Klinik Apollo – Nyeri testis setelah ejakulasi merupakan keluhan yang sebaiknya tidak diabaikan, terutama jika muncul berulang (kambuh), berlangsung lama, atau disertai pembengkakan dan keluhan saat kencing.
Rasa sakit dapat terasa pada salah satu atau kedua testis, skrotum, selangkangan, penis, atau area panggul setelah orgasme.
Penyebabnya beragam, mulai dari peradangan pada saluran reproduksi hingga gangguan pada prostat dan infeksi menular seksual (IMS).
Apakah Nyeri Testis Setelah Ejakulasi Normal?
Nyeri ringan yang hanya terjadi sesekali belum tentu menunjukkan penyakit serius.
Namun, nyeri testis yang muncul setiap kali atau sering setelah ejakulasi bukan keluhan yang sebaiknya di anggap normal, khususnya jika semakin berat atau di sertai gejala lain.
Nyeri setelah ejakulasi dapat berhubungan dengan masalah pada prostat, saluran reproduksi, saluran kemih, atau epididimis.
CDC juga mencantumkan nyeri saat atau setelah ejakulasi sebagai salah satu keluhan yang dapat muncul pada kondisi nyeri panggul kronis pada pria.
Karena penyebabnya cukup beragam, pemeriksaan dokter ahli di perlukan untuk menentukan sumber nyeri.
Penyebab Nyeri Testis Setelah Ejakulasi
Berikut penyebabnya:
1. Prostatitis
Prostatitis merupakan peradangan pada kelenjar prostat.
Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri pada area panggul, perineum, penis, testis, atau punggung bawah.
Keluhan lain dapat berupa:
- Nyeri saat atau setelah ejakulasi.
- Nyeri ketika kencing.
- Sering ingin kencing.
- Sulit kencing.
- Rasa tidak nyaman di area panggul.
- Demam atau menggigil pada prostatitis yang berkaitan dengan infeksi.
Pada sebagian pria, keluhan nyeri panggul dan nyeri setelah ejakulasi dapat berlangsung dalam waktu lama.
CDC menyarankan evaluasi urologi pada pria dengan nyeri menetap atau berulang (kambuh) yang berkaitan dengan ejakulasi dan berlangsung lebih dari 3 bulan.
2. Epididimitis
Epididimitis adalah peradangan pada epididimis, yaitu saluran kecil di belakang testis yang berfungsi menyimpan dan membawa sperma.
Kondisi ini sering menyebabkan:
- Nyeri pada salah satu testis.
- Skrotum membengkak.
- Testis terasa nyeri ketika di sentuh.
- Rasa berat pada skrotum.
- Nyeri saat kencing.
- Keluar cairan dari penis.
- Demam pada sebagian kasus.
CDC menyebutkan bahwa epididimitis akut dapat di sebabkan oleh IMS (infeksi menular seksual) seperti Chlamydia trachomatis dan Neisseria gonorrhoeae, maupun bakteri lain seperti E. coli.
Jika nyeri testis muncul setelah aktivitas seksual dan di sertai cairan tidak normal (abnormal) dari penis, pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual) menjadi penting.
3. Infeksi Menular Seksual (IMS)
Beberapa IMS (infeksi menular seksual) dapat menyebabkan peradangan pada uretra, prostat, atau epididimis sehingga menimbulkan nyeri di area testis atau panggul.
Contohnya adalah:
- Gonore (kencing nanah).
- Klamidia.
- Mycoplasma genitalium.
- Trikomoniasis pada kondisi tertentu.
Infeksi tersebut tidak selalu menimbulkan gejala yang jelas.
Bahkan, CDC menyebutkan bahwa uretritis yang berkaitan dengan epididimitis akibat IMS (infeksi menular seksual) dapat berlangsung tanpa gejala yang khas pada sebagian pasien.
Jika terdapat riwayat hubungan seksual tanpa kondom (pengaman atau pelindung) atau pasangan seksual baru, dokter ahli dapat mempertimbangkan pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual).
4. Orchitis
Orchitis merupakan peradangan pada salah satu atau kedua testis.
Gejalanya dapat berupa:
- Testis membengkak.
- Nyeri pada testis.
- Testis terasa sensitif.
- Demam.
- Mual atau muntah
- Rasa tidak enak badan.
5. Ketegangan atau Iritasi pada Area Panggul
Aktivitas seksual yang intens atau berulang (kambuh) dapat menyebabkan ketegangan otot di sekitar panggul dan selangkangan.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan rasa tidak nyaman yang kemudian terasa sampai ke testis.
Namun, diagnosis tidak sebaiknya di lakukan hanya berdasarkan dugaan ketegangan otot, terutama jika keluhan terus berulang (kambuh).
6. Varikokel
Varikokel merupakan pelebaran pembuluh darah di dalam skrotum.
Kondisi ini sering tidak menimbulkan gejala, tetapi sebagian pria dapat merasakan nyeri tumpul atau rasa berat pada testis.
Nyeri dapat semakin terasa setelah berdiri lama atau aktivitas tertentu.
7. Hernia Inguinalis
Hernia inguinalis terjadi ketika jaringan dari rongga perut menonjol melalui area yang lemah pada dinding perut dan dapat turun menuju selangkangan atau skrotum.
Keluhannya dapat berupa rasa sakit atau tekanan pada selangkangan yang kemudian terasa sampai ke testis.
8. Batu Ginjal atau Masalah Saluran Kemih
Tidak semua nyeri yang terasa pada testis berasal dari organ reproduksi.
Batu ginjal, infeksi saluran kemih (ISK), atau masalah pada area selangkangan dapat menyebabkan referred pain, yaitu nyeri yang berasal dari 1 area tetapi di rasakan di bagian tubuh lainnya.
Nyeri Testis Setelah Ejakulasi dan Infeksi Menular Seksual (IMS)
Hubungan antara ejakulasi dan nyeri testis tidak selalu berarti seseorang mengalami IMS (infeksi menular seksual).
Namun, IMS (infeksi menular seksual) perlu di pertimbangkan apabila keluhan muncul bersama:
- Penis mengeluarkan cairan yang tidak biasa.
- Perih ketika kencing.
- Testis membengkak.
- Nyeri pada salah satu testis.
- Luka atau kelainan pada area genital.
- Riwayat hubungan seksual tanpa kondom (pengaman atau pelindung).
- Memiliki pasangan seksual baru.
Epididimitis yang berkaitan dengan IMS (infeksi menular seksual) merupakan salah satu kondisi yang dapat menyebabkan nyeri dan pembengkakan testis.
Karena itu, apabila terdapat faktor risiko, dokter ahli mungkin menyarankan pemeriksaan gonore (kencing nanah), klamidia, atau IMS (infeksi menular seksual) lainnya.
Apakah Nyeri Testis Setelah Ejakulasi Bisa Menyebabkan Mandul?
Tidak semua nyeri testis menyebabkan infertilitas (kemandulan).
Namun, beberapa kondisi yang tidak di tangani dapat menimbulkan komplikasi.
Misalnya, epididimitis yang berkaitan dengan infeksi dapat menyebabkan komplikasi tertentu, termasuk masalah kesuburan pada sebagian kasus.
CDC mencantumkan infertilitas (kemandulan) dan nyeri kronis sebagai komplikasi yang perlu di cegah melalui penanganan epididimitis yang tepat.
Karena itu, jangan menunggu sampai muncul gangguan kesuburan untuk mencari penyebab nyeri.
Bagaimana Dokter Ahli Menentukan Penyebabnya?
Dokter ahli akan menanyakan karakteristik nyeri, termasuk:
- Kapan nyeri mulai muncul.
- Apakah terjadi setelah setiap ejakulasi.
- Nyeri terjadi pada 1 atau kedua testis.
- Berapa lama nyeri berlangsung.
- Apakah terdapat pembengkakan.
- Apakah kencing terasa perih.
- Apakah penis mengeluarkan cairan.
- Apakah terdapat demam.
- Riwayat hubungan seksual dan kemungkinan paparan IMS (infeksi menular seksual).
Selanjutnya, dokter ahli dapat melakukan pemeriksaan fisik pada penis, skrotum, testis, dan area sekitar.
Bila di perlukan, pemeriksaan dapat meliputi tes urine, pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual), pemeriksaan darah, atau USG skrotum.
USG terutama dapat membantu ketika dokter ahli perlu mengevaluasi penyebab nyeri atau menyingkirkan torsio testis pada kondisi tertentu.
CDC menekankan bahwa USG di gunakan terutama ketika torsio testis perlu di singkirkan atau diagnosis belum jelas.
Penanganan Nyeri Testis Setelah Ejakulasi
Penanganan bergantung pada penyebabnya.
1. Jika disebabkan infeksi bakteri
Dokter ahli dapat memberikan antibiotik yang sesuai dengan jenis infeksi.
Bila penyebabnya merupakan IMS (infeksi menular seksual), pasangan seksual mungkin juga perlu menjalani pemeriksaan dan pengobatan sesuai hasil evaluasi.
2. Jika berkaitan dengan prostatitis
Terapi bergantung pada jenis prostatitis.
Dokter ahli dapat memberikan pengobatan sesuai penyebab serta menangani gejala yang menyertai.
3. Jika disebabkan masalah struktural
Kondisi seperti varikokel, hernia, atau kelainan lain membutuhkan pendekatan yang berbeda.
Pada kasus tertentu, dokter ahli dapat mempertimbangkan tindakan lebih lanjut.
Jangan membeli antibiotik sendiri.
Penggunaan antibiotik yang tidak sesuai dapat membuat pengobatan tidak efektif dan meningkatkan risiko resistensi antibiotik.
Kapan Nyeri Testis Harus Segera ke IGD?
Bagian ini sangat penting.
Segera cari pertolongan medis jika nyeri testis muncul tiba-tiba dan terasa sangat hebat, terutama jika di sertai pembengkakan, mual, muntah, atau posisi salah satu testis tampak lebih tinggi dari biasanya.
Kondisi tersebut dapat merupakan torsio testis, yaitu testis berputar dan menyebabkan aliran darah menuju testis terganggu.
Torsio testis merupakan keadaan darurat yang membutuhkan penanganan segera untuk mencegah kerusakan permanen pada testis.
Selain itu, segera periksa apabila nyeri di sertai:
- Demam atau menggigil.
- Mual dan muntah.
- Darah dalam urine.
- Pembengkakan testis.
- Benjolan pada testis.
- Tidak dapat kencing.
- Nyeri yang semakin berat.
Apakah Nyeri Ringan Bisa Ditunggu?
Jika nyeri hanya ringan tetapi berlangsung lebih dari beberapa hari atau terus berulang, sebaiknya tetap periksa ke dokter ahli.
Sementara menunggu pemeriksaan, hindari aktivitas yang memperburuk nyeri dan jangan memijat atau menekan testis yang terasa sakit.
Pengobatan Nyeri Testis di Klinik Apollo
Nyeri testis setelah ejakulasi dapat berasal dari berbagai kondisi sehingga pengobatan harus di sesuaikan dengan penyebabnya.
Di Klinik Apollo, pasien dapat berkonsultasi mengenai nyeri testis, keluhan setelah ejakulasi, gangguan saluran kemih, maupun kemungkinan infeksi menular seksual (IMS).
Dokter ahli dapat melakukan evaluasi terhadap keluhan dan menentukan pemeriksaan yang di perlukan sebelum memilih penanganan.
Dengan pemeriksaan yang tepat, pasien dapat memperoleh informasi mengenai penyebab nyeri, kemungkinan infeksi, pilihan terapi, serta langkah yang dapat di lakukan untuk membantu mencegah komplikasi dan kekambuhan.
Kesimpulan
Nyeri testis setelah ejakulasi dapat di sebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari prostatitis, epididimitis, infeksi menular seksual (IMS), orchitis, varikokel, hernia, hingga masalah lain pada saluran kemih atau organ reproduksi.
Karena penyebabnya beragam, keluhan yang berulang sebaiknya tidak di anggap sebagai kondisi normal atau di obati sendiri.
Jika nyeri muncul tiba-tiba dan sangat berat, terutama di sertai pembengkakan, mual, atau muntah, segera cari pertolongan medis karena torsio testis merupakan kondisi darurat.
Jika Anda mengalami nyeri testis setelah ejakulasi yang berulang (kambuh) atau di sertai keluhan lain, segera konsultasikan ke Klinik Apollo untuk mendapatkan pemeriksaan medis yang tepat, mengetahui penyebabnya, dan memperoleh penanganan yang sesuai sehingga kesehatan reproduksi dan saluran kemih dapat lebih terjaga.
Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta



