Klinik Apollo – Banyak orang mengira bahwa gonore hanya dapat terjadi karena hubungan seksual. Di sisi lain, tidak sedikit yang bertanya, apakah ada penyebab gonore selain berhubungan intim?
Pertanyaan ini cukup sering muncul karena beredar berbagai informasi yang belum tentu benar, seperti gonore dapat menular melalui toilet umum, berbagi handuk, atau duduk di tempat yang sama.
Faktanya, gonore merupakan infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Penularannya terutama terjadi melalui kontak seksual dengan seseorang yang terinfeksi.
Namun, terdapat beberapa kondisi khusus yang juga dapat menyebabkan penularan di luar hubungan seksual. Oleh karena itu, penting untuk memahami mana yang termasuk fakta dan mana yang hanya mitos.
Apa Itu Gonore?
Gonore adalah infeksi bakteri yang dapat menyerang:
- Uretra (saluran kemih).
- Leher rahim (serviks).
- Rektum.
- Tenggorokan.
- Mata (pada kondisi tertentu).
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), gonore merupakan salah satu infeksi menular seksual (IMS) yang paling sering ditemukan di seluruh dunia.
Infeksi ini dapat terjadi pada pria maupun wanita dan sering kali tidak menimbulkan gejala, terutama pada wanita.
Penyebab Gonore Selain Berhubungan, Mitos atau Fakta?
Jawabannya adalah sebagian besar merupakan mitos, tetapi terdapat beberapa kondisi yang memang dapat menyebabkan penularan tanpa hubungan seksual.
Berikut penjelasannya.
1. Fakta: Penularan dari Ibu ke Bayi Saat Persalinan Pervaginam
Salah satu penyebab gonore selain hubungan seksual adalah penularan dari ibu yang terinfeksi kepada bayinya saat proses persalinan normal (pervaginam).
Bakteri dapat menginfeksi mata bayi sehingga menyebabkan ophthalmia neonatorum, yaitu infeksi mata yang berpotensi menimbulkan komplikasi serius apabila tidak segera ditangani.
2. Fakta: Kontak Langsung dengan Cairan Tubuh yang Terinfeksi (Kondisi Sangat Tertentu)
Dalam kondisi tertentu, bakteri dapat berpindah melalui kontak langsung antara cairan tubuh yang terinfeksi dengan selaput lendir (mukosa), misalnya mata.
Namun, penularan seperti ini jauh lebih jarang terjadi dibandingkan penularan melalui aktivitas seksual.
3. Mitos: Dudukan Toilet Umum
Banyak orang khawatir tertular gonore dari toilet umum.
Faktanya, bakteri Neisseria gonorrhoeae tidak dapat bertahan lama di luar tubuh manusia.
Karena itu, duduk di toilet umum bukan merupakan cara penularan gonore yang umum.
4. Mitos: Berbagi Handuk atau Pakaian
Menggunakan handuk, pakaian, atau seprai yang sama bukan merupakan jalur penularan gonore yang lazim.
Bakteri penyebab gonore membutuhkan lingkungan yang sesuai untuk bertahan hidup sehingga tidak mudah menyebar melalui benda mati.
5. Mitos: Berjabat Tangan atau Berpelukan
Berjabat tangan, berpelukan, makan bersama, maupun berbagi alat makan tidak menyebabkan gonore.
Aktivitas sosial sehari-hari tersebut tidak termasuk cara penularan infeksi ini.
Bagaimana Gonore Paling Sering Menular?
Menurut World Health Organization (WHO) dan CDC, penularan gonore paling sering terjadi melalui:
- Hubungan seksual vaginal tanpa pengaman (kondom atau pelindung).
- Hubungan seksual anal.
- Hubungan seksual oral.
- Kontak langsung dengan cairan tubuh yang mengandung bakteri selama aktivitas seksual.
- Penularan dari ibu ke bayi saat persalinan pervaginam.
Memahami cara penularan membantu Anda mengambil langkah pencegahan yang lebih efektif.
Gejala Gonore yang Perlu Diwaspadai
Pada sebagian orang, gonore tidak menimbulkan gejala.
Namun, jika muncul, keluhannya dapat berupa:
1. Pada Pria
- Nyeri atau rasa terbakar saat kencing.
- Keluar cairan berwarna putih, kuning, atau kehijauan dari penis.
- Nyeri atau bengkak pada testis.
2. Pada Wanita
- Keputihan yang tidak normal (abnormal).
- Nyeri saat kencing.
- Nyeri panggul.
- Perdarahan di luar siklus menstruasi.
3. Pada Tenggorokan
- Nyeri tenggorokan.
- Sulit menelan.
- Terkadang tanpa gejala.
Karena banyak penderita tidak mengalami keluhan, pemeriksaan menjadi penting apabila memiliki faktor risiko.
Apa yang Terjadi Jika Gonore Tidak Diobati?
Tanpa penanganan yang tepat, gonore dapat menyebabkan komplikasi, seperti:
- Penyakit radang panggul (PID) pada wanita.
- Epididimitis pada pria.
- Gangguan kesuburan pada pria maupun wanita.
- Infeksi yang menyebar ke darah atau sendi (jarang tetapi serius).
- Meningkatkan risiko tertular atau menularkan HIV.
Semakin cepat diagnosis ditegakkan, semakin besar peluang untuk mencegah komplikasi tersebut.
Bagaimana Dokter Mendiagnosis Gonore?
Dokter ahli akan melakukan evaluasi berdasarkan:
- Riwayat kesehatan dan gejala.
- Pemeriksaan fisik.
- Pemeriksaan sampel urine.
- Swab dari uretra, serviks, rektum, atau tenggorokan bila diperlukan.
- Tes NAAT (Nucleic Acid Amplification Test), yang menjadi metode utama untuk mendeteksi Neisseria gonorrhoeae karena memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi.
Diagnosis yang tepat membantu menentukan terapi yang sesuai dengan pedoman medis.
Baca juga: Informasi mengenai gonore, kencing nanah, dan penyakit menular seksual (PMS) di Klinik Utama Apollo Jakarta untuk memahami gejala, pemeriksaan, dan pilihan penanganannya.
Cara Mencegah Gonore
Beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi risiko tertular gonore:
- Menggunakan kondom (pengaman atau pelindung) secara konsisten dan benar saat berhubungan seksual.
- Menghindari berganti-ganti pasangan seksual.
- Melakukan pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual) secara berkala jika memiliki faktor risiko.
- Tidak melakukan hubungan seksual apabila salah satu pasangan seksual sedang menjalani pengobatan IMS (infeksi menular seksual).
- Mengajak pasangan seksual menjalani pemeriksaan jika salah satu terdiagnosis gonore.
Kapan Harus ke Dokter Ahli?
Segera lakukan pemeriksaan apabila Anda mengalami:
- Keluar cairan tidak normal (abnormal) dari alat kelamin.
- Nyeri saat kencing.
- Nyeri panggul atau testis.
- Keputihan yang berubah warna atau berbau.
- Memiliki pasangan seksual yang didiagnosis mengalami gonore atau IMS (infeksi menular seksual) lainnya.
- Riwayat hubungan seksual berisiko meskipun tanpa gejala.
Pemeriksaan dini memungkinkan pengobatan diberikan lebih cepat dan membantu mencegah penularan kepada pasangan seksual.
Kesimpulan
Penyebab gonore selain berhubungan seksual sebagian besar merupakan mitos.
Penularan gonore paling sering terjadi melalui hubungan seksual vaginal, anal, atau oral dengan seseorang yang terinfeksi.
Meski demikian, terdapat kondisi khusus, seperti penularan dari ibu ke bayi saat persalinan pervaginam, yang merupakan fakta medis.
Apabila Anda mengalami gejala yang mengarah pada gonore atau memiliki faktor risiko, jangan menunda pemeriksaan. Diagnosis yang tepat akan membantu menentukan terapi yang sesuai dan mengurangi risiko komplikasi.
Konsultasikan Keluhan Anda di Klinik Utama Apollo Jakarta
Jika Anda mengalami gejala gonore atau memiliki kekhawatiran mengenai infeksi menular seksual (IMS), segera konsultasikan dengan Klinik Utama Apollo Jakarta.
Dokter ahli berpengalaman akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk menentukan penyebab keluhan dan memberikan terapi yang sesuai dengan kondisi Anda.
Dengan fasilitas diagnostik yang lengkap, penanganan berdasarkan pedoman medis terkini, pelayanan profesional, serta privasi pasien yang terjaga, Anda dapat memperoleh diagnosis yang akurat, pengobatan yang tepat, dan edukasi untuk membantu mencegah penularan maupun kekambuhan.
Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta



