Klinik Apollo – Gonore pada wanita merupakan salah satu infeksi menular seksual (IMS) yang sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.
Akibatnya, banyak penderita tidak menyadari bahwa mereka telah terinfeksi hingga penyakit berkembang dan memicu komplikasi yang lebih serius.
Jika tidak segera mendapatkan penanganan, gonore dapat menyebar ke organ reproduksi dan meningkatkan risiko penyakit radang panggul (PID), kehamilan ektopik, infertilitas, hingga penularan kepada pasangan seksual maupun bayi saat persalinan pervaginam.
Oleh karena itu, mengenali gejala, penyebab, cara diagnosis, dan pengobatan gonore sangat penting agar infeksi dapat di tangani sedini mungkin.
Apa Itu Gonore?
Gonore adalah infeksi bakteri yang di sebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae. Bakteri ini menyerang selaput lendir pada organ reproduksi, leher rahim (serviks), uretra, rektum, hingga tenggorokan.
Penularan terjadi melalui hubungan seksual vaginal, anal, maupun oral tanpa menggunakan pelindung dengan pasangan seksual yang terinfeksi.
Selain itu, ibu hamil yang mengalami gonore juga dapat menularkan infeksi kepada bayinya saat proses persalinan pervaginam.
Menurut World Health Organization (WHO), gonore termasuk salah satu infeksi menular seksual (IMS) yang paling banyak di temukan di seluruh dunia dengan jutaan kasus baru setiap tahunnya.
Gejala Gonore pada Wanita
Banyak wanita tidak mengalami gejala yang jelas.
Bahkan, sekitar 50 hingga 70% kasus gonore pada wanita dapat bersifat tanpa gejala (asimtomatik).
Kondisi inilah yang membuat infeksi sering terlambat terdiagnosis.
Namun, ketika gejala muncul, keluhannya dapat berupa:
- Keputihan yang lebih banyak dari biasanya dan berwarna kekuningan atau kehijauan.
- Nyeri atau rasa terbakar saat kencing.
- Perdarahan di luar jadwal menstruasi.
- Nyeri saat berhubungan intim.
- Nyeri pada perut bagian bawah atau panggul.
- Serviks tampak meradang saat pemeriksaan.
- Keluar cairan dari vagina yang berbau tidak sedap.
Apabila infeksi menyebar ke rektum atau tenggorokan, penderita juga dapat mengalami:
- Nyeri saat buang air besar (BAB).
- Gatal pada anus.
- Sakit tenggorokan yang menetap setelah melakukan seks oral.
Penyebab Gonore pada Wanita
Penyebab utama gonore adalah infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae.
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena gonore antara lain:
- Berhubungan seksual tanpa kondom (pengaman atau pelindung).
- Memiliki lebih dari 1 pasangan seksual.
- Memiliki pasangan seksual yang terdiagnosis IMS (infeksi menular seksual).
- Pernah mengalami infeksi menular seksual (IMS) sebelumnya.
- Berusia di bawah 25 tahun dan aktif secara seksual.
Semakin banyak faktor risiko yang di miliki, semakin tinggi pula kemungkinan seseorang terinfeksi gonore.
Bagaimana Gonore Ditularkan?
Gonore dapat menular melalui:
- Hubungan seksual vaginal.
- Hubungan seksual anal.
- Hubungan seksual oral.
- Penularan dari ibu kepada bayi saat persalinan pervaginam.
Sebaliknya, gonore tidak menular melalui:
- Berbagi alat makan.
- Dudukan toilet.
- Berpelukan.
- Berjabat tangan.
- Kolam renang.
Informasi ini penting untuk mengurangi stigma sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai cara penularan yang sebenarnya.
Komplikasi Gonore pada Wanita
Tanpa pengobatan yang tepat, gonore dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius.
Beberapa di antaranya meliputi:
1. Penyakit Radang Panggul (Pelvic Inflammatory Disease atau PID)
Infeksi dapat menyebar ke rahim, saluran tuba, dan ovarium sehingga menyebabkan nyeri kronis serta kerusakan permanen pada organ reproduksi.
2. Infertilitas (Kemandulan)
Kerusakan pada saluran tuba akibat infeksi dapat menghambat proses pembuahan sehingga meningkatkan risiko sulit hamil.
3. Kehamilan Ektopik
Jaringan parut pada saluran tuba meningkatkan risiko kehamilan terjadi di luar rahim yang merupakan kondisi darurat medis.
4. Penyebaran Infeksi
Pada kondisi tertentu, bakteri dapat masuk ke aliran darah dan menyebabkan Disseminated Gonococcal Infection (DGI) yang di tandai dengan nyeri sendi, ruam kulit, hingga demam.
5. Meningkatkan Risiko HIV
Peradangan akibat gonore mempermudah masuknya virus HIV apabila seseorang terpapar virus tersebut.
Cara Diagnosis Gonore
Dokter ahli akan melakukan beberapa tahapan pemeriksaan, yaitu:
- Wawancara mengenai gejala dan riwayat seksual.
- Pemeriksaan fisik organ reproduksi.
- Pengambilan sampel cairan dari serviks, vagina, uretra, tenggorokan, atau rektum.
- Tes urine.
- Pemeriksaan laboratorium menggunakan Nucleic Acid Amplification Test (NAAT) yang memiliki sensitivitas dan spesifisitas tinggi untuk mendeteksi bakteri penyebab gonore.
Diagnosis yang akurat sangat penting karena gejala gonore sering menyerupai infeksi lain seperti klamidia.
Pengobatan Gonore pada Wanita
Gonore dapat di sembuhkan dengan antibiotik yang diresepkan oleh dokter ahli.
Saat ini, pedoman internasional merekomendasikan penggunaan antibiotik tertentu sesuai hasil evaluasi klinis dan kondisi pasien karena meningkatnya resistensi antibiotik di berbagai negara.
Terutamanya selama menjalani pengobatan, pasien di anjurkan untuk:
- Menghabiskan seluruh antibiotik sesuai resep.
- Tidak melakukan hubungan seksual hingga dokter ahli menyatakan infeksi telah sembuh.
- Mengajak pasangan seksual menjalani pemeriksaan dan pengobatan.
- Melakukan kontrol ulang apabila gejala belum membaik.
Mengobati pasangan seksual sangat penting untuk mencegah infeksi berulang (reinfection).
Cara Mencegah Gonore
Risiko gonore dapat di kurangi dengan menerapkan langkah-langkah berikut:
- Menggunakan kondom (pengaman atau pelindung) secara konsisten dan benar.
- Setia pada 1 pasangan seksual.
- Melakukan skrining IMS (infeksi menular seksual) secara berkala apabila memiliki faktor risiko.
- Menghindari hubungan seksual ketika mengalami gejala infeksi.
- Segera memeriksakan diri jika pasangan seksual di diagnosis mengalami gonore atau IMS (infeksi menular seksual) lainnya.
Seperti yang sudah dijelaskan deteksi dini memberikan peluang kesembuhan yang lebih baik sekaligus mencegah komplikasi jangka panjang.
Kapan Harus ke Dokter Ahli?
Segera lakukan pemeriksaan apabila Anda mengalami:
- Keputihan tidak normal (abnormal).
- Nyeri saat kencing.
- Perdarahan setelah berhubungan intim.
- Nyeri panggul.
- Pasangan seksual di diagnosis mengalami gonore.
- Riwayat hubungan seksual berisiko tanpa kondom (pengaman atau pelindung).
Semakin cepat diagnosis di tegakkan, semakin cepat pula pengobatan dapat di mulai sehingga risiko komplikasi dapat di minimalkan.
Kesimpulan
Gonore pada wanita sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, tetapi tetap dapat menyebabkan komplikasi serius apabila tidak segera di obati. Mengenali tanda-tanda infeksi, memahami cara penularan, serta melakukan pemeriksaan sejak dini merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan reproduksi.
Jika Anda mengalami gejala yang mengarah pada gonore atau memiliki riwayat hubungan seksual berisiko, jangan menunda pemeriksaan. Konsultasi dengan dokter ahli akan membantu memperoleh diagnosis yang akurat dan terapi yang sesuai.
Konsultasikan keluhan Anda di Klinik Apollo Jakarta untuk mendapatkan pemeriksaan yang menyeluruh, penanganan oleh tenaga medis berpengalaman, diagnosis yang akurat, pengobatan sesuai pedoman medis terkini, serta pendampingan yang menjaga kenyamanan dan kerahasiaan pasien.
Dengan pemikiran ini penanganan yang tepat sejak dini, risiko komplikasi dapat di tekan sehingga kesehatan reproduksi tetap terjaga.
Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta



