamidia.

Gejala epididimitis umumnya meliputi:

  • Nyeri pada salah satu testis yang muncul secara bertahap.
  • Pembengkakan atau kemerahan pada skrotum.
  • Testis terasa lebih sensitif ketika di sentuh.
  • Nyeri ketika buang air kecil.
  • Keinginan berkemih yang meningkat.
  • Cairan abnormal (tidak normal) yang keluar dari penis pada sebagian kasus.

4. Batu ginjal atau batu saluran kemih

Batu ginjal terbentuk ketika mineral dalam urine mengkristal dan membentuk endapan keras.

Ketika batu bergerak menuju ureter, yaitu saluran yang menghubungkan ginjal dan kandung kemih, nyeri dapat menjalar hingga selangkangan atau testis.

Gejalanya dapat berupa:

  • Nyeri tajam pada pinggang atau punggung.
  • Nyeri yang menjalar ke perut bawah dan testis.
  • Mual atau muntah.
  • Urine bercampur darah.
  • Nyeri ketika buang air kecil.

Nyeri akibat batu saluran kemih tidak selalu muncul tepat ketika menahan kencing.

Karena itu, apabila testis nyeri di sertai sakit pinggang atau darah dalam urine, jangan menganggapnya sekadar akibat kandung kemih penuh.

5. Kandung kemih terlalu penuh atau kesulitan mengeluarkan urine

Ketika seseorang menunda buang air kecil, kandung kemih akan terus menampung urine.

Hal ini dapat menimbulkan rasa penuh dan tidak nyaman di perut bagian bawah.

Namun, jika kamu sering merasa sulit mengeluarkan urine, alirannya melemah, atau kandung kemih terasa belum kosong setelah berkemih, kondisi tersebut perlu di evaluasi.

Gangguan pengosongan kandung kemih dapat berkaitan dengan pembesaran prostat, penyempitan uretra, atau masalah lain pada saluran kemih.

Retensi urine akut, yaitu ketidakmampuan mengeluarkan urine meskipun kandung kemih penuh, merupakan kondisi darurat yang membutuhkan pertolongan medis.

6. Testicular torsion atau testis terpuntir

Testicular torsion terjadi ketika tali spermatika yang membawa aliran darah ke testis terpuntir.

Akibatnya, suplai darah ke testis dapat terhambat.

Kondisi ini bukan akibat khas menahan kencing, tetapi penting di kenali karena dapat menyebabkan nyeri testis yang sangat berat secara mendadak.

Tanda-tandanya meliputi:

  • Nyeri hebat yang muncul tiba-tiba, biasanya pada 1 testis.
  • Pembengkakan skrotum.
  • Mual atau muntah.
  • Nyeri yang menjalar ke perut bagian bawah.
  • Posisi salah 1 testis tampak lebih tinggi dari biasanya.

Jika nyeri testis muncul mendadak dan terasa hebat, segera pergi ke IGD. Jangan menunggu sampai nyeri mereda atau mencoba mengobatinya sendiri.

Testicular torsion merupakan keadaan darurat yang memerlukan penanganan cepat untuk menyelamatkan jaringan testis.

Bagaimana Membedakan Nyeri Testis Akibat Menahan Kencing dan Infeksi?

Gejala yang di rasakan dapat memberikan petunjuk awal, tetapi tidak cukup untuk memastikan diagnosis.

Ilustrasi Testis Nyeri Saat Kencing.

img: klinikapollojakarta.com

Gejala-gejala tersebut dapat tumpang tindih.

Oleh sebab itu, dokter ahli perlu mempertimbangkan riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang sebelum menentukan penyebabnya.

Bagaimana Cara Mengatasi Testis Nyeri Saat Menahan Kencing?

Penanganan harus di sesuaikan dengan penyebab yang mendasari keluhan.

Berikut beberapa langkah yang dapat membantu.

1. Jangan membiasakan diri menahan kencing terlalu lama

Segera kencing ketika muncul dorongan berkemih.

Biasakan juga memberikan waktu yang cukup untuk mengosongkan kandung kemih tanpa terburu-buru.

Namun, jika kamu tidak dapat mengeluarkan urine meskipun merasa kandung kemih penuh, segera cari pertolongan medis.

2. Periksakan diri jika nyeri berulang (kambuh)

Jika testis terus terasa sakit setiap kali menahan kencing atau setelah berkemih, jangan hanya mengandalkan perubahan kebiasaan.

Dokter ahli dapat menilai kemungkinan gangguan prostat, infeksi, batu saluran kemih, atau masalah lainnya.

3. Hindari mengonsumsi obat-obatan sembarangan

Jangan menggunakan antibiotik tanpa resep atau mengoleskan obat-obatan pada testis tanpa mengetahui penyebabnya.

Pengobatan yang tidak tepat dapat menunda diagnosis dan tidak menyelesaikan masalah utama.

4. Jaga asupan cairan sesuai kondisi kesehatan

Minumlah air secukupnya agar kebutuhan cairan tubuh terpenuhi.

Namun, jika kamu memiliki penyakit ginjal, jantung, atau kondisi lain yang mengharuskan pembatasan cairan, ikuti anjuran dokter ahli.

5. Hindari aktivitas yang memperburuk nyeri

Jika aktivitas tertentu membuat testis semakin sakit, hentikan sementara dan segera periksakan keluhan.

Jangan memijat atau mencoba memutar posisi testis sendiri untuk mengurangi rasa sakit.

Pemeriksaan Apa yang Diperlukan untuk Mengetahui Penyebabnya?

Dokter ahli akan menanyakan kapan nyeri mulai muncul, apakah terjadi pada 1 atau kedua testis, berapa lama keluhan berlangsung, serta apakah terdapat gejala saat berkemih.

Berdasarkan hasil evaluasi, dokter ahli mungkin menyarankan:

  • Pemeriksaan fisik: menilai testis, skrotum, selangkangan, dan area perut.
  • Tes urine: mencari tanda infeksi, darah, atau kelainan lain.
  • Kultur urine: mengidentifikasi bakteri penyebab infeksi jika di perlukan.
  • Tes IMS (infeksi menular seksual): memeriksa kemungkinan gonore atau klamidia sesuai gejala dan riwayat paparan.
  • USG skrotum dengan Doppler: mengevaluasi struktur dan aliran darah ke testis apabila di butuhkan.

Tidak semua pasien memerlukan seluruh pemeriksaan tersebut.

Jika dokter ahli mencurigai testicular torsion, penanganan darurat tidak boleh tertunda hanya untuk menunggu pemeriksaan rutin.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter Ahli?

Segera periksakan diri apabila nyeri testis berulang (kambuh), tidak kunjung membaik, atau di sertai keluhan seperti nyeri saat berkemih, urine berdarah, pembengkakan, atau cairan abnormal (tidak normal) dari penis.

Cari pertolongan darurat jika nyeri muncul mendadak dan hebat, di sertai mual atau muntah, atau jika kamu tidak bisa buang air kecil meskipun kandung kemih terasa penuh.

Pemeriksaan sejak dini membantu menemukan penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang sesuai sebelum kondisi berkembang lebih serius.

Kesimpulan

Testis nyeri saat menahan kencing tidak selalu di sebabkan oleh kebiasaan menahan urine. Keluhan ini dapat berkaitan dengan tekanan kandung kemih, prostatitis, infeksi saluran kemih (ISK), epididimitis, batu saluran kemih, atau kondisi lain yang membutuhkan pemeriksaan.

Jangan mengabaikan nyeri yang berulang (kambuh) dan jangan mencoba mendiagnosis penyebabnya sendiri. Jika nyeri muncul mendadak dan hebat, segera pergi ke IGD karena kondisi seperti testicular torsion memerlukan penanganan cepat.

Jika kamu mengalami testis nyeri saat menahan kencing, konsultasikan keluhanmu ke Klinik Apollo.

Dapatkan evaluasi oleh tenaga medis, arahan pemeriksaan yang sesuai, serta rekomendasi penanganan berdasarkan penyebab keluhan dengan tetap mengutamakan privasi pasien.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Join to newsletter.

Informasi terupdate penyakit kelamin.

About the Author: Yulia

Yulia
Yulia adalah seorang Content Writer di Klinik Apollo yang sudah berkecimpung di dunia kesehatan penyakit kelamin sejak tahun 2017.

Butuh bantuan kami?

Hubungi kami di 0821-1099-9870

Tim medis kami online 24 jam/hari.