Penyakit herpes merupakan penyakit yang ditandai dengan muncul lepuhan berwarna kemerahan pada kulit dan di dalamnya terdapat cairan.

Penyebab infeksi herpes biasanya ditandai dengan kulit yang kering, luka yang seperti lepuhan dan berair.

Terdapat beberapa jenis virus herpes yang secara umum menyerang manusia, yaitu Herpes Simplex Virus (HSV) dan Varicella-Zoster Virus (VZV).

Kondisi ini terbilang sangat berbahaya, karena dapat bertahan dalam jangka panjang dan virusnya akan terus berada di dalam tubuh seseorang.

Virus ini dapat menyerang pria dan wanita, dan faktor yang memiliki risiko tertular herpes adalah kondisi fisik yang sedang lemah.

Jika mengalami gejala mengenai penyakit ini, sebaiknya Anda langsung konsultasi kepada dokter di klinik kulit kelamin terpercaya.

Tujuannya agar dokter dapat memutuskan dengan cepat, metode pengobatan apa yang akan diberikan.

Gejala dan Penyebab Herpes

Dalam beberapa kasus, virus herpes yang menginfeksi manusia terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Herpes Simplex Virus tipe 1 (HSV-1)
  • Herpes Simplex Virus tipe 2 (HSV-2)
  • Epstein-Barr Virus (EBV)
  • Varicella-Zoster Virus (VZV)
  • Cytomegalovirus (CMV)
  • Human Herpesvirus-6 (HHV-6)
  • Human Herpesvirus-7 (HHV-7)
  • Human Herpesvirus-8 (HHV-8)

Seseorang yang terinfeksi herpes, gejalanya akan muncul 3 hingga 7 hari setelah terinfeksi. Gejalanya juga akan diklasifikasikan berdasarkan tingkat keparahan yang dialami seseorang.

Berikut adalah gejala penyakit herpes, yaitu:

  • Tahap Primer

Terjadi 2 hingga 8 hari setelah terinfeksi, dan gejala awalnya berupa bintil berwarna putih yang terdapat cairan di dalamnya, disebut juga vesikel.

Biasanya bintil ini muncul secara berkelompok pada kulit, kemudian lama-kelamaan bintil tersebut akan berubah warna dan berisi nanah.

Bintil yang telah pecah, akan terlihat seperti sariawan di kulit, dan gejala lainnya seperti demam, mual hingga muntah, lemas, dan juga pembesaran kelenjar pada daerah lipat paha serta di sekitar leher.

  • Tahap Laten

Pada tahap ini, gejala akan terlihat mulai sedikit menghilang. Namun, bukan berarti virus telah hilang dan sembuh.

Dalam tahap ini, virus masih berkembang dan menyebar ke area saraf. Karena kondisi ini, terkadang seseorang bisa terinfeksi herpes dari seseorang yang terlihat sehat.

  • Tahap Rekuren

Virus yang terlihat menghilang pada tahap laten, mulai menunjukkan kembali aktifitasnya.  Tetapi biasanya lepuhan atau luka yang muncul tidak separah sebelumnya.

Berikut ada beberapa faktor yang dapat memicu virus aktif kembali, antara lain:

  • Demam.
  • Infeksi penyakit lain.
  • HIV/AIDS.
  • Berhubungan seksual.
  • Kelelahan.
  • Menstruasi.
  • Depresi.

Virus ini dapat menular dari satu orang ke orang lain melalui kontak kulit ke kulit, seperti berciuman dan berhubungan seksual.

Seseorang yang terinfeksi, memiliki gejala yang berbeda-beda, tergantung pada fase dan jenis virus yang menginfeksi.

Jadi, jangan menganggap hilangnya gejala, artinya Anda sembuh. Virus akan tetap berada di dalam tubuh dan kapan saja bisa aktif kembali.

Sebaiknya konsultasikan kepada dokter di klinik kelamin Jakarta terpercaya agar segera mendapat pengobatan.

Cara Mengobati Herpes

Dokter biasanya berfokus melakukan pengobatan untuk menghilangkan bekas luka lepuhan dan mencegah virus menyebar kembali.

Luka bekas lepuhan akibat herpes biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah 2 hingga 4 minggu. Tetapi virus akan tetap berada dalam tubuh, namun tidak menimbulkan gejala.

Dengan melakukan pengobatan, tujuannya untuk mengurangi risiko terjadinya komplikasi dan penularan herpes.

Berikut adalah obat antivirus yang digunakan untuk menghilangkan virus, yaitu:

  • Acyclovir.
  • Valacyclovir.
  • Famciclovir.
  • Penciclovir.

Lalu, untuk mengurangi rasa nyeri dan untuk mempercepat pemulihan akibat virus herpes, lakukan langkah-langkah berikut, seperti:

  • Konsumsi obat pereda nyeri.
  • Mandi menggunakan air suam atau air hangat.
  • Kompres kulit yang luka akibat virus menggunakan air hangat atau air dingin.
  • Gunakan pakaian yang longgar.
  • Menjaga area luka agar tetap kering dan bersih.
  • Menggunakan pakaian berbahan dasar katun.

Dalam beberapa kasus pada ibu hamil dapat membahayakan bayi yang dalam kandugan. Lakukan pemeriksaan secara rutin untuk mencegah penularan kepada bayi.

Baca Artikel Lainnya Seputar Penyakit Kulit Kelamin

Konsultasi di Klinik Apollo

Jika Anda memang membutuhkan dokter spesialis penyakit kelamin terbaik serta memiliki pengalaman, maka Klinik Apollo Jakarta siap membantu Anda.

Terdiri dari dokter ahli penyakit kulit kelamin dan staff medis yang handal di bidangnya. Klinik kulit kelamin ini sudah ada sejak lama dan dipercaya oleh banyak masyarakat.

Selain itu biaya pengobatan yang sangat terjangkau dan lokasi klinik yang sangat strategis yang berada di Jakarta, Indonesia.

Klinik Apollo sangat mengutamakan kepuasan dan kesembuhan setiap pasiennya dengan memprioritaskan pasiennya dalam setiap pengobatan dan pelayanannya.

Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi kami di nomor 0812 8580 4316. Dan jika mempunyai pertanyaan lainnya seputar penyakit kelamin, Anda bisa menggunakan layanan konsultasi media online secara gratis.

Join to newsletter.

Informasi terupdate penyakit kulit dan kelamin.

Layanan Lainnya

Butuh bantuan kami?

Hubungi kami di 0812-8580-4316

Konsultasi Gratis

Tim medis kami online 24 jam/hari.