Klinik Apollo – Gonore tenggorokan merupakan salah satu bentuk infeksi menular seksual (IMS) yang sering kali tidak disadari karena dapat terjadi tanpa gejala.

Akibatnya, banyak penderita baru mengetahui kondisinya setelah menjalani pemeriksaan medis atau ketika pasangan seksual mengalami keluhan.

Meski demikian, infeksi ini tetap memerlukan perhatian. Jika tidak di tangani dengan tepat, bakteri penyebab gonore dapat terus menyebar dan meningkatkan risiko penularan kepada pasangan seksual.

Lalu, apa itu gonore tenggorokan, apa penyebabnya, dan bagaimana cara mengenali gejalanya? Simak penjelasan berikut.

Apa Itu Gonore Tenggorokan?

Gonore tenggorokan atau faringitis gonore adalah infeksi pada tenggorokan yang di sebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae.

Bakteri ini menginfeksi lapisan mukosa tenggorokan, terutama setelah kontak seksual oral dengan seseorang yang terinfeksi.

Berbeda dengan radang tenggorokan akibat virus atau bakteri umum, gonore pada tenggorokan sering tidak menunjukkan gejala yang khas.

Oleh karena itu, diagnosis hanya dapat di pastikan melalui pemeriksaan oleh tenaga medis.

Penyebab Gonore Tenggorokan

Penyebab utama gonore tenggorokan adalah infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae.

Penularan paling sering terjadi melalui:

  • Hubungan seksual oral dengan pasangan seksual yang terinfeksi.
  • Kontak langsung antara mukosa mulut atau tenggorokan dengan cairan yang mengandung bakteri.

Sebaliknya, gonore tidak menular melalui:

  • Berjabat tangan.
  • Berpelukan.
  • Berbagi makanan atau minuman.
  • Menggunakan toilet umum.
  • Berbagi peralatan makan.

Memahami cara penularan dapat membantu mengurangi kesalahpahaman sekaligus mendorong upaya pencegahan yang tepat.

Gejala Gonore Tenggorokan

Sebagian penderita tidak mengalami gejala sama sekali.

Namun, jika keluhan muncul, gejalanya dapat meliputi:

  • Sakit tenggorokan.
  • Tenggorokan terasa kering atau tidak nyaman.
  • Nyeri saat menelan.
  • Kemerahan pada tenggorokan.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher.
  • Demam ringan pada sebagian kasus.

Karena gejalanya menyerupai radang tenggorokan biasa, infeksi ini sering terlambat di kenali tanpa pemeriksaan laboratorium.

Faktor Risiko Gonore Tenggorokan

Beberapa kondisi dapat meningkatkan risiko terjadinya gonore tenggorokan, antara lain:

  • Melakukan hubungan seksual oral tanpa pengaman (kondom atau pelindung).
  • Memiliki lebih dari 1 pasangan seksual.
  • Memiliki pasangan seksual yang di diagnosis gonore atau infeksi menular seksual (IMS) lainnya.
  • Memiliki riwayat gonore sebelumnya.

Apabila Anda memiliki faktor risiko tersebut, pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat membantu mendeteksi infeksi lebih dini.

Bagaimana Dokter Mendiagnosis Gonore Tenggorokan?

Dokter ahli akan memulai dengan menanyakan riwayat keluhan dan faktor risiko, kemudian melakukan pemeriksaan fisik.

Untuk memastikan diagnosis, dokter ahli dapat menyarankan pemeriksaan seperti:

  • Swab tenggorokan untuk mendeteksi keberadaan bakteri.
  • NAAT (Nucleic Acid Amplification Test) yang memiliki sensitivitas tinggi untuk mendeteksi Neisseria gonorrhoeae.
  • Kultur bakteri pada kondisi tertentu, terutama bila di perlukan untuk menentukan sensitivitas antibiotik.
  • Pemeriksaan laboratorium sangat penting karena gejala saja tidak cukup untuk memastikan diagnosis.

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Pengobatan gonore tenggorokan harus di lakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan mengikuti rekomendasi dokter ahli.

Terapi umumnya bertujuan untuk:

  • Menghilangkan infeksi bakteri.
  • Mengurangi risiko komplikasi.
  • Mencegah penularan kepada pasangan seksual.

Selain itu, dokter ahli dapat menyarankan:

  • Menghindari aktivitas seksual hingga terapi di nyatakan selesai sesuai anjuran.
  • Memberitahukan pasangan seksual agar turut menjalani pemeriksaan jika di perlukan.
  • Melakukan kontrol ulang sesuai jadwal yang di berikan.

Jangan menggunakan antibiotik tanpa resep dokter ahli, karena penggunaan yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko resistensi antibiotik.

Apakah Bisa Menyebabkan Komplikasi?

Ya.

Jika tidak di tangani, infeksi dapat meningkatkan risiko penularan kepada pasangan seksual dan, dalam kondisi tertentu, menyebar ke bagian tubuh lain.

Selain itu, infeksi gonore juga dapat terjadi bersamaan dengan infeksi menular seksual (IMS) lainnya.

Oleh sebab itu, evaluasi medis yang menyeluruh sangat di anjurkan.

Cara Mencegahnya

Beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi risiko infeksi:

  • Menggunakan pengaman (kondom atau pelindung) saat melakukan aktivitas seksual sesuai anjuran tenaga kesehatan.
  • Menghindari berganti-ganti pasangan seksual.
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan seksual secara berkala jika memiliki faktor risiko.
  • Segera berkonsultasi apabila mengalami gejala yang mencurigakan atau setelah kontak dengan pasangan yang terdiagnosis gonore.

Data Medis Mengenai Gonore Tenggorokan

Menurut World Health Organization (WHO), gonore merupakan salah satu infeksi menular seksual (IMS) yang paling sering di temukan secara global.

Di perkirakan terdapat lebih dari 80 juta kasus baru gonore setiap tahun pada orang dewasa usia 15 hingga 49 tahun di seluruh dunia.

Sementara itu, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan bahwa infeksi gonore pada tenggorokan sering kali tidak menimbulkan gejala, sehingga banyak kasus hanya terdeteksi melalui pemeriksaan laboratorium.

CDC juga menekankan pentingnya penggunaan NAAT sebagai salah satu metode diagnosis yang akurat.

Kapan Harus ke Dokter Ahli?

Segera lakukan pemeriksaan apabila Anda mengalami:

  • Sakit tenggorokan yang tidak membaik di sertai faktor risiko infeksi menular seksual (IMS).
  • Riwayat hubungan seksual oral dengan pasangan seksual yang di diagnosis gonore.
  • Pasangan seksual mengalami gonore atau infeksi menular seksual (IMS) lainnya.
  • Keluhan tenggorokan yang berulang tanpa penyebab yang jelas.

Pemeriksaan sejak dini membantu memastikan penyebab keluhan dan memungkinkan penanganan yang tepat.

Kesimpulan

Gonore tenggorokan adalah infeksi akibat bakteri Neisseria gonorrhoeae yang umumnya di tularkan melalui hubungan seksual oral.

Kondisi ini sering tidak menimbulkan gejala, sehingga pemeriksaan medis menjadi langkah penting untuk memastikan diagnosis.

Dengan mengenali faktor risiko, memahami cara penularan, dan segera berkonsultasi saat muncul keluhan, Anda dapat membantu mencegah komplikasi sekaligus mengurangi risiko penularan kepada orang lain.

Konsultasikan Keluhan Anda di Klinik Apollo Jakarta

Apabila Anda mengalami sakit tenggorokan yang di sertai faktor risiko infeksi menular seksual (IMS) atau memiliki kekhawatiran terkait gonore tenggorokan, segera lakukan konsultasi di Klinik Apollo Jakarta.

Tim dokter ahli berpengalaman akan melakukan evaluasi secara menyeluruh, memberikan pemeriksaan yang sesuai indikasi medis, serta menentukan penanganan berdasarkan hasil diagnosis.

Di Klinik Apollo Jakarta, Anda akan memperoleh pelayanan yang mengutamakan privasi pasien, pemeriksaan yang akurat, serta edukasi mengenai pencegahan penularan dan perawatan lanjutan.

Penanganan sejak dini dapat membantu mengurangi risiko komplikasi dan mendukung proses pemulihan yang optimal.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Join to newsletter.

Informasi terupdate penyakit kelamin.

About the Author: Yulia

Yulia
Yulia adalah seorang Content Writer di Klinik Apollo yang sudah berkecimpung di dunia kesehatan penyakit kelamin sejak tahun 2017.

Butuh bantuan kami?

Hubungi kami di 0821-1099-9870

Tim medis kami online 24 jam/hari.